
Setelah di kerokin, Santi beristirahat.
"Honey, gimana keadaan kamu sekarang,? apa udah enakan?." tanya Riky sambil mengecek suhu, memegang kening istrinya
"Sudah, tapi masih mual." jawabnya
"O.iya maaf banget aku belum masak, tadi pas mau masak bau bumbu, perutku tambah mual, kamu belum makan ya?."imbuhnya menghawatirkan suaminya
"Iiiih kamu baik benget sih, kamu tu lagi sakit, tapi tetep menghawatirkan suaminya, ini aku lagi pesan makanan di go food, kamu mau makan apa honey?." Riky sedang memilih menu makanan .
"Aku nggak mau makan, aku ingin makan rujak, buah kedondong itu loh."
"Malam-malam gini pengen makan rujak kedondong, kedondong itu yang gimana bentuknya, lagian kamu lagi sakit masa makan rujak. ada-ada saja." Riky yang bingung baru pertama kali mendengar buah tersebut
"Cari aja di google, ada kok buah kedondong, saya juga bingung, kok rasanya pengen banget makan yang asam-asam gitu, apa aku hamil kali ya."
"Apaa?? Kamu hamil"? Seketika Riky terkejut dan merasa senang.
Tiba-tiba terdengar bunyi bel rumah
" itu kayaknya makanan kamu sudah datang." seru Santi..
"Perasaan baru pesan deh, masa cepet banget datangnya." Riky bingung
"Ya udah, di buka aja sana, mungkin saja itu tamu." ujar Santi
Rikypun membuka pintu yang ternyata Dika dan Diana.
"Pak Dika, Mba Diana." Riky terkejut dan tersenyum.
"kenapa kamu tersenyum gitu, ada tamu datang, suruh masuk kek." Seru Dika dan merasa aneh terhadap sahabatnya tersebut karna senyum-senyum sendiri.
"Maaf pak, saya kira mamang Driver, ayo pak silahkan masuk." jawab Riky
"Hadeh..ada-ada aja kamu, saya tu bos kamu, kita ke sini mau menjenguk istri kamu."ucap Dika kemudian mereka masuk
" gimana keadaan santi, Rik, ?"tanya Diana
"Masih sakit mba, mual muntah gitu, terus nggak mau makan lagi. di bawa ke dokter tapi dia nggak mau." Jawab Riky
Santi pun keluar kamar, lalu menuju ruang depan.
"Riky, siapa yang datang,?" tanya Santi, sambil memakai kerudung instannya.
"Santi, kamu sakit apa?" tanya Diana
"Diana, terima kasih, sudah datang, aku kangen banget tau sama kamu." mereka berpelukan
"Iya, saya juga kangen banget. gimana keadaan kamu?"
"Alhamdulillah, sudah enakan sih,setelah di kerokin sama Riky tadi" jawab Santi
Kemudian Santi mual-mual lagi.
5 menit kemudian setelah dari kamar mandi.
"Mungkin kamu sedang hamil kali san." Ujar Diana melihat Santi seperti tanda-tanda kehamilan.
__ADS_1
"Iya kali ya..soalnya emang telat, tapi saya nggak yakin, orang saya emang biasa telat."Santi yang sudah duduk kembali.
" O.iya ini saya bawa buah-buahan" Dika memberikannya ke Riky
"Weh pak Dika, kebetulan banget emang istri saya lagi pengen buah-buahan, terima kasih banyak pak."
ucap Riky tersenyum
"Wah, terima kasih, loh." sambung Santi
"Coba aja, di periksa. kalo nggak, suami kamu suruh beli tespek, semoga kamu beneran hamil ya." ujar Diana dan mendoakan temannya tersebut
" hemm...selamat Riky kamu mau menajdi ayah." Ucap Dika
"Iya, semoga Saja pak, Aamiin"Riky penuh harap
"Semoga mba Diana juga menyusul, dan pak Dika menjadi Ayah." Riky mendoakannya
" Aamiin..jangan bapak sih, kalo lagi bukan di kantor, panggil aja Dika kaya waktu sekolah dulu tu." Ujar Dika merasa kaya gimana gitu kalo di panggil bapak, oleh temannya.
"Hehe, nggak enak dong, takut nanti malah kebiasaan di tempat kerja gimana ?"
"Ya udahlah, terserah kamu saja, deh." jawab Dika
1 jam kemudian setelah mengobrol Santai, Dika dan Diana berpamitan.
Skip cerita
Mereka sekarang sedang di jalan nanti mereka akan ketemu Zaki di jalan.
"Dika, berhenti dulu, itu ada penjual kerak telur, aku jadi pengen." ucap Diana melihat jendela mobil.
"Nggak juga, saya lagi pengen aja, dulu, saya sama Santi sering beli, enak banget tau."
"Ohh gitu, ya sudah ayo kita beli, " Dika berhenti lalu mereka turun.
balik lagi ke hubungan Zaki dan Lila.
Lila sedang bergegas mau keluar ia merasa bebas, karna papanya sedang tidak ada. ia ingin main di kleb. sengaja main malam-malam dan berpakaian seksi agar Zaki nantinya menceraikannya.
"Lila, kamu mau kemana?" Zaki melihat Lila yang mau menyanteng tasnya dan berpakaian seksi.
"Bukan urusan lu,!" jawab Lila ketus.
"Jelas urusan aku dong, kamu tu istri aku, kalo kamu pakaian seperti ini yang ada nanti jadi pertanggung jawaban di akhirat kelak, lagian ini sudah malam, kamu mau keluyuran ke mana? dengan pakaian seperti itu.?"
"Iih.. malah ceramah lagi, lu tu nggak usah ceramahin gue, ceramahin aja kaka lu tuh, yang waktu nikah di grebek sama RT, berarti kan, itu cewe nggak bener, dan kayaknya juga sengaja kaka kamu menggoda Dika, agar bisa menikah dengannya kan, terus kaka kamu itu sukanya dengan yang berondong" Lila menuduh kaka iparnya
"Cukup Lila, kamu nggak berhak ngomong seperti itu, kamu nggak tau apa-apa tentang kaka aku." jawab Zaki dengan suara yang sedikit meninggi menahan emosi.
"Berisik, minggir gue mau lewat.!" Lila bergegas keluar menuju garasi mobil, mau berangkat.
Sementara Zaki kepikiran mau mengikutinya dari belakang.
Lila melajukan mobilnya dengan cepat.
Tapi ia tidak menyadari, kalo suaminya di belakang sedang mengikutinya
__ADS_1
Kebetulan Lila melihat mobil Dika yang sedang berhenti di tepi jalan, yang ada penjual kerak telurnya.
.
"Itu kan, mobil Dika, bersama istrinya lagi, enek banget gue liatnya
" Lila yang sedang memperhatikan mereka yang mobilnya berhenti di pedagang kerak telur
Sementara Dika setelah turun dari mobil, dan membukakan pintu untuk istrinya keluar, Dia melihat tali sepatu istrinya lepas, lalu iapun jongkok, kemudian ia mengikat tali sepatu istrinya tersebut. membuat Lila semakin geram dan cemburu di buatnya.
"Dika, apa yang sedang kamu lakukan.?" Diana melihat ke bawah
suaminya sedang jongkok, di kakinya
"Ini tali sepatu kamu lepas sayang, nanti kalo kamu jatuh gimana?." Dika yang sembari mengikat dan sudah selesai
"Owalah...terima kasih banyak, kamu emang suami yang baik banget, harusnya kamu bilang aja, biar saya yang betulin sendiri"
"Ya harus baik dong sayang, kan, biar kamu tambah cinta sama saya." jawab dika lalu mereka memesan kerak telurnya.
"Sayang tunggu di sini aja, biar saya yang mesen." ujar Dika
"O.ya sudah kalo gitu. Banyakin telurnya ya." pinta Diana
"Iya, sayang." Dika pun memesan
Lila masih memperhatikan mereka di dalam mobilnya.
"dasar cewe lebay, menyebalkan. harusnya gue yang berada di posisinya cewe itu, eh, orang gue benci malah jadi kaka ipar gue, pokoknya gue sangat membencinya, terus sama adiknya juga, tadi sok ceramahin gue lagi," Lila ngomong sendiri di dalam mobil yang sudah berhenti.
Sementara Zaki juga ikut berhenti.
"Tu cewe kenapa berhenti?." gumam Zaki
"Itu kaya mobilnya ka Dika, ada ka Diana juga sedang apa mereka,?Zaki berfikir sejenak "oh jadi Lila berhenti karna lihatin mereka." imbuhnya melihat mereka.
8 menit kemudian Dika sudah mendapatkan kerak telurnya.
Lila yang sedang memperhatikan mereka, di pikirannya mau merencanakan sesuatu.ia ingat waktu Dika menolaknya dan pernah bicara kasar kepadanya.
"Kalo gue tidak bisa memiliki lu, tu cewe juga tidak boleh memiliki lu." batin lila lalu menekan gas mobilnya menuju mereka dengan keras agar Diana tertabak.
Dika yang sudah dekat dengan istrinya saat mobil tertuju kepadanya, Dika langsung menarik istrinya tersebut
"Sayang, awaassss." Dika menarik tangan Diana.
Brrukkk mereka terjatuh..
Zaki yang terkejut melihat tindakan Lila yang melampaui batas
"Dasar tu cewe sudah kehilangan akal." Zaki menunju kaka dan kaka iparnya mau menolongnya
"Sayang kamu nggak papa?" tanya Dika yang menahan sakit karna lengannya terkena batu krikil jadi lukanya lumayan parah, pada lecet.
"Aduh sakit." jawab Diana sama lukanya di tangan juga
"Kaka, ka dika, kalian nggak papa?" tanya Zaki mengulurkan tangan membantunya untuk berdiri.
__ADS_1
Sedangkan Lila sudah kabur dengan cepat, agar tidak ketahuan, dan ternyata ia kebablasan menekan pedal gasnya. iapun menabrak trotoar dan pohon, mobilnya sampe miring.
Bersambung