Suami Muda

Suami Muda
Part 11


__ADS_3

Setelah selesai shalat, mereka menuju ruangan mama Seli kembali


Kemudian mereka sampai dan membuka pintu.


"Maaf ya mah, kita lama" ucap diana


"Iya, ngga papa nak. ya Allah muka kamu kenapa dika, kamu berantem lagi nak ? Tanya mama seli terkejut


"ngga papa mah, ini luka biasa, dika tadi habis di serang mah, sama mantannya diana yang batal nikah itu, dia kayaknya menyimpan dendam deh sama dika." dika, menjelskan


"Kirain kamu berantem lagi, kamu kan sudah janji ,menjadi anak yang baik dan menjadi suami diana yang baik" ucap mama seli mengingatkan dika


"iya mah in syaa Allah dika inget terus sama janji dika" jawab dika sambil memperhatikan diana yang masih megangin perut


"Diana kenapa sih, kok dari tadi megangin perut, apa dia lagi sakit perut? gumam dika di hati


mama seli juga memperhatikan diana, "Diana kamu kenapa nak, kamu sakit? Tanya mama seli


" ngga mah, cuma lagi haid pertama aja, jadi rasanya ga nyaman perutnya." jawab diana


"Oalah..kamu seperti mama aja, dulu mama juga gitu, tapi sejak punya suami, Alhamdulillah ga sakit-sakitan lagi" mama seli mengingat masa mudanya


"Diana, mama.. jangan ngomongin haid di hadapan laki-laki dong." sahut dika, yang merasa sedikit jijik membayangkan darahnya.


"O.iya ada dika,..maaf ya dika." ucap mama sedikit merasa malu


"mah, Diana ngga bawa pembalut, apa mama punya pembalut? tanya diana


"Ngga punya nak." jawab mama seli


"Ya sudah, saya mau beli dulu ya mah, sekalian mau beli baju, saya lupa bawa baju juga mah" ucap diana masih menahan sakit perutnya


"Jangan, kamu kan lagi sakit perutnya, suami kamu aja yang beli" seru mama diana


"Apa mah ?? Dika beli pembalut, iiiih ga mau, dika malu mah" ucap dika yang lagi duduk di sofa.


"Kenapa tadi kamu ngga bilang, biar sekalian beli dulu, jadi ngga bolak balik kaya gini," sahut dika ke diana, kesal


"Iya maaf, saya lupa" diana merasa nggak enak terhadap suaminya


"Kamu ngga boleh kaya gitu nak, kamu ngga kasihan sama istri kamu, keluar dengan perutnya yang sakit, kalo ngga kuat, terus pingsan di jalan gimana? Seru mama seli matanya yang membelalak


" iya deh " dika dengan terapaksa mematuhi perintah mama, yang ngga mau mengambil resiko takut istrinya pingsan beneran.


"sekalian baju ganti dan hijabnya ya, terus ****** ********, dan kamu juga beli baju, bajumu sudah bau keringat" pinta mama seli


"banyak banget mah, beli pembalut, eh malah di tambahin beli ****** ***** perempuan, malu tau mah." ucap dika yang merasa malas keluarnya karna permintaannya itu


Sedangkan diana hanya tersenyum. melihat suami bocahnya itu dan sebenarnya merasa kasihan. Karna sudah merepotkannya


Dika memperhatikan diana lagi tersenyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu, kamu seneng ya, buat saya malu" ucap dika


Diana hanya diam dan berhenti tersenyum.


"Dika, buruan gih. kasihan istri kamunya pasti ga nyaman itu" Seru mama seli

__ADS_1


"Tapi mah, dika kan, ga bawa uang" ucap dika


"Ini pake Kartu ATM mama" ujar mama seli membuka dompet dan memberi kartu ATMnya ke dika


Dika pun keluar, naik lift..


Sementara dika keluar, diana memikirkan dika, yang membuatnya merasa bersyukur, mertuanya juga sangat baik kepadanya, dan diana memikirkan perkataan dika yang beberapa kali menyebut dirinya sebagai istrinya walaupun belum di sentuh selayaknya suami istri, dan pernikahannya belum di daftarkan ke KUA. diana juga paham tentang perbedaan usia mereka yang mungkin harus saling melengkapi kekurangan masing-masing, dan berharap semoga ini awal yang baik untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.


"Terima kasih ya Allah, setelah saya batal menikah, dengan mas naufal, engkau telah mempertemukan saya dengan orang yang baik, walaupun suami saya belum mencintai saya, tapi saya sangat bersyukur " kata batin diana


Dika pun sampai di toserba kebetulan tidak jauh dari rumah sakit,


Sesudah dika masuk dika langsung menuju rak yang sudah terisi berbagai merek pembalut yang begitu banyak, dikapun bingung harus pilih yang mana


"Iiih mana ini yang cocok buat diana, ah ribet banget sih, saya beli aja masing-masing merek 1 pak" dika ngomong sendiri lirih sembari memasukannya ke keranjang ,sekalian dika membeli cemilan juga.


Kemudian dika membayar ke kasir


"Mba ini belanjaan saya" ucap dika menyerahkan belanjaannya ke meja kasir


"Ini saja mas? mas ini pembalutnya semua di hitung" ucap nona kasir yang bingung dan tersenyum


"iya mba" jawab dika, garuk kepala yang tidak gatal


Dan orang-orang yang sedang mengantri di belakang juga ikut tersenyum.


"ini orang ganteng banget, tapi kok mauan aja beli pembalut" ucap ibu-ibu yang mengantri


"Ni mas belanjaannya, semuanya 350ribu" ucap nona kasir


lalu dika membayarnya dan melanjutkan belanjaannya beli baju.


"sekarang tinggal baju, dan CD yang belum " kata dika di hatinya, sembari mencari toko baju


"Akhirnya ketemu juga ne toko" dika ngomong sendiri lirih dan mengingat baju yang biasa di pake istrinya,diana pake baju gamis dan kerudung yang warna gelap..


Skip cerita


Dika keluar toserba,


Lalu bruuukkk ....dika ketabrak sama cewe dari samping,belanjaan dika berantakan dan terjatuh.


"Aduuuh ,,kalo jalan liat-liat dong" ucap dika sambil mengambil belanjaan nya


"Maaf aku ngga sengaja" ucap cewe yang menabrak sambil bangun, soalnya dia juga terjatuh,


Lalu mereka, saling berhadapan,


"Dika, kamu habis ngapain di sini" ucap lia, terkejut cewe yang menabrak dika.


"Habis belanja" ucap dika dan juga terkejut


"Kamu ga papa kan, apa ada yang sakit, maaf ya aku ngga sengaja, aku tadi lagi kurang fokus jalannya


" ngga papa, kamu juga apa ada yang sakit" tanya dika


"Ngga,aku ga papa" ucap lia sambil memperhatikan belanjaan dika.

__ADS_1


"Maaf lia saya buru-buru, saya duluan ya"


"Dika tunggu, kamu kemana aja selama ini, saya hubungin kamu, ga di bales, terus ngga di angkat-angkat" ucap lia memegang lengan dika


"dika kamu kok beli pembalut banyak banget, untuk siapa" tanya lia"


Dika diam tidak menjawabnya..


Flash back tentang lia sedikit aja ya.


Lia adalah mantan pacar dika, sekelas, dengan dika, lia orangnya pintar, dan cantik, dika menyukai lia sejak kelas 11 tapi baru di ungkapkan 1 bulan yang lalu, mereka pacaran hanya 1 bulan saja karna lia tidak boleh pacaran sama orang tuanya, apa lagi orang tua lia sangat tidak setuju dengan dika karna pernah liat dika sedang mabok-mabokan bersama teman-temannya


Waktu itu lia mengajak dika ke suatu tempat, jam 2 siang setelah pulang sekolah lewat pesan WA


"Dika aku mau ngomong sesuatu sama kamu" lia mengirim pesan ke dika


"Mau ngomong apa" balas dika


"kita ketemu aja yuk, aku tunggu ya di tempat biasa" balas lia


"Oke sayang" balas dika


Lia sangat senang di panggil sayang dan ngga tega mau mutusin pacar nya itu ya itu dika.


Mereka pun ketemu di kafe tempat mereka nongkrong


Lia yang sudah duduk di tempat yang tersedia di kafe itu, dan lia sudah memsan minuman juga termasuk minuman yang di sukai dika, lalu dika pun datang.


"Maaf ya sayang saya telat," ucap dika memegang tangan lia


"ngga papa, aku baru datang, dan baru pesan juga kok" ucap lia yang merasa sedih karna sebenarnya tidak ingin putus sama dika


"Sayang kamu kenapa, kok kamu kelihatan sedih" ucap dika memandangin wajah lia


"Dika, aku minta maaf,hubungan kita sekarang udahan aja ya, soalnya aku ngga boleh pacaran, sama orang tua aku, terus papa juga pernah liat kamu sedang mabuk.


Lalu lia, meninggalkan dika di kafe itu


Mereka pun putus


Singkat cerita


Kembali ke toserba


" maaf lia saya harus pergi, mama sedang menunggu saya" ucap dika melepaskan tangan lia


"Tunggu dika, sebenarnya aku masih cinta sama kamu aku terpaksa mutusin kamu" ucap lia yang menyesal mutusin dika


"aku masih inget perkataan kamu, kamu akan melamar aku, kalo kita sudah lulus dan kamu sudah berkerja, aku akan menunggu kamu dika, dan aku tidak ingin menikah kecuali sama kamu"ucap lia mengingat kan perkataan dika kepadanya


" saya tidak akan bisa menikahi kamu li, saya sudah menikah, dengan diana perasaan saya ke kamu juga sudah mulai hilang dan saya juga sudah janji sama mama, saya akan menjadi suami yang baik untuk diana " kata batin dika


"Dika kenapa kamu diam saja" tanya lia melihat wajah dika yang kaya orang bingung..


"Udah yah saya buru-buru" dika meninggalkan lia


Bersambung,

__ADS_1


...****************...


__ADS_2