
Diana Kebangun karna kehausan,lalu mengambil air minum di dapur dan meminumnya, Diana balik lagi ke kamarnya lupa mengunci pintu kamarnya dan membiarkan pintunya sedikit terbuka, diana tidak memperhatikan ruangan sekitar termasuk ruang depan yang ada dika sedang tertidur pulas, lalu diana lanjut tidur kembali.
Dika kedinginan
Cuaca yang dingin karna hujan cukup deras, dika kebangun yang tidur di sofa tanpa mengenakan selimut, soalnya bapa fauzan lupa menyelimuti Dika. hanya mematikan lampu saja.
"Haduh dingin banget" ucap dika lirih
Ruangan yang gelap hanya ada sedikit cahaya lampu dari teras, Dika tanpa menyalakan lampu, langsung menuju kamar yang pintunya sedikit terbuka, ya itu kamar Diana. karna dia masih pengaruh alkohol dia tidak peduli dirinya ada dimana dan langsung menuju ranjang yang Diana sedang tidur terlelap, tidak sadar jika di sebelahnya ada dika yang menghampiri ranjangnya. kemudian Dika melanjutkan tidurnya. rasa dinginnya pun hilang, karna ada selimut untuk menyelimuti tubuhnya yang dingin, yang belum sempet diana pake karna terlalu mengantuk.
Diana dan keluarganya terkaget-kaget.
Pukul setengah 5 pagi diana pun bangun dan langsung menyalakan lampu, diana yang masih tidak menyadari kalo di sampingnya ada dika yang masih tertidur,
Karna dika tertutup oleh selimut yang di kira diana bantal guling, lalu diana masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu, dan shalat subuh.
selesai shalat diana merapihkan tempat tidurnya di tariklah selimut yang telah di pakai Dika itu mau di lipat.
"Aaaaa..." diana teriak
"Aaaaa .." dika bangun dan juga teriak.
Selimut yang belum sempat di lipat,
__ADS_1
Diana mengambil bantal guling yang berada di sampingnya itu lalu langsung melayang ke tubuhnya Dika memukul penuh kesal.
"siapa kamu ?ngapain kamu tidur di tempat tidurnya saya!? " tanya diana suara meninggi.
Bapa fauzan, ibu fauziah dan Zaki pun kaget mendengar teriakan diana dan dika tersebut, menuju kamar Diana lalu mereka masuk.
" maaf-maaf saya tidak tahu kalo ini tempat tidur kamu" jawab Dika masih di atas ranjang
"Bukannya kamu semalam tidur di sofa ruangan depan, ?kok kamu bisa berada di dalam kamar putri bapa? kamu habis ngapain anak bapa?" tanya pak fauzan menyelidik.
Diana menangis penuh dengan penyesalan dan kecewa, Menyalahkan dirinya sendiri yang lupa mengunci pintu kamarnya..
Penjelasan dika
"Maling mana ada yg ngaku ! " sahut zaki sembari mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
Kehawatatiran diana
"terus gimana pa?, sebentar lagi diana mau menikah dengan mas naufal Kalo mas naufal tahu tentang kejadian ini, apa nanti mas naufal tidak membatalkan pernikahannya?" tanya diana
"sudah kamu jangan terlalu mikirin itu nak biar bapa aja yang akan memberitahukan sebelum tahu dari orang lain,khawatir malah tambah rumit masalahnya" seru pak fauzan
"terus bocah ini harus di gimanain pa ?,apa kita laporin aja ke polisi karna sudah melakukan pelecehan seksual"
__ADS_1
ujar bu Fauzih yang juga emosi
"iya betul laporin aja kepolisi" seru zaki..
"Apa Pelecehan seksual?? Kan saya ga ngapa-ngapain"..grutu dika di hatinya
"Jangan om saya ga mau masuk penjara om tolong maafkan saya om" Dika memohon dan takut Di penajara
"Kamu masih sekolah?" tanya pak fauzan
"masih om saya sudah kelas 12 bentar lagi mau lulus" jawab dika..
Berarti tu bocah seumuran sama zaki dong" gumam diana di dalam hati
Kalo kamu masih sekolah kenapa kamu berkeliaran malam-malam dan sepertinya kamu habis berkelahi terus kamu mabuk-mabukan?" tanya pak fauzan menyelidik..
"udah pak kita masukin aja dia ke penjara, orang kaya dia emang harusnya di penjara" seru zaki masih emosi banget..
"Maaf om saya emang pantas di, hukum.. saya salah tolong maafkan saya om" dika memohon maaf
Dengan penyesalan dika meneteskan air matanya
...Bersambung...
__ADS_1