
"Maling mah emang nggak ada yang ngaku, kalo ngaku mah penjara penuh" Lila emosi tidak percaya dengan penjelasan Zaki
"Dasar ni cewe aneh, di tolongin malah menuduh yang bukan-bukan, emang aku mukanya mirip copet apa? di sangka copet itu" Grutu Zaki di hati.
"Eh nona, kalo gua nyopet dompet punya lu, ngapaian gua balikin ke lu hah, lu tu harusnya berterima kasih, malah menduduh gua copet, neh makan tu dompet! " Zaki yang tidak terima dan menyerahkan dompetnya ke Lila.
Di dalam pak Agus, sudah keluar dari tolilet, mendengar berisik di luar. lalu pak Agus bergegas melihat kedaan di luar.
"Ada apa sih, di luar berisik banget, itu kaya suaranya Lila dan Zaki. kenapa mereka?" Pak agus ngomong sendiri lirih dan membuka pintu
"Udah lu ngaku aja, biar gue laporin lu ke polisi" Lila masih tidak percaya penjelasan Zaki dan kedengar oleh bapaknya yang menuduh Zaki nyopet dompet putrinya
"Cukup Lila, apa-apaan kamu, ini Zaki Asisten papa, kamu jangan menuduhnya yang bukan-bukan." pak Agus nadanya tegas agar Lila tidak menuduh Asitennya lagi.
"Tapi bener pa, dia tu copet. buktinya dompetku di tangan dia tadi,"
"Udah jangan mengada-ngada papa sudah denger tadi penjelasan Zaki, salah kamu yang teledor." pak Agus mendengar penjelasan Zaki dari dalam ruangannya.
"Maaf ya Zaki, dia emang orangnya suka ngaco." pak Agus merasa tidak enak hati terhadap asistennya atas tuduhan putrinya.
"Nggak papa pak, pak saya sudah menyiapkan dokumen yang di minta bapak kemaren untuk rapat di prusahaan ***** nanti, saya mau ambil dulu di ruangan saya"
"terima kasih Zaki, anda emang orang yang bisa di andalkan." jawab pak Agus, yang bangga terhadap Zaki karna pekrja keras dan bertanggung jawab.
"Eh tunggu, dasar copet, gue belum selesai ngomong." Lila dengan nada yang tinggi.
Zaki tidak menghiraukan Lila, ia terus berjalan menuju ruangannya.
"Lila, kamu kesini mau apa? kamu kesini mau ngajak ribut, " tanya pak Agus
"ini bocah kayaknya ke sini ada yang di minta, dasar bocah manja" grutu pak Agus di hati
"iihh, papa kok begitu banget sih sama putri satu-satunya, papa aku pengen minta sesuatu sama papa"
"Minta apa, ayo masuk " pak Agus mengajak Lila masuk
Kemudian mereka pun masuk, sementara Zaki, mau menyerahkan dokumennya tetapi lebih memilih di tunda dulu, menunggu di luar agar Lila keluar dulu. kayaknya ada yang mau di bicarakan menurut Zaki.
"Pa, tolong belikan aku mobil." pinta Lila dengan nada manja
"Apa??? bukannya biasanya kamu pake mobil papa, udah pake mobil itu aja."jawab pak Agus yang sudah duduk di kursi kerjanya
"iihh nggak mau, aku pengennya yang model baru pa. mobil papa tuh udah kuno, pokoknya aku pengen yang baru" Rengek Lila yang mendesak papanya.
__ADS_1
"Kalo kamu mau mobil baru, ya harus kerja dong, kamu kan, udah lulus kuliahnya. "
"iiihh, aku kerja di mana, terus kalo aku kerja dulu, beli mobilnya lama, aku maunya sekarang papa." ucap Lila yang kemauannya harus di turuti.
"Kalo gitu, kamu kerja di sini aja bantu papa,kebetulan sekretaris papa, lagi cuti melahirkan, kalo kamu mau besok papa akan belikan mobilnya."
"baiklah, kalo gitu, tapi bener kan, besok belinya?"
"O.iya, pa. kata papa tadi mau rapat di perusahaannya om Surya, aku ikut dong pa." Pinta Lila yang sudah tau kalo pak Surya papanya Dika.
"Ya sudah, nanti kamu nyimak aja ya biar paham." pak Agus yang tidak bisa menolak permintaan putrinya karna saking sayangnya.
Sementara Zaki di luar masih menunggu di luar.
"Kok lama ya keluarnya tu cewe, apa sebaiknya aku ketuk aja kali ya pintunya." Gumam Zaki, lalu mengetuk pintunya.
tok
tok
tok,
"Masuk Zaki"sahut Pak Agus dari dalam
kemudian Zakipun masuk
"baik, terima kasih Zaki, o.iya nanti kamu rapatnya bareng sama lila, dia sekarang jadi sekretaris sementara saya."pak Agus menjelaskan
"Apa?? tu cewe kenapa ikut, semoga nggak buat masalah. "gumam Zaki yang punya firasat lihat dari mimik mukanya Lila yang judes dan sombong.
"Baik, pak. "Jawab Zaki
Singkat cerita merekapun meeting
pas meeting Dika sedang menjelaskan tentang perusahaannya Lila memandangi wajah Dika terus.
"Dika ganteng banget, udah mah pewaris perusahaan besar ini, pokoknya dia harus jadi milik gue"Gumam Lila di hati
Sementara Zaki memperhatikan Lila yang sedang memandangi kaka iparnya tersebut.
"Tu cewe, kenapa melihat ka Dika terus?? apa dia suka??"gumam Zaki.
1 jam kemudian rapatpun selesai.
__ADS_1
"Papa,aku mau ke toilet dulu ya." Lila ngeles mau ke toilet, orangnya mah ingin melihat Dika.
"Iya sudah, jangan lama-lama." jawab pak Agus
Mereka melanjutkan jalannya menunju lift, mau keluar balik lagi ke kantornya.
"Astaghfirullah Zaki, ponsel bapa ketinggalan di ruangan meeting tadi." Pak agus yang mau menekan tombol lift mengingat ponselnya yang ketinggalan.
"Ya sudah pak, biar saya yang ambil." ucap Zaki
"Iya, terima kasih ya Zaki" kemudian Pak Agus menekan lift dan masuk
Lila yang sudah mau masuk di ruangan rapat mau melihat Dika Zaki melihat Lila dari kejauhan
"katanya tu cewe mau ke toilet, kenapa malah masuk ke ruangan rapat dasar tu cewe modus." Zaki yang sudah mau nyampe ruangan
Di dalam Dika yang sedang asik membalas pesan dari istrinya dan Riky sedang duduk .
Lilapun membuka pintu dan masuk tanpa menutup pintu kembali.
"hay Dika, aku kangen banget tau sama kamu, udah lama ya kita nggak ketemu." Lila langsung memeluk Dika.
pas Lila masuk Dika berdiri terkejut melihat Lila jadi lila langsung memeluknya.
"Apa-apan sih kamu.!" Dika langsung melepaskan pelukan Lila,
dan Zaki melihat Lila memeluk Dika
"Iya apa-apaan kamu, lagian kenapa kamu kesini lagi, rapatnya sudah selesai." Sambung Riky yang bingung melihat Lila
kemudian Dika melihat Zaki berdiri di pintu.
"Zaki, kamu tadi melihat kan, bukan saya yang meluk dia"Ucap Dika menunjuk Lila yang takut adik iparnya salah paham.
"Iya pak, saya tau ini cewe emang aneh." ucap Zaki
"eh copet, kenapa lu bisa ada di sini? lu ngikutin gue?" tanya Lila
"lagian yang ngikutin kamu siapa, saya mau ngambil ponsel bapak kamu, ketinggalan di ruangan ini, kamu tadi tidak dengar, ke toiletnya jangan lama-lama. kenapa bisa ada di sini, memeluk laki-laki yang sudah bersuami." Zaki kesal lihat tingkah Lila
"eh, bukan ursan lu ya, terserah gue dong," jawab Lila ketus.
Sementara pak Agus sudah nyampe di parkiran,
__ADS_1
"Mereka lama sekali, apa terjadi sesuati, pasti karna Lila ini" pak Agus ngomong sendiri Lirih.
Bersambung