
yang cerah. Santi mau menyiapkan sarapan untuk suaminya, tetapi tidak tahu kesukaanya apa.
"Riky, kamu makan apa?"tanyanya
"apa aja yang di masak mba. pasti aku makan." jawab Riky
"Kalo aku, masak racun gimana hah?, ada-ada aja kamu." Santi yang matanya mendelik
"Aku yakin mba Santi ngga sejahat itu" Riky tersenyum
"Kamu manggil nya mba-mba terus sih, emang aku mbamu apa?".Santi yang siap-siap keluar kamar
"Terus apa dong?"
"Ya, namanya aja, ngga papa"
"Ya sudah, Santi tolong buatin aku kopi ya, aku mau ngirim dokumen ke pak Dika nih" pinta Riky sembari membuka laptopnya
"Iya." jawab Santi singkat lalu keluar kamar bergegas membuat kopi untuk suaminya
"Santi suamimu belum bangun" tanya papa Wildan yang sedang duduk di sofa
"Sudah, masih di kamar, ini mau buat kopi, apa papa mau bikin kopi juga." jawab Santi menawarkan papanya kopi
"Papa ngga usah, papa lagi ngga enak perut "
"Kaka aja san, jangan manis-manis ya."sahutnya sedang duduk di Samping papa Wildan
"Emang istri kaka belum bangun?"
"Sudah, tapi masih di kamar" jawab kakaknya.
"Oh gitu." lalu Santi membuatkannya kopi untuk suami dan kakaknya
5 menit kemudian kopi nya sudah di letakkan di atas meja, dan santi mau menyiapkan sarapan.
Skip aja ya
Diana Sedang siap-siap berangkat mengajar, begitu juga suaminya. sebelum berangkat Diana menyiapkan bekal untuk suaminya.
"Dika, ini bekalnya. jangan lupa di makan ya, terus di habisin." Diana memasukan bekal ke tas tengtengan untuk di bawa Dika.
"Iya sayang, terima kasih ya, o.iya nanti kamu beneran mau naik motor yang? ngga mau di anterin aja nih." tanya Dika ngga tega kalo istrinya mengendarai motor.
__ADS_1
Tempat mengajar Diana dan tempat kantornya Dika lumayan jauh, jadi kalo Dika mengantarkan istrinya terlebih dahulu nanti telat.
"Iya, Kan, biar kamu nya ngga telat ngantornya." ujar Diana
"Tapi sekarang sedang musim hujan, udah kamu naik mobil aja, biar saya yang bawa motornya." Dika ngga mau istrinya ke hujanan takut Sakit.
."ngga papa, kan, ada jas hujan, lagian saya belum bisa mengendarai mobil. ya sudah ah,/sudah siang ini, ini tas dan bekalnya ,yang semangat ya kerjanya. Love u banget" ucap Diana sembari memberikan keperluan yang di bawa suaminya ngantor.
"Iya. saya berangkat ya, hati-hati loh bawa motornya, jangan ngebut-ngebut." Dika menghawatirkan istrinya kemudian mencium keningnya.
"Iya, kamu juga jangan ngebut-ngebut, hati-hati ya." Diana bersalaman mencium punggung tangan suaminya.
5 hari kemudian waktu libur telah tiba. mereka mau mengunjungi orang tua dan mereka sedang di jalan Dika mengendarai mobil.
"Sayang habis ke rumah mama, kita jalan-jalan Yuk, prasaan sejak nikah kita jarang jalan-jalan ya. Maaf ya sayang, saya sibuk kerja terus."Dika sambil melajukan mobil nya pelan dan merasa tidak enak terhadap istrinya yang jarang mengajaknya jalan-jalan.
"Ngga papa kok. lagian kan, saya juga sibuk mengajar, giamana kalo ke pantai aja, rasanya pengen banget lihat laut. udah lama banget soalnya tidak melihatnya." Diana kangen pesisir pantai
"Oke lah, kalo gitu, kita ajak Riky sama mba Santi yuk, agar mereka semakin dekat, saya Lihat hubungan mereka seperti hubungan kita dulu. hehe" Dika mengingat waktu pertama mengenal Diana dan pernikahan yang mendadaknya itu.
"Ide bagus tu, di hubungi aja Rikynya." jawab Diana antusias melirik suaminya
"Iya. nanti kalo kita sudah nyampe di rumah mama,sayang saya laper banget nih, gimana kalo kita mampir dulu di restoran."ajak Dika yang tiba-tiba laper
"Ya nggak papa, nanti kita makan lagi di sana, sekalian nanti nasi nya di bungkus buat mama." ucap Dika lalu berhenti di restoran
Di dalam restoran ada Santi dan Riky yang sedang pesan makan juga. tapi pas Diana dan dika masuk restoran melihat kejadian Santi sedang di marahanin sama orang.
Flash back Santi sebelum di marahin orang.
Santi Dan Riky sudah duduk, lalu mereka memesan makannya waktu makannya belum datang Santi ingin ke toilet ingin buang air kecil, ketika jalan menuju tolilet, Santi di tabrak orang yang sedang buru-buru. lalu tangannya tidak sengaja menumpahkan air atau jus jeruk di atas meja, dan mengenai baju seorang perempuan yaitu teman sekelas nya Riky dulu, kebetulan Desi sedang duduk bersama Lila .
Prrakk...gelas jatuh dan pecah.
"Aduhhh apa-apaan sih!, jadi kotor kan baju gue, kalo jalan liat-liat dong !" Desi langsung berdiri memngibaskan bajunya dengan tangannya, karna bajunya basah dan kotor kena air jus jeruk.
"Maaf, saya ngga sengaja, soalnya tadi saya di tabrak orang, lalu kena ini." Ucap Santi memohon maaf
Orang-orang di sekitar restoran pada melihat mereka, termasuk irfan.
"Itu kan, Santi,oh jadi yang di tabrak sama orang tadi itu Santi"irfan melihat Santi sedang di marahi
"Itu cuma alasan lu aja, kan.? Desi suara nya meninggi
__ADS_1
"Neh, air minum punya gue masih, siramin aja ke dia biar impas."Seru Lila
Lalu Desi mengambil air mau di siramkan ke Santi, kemudian ada irfan yang kebetetulan sedang duduk menunggu makanan yang ia pesan, lalu menyamperin mereka.
"Maaf, nona tadi kan, Santi sudah minta maaf ke kamu, saya juga lihat dia ngga sengaja" ucap irfan menyamperin
"Lu siapa? gue ngga ada urusan sama lu, apa lu cowo dia?" Desi kesal matanya melotot
"Aku temannya, kamu jadi orang jangan begitu, ini cuma masalah yang ngga di sengaja."
"Apa? Lu bilang, baju gue kotor gara-gara dia, pokoknya gue ngga terima" Lalu Desi menyiramkan air jus jeruk punya Lila tersebut.
Tapi Riky datang, menangkis tangan Desi tapi jusnya sudah tumpah sedikit ke baju Santi.
"Kamu keterlaluan sekali!"Riky suara nya meninggi.
"Riky, kamu, kenapa kamu belain cewe ini?, tau ngga gara-gara orang ini baju gue kotor !"Desi masih kesal
"Iya, gua juga tau, tapi dia sudah minta maaf, kan.?"
"Tapi gue nggak terima. tau ngga baju ini di beli dari luar negri, limited edition,jadi gue nggak suka kena noda kayak gini." Desi masih nggak terima
Kembali lagi ke Diana dan dika yang melihat kejadian tersebut melihatnya geram dengan kelakuannya teman sekelas waktu SMA itu.
"Emang harga baju lu itu berapa desi, biar gua ganti." ucap Dika sedikit kesal
"Kok, kebetulan banget ya. ada Dika dan Diana." gumam Santi di hati melirik mereka.
"Dika, kenapa masih sama mba itu, apa mereka balikan, bukannya mereka sudah bercerai." Gumam Lila melirik ke arah mereka bingung, soalnya dia juga belum lama ini habis ke luar negri melanjutkan kuliahnya, jadi tidak tahu kabar Dika yang sudah menikah lagi.
"Dika, lu datang-datang juga kenapa membela cewe ini, apa kalian kenal cewe ini." tanya Desi melirik ke Santi
Dika hanya diam yang jawab Riky
"Iya kenal, orang dia istri aku, terus dia sahabatnya mba Diana istrinya Dika." jawab Riky
"Oh...jadi kamu nolak gue karna wanita ini.?" tanya desi matanya yang membelalak
Desi suka sama Riky, tapi Riky menolaknya karna Desi orang nya keka-nakan dan sombong.
"Kalo iya emang kenapa?" jawab Riky
"Riky, lu tega banget sama gue, kenapa lu lebih memilih wanita ini, padahal wanita ini lebih dewasa, dasar Riky b*doh"grutu Desi di hati
__ADS_1
Singkat cerita Desi masih nggak terima dan akan membuat perhitungan sama Santi, apa lagi cowo yang di sukai nya menikah dengannya.