
Malampun tiba, setelah menikah dengan sederhana atas permintaan Lila, karna ini pernikahan yang mereka inginkan jadi memilih menikah yang sederhana.
Mereka sudah masuk kamar yang seharusnya ini malam yang indah. karna malam pengantin baru tetapi mereka masih memilih tidur terpisah, terutama Lila yang sangat menentang tidak ingin tidur bersama Zaki yang sudah menjadi suaminya tersebut.
"Eh Zaki, meskipun gue menikah dengan lu, gue nggak mau menjalankan tugas sebagai istri lu, dan gue juga nggak mau tidur bareng dengan lu, gue tu nikah mau menikah dengan lu tu, karna terpaksa, sampai kapan pun gue nggak akan cinta sama lu, sebaiknya lu tidur di sana aja." Lila yang sedang membersihkan riasannya dan sedikit emosi, karna pernikahannya tersebut dan tangannya menunjuk ke sofa.
"Terserah kamu Lila, lagian siapa yang ingin tidur denganmu, terus satu hal lagi, gue juga terpaksa." jawab Zaki, melepaskan pakaian mau masuk kamar mandi ingin membersihkan diri, lelah setelah seharian menjadi pengantin.
"iiih..nyebelin, pokoknya gue akan membuat lu menyesal karna lu udah menikahi gue, dan gue tau, lu tu nikahin gue agar posisi lu naik kan, di perusahaan papa gue, atau lu ingin menguasai perusahaan papa, iya 'kan?" Lila menuduh Zaki
"Stoop, kamu berisik banget, ini sudah malam, kamu jangan berisik, jika papa kamu dengar, karna bicaramu yang ngaco, nanti beliau marah sama kamu gimana hah?" Zaki sedikit kesal atas tuduhannya
"yang jelas tuduhan kamu tu nggak bener, saya menikah sama kamu karna papa kamu yang minta." imbu Zaki
Di luar pak Agus mendengar percakapan mereka, pak Agus mau mengajak mereka makan malam.
Tok
Tok
Tok
Pak Agus mengetuk pintu. Lalu Zaki membukanya yang sudah memakai Handuk.
Pak Aguspun masuk.
"Maaf pak, saya mau mandi." Zaki merasa nggak enak karna memakai handuk doang.
"Tidak apa-apa Zaki,"
" kalian sedang berantem ya, papa denger tadi kamu bicara yang tidak-tidak kepada suamimu, kamu jangan sembarangan bicaranya ke suami kamu, apa yang kamu katakan itu tidak benar, papa tau kalian menikah bukan karna saling mencintai, tapi papa berharap suatu saat kalian saling mencintai. papa yakin, Zaki orang baik, jadi kamu harus taat sama suami kamu, paham Lila." Seru pak Agus dan menasihati putrinya
"Iya, pa." jawab Lila singkat
"O.iya papa kesini mau manggil kalian untuk makan, pasti kalian lapar, buruan gih ganti bajunya papa tunggu di ruang makan." seru pak Agus yang tidak ingin menyuruh ART untuk memanggil mereka, karna ingin melihat keadaannya takut putrinya membuat ulah terhadap suaminya.
"Baik pak, saya mau mandi dulu" jawab Zaki kemudian masuk kamar mandi
Singkat cerita
3 hari kemudian mereka masuk kerja kembali.
Mereka sedang sarapan
"Lila, papa pinjam mobil kamu ya, soalnya mobil papa mau di servis sama supir papa, terus nanti siang papa mau bertemu sama klien papa " pinta pak Agus yang pura-pura meminjam mobilnya rusak.
"Kenapa nggak mobil Zaki aja pa, " jawab Lila
"Tidak, papa pengennya mobil kamu, kamu berangkat bareng suamimu saja, kalian suami istri, jadi harus berangkat bareng" Ucap pak Agus yang sengaja mau membuat mereka, agar semakin dekat.
"Tapi pa, aku ngga mau, aku naik taksi online aja ah," jawab Lila
__ADS_1
"Sudah, pokoknya kamu harus mau"ucap pak Agus yang sudah selesai sarapannya.
"Ihh papa kok maksa banget sih, pagi-pagi sudah bikin bad mood" gumam Lila
Zaki hanya diam dan sudah selesai juga sarapannya
"Ayo berangkat." ajak pak agus
"Papa duluan aja, aku mau ke kamar mandi" Lila ngeles yang sebenarnya tidak ingin bareng Zaki
"Ya sudah, cepetan sana papa tungguin." jawab pa Agus yang ingin melihat anaknya berangkat bareng suaminya
"Aku ingin BAB pa, nanti papa telat" jawab Lila
"Ya nggak apa-apa , kan itu perusahaan papa"
"Iiiih papa nyebelin" grutu Lila pura-pura masuk kamar mandi
3 menit Kemudian mereka berangkat.
Ketika di pertengahan jalan setelah mengisi bensin, Lila, minta turun ia tidak ingin semobil dengan suaminya tersebut.
"Zaki berhenti, gue mau turun di sini aja, gue nggak mau semobil dengan lu." ucap Lila
"Ihh.. kamu berisik banget sih, ganggu konsentrasi saya menyetir aja." jawab Zaki
"Iiih..pokoknya gue pengen turun, sekarang." Lila suaranya meninggi
"Udah lu, nggak usah pedulin gue, gue mau naik apa kek, bukan urusan lu, pokoknya turunin gue, kalo nggak gue mau loncat." Lila yang sedikit kesal.
"Dasar ne cewe, pagi-pagi sudah bikin kesal, kalo papanya marah gimana?" grutu Zaki
Zakipun memberhentikan mobilnya, dan lila turun kemudian hujannya lumayan deras, lila sudah memesan taxi online tapi belum juga datang, Lila terus jalan, pakaiannya sampai basah sementara Zaki melajukan mobil dengan pelan siapa tau istrinya berubah pikiran ingin naik lagi.
"Eh, cewe aneh cepetan naik, kamu mau hujan-hujanan.?" tanyanya sambil membuka kaca mobilnya
Lila hanya diam dan melanjutkan jalannya karna Lila jalannya sembari emosi dan cepat, lalu kakinya keseleo kemudian terjatuh.
Brruuk
"Aww..." lila kesakitan
Zaki semakin geram.melihatnya lalu Zakipun turun dari mobilnya mendekati Lila lalu mengulurkan tangan ke istrinya membantunya untuk bangun.
"Gue, bisa berdiri sendiri." Lila menolaknya lalu iapun mencoba berdiri tapi tidak bisa, karna kakinya cideranya lumayan parah
"Dasar kamu ini, sedang susah aja belagu, keras kepala banget." Zakipun menggendongnya lalu memasukannya ke dalam mobil
"Kita, ke rumah sakit aja, ga mungkin, kan, kamu ke kantor dengan baju kamu yang basah dan bau, dan gara-gara kamu juga baju saya jadi ikutan basah setelah itu kita pulang saja, nanti saya hubungin papa, kalo kita nggak bisa ke sana." Zaki melajukan mobilnya menuju rumah Sakit
Lila hanya diam dan termenung
__ADS_1
"Niatnya ingin menjauh darinya, eh malah jadi kaya gini" Gumam Lila di hati
Singkat cerita
setelah ke rumah sakit, mereka pulang kemudian mereka pun telah sampai di rumah.
Lila bersikeras ingin jalan sendiri tapi kakinya masih terasa sakit.
"Sudah jangan di paksakan, nanti, kalo kaki kamu tambah parah gimana, kamu ingin di amputasi!?" Zaki tersenyum melihat tingkah Lila lalu membantunya untuk berjalan
"Ini semua gara-gara lu tau, sejak gue kenal lu, hidup gue jadi kaya gini"lila yang sambil meringis menahan sakit.
"Ni cewe emang bener-bener aneh, tidak tau berterima kasih" grutu Zaki
Mereka telah sampai di rumah dan sudah masuk.
4 Hari kemudian kaki Lila telah sembuh dan kembali berkerja, papanya mau keluar kota, jadi sekarang Lila merasa bebas.
"Papa, hati-hati ya di sananya, jangan lupa makan, terus papa jaga kesehatan." ucap Lila memeluk papanya yang mau berangkat
"kamu juga, nurut ya sama suami kamu, kamu jangan menyusahkannya terus, dan papa mau kalian akur jangan berantem mulu" ucap pak menasihati putrinya
"Zaki, papa berangkat, papa titip perusahaan dan Lila ya, semoga Lila tidak membuat ulah." imbuh pak Agus bicara ke menantunya
"baik pak, Aamiin , hati-hati di jalan" jawab Zaki
kemudian pak aguspun berangkat.
malam naik pesawat.
kembali ke Riky dan Santi. mereka sudah saling mencintai.
Riky, sedang merasa khawatir setelah di hubungi istrinya yang tiba-tiba mual dan muntah waktu itu menunjukan jam 13:00. Kemudian Rikypun meminta izin melihat keadaan istrinya.
"pak Dika, maaf saya mau izin pulang sekarang, istri saya sakit "
"Mba santi sakit apa rik?" Dika terkejut
"katanya sih pusing terus muntah muntah gitu."
" o ..ya sudah, kalo gitu kamu pulang aja, sebaiknya sebaiknya langsung di bawa ke rumah sakit aja" Dika yang juga khawatir.
Rikypun akhirnya pulang dan ingi membawa isrinya ke rumah Sakit.
"Sayang, ayo kita ke rumah Sakit" ajak Riky melihat istrinya yang sedang mual dan terlihat lemas
"Tidak usah, paling ini cuma masuk angin aja kok, biasanya aku tu kalo masuk angin di kerokin, kamu bisa kan," Santi yang tidak ingin ke rumah Sakit.
"Bisa sih, dulu pernah lihat mama ngerokin papa, ya sudah sini saya kerokin"
Bersambung
__ADS_1