
Pukul 17:00 Dika belum juga pulang, dan diana kepikiran takut dika nanti pulang malam terus mabuk-mabukan, kemudian diana mencarinya soalnya ponsel dika juga ketinggalan .
"kenapa ponselmu tidak di bawa sih,? apa kamu sengaja biar mainnya tidak di ganggu " grutu diana
"apa saya harus mencarinya keluar?, kamu itu menyebalkan banget sih mentang-mentang orang tuanya lagi ngga ada malah bebas gitu mainnya" diana merasa khawatir kemudian diana mencarinya keluar
"bi ela saya mau mencari dika dulu ya" ucap diana
"iya nak diana, hati-hati ya" jawab bi ela
kemudian diana keluar mencari suaminya
menyusul di gor ternyata dika sudah ngga ada.
sementara diana mencari dika kesana kemari
dika yang sedang asik nongkrong di kafe tadinya emang dika sudah ingin pulang tapi temannya menahannya karna sejak menikah dika ngga ngumpul bareng mereka..
"aduh sudah jam 5 sore, gue cabut dulu ya bro" dika melihat jam tangannya.
"nanti aja sih dika, baru juga jam 5 " ucap Efan
"iya lu buru-buru amat sih, lu kan udah lama nggga ikut nongkrong bareng kita" sambung Riky
"iya dika nanti dulu sih gue masih kangen sama kamu tau" sambung lila
lia hanya diam saja dan merasa enek melihat tingkah lila yang kecntilan duduknya deket dika dan memegang lengan tangan dika meskipun dika sudah berusaha melepaskan tangan lila tetep aja lila terus berusaha memegang lengannya
Dika merasa ngga enak sama teman-temannya dan duduk kembali menghabiskan kopinya dan makanan ringannya.
Diana terus mencari dika mengendarai motor matic.
"kamu di mana sih dika katanya main futsal, kenapa ngga ada di dalam gornya terus kamu dimana?" diana ngomong sendiri sambil mengendarai motornya
lalu diana kepikiran biasanya anak muda suka nongkrong di bar atau di kafe, diana ngga berani masuk ke dalam bar hanya liat di parkirannya saja ternyata tidak ada motor dika yang terparkir, kemudian diana mencari di kafe-kafe
ternyata di salah satu kafe ada motor dika yang terparkir kemudian diana masuk ke dalan kafe
di dalam kafe dika sudah ingin pulang waktu itu sudah jam setengah 6 mau maghrib Teman-temanya juga mau pulang, lalu mereka bangun dari tempat duduknya lia yang mau ke toilet dulu, ketika sedang jalan kakinya terselandung kaki lila, yang kebetulan di hadapannya ada dika yang sedang berdiri mau bergegas pulang lalu lia tidak sengaja memeluk dika karna terselandung itu lia menimpa Dika dan memeluknya takut terjatuh
ketika diana masuk pas banget diana melihat dika dan lia dari jauh sedang berepelukan yang tidak di sengaja itu
teman-teman Dika melihat diana
__ADS_1
"lihat cewe itu siapa? kok ngelihatin kita kaya gitu" tanya Riky yang melihat diana dekat dengan pintu keluar yang mukanya marah tapi terlihat cantiknya ngga hilang
dika melihat ke arah diana, terkejut
"Diana?! kenapa dia bisa ada di sini? " dika terkejut dan melepaskan pelukan lia
Diana bergegas langsung pergi lari dan langsung mengendarai motornya itu
dika mengejar diana tapi diana terlalu Cepat dan langsung
mengendarai motor.
teman-teman Dika masih di parkiran
"Ternyata istri dika cantik banget ya" ucap Riky
"iya tadi saya melihat sekilas doang" jawab Efan
"biasa aja sih kalo menurut gue mah" sambung lila kesal dan cemburu, karna emang cantikan diana
sementara lia perasaannya senang soalnya tadi diana melihat dirinya sedang berpelukan dengan dika walaupun tidak di sengaja.
kemudian merekapun pulang
dika masih mencari diana dan pulang ke rumah karna dika berfikir kalo diana mungkin pulang dan sudah nyampe rumah
sementara diana juga yang sedang mengendarai motornya sambil menangis,
"harusnya aku nggak usah mencarinya,aku tu emang bo**h sudah taunya dika itu masih mencintai mantannya, aku ngga boleh mengharapkannya untuk mencintaiku" batin diana menangis
Diana berhenti di mushola untuk shalat mahgrib
sementara dika sudah nyampe di rumahnya bertanya kepada bi ela
"bi ela diana belum pulang?" tanya dika
"belum...sejak mencari nak dika tadi, berarti nak diana belum menemukan nak dika ya..kasihan banget nak diana" bi ela merasa khawatir terhadap diana
"tadi sudah ketemu saya bi...tapi diana pulang duluan, kiraen saya diana sudah nyampe rumah" jawab dika yang juga khawatir
kemudian dika menghubungi diana ternyata nomor diana tidak aktif
"diana kamu di mana? harusnya saya pulangnya dari tadi, mungkin diana ngga mencari saya, mungkin nggak terjadi salah paham kaya gini"dika merasa bersalah da
__ADS_1
selesai shalat diana mau pulang tiba-tiba perut diana merasa ngga enak.
"haduuuhh... perut saya sakit banget, kenapa ya? apa masuk angin kali ya" gumam diana
kemudian diana membeli obat masuk angin, karna apotiknya jauh, jadi diana beli di mini market yang di depan mini marketnya ada tempat duduknya, lalu diana duduk untuk minum obat.
di mini market ada irfan yang habis beli sesuatu irfan melihat Diana yang sedang duduk seperti kesakitan dan irfan mengahampiri diana
"diana kamu lagi ngapain di sini?" tanya irfan
"lagi duduk" jawab diana
"kenapa muka kamu pucat sekali, kamu lagi sakit? mana suami kamu?" tanya irfan menyelidik
"iya ini perut saya sakit banget" jawab diana sambil menahahan sakitnya
"ya sudah ayo saya anterin kamu ke rumah sakit ! "irfan mengajak diana
"nggak usah ka irfan, saya minta tolong saja, ponsel saya habis batrainya, minta tolong hubungi adik saya zaki" pinta diana
"beneran ngga papa? ya sudah sini nomornya mana? "tanya irfan
diana menyebutkan nomor zaki kemudian irfan meneleponnya
kebetulan zaki sedang main nggak jauh dari tempat diana
derrrt...ponsel zaki bergetar irfan menelepon
lalu zaki melihat ponselnya dan mengangkat teleponnya
"haloo..ini siapa? " tanya zaki
"saya irfan, ini kaka kamu mau ngomong "irfan menyodorkan ponselnya ke diana
"haloo. .zaki kaka minta tolong jemput kaka sekarng kaka perutnya sakit banget nih" ucap diana
"kaka lagi di mana? tanya zaki
"kaka lagi di depan minimaraket deket mushola *******
"ya sudah ka saya jemput ya"ucap zaki
"iya buruan ya, kaka nggak tahan perutnya sakit banget" jawab diana
__ADS_1
"iya ka" zaki menutup teleponnya
Bersambung