Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Cindy sakit


__ADS_3

Pada malam hari, Yoshua melihat kedua istri dan anaknya telah tertidur pulas, dia menutup pintu kamar dengan ringan.


Setelah berbaring telentang di kasur, ponselnya tiba-tiba berkedip.


Setelah dia periksa, itu adalah pemberitahuan transfer uang sebanyak 30 juta dari Carissa terkait insiden waktu sore hari, kemudian dia mentransfer kembali uang itu kepada Carissa.


Carissa hanya seorang pelajar SMA kelas 3, meskipun kondisi keuangan di keluarga neneknya memang bagus. Tapi, semua biaya hidupnya harus meminta dari kedua orang tua yang sekarang tidak memiliki banyak sumber penghasilan. Saat ini, Yoshua bergelimang harta berjumlah triliunan yang dia dapatkan dari pembagian harta waktu itu, dia tidak akan peduli dengan uang 30 juta itu.


"Kak, apa maksudnya ini?" tanya Carissa melalui chat.


Yoshua membalas, "Uang ini buat kamu pakai saja deh!"


Carissa mentransfer kembali 30 juta itu lagi, dengan isi chat, "Aku tidak mau pakai uangmu. Kamu punya tanggungan hutang gede 2 miliar, juga kontrak mati bekerja 10 tahun, ujung-ujungnya harus repotin kakakku buat jagain kamu lagi. "


Adik ipar ini, walaupun biasanya sering sekali dengan sengaja menyulitkan dirinya, ingin memisahkan dia dengan kakaknya dengan berbagai jurus dan cara, tetapi, saat dirinya dipermalukan di depan orang lain, Carissa selalu bisa membelanya. Jadi, dia tahu sebenarnya hati Carissa tidaklah jahat, "miskin" lah yang menjadi pemicu dari banyak keributan.


Dia melihat Carissa bersikeras tidak mau terima uangnya, dia mengirimkan chat lagi, "Cars, kelak kalau ada masalah apa-apa, kamu kasih tau ya, aku tak akan biarkan orang lain menindasmu."


"Jangan kira aku bersikap baik sedikit saja, maka akan kuakui kamu. Aku tau kamu sama kakakku itu pernikahan tanpa hubungan suami istri. Dari pada kalian menderita bersama, lebih baik cepat berpisah. Dan juga, tunggu aku tamat sekolah nanti, aku akan pergi cari uang tuk besarkan Yessy bersama kakakku, kamu lebih baik ninggalin kami sejauh mungkin."


Yoshua memikirkan banyak hal setelah itu, dan akhirnya terlelap pulas sampai pagi.


Esoknya, pagi-pagi sekali dia sudah bangun untuk siapkan makanan. Di rumah itu, Cindy yang mengurus pekerjaan yang di luar, dan dia yang mengurus rumah, makanya dia mendapatkan julukan "Ayah rumah tangga."


Mau bagaimana lagi, dulu bertekad meninggalkan rumah karena kemarahannya terhadap "kematian" Ibunya. Dia pergi ke Kota untuk menggantungkan hidupnya pada kakeknya Cindy, baru kemudian dia masuk ke keluarga Bonardi, setelah kematian kakek Cindy, tidak ada orang lagi yang tau tentang identitas aslinya.


Selama ini dia amat kesal, tak sudi untuk menghubungi Ayahnya, dia hanya bisa menjalani hidupnya sebagai menantu yang tinggal di rumah istri. Sebagai menantu seperti itu, banyak yang tidak menyenangi kesibukannya yang sepanjang hari mengurus anak di rumah. Dia sudah berpikiran terbuka, terserah orang lain mau memanggilnya dengan sebutan apapun. Dia bisa sebebasnya menjadi diri sendiri, mau jadi manusia sampah atau yang lainnya, dia memegang kebebasan seutuhnya.


Selesai memasak, Yoshua pergi membangunkan Cindy dan Yessy.


Yessy berteriak pada Yoshua, "Ayah..! Ibu sakit....!"


Yoshua segera menghampiri mereka ke kasur, melihat wajahnya Cindy putih pucat, tangannya memegang bagian perutnya.

__ADS_1


"Cin...Kamu kenapa?"


"Entahlah! Perutku terasa sakit dan mual, tadi tengah malam aku muntah sekali. " Jawab Cindy yang terlihat tidak nyaman.


Yoshua tiba-tiba teringat hari ini adalah akhir pekan, Carissa lagi libur. Dia buru-buru menelepon Carissa dan berkata, "Cars, cepat datang ke sini bantu jagain Yessy dulu. Kakakmu sakit, aku harus segera antar dia ke rumah sakit."


Hal yang paling menyusahkan bagi anak muda yang tidak tinggal bersama orang tua setelah menikah adalah tidak ada yang bisa membantu menjaga anak-anak.


Mendengar itu, Carrisa langsung menurutinya dan akan menuju ke sini dengan taksi.


Dia kasih tahu Carissa kunci rumah ditaroh di bawah karpet di depan pintu.


Setelah telepon ditutup, dia berkata dengan anaknya, "Yessyku sayang, kamu di rumah saja tunggu tante datang ke sini, nanti tante yang antarin kamu ke sekolah ya? Ayah mau antar Ibumu ke rumah sakit."


"Iya, tenang aja Yah! Aku di sini duduk dengan manis tunggu tante datang ya."


Yoshua memeluk Yessy, menciumnya di wajah, segera membantu Cindy mengganti baju.


Yoshua langsung kebut di jalan, membawa istrinya ke rumah sakit swasta terdekat bernama "RS Harapan Bersama."


Yoshua menggendong istrinya menerobos ke dalam rumah sakit, tanpa berhenti terus-terusan berteriak, "Dokter! Dokter...! Cepat, cepat, ini darurat!"


Seorang perawat menghampirinya dan membimbing arah, "Pak, ayo ke sini!"


Yoshua mengikuti perawat itu berjalan ke dalam unit gawat darurat.


Setelah dicek, dokter mengatakan Cindy terkena radang usus buntu akut dan harus dioperasi segera.


Ketika Cindy didorong ke dalam ruang operasi, perasaannya yang was-was itu akhirnya mereda. Tidak diduga, pada makan malam keluarga kemarin, Cindy masih baik-baik saja, sekarang tiba-tiba saja dia jatuh sakit.


Setelah Carissa mengantarkan Yessy ke sekolah, dia menanyakan kabar kakaknya ke Yoshua.


Yoshua kasih tahu Carissa bahwa kakaknya terkena radang usus buntu akut, sudah diantar masuk ke ruang operasi.

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit yang di mana, aku ke sana sekarang!"


"RS Harapan Bersama!"


20 menit kemudian, Carissa sudah sampai di sana.


Carissa barusan sampai saja, kedua mertuanya juga menyusul di belakang. Tak perlu tebak lagi, pasti Carissa yang memberitahukan orang tuanya.


Mega menyalahkan Yoshua dengan nada galak, "Hei Yosh! Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan anak kami, aku tidak akan segan-segan menghabisimu!"


"Ibu! Kenapa Ibu begitu tidak masuk akal? Apa hubungannya sama kakak ipar. Kakak sakit radang usus buntu." Sahut Carissa membela Yoshua.


Mega dengan dingin bersenandung dan berkata, "Apa yang kamu paham? Beberapa waktu yang lalu, kalau bukan karena kakakmu terlalu memusingkan soal gugatan Ciputra kepadanya, gimana dia bisa terjangkit penyakit ini. Ini dicelakai secara tidak langsung sama Yoshua. "


Yoshua tak mengatakan sepatah kata pun, dia berjalan mondar-mandir di koridor dengan tangan terlipat. Dia mengkhawatirkan keselamatan istrinya, mana ada energi ekstra untuk bertengkar dengan ibu mertuanya.


"Duh.. jangan mondar-mandir lagi, membuatku kesal saja!" Mega tampak tidak sabar, dia duduk di kursi di koridor.


Pada saat ini, seorang yang nampaknya seperti kepala perawat datang dan bertanya kepada mereka, "Pak, ada 1 ruangan single yang baru saja dikosongkan, mau ambil kah?"


"Mau.. mau!" Mega berebut menjawab duluan.


"Oke, tolong ikuti saya untuk mengurus administrasi rawat inap dulu."


Yoshua baru saja hendak beranjak, Ibu mertuanya sudah duluan pergi ikut perawat itu.


Tak lama, Mega kembali dengan marah, dia berkata, "Rumah sakit ini keterlaluan.... "


"Kenapa Bu?" tanya Carissa.


Mega menjawab, "Tadi kepala perawat itu dengan jelas bilang ada kamar yang dikosongkan untuk kita, dia ditelepon sama seorang supervisor, terus kasih tau aku kalau kamar kosong itu sudah direservasi sama orang lain. Inikan.. jelas-jelas lagi mengerjai kita bukan?"


Ayah mertua Yoshua yang telah lama terdiam, berbicara dengan nada yang dalam. "Sudahlah, tempat seperti ini juga harus mengandalkan hubungan, dan kita tidak mengenal siapa pun di rs ini."

__ADS_1


__ADS_2