
Kemudian Zakipun keluar dari ruangan meeting setelah mengambil ponsel yang ketinggalan, mereka menuju parkiran.
Di dalam lift yang hanya mereka berdua.
"Eh Copet, awas lu kalo lu bilang-bilang ke bokap, tentang kejadian tadi, lu jangan urusan tentang pribadi gue."ucap Lila melihat ke Zaki agak kesal
" Nggak penting banget gue, ngurusin pribadi kamu, lagian kamu tu emang aneh, kita di sana mau rapat kerja sama, kenapa kamu malah melakukan itu, kalo pihak dari sana ngebatalin kerja samanya gimana? karna tingkah kamu yang aneh?."Zaki merasa kesal dengan Lila
Lila hanya diam, pintu liftpun terbuka
mereka keluar dari lift menuju parkiran.
Mereka pun sampai di parkiran. pak Agus sedang menunggunya di dalam mobil, dan mereka masuk ke dalam mobil.
"Kalian, kenapa lama sekali?" Tanya pak agus
"Iya, maaf pak, tadi di sana saya ngobrol dulu sama pak Dika sebentar. o.iya ini ponselnya, pak." Ucap Zaki sembari menyodorkan ponsel ke pak Agus.
"Oh...gitu, kirain terjadi sesuatu."jawab pak Agus yang merasa Lega, karna putrinya tidak membuat ulah
"Ya ngga dong, papa." Lila dengan perasaan yang masih khawatir takut ketahuan makannya ia berbohong
"O.iya Zaki, tadi kamu sangat baik , menjelaskan tentang perusahaan kita di rapat tadi. bapak mau teraktir kamu makan." pak Agus kagum dengan Zaki masih muda tapi berbakat
"Terima kasih, pak." jawab Zaki
"Masa Zaki doang pa, akunya nggak." Lila yang sedikit cemburu dengan Zaki karna papanya sangat perhatian sama Asisten nya tersebut
"Iya, kamu juga." jawabnya
Skip di perjalanan
Merekapun sampai di restoran kemudian mereka duduk, dan memesan makananya.
Ketika duduk sambil menunggu pesanan datang, ada karyawan, dari perusahaan Dika yang mendengar percakapan di ruang meeting, tentang Lila memeluk pak wakil Direktur ya itu Dika, yang baru datang Kemudian duduk di kursi belakangnya.
"Eh, tau nggak, itu kan, cewe tadi yang meluk pak Dika " Bisik karyawan wanita ke temannya.
Tapi kedengeran oleh pak Agus karna meskipun berbisik ngomong nya agak keras
"Oh..jadi itu orang nya, iya, keliatan dari mukanya kayak gimana gitu, semoga saja dia bukan pelakor, kasihan bu Diana dong, tapi emang pak Dika gantengnya kebangetan, pantes tu cewe suka" jawab temennya.
"Eh, eh ngomong nya jangan keras-keras, kayaknya mereka mendengar percakapan kita deh."
"Kamu juga tadi keras-keras, semoga aja mereka tidak mendengar."Sambung temannya yang merasa nggak enak.
"Sialan tu orang, kenapa ngegosipin gue sih, haduh...gimana ini, kalo papa denger gimana?" Lila yang juga mendengar percakapan mereka khawatir
"Lila, apa yang di katakan mereka itu bener kamu melakukan itu." tanya pak Agus melirik ke karyawan tersebut
"Nggak pa, itu cuma omong kosong, kayaknya mereka emang tukang gosip." jawab Lila yang sebenarnya panik
__ADS_1
"Kamu yang suka omong kosong Lila, Seharusnya kamu tidak boleh melakukan itu, papa khawatir nanti pak wakil Direktur akan membatalkan kerja sama kita, kamu sudah tahu, kan, kalo pak Dika itu sudah punya istri, kalo ada yang gosipin kamu sama dia gimana? bisa-bisa image pak Dika tercemar gara-gara kamu." pak Agus sedikit marah
"Maaf pak, Dika itu temen SMA aku, aku emang menyukai nya pak, dari SMA." jawab Lila sedikit takut sama papanya yang marah
Kemudian pesanan pun datang.
Singkat cerita
Merekapun telah selesai makannya dan kembali lagi di perusahaan nya
"Papa harap kamu sudahi, mempunyai perasaan sama pak Dikanya, papa tidak ingin kamu di cap perebut suami orang." pak Agus menasihati anaknya di dalam ruangan nya
"Iya, pa." Jawab Lila sebenarnya emang pengen memiliki Dika
"Maaf, pa. Aku sangat mencintai Dika, aku tetap akan membuat Dika menjadi milikku." Batin Lila
"Lila minta tolong, panggilin Zaki ke sini." Pinta pak Agus mau merencanakan sesuatu
"Baik, pa." Lila pun membuka pintu menuju ruangan Zaki, 5 menit kemudian ia sampai di ruangan Zaki lalu mengetuk pintu
Tok
Tok
Tok
Lila mengetuk pintu dan membukanya, kemudian masuk tanpa menunggu Zaki memper silahkan masuk.
"Kamu kok masih manggil saya copet? Apa kamu pengen aku laporin ke polisi karna pencemaran nama baik."
"Apaa? lapor polisi, silahkan, hah. gue nggak takut." Jawab Lila tidak merasa bersalah
Zaki hanya diam, lalu menuju ruangan pak Agus
Skip cerita
sekarang Zaki lagi bimbang memikirkan tentang permintaan pak Agus yang memintanya untuk menikahi putrinya, agar Lila bisa melupakan Dika.
Zakipun pulang dan curhat ke orang tuanya.
"Bapa, saya mau membicarakan sesuatu sama bapa." ucap Zaki duduk di ruangan depan bersama pak Fauzan
"Mau bicara apa, Zaki.?" tanya pak Fauzan
"Bapa, saya di suruh menikah dengan anaknya pak Agus bos saya, bagaimana menurut bapa?." Zaki meminta pendapat
"perasaan kamu bagaimana? apa kamu suka sama putrinya bapak Agusnya, terus orang nya gimana? baik apa tidak?" tanya pak Fauzan menyelidik.
"Orang nya kurang baik pak, terus manja lagi, tapi pak Agus meminta saya untuk menikahinya itu, katanya berharap agar putrinya bisa berubah menjadi baik, kalo misalkan dia tidak berubah saya boleh menceraikan nya. " Zaki menjelaskan
"Saya belum ngasih jawaban ke pak Agusnya. saya kepikiran kalo saya menolaknya takut penyakit jantung nya kambuh gara-gara saya." Zaki bingung
__ADS_1
"Ya sudah, Zaki kalo gitu terima saja, semoga saja putri pak Agus berubah." ujar pak Fauzan.
Di rumah Lila, pak agus sedang memberi tahu kan kepada putrinya tentang perjodohan dengan Asisten nya.
"Lila, papa mau ngomong sama kamu, papa sudah memesan mobilnya yang kamu inginkan, besok tinggal pilih aja."
"Serius pa, berarti besok kerjanya libur dong. kan, mau milih mobil." Lila yang perasaannya bahagia karna permintaannya di turuti.
"Ngga boleh libur, kamu baru kerja masa libur, o.iya papa sudah bicara sama Zaki, papa mau, kamu menikah dengan Zaki."
"Apa pa?? Aku menikah dengan Copet itu, nggak pa, aku nggak mau, aku juga nggak mau di jodohin, aku mau menikah dengan pilihanku sendiri." Lila yang terkejut
"Tidak, kamu harus mau, kalo tidak mau, fasilitas yang papa berikan buat kamu, akan papa ambil kembali."
"Papa gitu banget sih, aku nggak cinta sama Zaki pa, dia juga nggak suka sama aku, pokoknya aku nggak mau."Lila agak kesal dengan permintaan papanya.
"Lila, papa mohon sama kamu nak, Zaki itu orang nya baik, kalo tidak mau, silahkan terserah kamu, pokoknya papa akan ambil fasilitas kamu dan papa tidak ingin menganggap kamu sebagai anak papa lagi."pak Agus yang sedikit kecewa
"Iiih, papa nyebelin banget sih, pokoknya aku nggak mau, dari pada aku menikah sama cowok itu, lebih baik aku pergi dari rumah ini."
kemudian Lila berkemas memasukan pakaiannya kedalam koper,
Lila pun pergi dari rumah.
"Lila tunggu,,! kamu mau kemana, Nak.?" pak Agus bediri di pintu melihat putrinya membawa koper berisi pakaiannya
Lila terus melnjutkan jalannya lalu masul ke dalam mobil kemudian melajukannya.
Jantung pak Agus kumat melihat anak satu-satunya pergi.
ARTnya membawanya ke rumah Sakit dan menelpon Zaki kemudian Zaki langsung datang k rumah sakit
Singkat cerita
Zaki sudah sampai di rumah Sakit.
"Pak, gimana keadaannya pak Agus?" tanya Zaki ke ART
"Masih belum sadar, pak minta tolong, cariin putrinya ya, ini semua gara-gara putrinya pergi, makannya pak agus jantungnya kambuh." ARTnya yang tadi mendengar pembicaraan antara pak agus dan Lila
"Apa !, Lila pergi, pergi kemana pak?." Zaki terkejut
"Iya, dia pergi. saya juga tidak tahu perginya ke mana, saya denger dia tidak mau di jodohkan makanya dia pergi." jawab pak ART
" bapa, punya nomor telepon Lila?"
"Punya pak, ini nomor telepon nya" pak ART menyebutkan nomornya
Lalu Zakipun mencari Lila.
Bersambung
__ADS_1