
Riky, dan santi masih saling tatapan. dan beberapa yang masih di sana belum pulang memperhatikan mereka.
"Santi, kamu nggak papa?" Tanya Diana yang terkejut..
"ngga pa-pa" Santi sketika bangun
"Untung tamunya tinggal sedikit, kalo lagi banyak orang, saya pasti malunya berkali lipat" gumam santi Di hati
"Mba Santi jalannya lihat-lihat dong,kakinya mengijak gaunnya mba Diana." ucap Riky melihat ke bawah ke kakinya Santi.
"Maaf Diana saya ngga Lihat" Santi sambil mengangkat kakinya menghindari gaun Diana agar tidak terinjak
"ngga pa-pa santi, Alhamdulillah kamu ngga kenapa-kenapa" jawab Diana
"Ya.. sudah kalian buruan makan dulu.bentar lagi acaranya mau tutup ini" seru Dika
"Weh..kiraen acaranya sampe jam 12 malam"jawab Riky tersenyum
"Hadeh..Kaya ngga capek aja ngelayani tamunya" Dika yang sedang duduk.
Singkat cerita
Setelah makan merekapun pulang karna jam sudah menunjukan 21:30.
"Diana saya pulang ya" Santi pamitan bersalaman lagi
"Iya ..terima kasih ya sudah datang.hati-hati di jalan"
"Saya juga mau pulang pak Dika" ucap Riky pamitan juga.
Riky manggilnya pak Dika soalnya Riky jadi asistennya pribadinya Dika.
"Iya..hati-hati Rik"Dika yang sudah mau siap-siap lepas baju pengantin ya dan begitu juga istrinya.
" mba tadi cantik juga ya, kira-kira sudah punya cowok belum ya? ini sudah malam kasihan takut mba itu kenapa-kenapa" gumam Riky di hati lalu bergegas menyusul Santi yang sudah jauh dari pandangannya.
"Mba tunggu...!" Riky memanggilnya, lari menyamperi Santi, lalu santi pun berhenti
"Ada apa?" tanya Santi
"Mba tadi belum berterima kasih sama aku. kan, aku sudah nolongin mba" Riky yang sebenarnya tidak butuh ucapan terima kasih, hanya ingin basa-basi saja.
"O.iya. maaf saya lupa...terima kasih" jawab santi agak Dingin soalnya santi ngga mau mau bicara sama laki-laki yang belum di kenalnya apa lagi sama yang usianya Di bawah nya
"Mba santi, mau saya anterin nggak, ini udah malam loh..." seru Riky khawatir
"Ngga usah saya bawa motor, udah yah saya buru-buru" santi berjalan cepat menuju parkiran
Mereka pun di parkiran
Lalu santi mengendarai motornya sementara Riky mengikutinya dari belakang mengendari mobil.entah kenapa Riky jadi memikirkan gadis yang baru di kenalnya itu.
Pas Di jalan tiba-tiba motor Santi mogok
"Iiih kenapa ini motor kok mati, mana ini sudah malam"Santi gelisah dan bingung.
Riky masih di belakangnya lalu berhenti melihat Motornya santi mogok dan Riky pun turun dari mobilnya
"Mba motornya kenapa" tanyanya
"Ngga tau tiba-tiba mati" jawab santi tambah bingung lihat Riky
"kenapa ketemu anak ini lagi, apa dia mengikuti saya? apa rumahnya se arah?" Gumamnya Di hati
__ADS_1
"Coba mba saya cek ya motornya" Riky mau membetulin motornya dan Riky melepas baju jasnya takut kotor
"Eh.. kenapa kamu lepas baju?, kamu jangan macam-macam ya sama saya"Santi panik melihat Riky lepas baju hanya memakai kaos dalam, karna emang jalannya sudah sepi takut Riky macam-macam.
"Siapa yang mau macam-macam mba, kan, saya sudah bilang saya mau benerin motor mba, nii tolong pegangin baju saya, saya ngga mau baju saya kotor" ucap Riky
Santi pun yang lagi berdiri menyingkir dan pegangin baju Riky
"Aneh banget sih ni anak, sok bersih banget" gumam Santi
Riky masih mengecek motor Santi mulai dari mengecek oli, dan bensin.
"Ternyata bensinnya habis mba,"
"Aduuh gimana ini udah mah pom bensinya lumayan jauh" Santi ngomong Di hati gelisah
"Iya.. saya lupa ngisi tadi "
"Haaduhh.. mba, padahal belum tua-tua amat masa lupa sih"
"Ya sudah mba tunggu Di sini, saya mau beli bensinya, mba ngga takut?"
"Ngga mau saya takut" ucapnya
"Mba mau ikut saya?" tanyanya
"Ngga.....ya sudah cepetan minta tolong belikan"
Riky pun beli bensinya
."Aduuh..kenapa saya ikutan lupa, masa saya pake ini sih. Harusnya saya ambil bajunya dulu " gumam Riky yang mengendarai mobilnya lumayan ngebut menuju pom bensin
Kembali lagi ke Dika dan Diana
"Lelah banget ya..padahal cuma berdiri duduk, berdiri duduk" ucap Dika merebahkan tubuhnya di atas ranjang .
"Iya..Alhamdulillah tamunya banyak banget ya, yang datang." Diana juga sedang rebahan di samping suaminya
Tiba-tiba Diana kepikiran Santi....
"Santi sudah nyampe rumah belum ya?"
"Semoga aja sudah sampai sayang" jawab Dika mendoakannya
"Aamiin, tadi saya lihat Riky memperhatikan Santi terus tau"Diana yang habis ngomong lalu menguap sudah ngantuk
" iya, apa lagi pas Santi mau jatuh. mereka saling tatapan..semoga mereka berjodoh ya, kalo iya berjodoh itu berati sama kaya saya dong, istrinya usianya bedanya --"Dika ngga melanjutkan bicaranya takut menyinggung istrinya
"kenapa ngga di lanjutin, ngomongnya, saya tau maksud kamu, emang kenapa? kamu nyesel nikah sama saya" tanyanya sedikit kesal
"ngga kok sayang, saya ngga nyesel, meskipun beda jauh usianya.saya beruntung mendapatkan istri sebaik kamu sayang cantik lagi." Dika sedikit menyesal karna salah ngomong
"gombal" diana pun tertidur karna sudah ngantuk banget dan lelah
"Sayang kamu cepet banget tidurnya, kamu capek banget ya, selamat tidur..terima kasih sudah menjadi istri terbaiku, aku mencintaimu" Dika ngomong sendiri lirih mengecup kening istrinya Lalu Dikapun Tidur.
Sementara Riky sudah berhasil mendapatkan bensinnya dan membeli minum untuk Santi.
"Ini mba saya sudah dapat bensinnya, sini biar saya tuang ke tangkinya O.iya mba ini saya bawa minum mba haus, kan?"Riky menyodorkan air kemasan lalu membuka tempat bensin dan menuangkannya dengan sedikit tumpah
" ini, bajunya terima kasih ya sudah membantu saya dan terima kasih air minumnya.." ucap Santi memberikan pakaian Riky
"Minta tolong taro aja mba, di dalam mobil takut bau bensin..soalnya tangan saya basah ini kena bensin"
__ADS_1
"Apa spesialnya sih baju ini, apa dari ceweknya kali ya" grutu Santi di hati sembari membuka pintu mobil yang botol minumnya di taro di bawah dulu karna takut tumpah di bajunya Riky tutup botolnya jatuh
Setelah Riky selesai menuangkan bensinnya ia mau kembali lagi di mobilnya.
"Mba tolong itu pintunya di tutup" Riky menuju mobilnya
Lalu santi menutupnya
Brekkkk
Riky keinjek botol kemasan yang tadi Santi naro di bawah.ia kepeleset menimpa Santi. lagi-lagi mereka saling tatapan.
Dan ada orang lewat pejalan Kaki melihat mereka.
Dan ada juga yang memperhatikan mereka dari jauhan lalu menyamperi dan menfoto mereka yang pas Riky di atas Santi saling tatapan
"Hey kalian lagi ngapain...kalo mesum jangan di sini!" Sahut bapa-bapa yang lewat
Terus ada kendaraan lewat lagi lalu berhenti.
" ada apa ini pa?" tanyanya
"Itu ada sepasang kekasih mau berbuat mesum"ucap pejalan kaki
sketika mereka bangun dan berdiri
" maaf, maaf. kita ngga mau mesum pak...saya habis menolong mba ini karena motornya mogok"ucap Riky yang sedikit panik
"Iya pak, betul motor saya mogok, pemuda ini emang habis menolong saya" sambung Santi
"Kalian alasan, kenapa pemuda ini bajunya di lepas kalo cuma mau nolongin?"tanya salah satu bapak-bapak yang ngga percaya penjelasan mereka
"Aduuh mampus deh gue. kenapa jadi kaya gini" Grutu Riky di hati
"Ahh ....Riky kamu sih pake lepas baju segala jadi salah paham kan,? mereka" grutu Santi juga di hati
"Kalian, menikah saja, jangan berbuat mesum. Ayo bapak antar ke rumah kalian agar orang tua kalian menikahkan kalian" seru bapa-bapa yang lihat, yang tadinya cuma 3 orang sekarng tambah 10 orang.
"pak tolong percaya sama kita, kita ngga mau berbuat mesum pak, saya terpeleset botol minuman ini, dan saya jatuh menimpa mba Santi" Riky menjelesakan dan tegang
"Sudah-sudah ayo kita bawa aja ke rumahnya biar di nikahan sama orang tuanya" seru bapak-bapak masih tidak percaya
"Tunggu pak...saya dari tadi memperhatikan mereka, mba ini emang motornya mogok, terus mas ini habis beli bensin dan air minum untuk mba ini. Iya betul mas ini kepeleset menimpa mba ini" ucap penunggu warung sebrang jalan menjadi saksi
"Oh...jadi gitu pak...apa bener pak seperti itu" tanyanya salah satu bapak-bapak yang kurang percaya
"Iya pak betul.." jawabnya
"Ya sudah ayo kita bubar".
"Maaf ya mas, mba, sebaiknya kalian cepat pulang ini sudah larut malam"
"Iya pak" jawab santi dan Riky lalu mereka bergegas pulang mengendarai kendaraan masing-masing
"Maaf ya mba. gara-gara saya, mereka jadi salah paham" ucap Riky sembari membuka pintu mobilnya
"Iya" jawab santi singkat dan mau naik motornya
Sementara bapak Santi di rumah sedang menunggu putri yang ngga biasanya pulang telat..Santi ibunya sudah meninggal sejak Santi masih SD
Ternyata yang menfoto tadi tetangga nya Santi.
Bersambung
__ADS_1