
Setelah pak surya ke rumah sakit, dika yang belum bisa menjenguk,diana dan keluarga masih duduk di ruangan depan dan masih mengobrol, tentang diana dan dika yang baru saja sah menjadi suami istri, bagi mereka itu hal yang tak terduga dan hari yang menegangkan,
Dika bapa harap dika, menjadi suami yang baik ya untuk diana, pernikahan kalian emang mendadak, mungkin itu semua sebagai peringatan buat kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan agar kamu juga berhenti mabuk-mabukannya, mabuk-mabukan itu selain tidak baik untuk kesehatan diri sendiri dan juga bahaya untuk orang lain, contohnya, bisa memperkosa orang,bahkan membunuh orang, paham kan dika" ucap pak fauzan panjang mengingatkan dika .
"Iya om " ucap dika singkat, dika merasa canggung sama keluarga barunya dan belum pernah kenal sebelumnya..
"Gimana dia menjadi suami yang baik, entah apakah tu bocah tahu tentang kewajiban suami istri, lulus SMA juga belum.....
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Furqan ayat, " gumam diana dan berdoa di hati.
"Kamu tu harusnya berterima kasih sama bapa saya, sudah menyelamatkan kamu, saat tergeletak di jalanan, malah kamu balasannya tidur sama kaka saya dasar tukang mabuk" ucap zaki yang masih emosi
"Zaki, kamu nggak boleh bilang begitu nak, sekarang dika itu jadi kaka ipar kamu, kamu harus menghormatinya seperti kamu menghormati kakamu diana." ucap bu fauziah
"Zaki nggak mau bu, harusnya yang jadi kaka ipar zaki itu ka naufal bukan dia" ucap zaki sembari menunjuk dika
"Sudah zaki, kamu tidak boleh kaya gitu" ucap pak Fauzan
"Iya pa, zaki minta maaf" Zaki yang sedikit reda emosinya
"Ibu dari siang kita belum makan ya? bapa lapar" ucap pak fauzan
"Iya Zaki juga lapar banget " sahut zaki
"O...iya ya, gara-gara kejadian itu kita lupa makan, dan ibu juga lupa menyiapkan makanan nya. kasihan pasti kalian sudah pada lapar ya? ,ya sudah ibu mau sipakan dulu ya." ucap bu fauziah berjalan menuju dapur .
" biar saya bantu bu" ucap diana" diana menyusul ibu fauziah ke dapur.
Skip cerita makannya ya.
makan malam pun selesai, diana yang sudah biasa membantu ibunya memasak dan mencuci piring.
"Bu biar diana aja yang cuci piringnya ibu istirahat aja, ibu kelihatan capek banget" ujar diana
"Tidak usah nak, biar ibu aja lagian ini juga piringnya sedikit, kamu obatin suami kamu saja, ibu lihat tadi suami kamu makannya sedikit banget, kayanya lukanya di bibirnya itu parah deh" seru bu fauziah di dapur
"Ya sudah nanti tak ambilin es batu buat dika, biar dia kompres sendiri" ucap diana
"Sama kamu dong nak, tangan dika juga itu merah lengannya. kasihan sebenarnya ngelihatnya sudah jatuh tertimpa tangga pula" ucap bu fauziah
"Ibu bisa aja deh bahasa pepatah nya"ucap diana sembari membuka kulkas
Bu fauziah melanjutkan nyuci piringnya dan akhirnya selesai,
"Diana suami kamu sudah di obatin belum?" tanya bu fauziah
"Belum bu diana canggung bu, mau ngobatinnya rasanya gimana.... gitu... kan, diana belum kenal dia bu, ngajak ngomong aja belum sama dia".
" kasihan itu pasti perih, kan biar kamu saling kenal, kamu dulu yang ajak ngomong suami kamunya, di kamar kamu aja ngobatinnya biar nggak canggung, ibu panggilin ya Dika nya" seru bu fauziah
"Ya udah deh, tapi diana mau mandi dulu bu, diana ngga tahan bu soalnya gerah banget
"Diana sambil berjalan masuk di kamar.
"Ya sudah, kamu mandi dulu aja, ibu mau manggil Dika di depan kayaknya suami kamu juga belum mandi sore. " ucap bu fauziah menuju ruang depan
"Ibu habis ngapain sama Diana, kok lama banget nyuci piringnya.?" tanya pak fauzan
"habis ngobrolin tentang dika pa, ibu nyuruh diana untuk mengobatin lukanya itu, dika kamu mandi dulu gih istri kamu mau ngombatin katanya di kamar, terus kamu mandinya di kamar diana aja, di kamar diana ada kamar mandinya" Seru bu fauziah menyuruh dika
"Iya tante" jawab dika singkat yang sebenarnya dika nggak ingin masuk di kamar diana.
" haduh...Gimana ini? masa saya sekamar sama orang belum saya kenal"gumam dika di hati
"Zaki ambilin handuknya gih, sekalian pinjemin lagi bajunya"sahut bu fauziah
" tadi kan sudah bu, masa minjemin lagi"jawab Zaki
__ADS_1
"Ya ngga papa dong, baju kamu banyak kan?" Seru bu Fauziah
Zaki menuju kamar mengambil baju dan handuk.
" ngerepotin banget sih tu orang" grutu zaki yang terpaksa minjemin bajunya ke dika..
"Ni bajunya bu" zaki menyodorkan bajunya ke ibu.
"Ya kamu dong Zaki yang ngasiin bajunya, masa nyuruh ibu kamu sih."seru pak fauzan
"Iya maaf pa" lalu Zaki memberikan bajunya ke Kaka iparnya itu.. "nih Dika bajunya"
"Makasih" ucap dika
Menuju kamar diana.
diana juga sudah selesai mandinya dan diana cepat-cepat memakai baju, takut dika masuk duluan, soalnya diana belum siap tubuhnya di liat sama cowo, meskipun Dika sudah sah suaminya tetapi tidak saling mencintai.
"Tok-tok-tok" dika mengetuk pintu
"Masuk " ucap diana
Dika pun masuk
"Kamarnya sempit banget, nanti saya tidur di mana ini? masa iya
Saya tidur sama mba itu sih" grutu dika di hati yang masih berdiri dekat pintu
"Kamu kenapa bediri di situ,? bukannya kamu mau mandi, kamar mandinya tu di sebelah kamu" ucap diana sembari menunjuk kamar mandi yang dekat dengan pintu itu.
Dika hanya diam dan masuk kamar mandi, sedangkan Diana membil es batu untuk mengobati luka suami bocanya itu.
Dikapun mandinya selesai belum memakai baju lalu diana masuk, diana teriak dan langsung balik badan,
Membelakangi dika
Dika hanya bingung
"Kalo di kamar mandi takut jatoh bajunya mba, terus bajunya basah" jawab dika
" ya sudah cepetan di pake bajunya" diana masih membelakangi dika dari jauh, dan dika akhirnya selesai memakai bajunya.
"Udah selesai mba pake bajunya" ucap dika masih bediri
Diana yang melewati dika lalu diana duduk di kasur, dika pun duduk tapi berjauhan.
"Dasar tu bocah udah taunya mau di obatin, kenapa duduknya malah menjauh gitu! masa saya yang nyamperin sih" grutu diana di hatinya melirik ke Dika
Diana yang bingung dan masih merasa canggung akhirnya menyamperi suami bocahnya itu...
"Kamu mau di obatin ga? kenapa duduknya di sini?" tanya Diana...
"Ga usah mba...takut ngeropinn mba, nanti juga sembuh sendiri" ujar Dika yang juga merasa canggung.
"Kenapa ni bocah manggil saya mba sih, mentang-mentang dia lebih muda dari saya,tapi kan tetap saja, saya tu sudah menjadi istrinya" grutu diana dalam hati
"Ngga papa sini, kalo ngga segera di obatin nanti takut infeksi" ucap diana
Sambil mengompres luka di bibir dika mereka pun saling berhadapan.
Dika hanya pasrah dan jantungnya deg-degan
Pertama kalinya menatap wajah diana karna tadinya hanya melihat sekilas-sekilas saja.
"ni cewe ternyata cantik juga" gumam dika di hati
Diana salting karna di liat suaminya bocahnya itu lalu menekan luka di bibirnya itu dengan keras..
__ADS_1
"Aaaaw sakit mba" ucap dika menjerit
"Manja banget sih kamu,makanya kalo tidak mau kaya gini jangan buat gara-gara, ..ni kompres sendiri,,jangan manja jadi orang, Dasar bocah !" ucap Diana kesal
" iya mba" ucap dika.
Lanjut mengompres..
Diana juga pas hadap-hadapan dengan dika sembari mengompres ..jantungnya deg-degan, makanya nyuruh dika ngompres sendiri..
"Ini salepnya sekalian di olesin di bibirnya,"
Dika hanya diam lalu mengambil salep dari diana, mengolesinya sendiri.
"Sudah selesai salepnya?" tanya diana...
"Sudah mba"
Jawab dika
"Sini es batu dan salepnya biar saya simpan"...
"Terimakasih". Ucap dika,
Diana hanya diam lalu menyimpan es batu dan salepnya
Dika yang bingung masih melihat cermin
"tidurnya di mana ini ..masa bareng sama mba itu, ga ada sofa lagi, cuma ada kasur satu ini doang, saya belum siap jadi suami sepenuhnya mba itu. Gumam dika di hatinya..
"Kamu ngapain bediri di situ, belum selesai cerminannya? ,kamu ga mau tidur...?" Tanya diana
'Saya tidur dimana mba,? kasurnya cuma ada satu, saya ga berani tidur di samping mba, karna kita belum saling mengenal sebelumnya,
Dan saya juga tidak mencintai mba"ucap Dika bingung
Diana sedih menahan air matanya yang mau keluar
"emang harusnya kita tu tidak menikah, harusnya saya menikah dengan mas naufal nanti, Bukan sama ne bocah, keadaan lah yang membuat kita menikah begini"..grutu diana di dalam hati
"Hei bocah !..terserah kamu mau tidur dimana mau di luar juga boleh"
Dika pun keluar ..
"Kenapa manggil saya bocah sih mba itu" grutu dika di hatinya
"Hey tunggu, ini ada kasur lantai Kamu jangan tidur di luar, apa kata keluarga saya nanti kalo kamu tidur di luar, kamu pengen buat gara-gara lagi,?
Ini bantal nya" ucap diana, diana mengambil kasur lantai dan bantalnya dari atas lemari
"Iya mba ma'af, terima kasih mba kasurnya" ucap dika
"iiih kamu tu gimana sih kamu jangan manggil saya mba saya istri kamu bukan mba kamu,
Kalo kamu belum mau menerima saya menjadi istri sepenuhnya kamu, ya sudah terserah kamu" ucap diana sembari tiduran
"Terus saya manggilnya apa dong.?.tanya dika sembari tiduran juga
"Diana aja"..jawab diana
" iya diana" ucap dika
Mereka pun tidur terpisah....
Bersambung.
**lagi semangat nulis sampe ga bisa tidur.
__ADS_1
mohon dukungannya ya All
jangan lupa like dan komentar nya ya**...