
Sebelum mereka masuk kamar. mereka duduk-duduk dulu berbincang dengan keluarga nya di ruangan depan.
"Alhamdulillah ya sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, semoga kalian manjadi pasangan yang sampai jannah-Nya ya " pak Fauzan merasa bahagia melihat putrinya menikah lagi. dan melihat menantunya juga sudah dapat di percaya menjadi imam yang baik untuk putrinya tersebut
"Iya ka. selamat ya semoga cepat mempunyai momongan" sambung Zaki mendoakan kaka nya
"Aamiin, terima kasih Zaki, semoga kamu juga segera menyusul kaka dan terima kasih Pa atas doannya" Diana yang merasa bahagia atas pernikahannya
"Zaki belum siap menikah Ka" jawab Zaki melirik kakanya
"Kenpa Nak, meskipun usiamu masih muda. karir kamu sudah bagus...kamu mau nunggu apa lagi, Nak?, apa belum punya calonnya, apa mau bapa cariin" ujar pak Fauzan. Zaki jadi staf adminitrasi di perusahaan yang cukup besar
"belum siap aja Pa. nanti kalo sudah ada, pasti tak bawa ke rumah" Zaki yang bingung soalnya emang belum ada cewe yang dia sukai
Dika hanya duduk Diam menahan demam yang orang-orang di sekitar belum menyadari kalo ia jatuh sakit habis kehujanan tadi.
"tumben Dika kok diam aja sih, terus kenapa mukanya pucat banget? apa dia sakit" gumam diana mendekati suaminya yang tadinya duduk dengan orang tuanya lalu ia mendekati suaminya.
"Dika muka kamu pucat banget, terus panas lagi" ucapnya memegang kening suaminya
"Iya pucat banget.Dika kamu sakit Nak?" tanya ibu mertuanya melirik menantunya
"Ngga bu..cuma agak demam aja. In syaa Allah besok juga sembuh" yang sebenarnya ia sudah lemas.
"Ayo kita ke rumah sakit aja, saya takut nantinya tambah parah, kalo tidak di bawa ke rumah sakit" Diana merasa cemas.
"Iya ..Ayo ibu ikut anterin kalian" sambung bu Fauziah yang juga merasa khawatir
"Ngga usah bu...saya takut" Dika yang merasa cemas karena takut suntikan
"bukannya kamu pernah ke rumah sakit, kamu takut kenapa?" tanya Diana bingung dengan suaminya.
"Iya kenapa nak, paling cuma di periksa aja Nak. masa takut sih"seru bu Fauziah
"Ya takut aja...pokoknya saya ngga mau di rumah sakit" Dika ngga mau memberitahukan phobia suntikan nya
"Apa dokternya saya telepon ka, suruh kesini" seru Zaki
__ADS_1
"Ngga usah... saya sering kok sakit kaya gini, ini flu biasa"Dika masih besikeras tidak ingin ke dokter
"Ya sudah... kalo gitu, ajak istrihat gih suami kamunya Nak " seru ibu Fauziah ke Diana
"iya bu" jawab Diana di samping suaminya
"Ayo Dika kita masuk. kamu harus banyak istirahat, ini kayaknya bekas ke hujanan tadi daya tahan tubuh kamu lagi lemah."
"Ibu, bapa kita masuk ya" Diana berajalan menuju kamar menuntun Dika yang sudah lemas
kemudian merakapun masuk kamar dan diana lupa membawa air hangat untuk mengompres suaminya itu.
"Kamu tiduran dulu ya. saya mau ngambil air hangat dulu"Seru Diana sembari menyelimuti suaminya.
"air, hangat untuk apa?"
"Ya untuk mengompres kamu, kamu demamnya tinggi banget. jadi harus di kompres agar cepat turun panasnya" jawab Diana lalu menuju keluar kamar.
5 menit kemudian Diana masuk kamar kembali.
"minta maaf kenapa? tanya Diana duduk di sebelah ranjang mau mengompres suaminya.
"Ya karena saya ngerepotin kamu, terus padahal ini malam yang saya impikan. eh malah saya sakit" maksudnya malam pengantin baru
"maksudnya malam apa? tanya Diana bingung. lalu mengompres suaminya
"Ya malam pengantin baru dong Sayang." jawab dika
"kamu padahal lagi sakit.. tapi otaknya mesum. bukannya kita pernah ngerasain. ya nanti kalo sudah sembuh barusan kita mulai lagi, sekarang waktunya kamu tidur, ini obat penurun panasnya, semoga cepet sembuh ya suami bocahku" Diana masiih mengompres dan setelah itu memberikan obatnya sembari mencium kening suaminya itu.
wajah Dika yang merah merona karena Di cium istrinya.
"sayang kenapa ngga di sini aja" jarinya menunjuk bibir
"iiih.. ini aja saya deg-degan nyium kening kamu, lagian kan, kamu lagi sakit" ucap Diana yang sedikit malu.
"O.iya juga ya... harusnya emang kamu jangan deket-dekat. takut ketularan, saya ngga mau kalo kamu yang sakit sayang" jawab Dika
__ADS_1
"sayang.. saya juga sama, kalo deket kamu jantung saya ngga beraturan, mungkin saya saking cintanya sama kamu sayang, pokoknya cinta banget.. "Dika melanjutkan bicaranya dan tersenyum memandang istrinya yang masih duduk di dekatnya dan juga merah mukanya.
"haduuuh... sudah ah..!
jangan ngegombal terus..cepetan di minum obatnya habis itu. terus tidur" seru Diana
"iya.. istriku mba Diana sayang" jawab Dika lalu memintum obatnya
"iih... kok manggilnya di borong sih, saya ngga suka di panggil mba" Diana memayunkan bibirnya
"iya deh maaf... kan, tadi sayang juga manggil saya suami bocah" Dika yang sambil meletakan gelas habis minum obat. ngga pengen di panggil bocah
"O. iya, ya. tadi saya manggil kamu bocah.. ya udah saya juga minta maaf ya" Diana sambil naik ke ranjang di sebelah suaminya dan memeluknya dari belakang.
"hemm.. jangan deket-deket, takut ketularan sayang" Dika ngga mau istrinya juga sakit
"semoga aja ngga nular. ya sudah selamat tidur ya... saya mencintaimu Dika" Diana masih memeluknya
"selamat tidur juga..saya juga mencintaimu Diana istriku" Dika sembari mematikan lampu Lalu memeluk istrinya juga..
Akhirnya merekapun tertidur
pas tengah malam Dika kebangun dengan tubuhnya yang berkeringat karna ia habis mimpi buruk ya itu di kejar-kejar setan sudah kebiasaan Dika kalo lagi sakit suka mimpinya yang buruk-buruk, dan istrinya juga ikut bangun bendengar suaminya yang nafasnya engap-engapan kaya orang ketakutan.
"Dika kamu kenapa?.Alhamdulillah panasnya sudah turun"tanyanya sambil mengecek suhu kening suaminya apa masih demam.
"ngga, kenapa-kenapa sayang, cuma mimpi buruk aja.sudah biasa kalo lagi sakit tu sukanya mimpi buruk" jawab Dika
"ooohh..gitu.. emang mimpi apa? Diana penasaran.
"mimpi di kejar setan. ya sudah kamu lanjutin tidurnya, maaf ya kamu jadi terganggu tidurnya"ucap Dika
"iih serem banget mimpinya..ngga papa, kamu ngga ganggu kok..ya sudah kamu juga lanjutin tidurnya, jangan lupa baca doa dulu semoga setannya ngga ganggu tidur kamu lagi" seru Diana
"iya sayang"Dikapun berdoa dan mekanjutkan tidurnya
Bersambung
__ADS_1