
Masih di kantin
"Dika kamu jangan diam aja dong ! apa yang di katakan desi itu..Tidak benar kan?" tanya lila
"Kalian berisik sekali sih ! bikin ngga nafsu makan aja ! mau saya sudah menikah atau belum, itu bukan urusan kalian!" ucap Dika lalu pergi meninggalkan kantin dan menuju ke kelas
"Dasar mulut ember si Desi itu, kenapa ngomongnya pas banyak orang sih ! Jadi ketauan kan! " gumam dika di hati sudah masuk ke dalam kelas dan Dika duduk
Kemudian salah satu guru mendengar bahwa Dika sudah menikah, lalu Dika di panggil ke kantor
Skip aja lah
Yang jelas Dika di maafkan karna tanggung 3 bulan lagi mau ujian.
Di rumah sakit pak surya menghubungi diana untuk datang ke rumah sakit lewat pesan WA
"Diana papa minta tolong kamu ke sini ya, tapi nanti kalo dika sudah pulang sekolahnya ya" pesan pak surya ke diana
"Baik pa" balas diana yang sedang duduk di balkon deket jendela kamar barunya yang ada tanaman bunganya.
"Bunganya bagus banget wangi lagi" diana ngomong sendiri lirih mencium bunga sambil mengambil duan kering.
Dika di parkiran mau pulang.
"Dika kamu belum menjawab pertanyaan aku tadi ! kamu beneran sudah menikah" tanya lia sambil menarik dika untuk duduk dulu
"iya, saya sudah menikah makanya saya tidak akan bisa melamar kamu nanti" jawab dika duduk di samping lia
"kamu tega banget sih sama aku, aku masih mencintai kamu dika" Lia merasa di khianati Dika
"kan kamu yang mutusin aku, kenapa kamu yang bilang tega ke aku,! Sudah ya saya mau pulang"ucap dika jalan ke parkiran lagi
" pokoknya aku akan nungguin kamu Dika, dan aku akan buat kamu balik lagi dengan aku"gumam lia di hati sambil nangis
Dika pun pulang, dan akhirnya nyampe rumah.
"Bi ela Diana mana" tanya dika yang masih belum ganti bajunya
"Tadi bibi liat di kamar nak Dika" jawab bi Ela
__ADS_1
Kemudian Dika masuk kamar
"Katanya di kamar kok ngga ada sih" dika mencari Diana lalu melihat pintu kaca yang terbuka
"Oh ternyata Dia ada di sana" Dika ngomong sendiri lalu keluar mendekati Diana
"Kamu lagi ngapain panas-panas Disini? " tanya Dika
"Lagi Lihat-lihat, di sini indah banget liat pemandangannya, terus bunga nya bagus banget" jawab Diana yang ngga jadi ngediemin Dika karna Tidak tega
"Itu dapat mama yang nanem" ucap Dika
"kamu baru pulang? Makan dulu gih.. papa menyuruh kita ke rumah sakit"
"Besok mama udah boleh pulang kan?" tanya Dika
"iya katanya sih gitu, makanya kamu jangan buat gara-gara lagi biar mama ngga stres mikirin kamu " jawab diana menasihati Dika
"Iya, iya ! Buruan siapin makannya saya laper banget" Dika menyuruh Diana
"Iya, ayo saya siapin, kamu ganti baju dulu gih" jawb diana sambil berjalan masuk kamar, lalu keluar kamar pintu utama menuju lantai bawah dan kemudian sampai di dapur lalu dika menyusulnya setelah ganti baju.
" iya, di bantuin bi Ela" jawab Diana
Kemudian Dika menyantapnya dengann lahap
"Masakannya Diana enak juga ya" dika ngomong di hati
sementara diana ngeliatin suaminya makan dengan lahap
"syukurlah kalo kamu suka masakannya" Diana juga ngomong di hati
"kamu ngga makan" tanya Dika
"iya ini mau makan," Diana pun makan
"cepetan makannya katanya papa lagi nungguin " seru Dika
tiba-tiba Dika ingat kejadian ci**umannya semalam
__ADS_1
"saya minta maaf untuk kejadian semalam, saya khilaf" ujar Dika
"oh ..jadi karna khilaf doang gitu.? "
"ya wajar dong saya kan cowo normal، terus masih muda lagi!" sahut dika.
"jadi saya cuma pelempiasan nafsu kamu gitu"tanya diana.
"lagian kan, kamu istri saya, ya terserah sayalah mau ngapain-ngapain kamu juga boleh" Dika ngga merasa bersalah
"tapi saya maunya kalo kamu sudah.. " diana tidak jadi mengungkapkannya.
"aku tu pengen kamu melakukan itu dengan rasa cinta dika" batin diana
"sudah apa" tanya dika penasaran
"kamu masih sekolah, lebih baik kamu fokus sama ujian kamu dulu" ucap diana mengalihkan pembicaraan
kemudian mereka telah selesai makannya
"ya sudah saya mau siap-siap ya"diana sambil meletakn piring bekas di wastafel
"iya" jawab Dika
sementara ponsel dika ada pesan masuk
"dika aku ingin ketemu sama kamu " pesan lia
"nggak bisa aku mau ke rumah sakit " balas Dika
"ya sudah kalo ngga bisa mah, ngga papa"balas lia
"oh jadi dia mau ke rumah sakit, aku ingin ikutin dia ah, penasaran istrinya gimana sih,paling juga istrinya sengaja ngajak tidur bareng dika biar di nikahin Dika, pokoknya aku tidak akan biarkan kamu miliki dika, dika tu cintanya cuma sama aku" lia ngomong sendiri merencanakan sesuatu.
Bersambung
maaf banget dalam penulisannya dan bahasanya masih acak ya
...****...
__ADS_1