
Di Kantor Kennedy di "Kusuma Group".
Setelah mendengarkan seluruh cerita Cindy, Budiman meminta maaf kepadanya. "Nona Cindy, maaf telah membuat kamu susah! Aku di sini untuk meminta maaf kepadamu atas nama Kusuma Group."
Sebelum tunggu Cindy menjawab, Yoshua yang berada di samping menyilangkan kakinya sambil menyela. "Pak WaPresdir, yang seharusnya meminta maaf aku rasa bukan bapak?"
Budiman adalah orang kepercayaannya Kennedy.
Di perusahaan, selain Kennedy, hanya Budiman yang tahu identitas asli Yoshua.
Sekarang, seluruh cabang perusahaan di 3 provinsi Sumatera adalah milik Yoshua. Terus terang, Yoshua merupakan bos yang sebenarnya, dan Budiman hanyalah orang yang bekerja untuk perusahaannya.
"Tuan Yoshua benar!" Budiman mengalihkan pandangannya ke Dewi dan Marwan, dan berkata dengan tajam kepada mereka. "Ayo segera minta maaf ke Nona Cindy!."
Marwan khawatir tindakannya akan membuat marah Kennedy dan jabatannya akan tidak aman. Dia membungkuk 90 derajat dan meminta maaf kepada Cindy dengan rasa penuh hormat dan tulus. "Nona Cindy, kami buta, aku memohon agar kamu memiliki hati yang besar untuk memaafkan kesalahan, aku Marwan meminta maaf padamu!"
Budiman melihat Dewi menatap Cindy dengan tatapan enggan, tidak mengetahui ada hubungan apa antara keduanya, dia segera mendesak Dewi. "Dew, giliranmu!"
Dewi bersusah payah hingga akhirnya bisa pindah dari perusahaan kecil ke "Kusuma Group" yang sangat terkenal di ibukota provinsi. Dengan tunjangan manfaat yang Kusuma berikan, bukan mimpi untuk bisa mendapatkan gaji tahunan miliaran di sana. Bahkan jika dia memiliki beribu keengganan di hatinya, dia harus menundukkan kepalanya kepada Cindy.
"Cin, maafkan aku! Aku tidak mengerti situasinya dengan jelas, makanya aku berbicara dengan nada keras kepadamu, tolong jangan ambil hati ya."
Cindy adalah orang yang tidak suka mencari masalah. Lagian, mereka berdua pernah menjadi teman sekelas, dia tidak ingin hubungan mereka jadi terlalu canggung nantinya. Sambil tersenyum, dia berkata. "Dew, aku menerima permintaan maafmu! Aku harap kita bisa bekerja sama dengan senang di masa depan." Lalu dia mengulurkan tangannya ke Dewi.
Dewi bersurara "uhmm" dan berjabat tangan dengan Cindy dengan ringan.
Dia melirik Yoshua yang sedang duduk di sofa, Yoshua kebetulan sedang menatapnya dengan mata tajam seperti pisau. Tidak tahu mengapa, dia tiba-tiba merasa suami tidak bergunanya Cindy telah berubah, tatapan mata Yoshua menjadi sangat mengerikan, membuatnya membeku seperti patung es, tubuhnya tidak bisa menahan diri untuk tidak merinding.
Budiman berkata kepada Marwan. "Mar, aku secara resmi umumkan bahwa kamu dipecat dari perusahaan. Kamu dapat pergi ke departemen HRD untuk mengurus pentidakhiran kontrak kerja."
Marwan menjawab dengan ekspresi panik. "Pak, tolong jangan pecat aku. Aku tahu aku salah, juga sudah meminta maaf ke Nona Cindy."
Budiman berkata dengan tajam. "Kamu ingin aku panggilkan satpam ya?"
Marwan tahu betul temperamennya Budiman, dengan cara kerjanya yang tegas dan berani, jika dia mengucapkan 1 kalimat lain lagi, satpam pun akan segera dipanggil ke kantor. Dia berjalan keluar dari kantor seperti ayam jantan yang kalah dalam pertarungan.
__ADS_1
Budiman berkata kepada Dewi. "Kamu juga keluar urusan pekerjaanmu saja, aku akan menandatangani kontrak dengan Nona Cindy. Ingat, desain brosur, iklan luar ruang, dll kedepannya diserahkan ke Perusahaan Desain Kemasan Yezzy."
"Baik, aku mengerti Pak Budi!"
Dewi berjalan keluar dengan kakinya yang ramping sambil meninggalkan suara "Plak, plak" dengan sepatu hak tinggi yang dipakainya.
Yoshua sebenarnya ingin menyuruh Budiman untuk memecat Dewi juga, namun melihat istrinya masih sopan dengan Dewi demi urusan perusahaan, dia tidak jadi bertindak lebih lanjut.
Dalam hatinya sudah memutuskan, jika Dewi memanfaatkan posisi jabatannya untuk menggertak istrinya lagi, dia akan dipecat.
Setelah berhasil menandatangani kontrak, Cindy menunjuk ke nama perusahaan pada kontrak dan bertanya kepada Budiman dengan curiga. "Pak Budi, ini tidak benar! Mengapa Pihak A yang menandatangani bukan Kusuma Group, melainkan adalah Youshu Surya Group?"
"Oh! Jadi begini..! Kusuma Group sudah mengubah namanya menjadi Youshu Surya Group, sudah dijelaskan pada kontrak tambahan terlampir, sah dan memiliki kekuatan hukum yang sama."
Setelah Cindy memeriksa kontrak tambahan, dia merasa lebih tenang, dia bertanya. "Bukannya perusahaan kalian salah satu dari 100 perusahaan teratas di negara ini? Kok tiba-tiba ubah nama ya."
"Cabang perusahaan Kusuma di 3 provinsi Sumatera secara resmi terpisah dari pusat mulai sekarang, dan akan dioperasikan secara independen oleh Youshu Surya Group."
"Oh begitu!"
Cindy sedikit mengernyitkan alisnya, tidak tahu apa yang dia pikirkan.
Kennedy tersenyum dan berkata. "Ayo pergi bersama! Sini ada Pak Budi yang atur, keberadaanku di sini juga tidak dibutuhkan sih. Kamu antar aku pulang dulu, baru antar istrimu lagi."
Yoshua mengerti apa yang dipikirkan Kennedy, mengangguk dan berkata "Oke!".
Dalam perjalanan mengantar Kennedy pulang. Seperti yang terduga, Cindy berbicara kepada Kennedy. "Pak, terima kasih ya udah duluan bayarin gajinya Yosh selama 10 tahun ke depan. Jika bukan bapak yang pinjamin uang untuk bantuin kami selesaikan masalah mendesak itu. Kami pun tidak tahu harus pergi ke mana untuk kumpulkan uang lagi."
"Haha! Hal-hal yang dapat diselesaikan dengan uang bukan masalah namanya. Cindy, suamimu adalah orang yang baik. Demi kamu, dia bersedia mendedikasikan dirinya untuk berkerja 10 tahun, pria seperti ini yang memiliki kasih sayang dan perasaan yang mendalam terhadap orang, tidak mudah dapatkan juga lho!"
Sudah beberapa tahun sejak mereka menikah, untuk pertama kalinya seseorang memuji suaminya, dia merasa sangat senang.
Dia melirik Yosh yang sedang membawa mobil, dan berkata dengan cuek. "Pak Kenn benaran tidak tahu, suamiku ini dulu sama sekali tidak ada motivasi untuk pengembangan diri, juga tidak mau pergi kerja, dia hanya mau masak-masak dan jagain anak di rumah aja."
"Cindy, jangan berkata seperti itu. Tiap orang memiliki harga diri. Kamu memarahi suamimu seperti itu, sama saja seperti memarahinya manusia tidak berguna. Dia pasti juga punya kesabaran emosional yang terbatas. Laki-laki memang terlahir untuk menjadi kuat, terkadang, jika kamu lembut dengan mereka, mungkin mereka akan membuat perubahan yang luar biasa."
__ADS_1
Sebenarnya Cindy masih ingin melanjutkan perkataanya bahwa suaminya adalah orang tidak berguna yang hanya bisa mengandalkan dirinya. Tapi melihat Kennedy lebih mendukung Yoshua, dia cuma berkata. "Pak Kenn, tolong jangan berkata baik tentang dia lagi. Kalau bukan Pak Kenn yang bantuin dia, aku khawatir dia tidak akan menemukan pekerjaan apapun di luar."
Yoshua menoleh kepalanya sebentar dan mengelak. "Siapa yang bilang? Bisa bawa mobil juga adalah suatu kemampuan. Tidak akan sampai mati kelaparan lah!"
"Kamu bukan mati kelaparan, kamu mati bermalas-malasan!"
Perkataan itu membuat Kennedy tertawa terbahak-bahak.
Setelah mengantar Kennedy ke kediaman, Kennedy meminta Yoshua untuk mengantar Cindy kembali. Dia juga berpesan agar mobil itu ditaroh di tempat Yoshua dulu, untuk memudahkan Yoshua menjemput Kennedy nantinya.
Mobil Rolls-Royce miliknya Kennedy terlalu mencolok, dibawa kemanapun akan jadi pusat perhatian. Bagaimanapun, Kenndy memiliki banyak mobil mewah, Yoshua meminta untuk mengganti mobil, setelah pilih-pilih, dia memilih sedan Volkswagen Phaeton.
Menurut perkataan orang-orang. "Tidak takut dengan BMW dan Land Rover, hanya takut sama Volkswagen yang memiliki huruf di bawahnya". Mobil ini terkesan sederhana tapi juga mewah, merupakan mobil idealnya Yoshua.
VW Phaeton ini memiliki mesin w12, 450 tenaga kuda, akselerasi 0-100 km dalam waktu kurang dari 6 detik, dan harga mobil ini sekitar 4 miliar.
Yoshua paling suka bermain dengan mobil, dia adalah orang yang tahu barang.
Cindy tidak tahu kalau Yoshua akan memilih mobil yang begitu mahal, dia mengira itu adalah Volkswagen Passat yang hanya berharga sekitar 500 juta.
Dalam perjalanan pulang, Cindy bertanya kepada Yoshua dengan curiga. "Yosh, kenapa si Pak Kenn begitu baik sama kamu?"
Yoshua sudah lebih awal menyiapkan skenario, jika dia mengatakan bahwa dia hanya sekedar melamar pekerjaan ke tempat Kennedy, dengan kepintaran Cindy, dia pasti tidak akan mempercayainya. Maka, secara pribadi, dia dan Kennedy sudah mengarang skenario yang akan dijelaskan nanti.
Sambil menyetir, Yoshua berkata tanpa menoleh ke belakang. "Aku pernah selamatkan hidup Pak Kenn."
"Hah, kamu pernah selamatkan Pak Kenn?" Cindy cukup terkejut atas apa yang ia dengar dan kembali bertanya, "Kapan?"
"Nah aku sering pergi untuk cari Tono bermain! Terus di sana, aku bertemu dengan sekelompok perampok yang mau menculik Pak Kenn, kami berdua membantu menyelamatkannya. Saat itu, aku tidak tahu bahwa lelaki tua itu adalah Kennedy, orang terkaya di kota. Dia pernah kasih aku kartu nama, menyuruhku untuk cari bantuannya jika kelak ada masalah. Lanjutan ceritanya gimana, kamu juga udah tahu kan!" maksud Yoshua mengacu soal pinjaman uang dari Kennedy.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Yoshua, Cindy masih tidak sepenuhnya percaya.
Jika Yosh benar-benar menyelamatkan Kennedy, lalu mengapa dia tidak memberitahu dirinya tentang kejadian itu sebelumnya, tetapi jika Yoshua tidak menyelamatkan Kennedy, bagaimana orang tua ini bisa meminjamkan mereka 2 miliar dengan mudah meskipun dia punya banyak uang?
Yang lebih membingungkan Cindy adalah bahwa meskipun Yosh adalah sopirnya Kennedy, tapi dari perlakukannya, tampaknya seperti dia lebih berkuasa dari Kennedy.
__ADS_1
Cindy berkata kepada Yoshua. "Demi penampilan bagusmu kali ini, aku mau buatkan beberapa masakan enak nanti malam. Setelah antarin aku pulang, cepat pergi ke sekolah untuk jemput Yessy ya!"
Yoshua sangat senang, dia berkata dengan gembira. "Oke! Omong-omong, nanti aku sekalian beli bir ya. Kita udah lama tidak minum sama-sama nih sayang."