
Riky masih di rumah Santi, masih terus berusaha ingin menikah dengan Santi, tidak peduli dengan usia Santi yang lebih tua darinya
Karna berisik kaka Santi, laki-laki bernama Andre dan istrinya bernama Kenia yang sedang tidur di dalam kamarnya kebangun.
"Mas, di luar kok rame banget ya" Kenia mengucek matanya yang masih ngantuk
"Iya,ya. kaya ada tamu aku mau lihat dulu ya..tapi kenapa jam segini tamunya"ucap Andre bingung, lalu bangun ingin keluar
" mas, aku ikut" Sahut kenia lalu bangun dan mengikuti suaminya di belakang
di ruangan depan Riky masih terus memohon
"pak saya serius menyukai anak bapak, tolong terima saya menjadi menantu bapak"Riky dengan muka yang memelas
Sementara Andre dan istrinya bingung melihat Riky.
"Apa? kamu mau jadi menantu bapa, Santi kamu pacaran sama pemuda ini? Tanyanya melirik Santi dan terkejut karna Riky lebih muda dari adiknya
" nggak kak, aku baru saja mengenalnya" jawabnya
"Terus kenapa? ini orang ingin jadi suami kamu?" tanya Kenia dan juga terkejut melihat Riky
"Entahlah ka, saya juga bingung" jawab Santi
"Ya sudah ah aku lelah, aku ingin tidur pak," Santi menuju kamarnya tidak peduli sama Riky yang belum pulang
__ADS_1
"Pak saya ngga akan pulang, kalo bapa belum menerima saya"
"Gimana Santi apa kamu mau Nak, kasihan pemuda ini dari tadi memohon" pak Wildan akhirnya tidak tega sama Riky
"Nggak pa, saya ngga mau menikah sama bocah" sahut Santi mau masuk kamar tidak jadi
"Sudah Santi terima aja, kamu sudah dewasa" seru kaka nya...
"Apa sih kaka itu, baru bangun, baru lihat asal ngomong aja, mending kaka lanjutin tidur lagi"Santi ngerocos , takut papanya berubah pikiran
"Yes,,! Ada dukungan semoga di terima" Riky ngomong di hati
"Orang berisik banget gimana mau tidur, sudah cepetan terima saja, biar cepet pulang tu bocah. kaka ngantuk banget" Andre yang tidak peduli perasaan Adiknya
"Ya sudah bapa terima ya, lagian pemuda ini kayaknya baik, buktinya dia menolong kamu, dan kamu juga sudah dewasa, kamu mau kapan lagi menikahnya?" papanya takut santi ke-enakan melajang dan ngga mau punya suami.
"Sudah kamu jangan membantah, pokoknya papa sudah menerimanya" ucapnya dengan nanda tegas
"Ya sudah sekarang kamu pulang ya, ini sudah malam orang tua kamu juga pasti nyariin, Kan? besok boleh kesini lagi, bersama orang tua kamu kalo orang tua kamu setuju, bapa juga setuju" Sebenarnya pak Wildan tidak ingin memaksa putrinya tapi karna melihat Anaknya yang sudah dewasa jadi terpaksa menerimanya
Santi hanya Diam bingung mau ngomong apa lagi, karna Santi tidak ingin membantah orang tua dan takut penyakit bapanya kambuh, bapaknya mengidap sakit darah tinggi sudah lumayan lama sedangkan ibu santi sudah meninggal sejak Santi masih sekolah kelas 2 SMA
"Terima kasih ya pak, in syaa Allah, besok saya ke sini bersama orang tua saya, in syaa Allah orang tua saya setuju" Riky yang penuh dengan keyakinan
Riky pun pulang pamitan bersalaman
__ADS_1
Singkat cerita orang tua Riky setuju setelah melihat Santi
"Diana tolong aku" Santi mengirim pesan Wa
Sementara Diana lagi sibuk dengan rumah barunya, setelah Resepsi pernikahannya belum sempat melihat ponselnya.
"Sayang sudah dong beres-beresnya nanti kamu kecapean, Kan, ada bi Siti yang beresin" Dika baru saja bangun tidur yang tadinya sudah bangun terus tidur lagi karna kelelahan
"Ini tanggung bentar lagi mau selesai,.kamu mau bikin kopi ngga, mandi dulu gih, tadi belum mandi Kan?" Diana merapihkan bagian atas ARTnya bagian bawah .
"Nanti aja bikin kopinya, gimana kalo kita mandi bareng sayang, di kolam renang, mubazir loh itu kolam tidak di pake-pake, tau ngga saya tu sengaja beli rumah ada kolam renangnya di lantai atas, terus beratap kaca dan dinding kaca yang tidak bisa di lihat dari luar, agar bisa mandi berduaan sama kamu sayang "ajak Dika memeluk istrinya dari belakang
"Oh..jadi gitu...dasar mesum, Ya udah ayo" Diana memenuhi permintaan suaminya
"Ah..... sayang,jangan ngatain saya mesum terus dong, kalo mesum sama istri ngga papa,kan?"
"iya harusnya juga sama istrinya, ya udah saya mau ganti pakaian dulu ya, masa mandi kaya gini" Diana pake baju daster kalo di dalam rumah
"Ngga usah pake baju lah, kan kita berdua doang tenang aja nggak ada yang liat kok" Dika yang sudah ngga sabar
"Kan, ada bi siti" Diana takut bi siti melihatnya
"Kita tutup pintunya sayang, ayo dong cepetan, bawa handuk aja ya" Dika menuju kamar mau mengambil handuk dan Diana di belakangnya
"Dika saya ngga bisa renang tau, ngga dalam, kan, kolamnya"tanya Diana dengan perasaan takut tenggelam
__ADS_1
"2 meter sayang, ya sudah nanti saya ajarin ya" Dika melepas pakaiannya dan hanya memakai handuk dan bokser aja
Bersambung