Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Dalang Di Balik Layar


__ADS_3

Sesudah Megawati marah dan pergi, ruangan itu tiba-tiba menjadi sepi!


Lio menghela nafas dan berkata, "Cindy, Carissa! Terima kasih sudah memahami Ayah. Bukannya Ayah takut pada ibumu. Ayah selalu percaya kalau keharmonisan keluarga adalah kehidupan yang bahagia! Hati ibumu tidak jahat, temperamennya saja yang agak buruk. Tapi bagaimanapun juga, dia adalah ibu yang melahirkanmu dan membesarkanmu."


"Apalagi Cindy sudah mempunyai Yessy, dan dia seharusnya bisa memahami bagaimana kesulitann menjadi ibu. Jadi, Cindy! Berjanjilah pada Ayah untuk tidak memutuskan hubunganmu dengan Ibumu!"


Cindy berkata dengan pelan, "Jangan khawatir, Ayah! Selama ibu tidak memaksaku untuk melakukan hal-hal yang berlebihan, aku tidak akan melakukannya."


“Ya!” Lio mengangguk dan berkata, “Masalah Keluarga Akarsana, semua terserah padamu! Ayah tidak akan ikut campur.”


"Terima kasih Ayah!..."


Saat Lio berbalik, Cindy merasa sangat sedih, dia benar-benar merasakan Ayahnya yang dulu sangat gagah sekarang sudah bungkuk.


Sejak kecil, Cindy dipaksa oleh ibunya Megawati untuk melakukan berbagai hal yang tidak disukainya. Setiap kali dia sedih, ayahnya Lio yang akan menghiburnya.


Lio adalah penyemangat bagi Cindydan juga adiknya. Hanya dari ayahnyalah dia bisa mendapatkan kehangatan sebuah keluarga. Ayahnya seperti gunung yang kokoh, selalu memahami mereka, dan sangat menyayangi mereka berdua.


Sesudah Carissa melihat ayahnya pergi, dia ingin mengungkap kejadian Yoshua yang diam-diam berkencan dengan Nita. Tapi ketika melihat rumahnya berubah jadi berantakan, dia tidak berani menambah masalah lagi. Dia berjalan ke depan Yoshua, dan berbisik, "Bersikap baiklah pada kakakku! Jika aku melihatmu bersama wanita licik itu lagi, dan aku tidak akan memaafkanmu." Sesudah memelototi Yoshua, dia berlari mengejar Lio.


Melihat adiknya Carissa membisikkan sesuatu di telinga Yoshua, Cindy mengerutkan kening dan menatap Yoshua dengan curiga, "Yoshua, apa yang baru saja dikatakan Carissa padamu?"


"Oh! Dia bilang biarkan aku memperlakukanmu dengan lebih baik."


Cindy memeluk lengannya dengan senyum menawan, bergumam pada dirinya sendiri: "Gadis ini, dia bukannya memikirkan tentang sekolahnya, malah ikut campur urusanku."


"Carissa melakukan itu juga untuk kebaikanmu sendiri!"


“Semua mengatakan kalau kakak ipar sangat menyayangi adik iparku. Sepertinya itu benar. Aku akan mandi, pergilah untuk menghibur Yessy, aku khawatir dia akan kaget lagi."


Yoshua berkata "Hmm!" dan pergi ke kamar putrinya. Melihat putrinya Yessy sedang berbaring di balik selmutnya, dan hanya kepala kecilnya yang terlihat.


Yessy mengangkat selimutnya, duduk di pangkuan Yoshua, dan berkata pelan: "Ayah! Kenapa nenek selalu bertengkar dengan ibu?"


"Yessy, kamu masih kecil, masih belum mengerti!"


"Tapi aku melihat Ibu selalu menyeka air mata secara diam-diam, dia pasti sangat menderita."


"Jangan khawatir! Selama ada Ayah di sini, kamu tidak akan menderita."


Sesudah mendengarkan Xiao Yessy, dia menyesap wajah Yoshua dan berkata dengan gembira: "Aku tahu kalau Ayah bukanlah seorang pengecut! Ayah adalah pahlawan super seperti Superman."


"Oke! Ayah akan menjadi Superman Yessy mulai sekarang."

__ADS_1


"Oh! Bagus sekali. Ayahku Superman!"


Yoshua bermain dengan Yessy sebentar, anak itu benar-benar sangat mengantu, maka itu baru saja berbaring dia langsung tertidur pulas.


Pada saat ini, dia mendengar Cindy di kamar mandi berkata "Aduh!".


Yoshua bergegas keluar dan bertanya pada Cindy: "Cindy, ada apa?"


“Aku baru saja terpeleset dan tidak sengaja dan pergelangan kakiku terkilir!” Cindy tidak bisa menahan rasa sekitnya, dan dia mengeluarkan erangan dari mulutnya.


Yoshua membuka pintu kamar mandi, dan yang menarik perhatiannya adalah tubuh yang indah dan putih.


Cindy menarik handuk ke dadanya, wajahnya yang cantik langsung terlihat marah, lalu dia  berteriak pada Yoshua: "Siapa yang menyuruhmu masuk?"


“Ya ampun, memang ini saat seperti apa, kamu peduli tentang ini. Selain itu, kamu adalah istriku, aku juga sudah pernah melihatnya sebelumnya.” Yoshua mematikan katup air dan hendak membungkuk untuk memeluk Cindy.


Cindy menatap Yoshua dengan ekspresi serius di wajahnya, dan menginterogasi: "Tunggu! Kapan kamu melihatnya?"


"Dalam mimpi!"


Yoshua menyeringai, membungkuk dan mengangkat kaki dan badan Cindy, lalu menggendongnya sampai ke tempat tidurnya.


Cindy mencengkeram handuk mandi dengan erat, takut handuk mandinya akan terlepas dari tubuhnya, dan kemudian bertanya kepada Yoshua, "Katakan yang sebenarnya, kapan kamu melihatnya?"


Dilihat dari ekspresi wajah Yoshua sepertinya dia tidak membohongi dirinya, lalu Cindy berkata dengan marah, "Aku beritahu padamu Yoshua, meskipun aku tidak pernah setuju pada Keluarga Akarsana untuk menceraikanmu, tapi aku belum siap untuk menghabiskan hidupku untuk hidu sebagai suami istri. Kita bersama hanya untuk satu tujuan, yaitu membesarkan Yessy sampai dewasa. Sebelum perceraian, kedua belah pihak tidak diizinkan untuk tidur dengan lawan jenis lainnya. Jika terjadi pelanggaran, maka akan diusir keluar dari rumah."


Yoshua tahu kalau Cindy termasuk dalam wanita yang sangat mendominasi, dan dia sangat berpegang teguh pada prinsipnya.


Meskipun permintaan Cindy ini sangat kejam bagi seorang pria besar seperti Yoshua. Tapi ini bisa digunakan untuk membatasi istrinya yang cantik.


Memikirkan hal ini, Yoshua langsung menyetujuinya.


"Aku setuju!..."


Yoshua melihat pergelangan kaki Cindy bengkak dan dia berkata ingin pergi untuk mengambil obat. Tapi sesudah beberapa lama, dia masih belum menemukan obat untuk kaki yang terkilir. Kemudian dia berlari ke bawah lagi, dan pergi ke toko obat, lalu membeli satu botol semprotan "Salonpas".


Sesudah membantu menyemprotkan obat ke Cindy, Yoshua memberitahunya: "Aku membeli dua botol obat. Kamu membawan satu botol ke perusahaan. Kamu dapat menyemprotkannya dua kali dalam sehari. Aku akan membantumu menyemprotkannya saat pagi dan malam di rumah."


Melihat Yoshua menyemprotkan obat untuk dirinya dengan sangat berhati-hati, nadanya berbicara terdengar sangat perhatian. Cindy sedikit tersentuh, lalu berkata kepada Yoshua dengan pelan: "Oke, aku tahu! Tolong berbalik, aku membungkus ulang badanku dengan handuk."


Yoshua berbalik dengan enggan.


Cindy mencoba berdiri. Lalu terdengar suara “Aduh!”, kakinya masih belum mempunyai tenaga.

__ADS_1


Yoshua berbalik dan bertanya dengan prihatin: "Kenapa?"


“Tidak apa-apa, tapi kakinya masih belum punya tenaga!” Hati Cindy berdetak kencang seperti rusa yang melompat, “Dukkk dukkk!…”. Jika bukan karena tangannya yang mengikat handuknya dengan cepat, dia akan terlihat memalukan di depan Yoshua.


"Jangan lakukan itu! Kamu harus merawatnya sekitar lima sampai tujuh hari."


Yoshua tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya, dia langsung menggendong Cindy, dan dan masuk ke kamar putrinya Yessy.


Hidung Cindy bisa merasakan hormon pria dari tubuh Yoshua, dan dia bingung dan sentimental, dan wajahnya memerah.


Apa yang salah dengan dirimu? Kenapa kamu bisa memiliki pemikiran seperti ini pada Yoshua.


Yoshua bahkan tidak berani menundukkan kepalanya untuk melihat tubuh istrinya yang seksi.


Cindy adalah wanita tercantik nomor satu di Kota Medan, dengan tinggi 1,7 meter dan bentuk badan yang sempurna. Gemuk dan kurus badannya sudah sangat pas, kulitnya sangat lembut dan putih.


Yoshua masih muda, dan kejadian ini membuatnya memanas. Dia masuk ke kamar mandi dan mandi dengan air singin, setelah itu panas dalam dirinya menghilang.


Sesudah bangun pagi, Yoshua membuat sarapan lebih awal. Dia menyuruh Cindy beristirahat di rumah selama dua hari. Cindy berkata kalau dia baru saja menerima pesanan "Mitra Cendika Group" dan dia harus keluar lebih awal.


Yoshua berkata, "Oh!" dan membantu putrinya untuk bersiap-siap.


Meskipun Cindy belum sepenuhnya pulih dari cedera kakinya, tapi dia jauh lebih baik dari kemarin. Hanya waktu berjalan dia masih tertatih-tatih.


Yoshua membantu putrinya untuk mengikat kepang, tetapi sangat disayangkan dia mengikatnya seperti sarang burung, yang menyebabkan putrinya terus mengeluh.


Sesudah melihatnya, Cindy mengeluh tentang keahlian Yoshua yang buruk, dan langsung membantu Yessy mengepang putrinya.


Sesudah mereka semua selesai makan. Yoshua mengantar anaknya ke taman kanak-kanak terlebih dahulu, dan kemudian mengantar istrinya Cindy ke perusahaan "Perusahaan Desain Kemasan Yezzy".


Ketika Yoshua ingin pergi mencari Nita untuk berbicara dengannya tentang persiapan pendirian perusahaan. Kennedy meneleponnya pada waktu yang tepat.


"Tuan Muda! Kamu memintaku untuk menyelidiki pelanggaran pidana Cindy. Sudah ada informasinya."


"Oh?" Yoshua langsung bersemangat, dan bertanya pada Kennedy: "Pak Kenn, apa yang sebenarnya terjadi? Coba katakan."


“Memang ada orang yang ingin menjebak Cindy”


"Siapa itu?" Tanya Yoshua.


Di seberang telepon, Kennedy bisa merasakan suara Yoshua yang terdengar dingin.


"Mario dari Ascend Group! Dia mempunyai seorang sepupu, kamu akan sangat tertarik. Namanya Marco, teman sekelas Cindy saat kuliah."

__ADS_1


“Kakak sepupu Marco, Mario?” Yoshua menepuk pahanya dan tiba-tiba berkata, “Aku seharusnya menduga kalau Marco yang sudah melakukan semua ini.”


__ADS_2