Suami Muda

Suami Muda
36


__ADS_3

Riky mengkhawatirkan Santi.


"Sebaiknya aku ikutin lagi, aku takut mba Santi, kenapa-kenapa, ini sudah larut malam banget" ucapnya di belakang melajukan mobilnya pelan takut ketauan Santi.


Sementara tetangga yang menfoto tadi ada dua orang. namanya pak Andi dan pak irawan, mau melaporkan ke orang tuanya, yang kebetulan pak Wildan bapaknya Santi sedang menunggu putrinya di teras rumahnya


"pak wildan sedang menggu putri bapa ya?" tanya bapak Andi tetangga yang mau melaporkan


"Kok pak Andi tau ya? kalo saya lagi nungguin Santi, apa pak Andi melihatnya" pak Wildan ngomong di hati.


"iya pak, apa tadi bapak lihat putri saya?"tanyanya


" iya pak tadi saya lihat, di jalan bersama laki-laki.ini Pak fotonya" pak Andi yang tadinya di luar pagar ,masuk menunjukan foto Santi bersama Riky tersebut.


"Bapa, apa ini bener foto putri saya?"pak Wildan terkejut dan sedikit tidak percaya karna putrinya ngga mungkin sepeti itu menurutnya


" iya pak bener, saya lihat sendiri" ucap pak Andi


"Ya Allah santi kenapa kamu jadi begini?" pak Wildan kecewa setelah melihat foto tersebut,


Sementara itu Santi sudah nyampe rumah. bingung melihat bapa-bapa berada di teras rumahnya


"Bapak bapak itu lagi ngapain? kok jam segini masih ngobrol sama papa, papa juga tumben banget jam segini belum tidur? apa papa nunggu saya di luar?." Santi ngomong di hati bingung sembari memarkirkan motornya di garasi .


Riky yang baru nyampe, setelah mengikuti santi ia berhenti di sebrang jalan.


" Oh..jadi ini rumahnya,


syukurlah mba Santi sudah sampai, sebaiknya gue pulang aja mamah pasti sedang khawatir, eh tunggu itu kenapa di rumah santi ada bapa-bapa terus kenapasusah mukanya pada tegang gitu, apa mba Santi di marahin? Riky merasa lega karna Santi sudah nyampe rumahnya, dan seketika gelisah melihat di rumah Santi dan kayaknya Santi kena marah orang tuanya, yang tadinya mau langsung pulang, tetapi tidak jadi


Pak Wildan melihat putrinya sudah pulang


"Santi kenapa baru pulang? dari mana aja kamu kenapa jam segini baru pulang?!" pak wildan suara nya meninggi sedikit emosi melihat putrinya pulang malam dan jam sudah pukul 22:30 WIB


"Saya habis kondangan pak, tadi motornya mogok" Santi mukanya sedikit panik melihat papa marah karna tidak biasanya


"Apa, saya harus cerita tentang kejadian salah paham itu, bapa-bapa itu lagi kenapa masih berdiri di situ," Santi ngomong di hati melirik pak Andi dan Irawan

__ADS_1


"Bohong! kamu habis sama laki-laki, kan?" pak Wildan masih emosi,karna tidak menyangka putrinya akan berbuat yang tidak senonoh itu apa lagi, laki-laki nya lebih muda darinya


"Iya Santi, tadi kami melihat kamu sama laki-laki di pinggir jalan, ini kamu kan?" pak Andi menunjukan fotonya ke Santi


"Oh..iya emang itu saya, tapi karna pemuda itu jatuh menimpa saya, tadi pemuda itu habis nolongin saya beli bensin, motor saya kehabisan bensin" Santi menjelaskan


"Bohong, paling juga kalian pacaran, kan ? Sudah pak nikahan saja mereka, takut nanti terjadi yang tidak di inginkan" ucap pak Andi tidak percaya penjelasan Santi


"iya pak Nikahkan saja" sambung pak Irawan


Tiba-tiba Riky keluar mobil, tidak tega melihat Santi di marahin Papanya dan menyamperi rumah Santi.


"Itu dia pak pemuda nya" ucap Pak irawan yang melihat duluan Riky


"Sudah pak nikahan saja mereka mumpung pemudanya ada di sini" Seru pak Andi melihat Riky


"Apa? menikah? Saya nggak mau menikah sama bocah, masa iya kaya Diana sih...iih nggak mau banget" gumam Santi di hati


"Saya hanya menolong mba Santi, dan di foto itu tidak seperti yang bapa-bapa pikirkan saya jatuh menimpa mba Santi, ada saksinya juga kok pemilik warung deket jalan sana, apa mau saya bawa ke sini saksinya?, tapi kayaknya warung nya sudah tutup, tadi di sana juga yang melihat kami salah paham, tapi setelah kami jelaskan mereka percaya bahwa saya tidak mau berbuat apa-apa terhadap mba Santi dan kalo iya saya mau melakukan itu mungkin saya dan mba santi pulang berama bapa-bapa tersebut" Riky menjelaskan dan meyakinkan mereka


"Apa bener kejadiannya seperti itu?, terus kamu siapa?" tanya papa Wildan melirik Riky


"Saya Riky pak, temannya Dika, suaminya mba Diana temanya mba Santi, kebetulan saya, baru ketemu mba Santi di acara Resepsi Pernikahannya Dika dan dan Diana"Riky memperkenalkan dirinya


"Iya bener, saya baru mengenalnya tadi" sambung Santi


"Tapi kenapa kamu ngga pulang, kenapa bisa ada di sini?" tanya pak irawan menyelidik


"Saya mengikuti mba Santi, soalnya takut motornya kenapa-kenapa lagi" jawab Riky


"Itu bukan alasan kamu saja, kan?" pak irawan tidak percaya


"Sungguh pak, saya ngga bohong" jawab Riky


"Ya sudah kalo gitu maaf ya, Nak santi, kita sudah salah paham, " kami pamit pulang dulu ya, " ucap pak Andi


"Iya pak" jawab pak Wildan

__ADS_1


Dan merekapun pulan


"Terima kasih ya Nak Riky sudah membantu anak bapak" ucap pak Wildan yang duduk masih di teras rumahnya


"Pak apa putri bapa sudah punya suami" tanya Riky penasaran


"Belum" jawab pak wildan


"kalo gitu boleh tidak saya menjadi suami putri bapa" Riky tiba-tiba ingin menikah dengan Santi


"Kamu ngomong kosong macam apa? sudah sana pulang ini sudah malam" Santi terkejut mendengar pernyataan Riky


"Santi ngomongnya yang baik dong" pak wildan melirik Santi


"Sebaiknya ngomong nya di dalam ayo masuk" Wildan membuka pintu mengajaknya masuk takut kedengaran sama tetangganya


Dan mereka pun masuk di ruangan depan.


"Bapa saya serius pak sejak saya meliahatnya, rasa penasaran saya ke mba Santi menjadi perasaan khusus"Riky jatuh cinta pada pandangan pertama


" Kamu baru saja mengenalnya, sebaiknya urungkan saja niat nak Riky, dan sebaiknya nak Riky mencari yang seumuran, jangan Sama putri bapak yang usianya Sangat dewasa" pak Wildan yang kurang yakin dengan Riky karna Riky jauh lebih muda dari putrinya


Riky 22 tahun seumuran dengan Dika dan Santi 31 tahun seumuran sama Diana


"Syukurlah papa menolaknya" Santi ngomong di hati merasa lega


"Tapi pak, saya sangat menyukai putri bapak, tolong pak terima saya" Riky nggak mau menyerah.


"Eh kamu ngga denger tadi? papa aku sudah menolak kamu!, sekarang cepetan pulang, sudah malam nanti tetangga salah paham lagi gimana" Santi sedikit kesel dengan Riky


"Iya ngga papa ..malah aku seneng. agar kita menikah kaya Dika dan mba Diana itu loh" Riky yang mengingat sahabatnya


"Dasar bocah aneh, cepat sana pulang!." Santi tambah kesal


"Pah cepetan usir anak kecil itu"seru Santi melirik papanya


"Kamu ngomongnya harus yang baik-baik dong Santi, kan, tadi habis nolongin kamu" Ucap pak Wildan

__ADS_1


__ADS_2