Suami Muda

Suami Muda
Part 27


__ADS_3

Mereka foto-foto bersama, dan malamnya merayakan wisudanya di restoran mewah.


"Dika, Diana kalian ngga pengen punya anak ? " tanya mama Seli yang sambil duduk menikmati makanannya. ingin punya Cucu


"Ya pengen dong mah, lagi proses mah" jawab Dika yang mukanya sulit di artikan


" proses gimana Dika" tanya Diana. bingung dengan ucapan suaminya itu.


"Ya proses. kita buat nanti" dika yang polos


Yang di sekitar pada tertawa


"Dika kamu mau bikin anak kok bilang-bilang ke kita sih" sahut mama Seli tertawa.


"iya ada-ada aja kamu Nak" sambung bu Fauziah


"mama harap kalian jadi pasangan yang baik, yang saling paham kekurangan masing-masing, dan semoga kalian jadi pasangan sampai di dunia, dan akhirat." ucap mama Seli penuh harap


"Aamiin" jawab dika


Diana tiba-tiba menangis karena inget kejadian tadi siang.


"Saya juga pengennya begitu mah, saya ngga pengen berpisah sama Dika sampai di jannah-Nya, tapi gimana ini....." Diana ngomong di hati, lalu menyeka air matanya.


"Diana kenapa kamu menangis, Nak?" tanya papa surya memperhatikan diana


"iya diana kamu kenapa" tanya Dika melirik Diana


"Ini air mata bahagia, saya seneng bisa berkumpul seperti ini" jawab diana masih menyeka buliran bening di pipinya


lalu papa Surya ingin tahu Apa yang di lakukan menantunya setelah lulus kuliah.


"O.iya... Diana kuliah kamu kan, sudah lulus, kamu mau mengajar di mana, Nak?" tanya Papa surya


"diana mau mengajar di sekolah bapa pah," jawab diana


"iya ..diana saya suruh mengelola PAUD, pa. diana suka anak kecil" sambung pak fauzan


"Ohh...jadi sekolahan bapak ada PAUDnya juga? Tanya mama seli yang ikut menyimak


" iyah bu..ada SD dan SMPnya juga bu" jawab pak fauzan


"Oh..semoga ilmu kamu bermanfaat ya, Nak" ucap mama Seli


"Aamiin" jawab diana


"Kalo jadi guru PAUD kamu harus sabar, terus ngga boleh jadi guru yang galak" ledek Dika


"iya saya juga tau kok", jawab diana ketus


Singkat cerita mereka pulang, dan sampai di rumah. Dika ingin mengungkapkan perasaannya ke istrinya.


"haduh... gerah banget saya mau mandi dulu" ucap dika


"iya sana mandi dulu, gantian saya juga pengen mandi." jawab diana


"Gimana... kalo kita mandi bareng ayo...." dika yang mulai ngeres


"Kamu masih bocah, ngeres nya pake banget, sana kamu dulu cepetan mandi" Seru diana


"Emang kenapa? Kan kita suami istri." dika perlahan mendekati Diana, yang sedang duduk di depan cermin


"Diana aku mencintaimu" ucap Dika yang semakin mendekati Diana, dan menci**um bi*ir Diana


"Dika bukannya kamu mau mandi, sana cepetan ,saya juga pengen mandi" diana mencoba menghindari c*uman dika yang ke dua kalinya


"O.iya.. Diana saya lupa, saya punya sesuatu buat kamu." Dika menuju meja, yang ada lacinya, di dalamnya ada cincin lalu dika mengambilnya.


"ini buat kamu, maaf ya, kalo Kurang bagus." dika memakaikan cincin ke jari manisnya Diana


"ngga kok.. ini bagus banget,...terima kasih"ucap Diana sembari menahan tangisnya.


"Diana kamu suka kan, kok kamu kaya mau nangis gitu...kamu ngga suka ya?" tanya Dika bingung melihat istrinya


Diana hanya diam dan matanya mengeluarkan carian bening pun, membasahi pipinya lagi, dia tidak bisa menahannya. lalu Dika memeluk istrinya itu


"Maafkan aku dika sebenarnya aku senang kamu sudah mengatakan perasaanmu kepadaku, dan sebenarnya juga aku mencintaimu, tapi aku ngga mau kamu kenapa-kenapa jadi aku terpaksa meninggalkanmu dika" " batin diana yang menangis di pelukan suaminya


"Diana kamu kenapa?, apa kamu tidak bahagia bersama saya?" tanyanya yang bingung sembari memeluk istrinya agar istrinya tenang


"Saya bahagia dika, ini tu air mata bahagia, ya sudah sana cepetan kamu mandi" diana melepaskan pelukan Dika


"Ya sudah saya mandi dulu ya..udah dong kamu jangan menangis lagi" ucap dika menghapus air mata Diana


"Iya...ini udah ngga nangis" jawab Diana merasa lega Dikit

__ADS_1


Sementara dika mandi, ponsel diana bunyi, ada pesan dari Naufal.


"Diana cepetan kamu minta cerai dengan suami kamu, saya sudah ada di samping rumah suamimu, saya akan menunggu kamu di sini, malam ini juga kamu harus sudah bercerai" pesan Wa dari Naufal di luar


"kenapa secepat ini...saya mohon beri saya waktu" balas Diana gelisah


"Ngga bisa.. kamu cepetan kesini..!" balas Naufal


Kemudian Dika sudah selesai mandinya dan melihat istrinya menangis lagi.


"Diana kenapa kamu menangis lagi?" tanya dika penasaran


"Maaf dika, saya ngga bisa menerima cincin ini, maaf saya tidak mencintai kamu, lebih baik kita pisah aja" diana sembari memberikan cincin ke Dika lalu mengemaskan baju-bajunya ke dalam koper


"Diana kenapa kamu tiba-tiba begini diana, saya sangat mencintaimu, saya mohon kamu jangan pergi" Dika yang masih mengenakan handuknya dan menghentikan tangan Diana yang sedang berkemas.


"Maaf, dika saya mencintai pria lain, saya ngga bisa bersama kamu lagi" jawab diana


Di luar papa Surya, dan mama Seli mendengarkan percakapan mereka yang berisik.


"ada apa ya mereka pah?, kok mereka kaya bertengkar" tanya mama seli penasaran


"Iya...bukankah tadi baik-baik saja, ayo kita lihat mah" jawab papa surya


Tanpa permisian papa surya dan mama seli membuka kamar mereka dika langsung meminta bantuan ke papanya


"Pah tolong hentikan diana pah, diana tiba-tiba mau pergi" pinta dika


"Diana kamu mau kemana nak" tanya papa surya


"Iya diana kamu mau kemana?" sambung mama seli


"Maaf mah saya harus pergi, saya ngga mencintai anak mama, papa. saya mencintai pria lain." ucap diana dan menuju lantai bawah mau keluar


Papa surya dan mama seli bingung dengan sikap menantunya itu .


"Diana tunggu sebentar kita bicarakan baik-baik nak" ucap mama seli


"maaf mah saya harus pergi...pria yang saya cintai sedang menunggu saya di luar" jawab diana


Dika sedang pakai baju ...diana sudah keluar dan dika mengejar diana tapi diana naik mobil duluan


"Diana tunggu....!" dika memanggil diana dan mengejarnya dengan berlari, lalu pak surya mengejar dika dengan mobil.


Lalu diana menghubungi adiknya menyuruh menjemputnya, soalnya tidak ingin semobil dengan pria yang jahat dan bukan mahram


"Zaki, kaka minta tolong jemput kaka sekarang." pesan wa diana


Dika yang masih mengejar dan diana sudah jauh dari pandangannya lalu pak surya menghampiri anaknya itu..


"Sudah nak, sudah kamu jangan mengejar nya lagi, diana tidak mencintaimu nak..ayo kita pulang" ucap papa surya.


"Tapi pah, aku mencintai diana" jawab dika yang baru pertama kalinya Dika menangis karena seorang wanita


"Sudah dika, kamu harus melupakannya, kamu ngga boleh lemah, ayo pulang mama kamu sedang mengkhawatirkan kamu di rumah." papa surya yang sedih melihat yang terjadi terhadap anaknya kemudian dika menuruti perintah papanya dan pulang


"Kenapa kamu tega melakukan ini diana, apa salah saya" dika ngomong di hati


Zaki yang baru membaca pesan dari kaka nya.


"Iya ka di mana jemputnya" balas zaki


Kemudian diana minta mobil naufal berhenti


"Berhenti saya mau turun" ucap diana


"Ini sudah malam diana, biar kamu ke rumahku dulu, orang tua saya sudah menunggu kamu, mereka sudah setuju kita menikah lagi" jawab naufal yang tadinya orang tuanya tidak setuju karena kejadian waktu diana dan dika tidur bersama itu, tapi naufal mengancam nya kalo tidak setuju maka naufal akan pergi,


"Kenapa buru-buru banget, tenang aja saya ngga akan kabur, saya mohon beri saya waktu, biar saya ngomong sama orang tua ku dulu, saya sudah menghubungi zaki untuk menjemput saya, saya mohon turunkan saya di depan sana dekat restoran itu." ucap diana yang tangannya menunjuk ke arah restoran


"Baiklah kalo gitu, saya akan mengawasi kamu terus selama tiga bulan sampai masa iddahmu sudah habis, saya akan segera menikahimu." ucap naufal


Lalu zaki menelepon kaka nya karena pesan nya belum di balas oleh diana


.


"Halo ka...di jemput di mana?" tanya zaki


" ini di dekat restoran yang tadi kita makan bareng keluarganya dika." jawab diana


"Iya sudah, saya mau jalan ni" ucap zaki menyalakan motornya


"iya hati-hati" ucap diana


"zaki kamu mau kemana" tanya pak fauzan melihat zaki

__ADS_1


"Mau jemput kaka, ya udah ya pa saya buru-buru" zaki langsung pergi


Singkat cerita


zaki akhirnya sampai dan naufal mengikutinya dari belakang.


"ka kaka beneran akan bercerai sama dika? bukankah kaka mencintai dika? " tanya zaki


sambil mengendarai motor


"entalah zaki, kaka juga bingung" jawab diana


akhirnya mereka sampai di rumah dan masuk.


"Diana ada apa? kenapa kamu membawa koper" kamu sedang berantem sama dika terus kenapa naufal ke sini?" tanya bu fauziah


"iya mah saya dan dika sudah bercerai, nanti saya akan menikah dengan ka naufal" jawab diana yang menahan tangisnya


"kenapa jadi begini nak bukankah kamu mencintai dika?" tanya pak fauzan


"ngga pa ..yang saya cintai itu ka naufal, kan tadinya juga mau menikah nya dengan ka naufal " jawab diana


pak fauzan dan bu fauziah bingung dengan sikap anaknya


"terus gimana ini pa, kenapa diana tiba-tiba begini, kasihan dika ya pasti dika sakit hati banget" ucap bu fauziah


"iya bu bapa juga bingung, semoga saja Allah memberi kita petunjuk, kenapa putri kita begitu" pak fauzan yang kecewa ke putrinya


singkat cerita


dika dan diana bercerai sebenarnya dika terus meminta diana untuk kembali tetapi Diana tetap tidak mau...karena takut naufal nekad dan dika kenapa-kenapa


Kemudian dika sudah di terima kuliah nya, dan diana juga mengajar di paud


Dika yang sedih memikirkan diana dan ingin melupakannya, dia keluar rumah bersama teman-temannya setelah pulang kuliah


Lia, Lila, dan Riky sekampus dengan dika tapi beda jurusan


"Dika main yuk...sudah lama nih kita ngga main" Riky mengajak dika


"ayo...saya juga sudah bosen nih di rumah mulu" jawab dika


mereka main di bar lila melihat mereka dan mengikutinya dan pak surya yang mau menjemput Dika melihat anaknya di jalan menuju bar dan pak surya juga mengikuti anaknya itu.


"Dika kenapa kamu mulai lagi nak?, kamu mau mabuk-mabukan lagi" pak surya ngomong sendiri dan mengikuti dika


dika dan riky pun masuk ke bar lalu memesan minuman


"dika kamu beneran sudah bercerai dengan istri kamu?" tanya Riky


"iya, makanya saya ikut main ke sini soalnya ingin melupakannya" jawab dika


lila pun muncul dan menghampiri Dika


"hai Dika, gue ngikutin kamu tau dari tadi, dan gue juga denger..apa bener kamu sudah bercerai dengan istri mu" lila mendekati dika


"sana kamu jangan dekat-dekat.. itu bukan urusanmu" jawab dika ketus


"dika kamu gitu banget sih sama orang yang sudah menyukaimu sudah sejak lama" ucap lila yang duduknya semakin dekat dengan dika


"minggir kamu jangan dekat-dekat, saya tidak menyukaimu jadi jangan pernah muncul di hadapan saya lagi" dika yang emosi dan membentak lila


sejak di tinggal diana, dika menjadi emosian


"Dika tahan emosi kamu, kamu ngga boleh kaya gitu" ucap Riky


" soalnya saya ngga suka sama dia,terus dia juga pernah kirimin foto saya dan lia ke diana" ucap dika yang ingat lila kirim foto ke diana


"Dika kamu tega ya sama gue, kalo kamu ngga suka ya ngga usah bentak-bentak gue "jawab lila


orang-orang sekitar bar pada melihat mereka dan pak surya pun datang


" dika ayo pulang kamu kenapa di tempat ini?" tanya pak surya


"saya ingin melupakan diana pah, makanya saya kesini" jawab dika


"kamu ngga boleh seperti ini nak...ayo kita pulang dan kamu harus meminta maaf sama cewe itu" ucap pak surya


"iya pah...lila saya minta maaf" ucap dika


lila hanya diam dan sakit hati karena dika menolaknya lagi..


"awas kamu dika, gue ngga mau maafin kamu" lila ngomong di hati


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2