
"Dika..! mereka masih ngikutin tau !" Diana yang merasa khawatir
"ya sudah saya mau ngebut !" ucap Dika
"jangan saya takut" Diana memeluk Dika
lalu yang mengikuti Dika tambah ngebut juga dan menghadang didepan motor Dika, kemudian Dika berhenti
"kalian siapa? kenapa kalian mengikuti kita?" tanya dika
"gue yang waktu itu lu pukulin saat tawuran"
"bukannya kamu juga mukulin gue brarti impas dong, minggir gue mau lewat,! gue lagi ngga mood berantem ! " Dika menahan emosi
"kakamu cantik juga" salah satu musuh dika sambil menuju ke arah diana mau menggoda Diana
"lu jangan macam-macam sama dia!!" teriak dika
"halo cantik" ucap musuh dika sambil mau memegang pipi diana.
"singkirkan tangan kotormu itu !" ucap diana sambil menangkis tangan yang mau megang pipinya
"berani lu sama gue, ayo kita pegangin dia" musuh dika yang mau megangin diana
kemudian Dika menghajar mereka, ada 5 orang, Dika jago karate jadi mereka kalah dan mereka kabur sesekali dika kena pukulun.
"Diana kamu ngga papa?" tanya dika
"ada juga kamu itu mukanya memar" jawab diana
"ngga papa ini sudah biasa ayo ambil tasnya, mama pasti sedang khawatir" jawab dika
"iya " Diana sambil mengambil tas
kemudiam mereka sampai rumah
"ya Allah dika kamu kenapa nak kamu habis berantem lagi?" tanya mama seli
"dika ngga salah mah tadi ada yang mengikuti kita terus mereka ngajak berantem" diana menjelaskan
"mereka siapa, ? tanya mama seli penasaran
"mereka pernah tawuran sama dika mereka mau balas dendam" jawab Diana
"kamu ngga papa kan diana" mama seli masih bertanya
"ngga papa mah dika tadi mengalahkan mereka" jawab diana
"syukurlah kalian ngga papa" ucap mama seli
"mah dika laper" dika langsung menuju meja makan
"itu makannanya sudah siap" ucap mama seli
"Dika bajumu kotor itu ganti dulu gih" ucap diana
"nanti aja ah" dika duduk di meja makan dan menggambil nasi dan lauknya
skip cerita
Diana yang mau membersihkan diri ke kamar mandi
"haduh gerah banget mandi dulu ah" diana mengmbil handuk dan masuk kamar mandi dan lupa mengkunci kamarnya
kemudian dia keluar hanya memakai handuk yang di lilitkan menutupi tubuhnya dan memberikan body lotion kemudian dika masuk, karna kamarnya luas dan diana fokus mengoleskan body lotionnya dika tersenyum dan jantungnya berdrtak cepat melihat diana hanya mengenakan handuk
"kamu kok ngga di kunci sih kamarnya" dika melihat diana
Diana terkejut langsung membalik badan
"dika kamu dari tadi di situ" tanya diana
"ngga kok barusan" jawab Dika
"iiihh berarti kamu liat saya kaya gini dong, sana keluar" diana mengusir dika
"ini kan kamar saya, kenapa kamu ngusir saya!" dika menghampiri diana
"saya mau pake baju sana keluar"diana mendorong dika
kemudian Dika menggoda diana
" salah kamu, kenapa pintunya ngga di kunci, liat kamu kaya gini rasanya saya pengen itu...." dika mendekati diana perlahan dan diana duduk di atas tempat tidur
"Dika kamu jangan kaya gini, Dika stop!" diana yang sambil menelan salivanya karna dika mendekati diana senghinnga diana tidak bisa bergerak
kemudian mama seli memanggil dika dari luar kamar
"Dika" mama seli memanggil dari luar
__ADS_1
"mama ganggu aja deh" gumam dika di hati
"iya mah" dika bangun dari tempat tidur menuju pintu
"ini baru permulaan ya"dika mengancam diana dan keluar
"emang dia mau ngapain saya, itu mah cuma hawa nafsunya aja yang lagi naik bukan karna cinta, haduh saya harus gimana ini kalo gini terus bisa-bisa dia macam-macam sama saya, sedangkan saya emang istrinya ngga boleh menolak ajakan suami, tapi saya ngga mau kalo bukan karna cinta" batin diana
dika menghampiri mamanya.
"iya mah ada apa? dika membuka pintu
"kamu anterin istri kamu gih, kebutuhan di rumah sudah habis, kamu sama diana belanja ya " pinta mama seli menyuruhnya belanja
"tapi mah kan kita baru pulang," jawab dika.
"tapi mama kan habis sakit dika, masa mama yang harus belanja diana mana? tanya mama seli
"diana sedang pakai baju"jawab dikaa
kemudian diana keluar
"diana kamu cape ngga" tanya mama seli
"ngga kok mah biasa aja" jawab diana
"kebutuhan rumah sudah habis, besok ngga ada yang di masak kan? kamu bisa kan belanja sama dika? tanya mama seli
"bisa mah, diana sering menemani ibu belanja" jawab Diana
"bagus dong kalo kaya gitu, ini mama sudah mencatat kebutuhannya, kamu sama dika tinggal beli aja" mama seli menyodorkan catatan belanjanya ke diana dan diana menerimanya
" ya sudah deh saya mau ganti baju dulu" dika yang sebenarnya malas mengantar istrinya belanja
"kalian di antar sama supir aja ya" ucap mama seli
kemudian mereka berangkat di antar pak supir
"diana kamu jangan tidur di jalannya,nanti kamu ngerepotin saya lagi" dika mengingatkan diana karna diana emang sering tidur di perjalanan
"iya ini saya sambil mengemut premen biar ngga tidur" diana ngomong sambil ngemut premen
pak supir hanya tersenyum melihat tingkah mereka dari kaca
nama supirnya pak iwan
"ngga apa-apa nak dika, nak dika jangan galak gitu dong sama istrinya" jawab pak iwan
" orang dia kan emang suka tidur pak, masa saya harus menggendongnya lagi, udah mah badannya berat lagi !" dika melihat diana
"iya ya saya ngga tidur lagi kok!" diana kesal
kemudian mereka sampai di tempat belanjaan
" pak tunggu di sini aja ya" ucap diana
"iya neng" jawab pak iwan
Diana melihat daftar belanjaaanya
1.beli daging 3kg
2.ayam 2 ekor
3.ikan 3 kg
4.bumbu dapur
5.sayur-sayuran
6.buah dan lain lain
kemudian mereka sudah dapat semua belanjaan mereka Diana haus dan tadi melihat di pinggir jalan ada yang jualan es Boba diana pengen beli
"pak iwan saya pengen beli es boba di sebrang sana,nanti berhenti ya" diana sambil memasukan belanjaannya ke dalam mobil
" kamu kaya anak kecil aja" ucap dika sambil memasukan belanjaannya juga
"itu mah untuk umum kali, bukan untuk anak kecil doang, lagian suka-suka saya dong !" diana memjawab dika dengan ketus
pak supir lagi-lagi tersenyum melihat tingkah mereka
kemudian mereka masuk mobil dan mobilnya jalan lalu berhenti di depan penjual es boba
"pak iwan mau rasa apa?" tanya diana
"terserah neng diana aja" jawab pak iwan
"kamu mau ngga dika?" tanya diana
__ADS_1
"boleh deh rasa mocacino aja, saya mau ikut kamu aja deh" jawab dika
"katanya kaya anak kecil.? o.iya kamu kan emang masih kecil? "diana tersenyum meledek Dika
"iya mba" dika membalas ledekan diana memanggilnya mba
kemudian mereka keluar dan beli es boba yang antriannya lumayan banyak pembelinya
Diana melihat ke arah samping ada anak kecil usia 5 tahun yang mau mengambil mainan di tengah jalan kemudian diana berjalan cepat menghampiri anak kecil itu takut ada kendaraan lewat, dan ternyata benar anak itu mau keserempet mobil
"awaaaas..!" diana sambil menarik tangan anak kecil itu dan mereka terjatuh posisinya anak itu di atas diana, kemudian diana bangun
anak itu nangis
"huaaa"
"sayang kamu ngga papa?" tanya diana
anak kecil itu masih nangis dan orang-orang melihat diana dan menanyakan kedaan diana
" mba ngga papa?" tanya ibu-ibu
"ngga papa bu" jawab diana
Dika masih mengantri es boba dan belum melihat keramaian
"diana kemana sih?, bukannya mengantri, malah saya yang mengantri" gumam dika di hati dan melihat keramaian
kemudian omnya anak itu datang yang dari tadi mencarinya nama anak itu purtri dan omnya irfan
"ibu ada apa ini rame banget?" tanya irfan yang belum melihat kemponakannya
"tadi ada anak yang keserempet mobil terus di selametkan sama mba itu" jawab ibu-ibu menujuk ke arah diana
"ya Allah jangan-jangan itu putri" irfan langsung menghampiri keramainan
"terus anak itu di mana bu? " tanya irfan
"itu di pegangi sama mba itu" jawab ibu
kemudian dika dan irfan menghampiri Diana
"om" putri memeluk omnya dan irfan menggendongnya
"Diana baju kamu kenapa? terus kenapa ini rame, kamu habis jatuh? tanya Dika
"iya tadi saya habis jatuh"jawab diana
"Diana kamu? jadi kamu yang menyelamatkan putri? tanya Irfan terkejut
irfan ialah orang yang di tolak diana soalnya waktu itu Diana sudah menerima naufal.
"irfan? ini anak kamu? tanya Diana
"kok mereka saling kenal sih, apa dia mantannya diana" gumam dika
"bukan, ini keponakan saya, terima kasih kamu sudah menyelamatkan keponakan saya, mana yang sakit?، apa kamu terluka? Irfan khawatir
"ngga...saya ngga papa kok" jawab diana
"beneran ngga papa,? ayo kita ke rumah sakit aja" ucap irfan
"serius ..saya ngga papa" jawab diana
"biarkan saya aja yang bawa dia ke rumah sakit" ucap dika
"kamu siapanya diana?"tanya irfan
"saya suaminya" jawab dika
"perasaan saya pernah lihat kamu make baju sekolah malam-malam, kamu yang waktu itu mabuk sama temen-temen kamu kan? tanya irfan menyelidik dan ngga percaya Dika suaminya Diana
"oh... jadi kamu pernah lihat saya, iya emang saya masih sekolah" jawab dika
"terus kenapa kamu ngaku-ngaku suaminya diana, bukanya suami diana itu naufal" irfan masih ngga percaya
"beneran saya suaminya" jawab dika
"ya sudah ayo dika.. irfan saya duluan ya" diana mengajak dika, Diana ngga mau pernikahannya ketahuan sama irfan
"diana tunggu, saya masih bingung kenapa kamu menikah sama dia,? terus kamu menolak saya waktu itu, katanya kamu sudah ada yang melamar kamu dan katanya namanya naufal? tanya Irfan menyelidik dan bingung
"maaf saya ngga bisa ceritain, ceritanya panjang, saya duluan ya" jawab diana
skip cerita
kemudian mereka sampai rumah
bersambung
__ADS_1