Suami Muda

Suami Muda
Part 23


__ADS_3

Masih di rumah sakit, pasca operasi, diana yang merasa ngga enak ngapa-ngapain dan diana susah tidur


"Diana kamu tidur lagi gih, kamu harus banyak istirahat..apa kamu lapar? " dika yang juga susah tidur


"ngga." jawab diana singkat yang sebenarnya tidak, ingin bicara sama Dika, mengingat kejadian di kafe, dan sebetulnya emang diana merasa lapar.


"Beneran ngga lapar? ini tadi saya bawa makanan, sini biar saya suapin, saya yakin kamu lapar, kan, baru saja sadar, pasti belum makan" dika membuka makanan, ya itu roti soalnya dika belum beli nasi.


"ngga usah. biar saya sendiri aja, lagian kamu ngga usah sok peduli sama saya, mendingan kamu peduliin aja mantan kamu itu" Diana kesal, masih mengingat kejadian di kafe.


"Diana, kamu jangan berisik, nanti Pasien di sebelah pada bangun lho.." dika mengalihkan pembicaraan, agar tidak membahas tentang di kafe dulu takut diana tambah sakit.


Dan Diana hanya diam, sedikit menyesal takut emang membangunkan pasien yang sedang tidur, dan takut masalah rumah tangganya ketahuan orang lain, dan Diana mengambil roti di tangan dika yang duduk di dekatnya, sebelah kanan, karena emang merasa lapar banget.


"ini minumnya" dika yang membukakan air kemasan di botol


Kemudian diana meminumnya dengan terpaksa.


Pukul 01:00 malam Dika menjaga diana malah ketiduran. posisi duduk dengan kepala yang mengangguk, tangan di masukan ke ketiak..


Diana masih susah tidur memandangi wajah Suaminya yang tampan itu.


"kalo saja kamu seumuran denganku, aku pasti senang banget punya suami kaya kamu, tampan tinggi, dan sekarang kamu juga sudah mulai menjadi orang baik, dan perhatian, tapi saat kamu bergabung lagi dengan teman-temanmu aku takut kamu menjadi orang yang nakal lagi, karena pengaruh teman buruk itu akan membawamu menjadi orang yang buruk juga, semoga apa yang saya liat tadi di kafe itu, hanya salah paham dan semoga kamu menemukan teman yang baik " batin Diana yang ingin menghilangkan buruk sangka ke suami bocah nya.


Dianapun tertidur sementara dika yang tadinya sedang tidur, lalu kebangun karena ingin Buang air kecil, sebelum ke toilet dia melihat diana yang sudah tertidur..


"syukurlah kamu udah tidur, maaf ya saya ketiduran" dika ngomong sendiri lirih dan menuju toilet lalu pipis


Setelah keluar dari toilet dika susah tidur hingga waktu shalat subuh pun tiba Dika melihat Diana belum bangun Dika tidak tega membangunkannya lalu dika keluar mencari mushola, dika berfikir kalo diana bangun nanti pasti tanya sudah shalat belum.?


"baiknya saya shalat di mushala aja ah..tapi gimana ini diana belum bangun, ya sudah ah saya tinggal aja, semoga pas nanti saya balik lagi di sini diana belum bangun" dika ngomong di hati dan melihat istrinya masih tidur


Lalu dika ke mushola di rumah sakit.


Kemudian Dianapu bangun dan melihat suaminya tidak ada di sampingnya, dan penunggu ibu-ibu pasien yang sudah bangun tadi melihat dika keluar


"Maaf bu tadi melihat suami saya tidak? Tanya diana


" oh, tadi itu suami mba? Tadi saya lihat suami mba keluar" jawab ibu penunggu pasien yang mengira, Dika itu adiknya bukan suaminya.


"Ohh. ..terima kasih bu" ucap diana


"Sama-sama" jawab ibu itu


"Dika kebiasaan kamu kalo pergi, ngga bilang dulu" diana ngomong di hati kesal


Kemudian dianapun shalat bertayamum.


Dika sudah selesai shalatnya, dia langsung balik lagi ke ruang inap, dika masuk, melihat diana sudah bangun


"Kamu sudah bangun? maaf, tadi saya habis ke mushola," ucap dika


"Harus nya kamu bilang dulu kalo mau kemana-kemana itu! " diana kesal


"Iya maaf tadi kan, kamu belum bangun"jawab dika


" kan tinggal di bangunin aja" diana cemberut


Kemudian diana merasa bosan di ruangan, diana menuju keluar ingin menghirup udara segar dan berjemur.


"Diana kamu mau kemana?" tanya Dika mengikuti Diana yang berjalan memegang infusnya


"Sini biar saya yang megang infusnya"seru Dika


"ngga usah" jawab diana singkat


"O.iya saya lupa mengabari bapa sama ibu" dika mengambil ponselnya di dalam saku jaketnya lalu dika menelepon ibu Fauziah


di rumah bu fauziah yang sedang memasak, menyiapkan sarapan dan makanan untuk di rumah sakit nanti dan ponselnya bunyi


"Bu dika nelepon nih" sahut zaki dari ruangan depan menuju dapur


Bu fauziah mengecilkan api kompornya dan zaki menyodorkan hp ke ibunya lalu bu fauziah mengangkat teleponnya


"Assalamu'alaikum bu" ucap dika


"Wa'alaikumussalam...iya nak dika" jawab bu fauziah

__ADS_1


"Ibu diana sudah sadar, ini saya lagi di samping Diana, ibu mau ngomong sama Diana, kan?" dika duduk di samping diana dan memberikan HPnya ke diana


"Halo ibu," ucap diana


"Alhamdulilah kamu sudah sadar Nak...gimana apa perutnya masih sakit, kamu bikin khawatir ibu tau " bu fauziah juga sedang duduk di dapur bersama Zaki


"Iya maaf bu, sudah bikin khawatir"Jawab diana dan tiba-tiba telepon nya terputus, tidak ada jaringan.


" Dika kok ini terputus sih teleponnya,? habis kah pulsanya" tanya diana yang ngga memperhatikan sinyalnya dan memberikan hpnya ke dika


"ngga mungkin, tadi masih banyak kok, mungkin lagi ada gangguan kali" jawab dika dan melihat sinyal hpnya yang hilang


"ini tu emang ngga da sinyal, tu sinyalnya naik turun" dika memberitahukan sinyal HPnya ke diana


Di rumah, bu fauziah juga bingung "kok teleponnya terputus sih...apa habis kali ya baterainya " bu fauziah ngomong sama zaki


"Ngga ada sinyal mungkin bu, ibu gimana ka Diana? apa udah sadar?" tanya zaki


" Alhamdulillah sudah, Nak,ini ibu lagi masak untuk di bawa ke sana, kasihan kaka ipar kamu pasti belum makan." bu fauziah memikirkan menantunya


Skip cerita


Kemudian Dika dan Diana bangun melanjutkan jalannya, menuju taman rumah sakit lalu mereka duduk kembali.


"Diana sejak kapan kamu merasa sakit perutnya, soalnya tiba-tiba banget kamu di operasi nya?" tanya dika


"ngga tau" jawab diana singkat yang sebenarnya lagi malas berbicara sama dika


"masa ngga tau sih,? kan, kamu yang ngerasain" Dika sedikit kesal karena Diana bicaranya singkat terus dari tadi dan menyadari kalo Diana sedang marah kepadanya.


Dan mereka hanya saling diam


"Dika kamu tidak ingin menjelaskan tentang kesalahan kamu kemarin di kafe itu?" tanya Diana yang menunggu Dika harusnya dia tu minta maaf


"oh...jadi sedang memikirkan tentang kemarin? Pantesan saya ngajak bicara ke kamu, tapi kaya malas gitu. bicara sama sayanya, ....kemarin itu saya mau izin mau main futsal sama teman-teman sama kamu, tapi kamu sedang tidur, saya takut mengganggu tidur kamu, ya terus saya bilang ke bi ela itu, setelah saya sampai di gor. saya ngga tau kalo temen perempuannya ikut, mereka di ajak sama Riky biar rame katanya biar ada supporternya." dika menjelaskan


"terus kenapa kamu di kafe memeluk lia,?" tanya Diana, Cemburu.


"Itu kaki lia terselandung kaki lila, kebetulan


saya lagi di depan lia, dan lia jatuh, lalu memeluk saya, ya lia ngga jadi jatuhnya .." dika masih menjelaskan


"ngga kok, saya cuma minum kopi doang, iya emang kita dulu suka mabuk, tapi kalo saya sejak kenal kamu ngga pernah mabuk lagi, dan saya juga sudah berniat untuk meninggalkan minuman yang beralkohol, ya semoga mereka juga berhenti mabuk-mabukannya" Dika meyakinkan Diana yang tidak akan mabuk-mabukan lagi


Kemudian mereka balik lagi ke ruang inap.


Dan ada petugas rumah sakit yang membagikan makan untuk sarapan pasien.


Diana yang sudah duduk di atas bed pasien.


"ibu ini sarapannya." petugas rumah sakit menyodorkan makanan ke Diana.


"Terima kasih" ucap diana


"Sama-sama bu" jawab petugas rumah sakit


"Dika.. kamu juga belum sarapan ya?, sana kamu beli makan dulu gih" seru Diana


"Ngga, nanti aja, roti semalam juga masih, nanti saya makan roti aja"ucap Dika


"sini biar saya suapin kamu aja" Dika ingin menyuapi diana


"Haduh......ngga usah..biar saya makan sendiri aja. malu tau, banyak orang" diana menolak di suapin.


Kemudian diana selesai makan dan dokter pun datang. dokternya perempuan


"Selamat pagi?" ucap dokter yang di dekatnya ada perawat yang mencatat hasil periksaan


"Pagi juga bu dokter.." jawab Diana dan Pasien lainnya


Lalu diana dulu yang di periksa


"Semalam yang habis di operasi kan? Sekarang gimana apa masih terasa sakit?," dokter memeriksa diana


"Sudah mendingan dok. cuma agak ngga nyaman saja perutnya" jawab diana


"iya itu efek operasinya, ibu harus makanan yang banyak protein telur, daging, ikan juga boleh, terus banyakin makan sayur dan juga minumnya harus yang cukup dan Makanlah perlahan dengan porsi yang lebih kecil tapi dengan frekuensi yang lebih sering, misalnya 6 – 8 kali. Cara ini akan membantu ibu dalam peralihan ke pola makan sebelum operasi. terus jangan lupa perbannya di ganti ya jangan kena air." dokter menjelaskan

__ADS_1


"Baik,...terima kasih banyak bu dokter penjelasannya" ucap Diana


" o.iya minta tolong ini resep obatnya nanti di ambil ya adiknya bu Diana, apotiknya deket ruangan leb"dokter meminta tolong ke dika,yang mengira Dika adiknya diana.


"Baik dok, maaf saya suaminya, bukan adiknya" jawab dika memberitahu


"Oh..maaf kirain kamu adiknya" ucap dokter yang terkejut dan heran.


Dan orang yang seruangan diana juga pada kaget.


" aapa?? Jadi mereka suami istri ! Di kira adik, kaka" ucap salah satu pasien suara pelan


"iya.. saya juga ngiranya adik kaka? Ada- ada saja ya?, tapi mereka pasangan yang serasi ya meskipun cewe nya dewasa tapi cantik, cowoknya juga tampan" jawab penunggu pasien


Skip cerita


Dika mengambil obat untuk diana


Pukul 11 siang, waktu Besuk sudah di buka.


Ibu Fauzaih, pak fauzan dan zaki sudah nyampe rumah sakit dan masuk ke ruangan diana,


"Kaka gimana keadaan kaka?" tanya Zaki


"Alhamdulillah Sudah baikan zaki, terima kasih ya kemarin sudah datang menjemput kaka dan membawa kaka ke sini" jawab diana


"Yang bawa ke sini tu ka irfan ,,Alhamdulilah nya, ka irfan bawa mobil, jadi kaka naik mobilnya ka irfan. emang Dika belum ngasih tau ?" sambung zaki


"Ohh gitu..belum...mungkin dika lupa kali?"jawab Diana


"iya kan dika kamu lupa?" Diana melirik ke suaminya


"Iya saya lupa," jawab Dika


"Diana, ini ibu bawa makanan apa kamu sudah makan?" tanya bu fauziah


"iya ..suami kamu juga pasti belum makan, kan? " sambung pak fauzan


"iya Pa,..Dika belum makan" jawab diana


" Ya sudah.. Dika ini makan dulu, tapi makannya jangan di sini ya takut ada petugas rumah sakit takutnya ngga boleh makan Di sini" ucap bu Fauziah menyodorkan makanan ke Menantunya


"iya bu, saya mau ke mushola aja, sekalian duduk dulu di sana " jawab dika keluar menuju mushola.


"Iya. hati-hati ya." ucap bu fauziah


Skip cerita


Irfan dan Santi menjenguk diana. kebetulan bersamaan ketemu di parkiran.


Pak fauzan yang sedang di luar ruangan melihat mereka menuju ruangan anaknya


"Nak irfan dan nak santi ya?" tanya pak fauzan


"Iya pa..betul ." jawab Santi


"Apa Diana sudah sadar pa?" tanya Irfan


"iya Alhamdulillah sudah.. langsung masuk aja..." ucap pak fauzan


"iya pak " jawab irfan


Lalu mereka bersalaman dan masuk ke ruangan. ada zaki dan bu fauziah mereka bersalaman juga dan mereka memberikan buah-buahan dan kue ke bu Fauziah.


"Masyaa Allah kalian bawaannya banyak sekali, terimakasih kasih banyak ya." ucap bu fauziah tersenyum


"Iihh ngga ini cuma sedikit tante" jawab Santi


"Irfan, santi kalian janjian menjenguk sayanya,? Tanya Diana terkejut melihat mereka


" ngga cuma kebetulan aja kita bertemu di parkiran tadi" jawab Santi mendekat ke ranjang Diana


" gimana keadaamu Diana? apa sudah mendingan?" tanya Irfan


"Alhamdulilah sudah, terimakasih ya sudah mengantar saya ke rumah sakit ini kemarin, Dan maaf ya sudah ngerepotin" ucap diana


"Ngga papa diana, ngga ngerepotin kok" jawab irfan

__ADS_1


"Syukurlah diana kamu sudah mendingan, saya terkejut tau suamimu mencari kamu ke rumah saya" ucap santi.


Bersambung


__ADS_2