
masih di rumah sakit.Santi dan Irfan belum pulang
"Oh..dia tau dari mana ya rumah kamu nya?" Tanya Diana Heran
"Dari ibu nak, Dika telepon ibu tadinya tanya ibu apa Diana di rumah ibu, ibu bilang ngga ada, terus tanya rumah santi, ibu kasih tau rumahnya" Ucap ibu fauziah
"oh gitu" Jawab Diana merasa senang karna suaminya telah mengkahwatirkannya
"Diana saya pamit ya " ucap santi
yang ingin pulang
"Iya saya juga ya" sambung irfan
"Iya terima kasih sudah menjenguk saya" ucap diana
"iya semoga cepet sembuh ya" ucap santi dan irfan
Mereka pun pulang
Dan Dika balik lagi ke ruang inap diana setelah shalat dzuhur
" Dika kamu pulang aja nak, besok kamu sekolah kan,?" ucap bu fauziah lirih karena takut ketahuan pasien dan penunggu pasien kalo dika masih sekolah.
"iya,...tapi saya masih pengen nungguin diana" jawab dika
"Biar ibu aja Nak, yang nungguin, besok juga pulang kayaknya" sambung bu fauziah"
"iya Dika, kamu pulang aja saya ngga papa kok biar sama ibu aja"ucap Diana
"Ya sudah.. kalo gitu saya pulang.. tapi besok beneran kan, kamu sudah di bolehin pulang?" tanya dika sebenarnya ingin menunggu Diana
"iya ...in syaa Allah.. ya sudah hati-hati di jalan" jawab Diana
"Iya" dika bersalaman dengan bu Fauziah dan diana, zaki dan pak fauzan sudah pulang duluan
"
Skip cerita
akhirnya diana pulang dari rumah sakit,
Dika yang baru pulang sekolah Dengan pak iwan supirnya menjemput istrinya, Dika masuk ruang inap membantu bu fauziah mengemas barang-barang Diana
"itu katanya suami istri?, kenapa suaminya pake baju seragam SMA, ada-ada aja ya, anak jaman sekarang" gumam pasien sebelahnya bingung melihat mereka.
"Dika kenapa kamu ngga ganti baju dulu, orang-orang pada liatin kamu kan,? di kira saya dan kamu suami-istri apa coba?" diana ngomong lirih
"iya maaf, soalnya tadi takut kamu nunggu lama" jawab dika
"Ah dasar kamu itu" diana sedikit kesal
Skip cerita
Akhirnya mereka sampai rumah bu Fauziah di jemput pak fauzan
3 bulan kemudian Dika dan Diana sama-sama mau lulus, diana tinggal wisudanya aja dan dika tinggal mengambil ijasah hubungan mereka masih biasa-biasa saja sesekali dika minta jatah anu sih diana terpaksa mau melayani permintaan dika, karena emang diana istrinya dan diana takut dika memplampiasankan ke cewe lain tapi diana belum ham*l juga dan juga sudah mendaftar kuliah di universitas yang ternama jadi kalo masuk harus tes dulu
"Dika besok saya mau ke kampus, kayaknya mau ada pengumuman tentang wisuda"diana minta izin ke dika
" ya sudah besok saya anterin, saya juga besok mau ngambil ijazah"jawab dika
"Kamu kapan tes kuliah nya" tanya diana
"Minggu depan mungkin" jawab dika
"Kayaknya saya juga wisudanya minggu depan deh, berati kamu ngga bisa hadir di wisuda saya dong" diana yangsedikit sedih
__ADS_1
"Iya habis tes saya langsung ke kampus kamu...o.iya emang kenapa kalo saya ngga hadir...kamu kecewa ya," dika melihat muka diana yang sedih
"Biasa aja kok...terserah kamu, ngga datang juga ngga papa. ya sudah ah saya mau tidur" diana sedikit kesal
tiba-tiba dika kepikiran tentang perkataan irfan yang di rumah sakit, kalo Dika menyakiti diana maka Irfan akan mengambil Diana darinya Dika pun kepikiran gimana ya biar diana tidak balikan lagi sama Irfan? sementara Diana belum ham*il juga
"diana tunggu, kamu jangan tidur dulu, saya mau tanya sama kamu? apa kamu nngga pengen punya anak?" tanya Dika
"kenapa kamu tiba-tiba tanya gitu? iya pengen dong, tapi kan kamu masih bocah, saya takut kamu kurang tanggung jawab sama anak kamu nanti" jawab Diana khawatir
"ihh kamu kok ngeremehin saya sih, masih bocah juga umurnya, orangnya mah ngga" Dika kesal
"Diana saya in_ngin" ucap Dika merayu diana tapi ngga melanjutkan bicaranya
"ingin apa?" tanya diana yang sebenarnya sudah paham permintaan dika
"Ya ingin buat anak" ucap dika polos
"Dasar kamu tu, masih bocah tapi otaknya me*um" ucap diana kesal
"Sudah kamu jangan banyak bicara kamu ngga boleh nolak ajakan suami" dika mendekati diana dan menci*minya, diana hanya pasrah soalnya menolak juga percuma dika akan tetap melakukannya
Di skip aja adegan ranjang anya ya umur 18++ pasti sudah paham
kemudian merekapun tidur
Diana sudah siap- siap berangkat ke kampus, dan dika juga mau berangkat ke sekolah
Berpamitan ke mama seli dan papa surya
"Semoga kalian sukses ya"ucap mama seli
" Aamiin ,,..terima kasih ma..kami berangkat dulu ya" ucap diana bersaliman dan Dika juga saliman
Di jalan
"Jam 2 " jawab diana.
" ya sudah, nanti saya jemput "
Merekapun sampai di tujuannya masing-masing.
"cie-cie di anterin suami muda "ledek Santi, yang duduk di samping Diana di taman kampus
" ah kamu, udah taunya dia muda, malah di omong lagi, saya jadi malu tau, saya merasa tua banget" jawab diana
"Malu-malu juga kamu mencintai suami mudamu itu, kan?" tanya santi penasaran
"Sejujurnya iya sih saya sudah mulai mencintainya, tapi saya ngga tau perasaan dia, dia belum pernah bilang kalo dia cinta sama saya, masa iya saya duluan yang mengatakannya" diana curhat tentang perasaannya ke santi
"masa sudah 3 bulan menikah dia belum mengatakan cinta sama kamu,..di.lihat mah dika juga sudah cinta sama kamu deh tapi kamu sudah melakukan itu kan" ucap santi dan bertanya
"iihh kamu tanya apa sih santi ? Kamu jangan tanya itu dong" diana yang mukanya sedikit merah
"tu kan muka kamu merah berarti kamu sudah melakukannya kan, cie-cie, malu-malu tapi mau haha" santi ngeledek diana lagi
"ya mau gimana lagi, orang dia maksa banget sih,! sudah ah jangan di bahas ayo kita masuk ke kelas" ucap diana
"iya maaf ya diana" ucap santi
"iya ngga papa" jawab diana
Skip cerita..
Dika yang sudah di parkiran mau pulang di hadang sama lia, dan lila melihat mereka dari jauh.
"mereka lagi ngapain ya, kenapa kaya serius gitu, apa lia masih mencintai dika ya?....haduh saingaan gue ngga berkurang dong" lila ngomong sendiri sembari memperhatikan mereka
__ADS_1
"Dika kamu jangan pulang dulu, aku mau ngomong sama kamu," pinta lia memegang tangan dika
" maaf ngga bisa, saya mau menjemput istri saya" jawab dika
"dika kamu bener-bener sudah ngelupain hubungan kita, aku masih inget kamu akan melamar aku itu dika, sekarang kita sudah lulus, pokoknya aku akan nungguin kamu terus, aku ngga peduli kamu sudah punya istri" ucap lia
"kamu jangan kaya gitu lia, saya ngga bisa nikahin kamu, saya sudah mencintai istri saya ..tangan kamu tolong lepasin saya mau ngejemput diana" jawab dika
Lia masih memegang tangan dika dan dika berusaha melepaskan tangannya pas di lepasin karena sambik jalan lia keseleo dan jatuh
bruuuk lia jatuh
"aawwww!" lia kesakitan
"kamu ngga hati-hati banget sih" dika mendekati liaa
"Dika tolongin aku, aku nngga bisa bangun, kaki aku sakit" ucap lia yang tangganya minta tolong ke dika
Kemudian dika menolongnya dan lila men foto dika dan lia yang tangan dika memegang tangan lia agar lia bisa jalan
Lalu foto mereka di kirim ke nomor diana, lila tau nomor diana dari ponsel dika tanpa sepengetahuan dika saat dika ketiduran di kelas.
"rasain kamu dika foto kamu dan lia di kirim ke istri kamu, pasti istri kamu minta cerai dan saingan gue tinggal lia doang "lila ngomong sendiri
Sementara diana sedang menunggu dika dan ponselnya baterainya habis jadi ngga langsung tau foto yang di kirim lila
Cuaca yang mau hujan diana menunggu dika di luar gerbang kampus
" dika kamu lagi di jalan kan, semoga ngga lama ya bentar lagi kayaknya mau hujan" diana ngomong sendiri
Dika masih di parkiran
"Dika tolong anterin aku dong, aku ngga bisa jalan di luar gerbang sekolahnya kakinya sakit" ucap lia
"ya sudah sampe luar gerbang aja ya, nanti saya akan menelepon pak iwan supir saya akan nganterin.kamu pulang" dika yang merasa kasihan dengan mantannya
"tapi aku maunya sama kamu dika," pinta lia
"ngga bisa, diana sudah menungguku di kampus" jawab dika sembari mengubungi pak iwan lewat wa
"pak iwan tolong ke sekolah saya ya, anterin teman saya namanya lia dia habis jatuh" pesan dika ke pak iwan
"Baik nak dika, saya segera ke sana" balas pak iwan
"kkamu menyebalkan banget sih dika, kalo saja waktu itu, saya ngga mutusin kamu, kamu akan terus sama aku, sekarang kamu sudah bener-bener ngelupain aku dika, tapi aku ngga akan menyerah sama kamu sampai kapanpun" lia ngomong di hati
Kemudian dika menjemput diana dan hujan pun turun, mereka sama-sama ke hujanan tapi dika pakai helm dan jaket anti air jadi ngga basah diana yang kebasahan
Dika pun sampai menjemputnya
"Diana kenapa kamu ngga berteduh dulu sih?" dika yang melihat diana basah kuyup lalu dika melepaskan jaketnya dan mempayungi diana dengan jaketnya
"dika ngga usah,, lagian ini sudah terlanjur basah, terus kenapa kamu lama banget sih...saya malas berteduh nya soalnya di sana ramai banyak laki-laki doang" diana yang jarinya menunjuk warung yang banyak laki berteduh
"Iya maaf, tadi saya habis bantuin lia" jawab dika
" ohh..jadi kamu habis sama mantan kamu ,makanya telat jemput nya, berati lia penting banget dong ya buat kamu" diana yang sedih
"udah ah kamu jangan ngaco..nanti saya jelasin di rumah...cepetan naik ini jaketnya di pake kamu, sini helmnya biar saya pakein" ucap dika
"Kayaknya kamu emang ngga cinta sama aku dika, kamu.masih mencintai lia, kalo ngga cinta mungkin kamu ngga biarin saya nunggu lama kaya gini" gumam diana di hati
"Hey cepetan naik kok malah diem sih" ucap dika yang selesai memakaikan helm ke istrinya
"iya" jawab diana singkat dan naik motor
Bersambung
__ADS_1