Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Mengakui Segala Tindakanmu


__ADS_3

Cindy tidak percaya kalau suaminya akan direbut. Setelah mendengar apa yang dikatakan adiknya Carissa, dia tersenyum dan berkata, "Aku berharap saudara iparmu diculik."


Melihat Kakaknya Cindy tidak mempercayai kata-katanya, Carissa berkata dengan cemas, "Kakak, aku berkata dengan serius."


"Aku juga serius! Siapapun boleh merebut Kakak iparmu, aku tidak peduli padanya."


Carissa menghela nafas dan berkata dengan marah, "Heh! Dasar keras kepala, jangan sampai kamu menangis karena menyesalinya."


Pada saat ini, Yoshua sudah selesai membuat sarapan. Lalu berteriak, "Ayo makan!"


Carissa buru-buru bergegas ke kamar mandi untuk mandi sebentar, lalu dia melihat beberapa lauk seperti telur orak arik, kari ayam, sayur bayam, dan juga ikan asin di atas meja.


Dia sudah sangat lapar sampai air liurnya akan mengalir ke bawah, dan dia langsung mengambil sumpit dan mulai makan. Setelah makan beberapa sendok, dia mengacungkan jempol kepada Yoshua dan memujinya, "Yoshua, kemampuan memasakmu semakin lama semakin baik! Aku rasa, jika kamu tidak menjadi sopir, kamu bisa bekerja menjadi koki untuk menghidupi kakakku."


Sebelum Yoshua sempat menjawab, Cindy berkata, "Kapan aku mengharapkan dia untuk menghidupiku?" Setelah selesai berbicara, dia berjalan ke depan Yoshua, mengeluarkan 2 juta dari sakunya, dan menyerahkannya kepada Yoshua, " Kamu tidak punya uang lagi, kan? Ambillah uang ini, tapi kamu harus hemat. Jangan menggunakan uang Pak Kenn terus menerus"


Yoshua mengambilnya dan memasukkan uang itu ke saku celananya. Dia masih belum bisa memberi tahu Cindy kalau ada 1.4-1.6 miliar di tabungannya.


"Terima kasih istriku! Kamu memang yang paling memahamiku, tahu aja kalau aku sebentar lagi kehabisan uang."


Melihat wajah tersenyum Yoshua, Cindy berkata dengan dingin, "Kamu sudah melakukan dengan baik baru-baru ini. Jika bukan karena kamu yang mengenalkan dua pelanggan pada perusahaan, kita tidak akan meningkat begitu cepat. Jangan terlalu boros, kita akan melunasi utang pada Pak Kenn lebih awal. Kita juga harus membeli rumah. Aku tidak bisa selalu membawa anakku dan menyewa rumah di luar."


"Istriku, jangan khawatir! Ketika aku ada waktu, aku akan menjadi supir online. Aku tidak bisa membiarkanmu terus menderita di luar! Aku sebagai laki-laki juga harus menghidupi keluarga ini!"


Cindy dan Carissa terlihat kaget, dan sepertinya mereka tidak menyangka Yoshua akan mengucapkan kata-kata seperti itu.


“Jika kamu berpikiran seperti ini, tidak apa-apa bagiku untuk sedikit menderita di luar.” Cindy merasa sangat lega, sepertinya suami yang sebelumnya tidak berguna, sudah pelan-pelan berubah.


Setelah sarapan, Yoshua mengantar anaknya ke taman kanak-kanak, dan kemudian mengantar adik iparnya Carissa ke sekolah.


Yoshua bertanya kepada Cindy, "Cindy, apakah kamu ada urusan di perusahaan hari ini?"


"Aku akan bertemu dengan dua pelanggan di sore hari!"


"Kalau begitu pagi ini aku akan membawamu ke suatu tempat, dan kembalilah ke perusahaan di siang hari."


Cindy terlihat curiga, dan bertanya kepada Yoshua dengan bibir tipisnya, "Yoshua, ke mana kamu akan membawaku?"


Senyum tak terduga muncul di sudut mulut Yoshua, "Kamu akan tahu ketika sampai!"


Yoshua berkeliling dengan Cindy, dan akhirnya berhenti di depan sebuah gedung tinggi. Di sisi gedung tinggi itu, sebuah plat mencolok digantung, "Ciputra Jaya Group!"


Melihat Yoshua membawanya ke tempat Alvina, Cindy sedikit mengernyit, dengan ekspresi serius bertanya kepada Yoshua, "Yoshua, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membawaku ke tempat Alvina? "

__ADS_1


Yoshua tersenyum dan berkata, "Istriku, sekarang kita sudah memiliki bukti kalau Mario dan Alvina sudah bekerja sama untuk menyakitimu, bagaimana kita bisa membiarkan mereka lepas begitu saja?"


"Maksudmu apa?..."


"Ya! Orang jahat harus dihukum berat."


Cindy sangat takut pada Alvina.


Alvina dikenal sebagai "wanita tangguh" di komunitas bisnis Kota Medan dan dia terkenal dengan kata-katanya yang pedas.


Terakhir kali, ketika Cindy menyinggung Alvina, dia membuat Cindy sampai menyerah pada kehidupannya. Dan pada akhirnya, dia harus mengganti rugi pada "Ciputra Jaya Group” sebesar 1.5 miliar.


Yoshua membawa Cindy ke sini kali ini untuk membalaskan dendam istrinya.


Dulu, Yoshua tidak menghubungi Keluarga Kusuma, dia benar-benar orang miskin. Sekarang, meskipun dia terpisah dari Keluarga Kusuma, dia mendapatkan warisan puluhan miliar properti dan properti dari tiga provinsi di pulau Sumatra, bagaimana mungkin dia akan memandang Alvina?


Yoshua memanggil Tonopati dan bertanya, "Tonopati, apakah kamu sudah sampai?"


"Sudah, Tuan Muda!"


Ketika Cindy mendengar ini, dia bertanya pada Yoshua dengan kaget, "Untuk apa kamu membawa orang bodoh itu?"


Yoshua membuka pintu mobil, tersenyum dan berkata, "Tentu saja ingin menerobos masuk ke “Ciputra Jaya Group!"


Dan setelah satu menit mereka untuk keluar dari mobil, Tonopati tiba-tiba muncul, lalu menyapa Yoshua dan Cindy, "Apa kabar, Tuan Muda dan Nyonya!"


Cindy sudah lama terbiasa memanggilnya orang bodoh. Kalau tidak, dia tidak akan memanggilnya orang bodoh. Dia tidak tahu mengapa orang bodoh ini selalu memanggil Yoshua dengan panggilan Tuan Muda Yoshua. Menurut Cindy, bahkan jika Yoshua adalah "Tuan Muda", dia juga seorang Tuan Muda yang gagal.


Melihat Tonopati yang datang, Yoshua menyapa Cindy, "Cindy, ayo kita masuk!"


Ketika Cindy melihat kalau Yoshua akan menerobos masuk ke "Ciputra Jaya Group", dia terlihat sangat ketakutan, dan ekspresinya langsung berubah.


Yoshua sepertinya melihat Cindy yang tegang, dan mengambil inisiatif mengulurkan tangan untuk memegang tangan lembut dan ramping Cindy, lalu berkata kepada Tonopati, "Tonopati, kamu bisa membuka jalan di depan!"


"Baik, Tuan Muda!"


Tonopati berjalan menuju "Ciputra Jaya Group" dengan tenang.


Kedua penjaga keamanan melihat Tonopati yang berjalan menuju perusahaan dengan begitu percaya diri. Lalu mereka berjalan ke arahnya dan menginterogasinya, "Hei! Apa yang kamu lakukan?"


Tonopati tidak mengatakan apa-apa, dia menendang dua penjaga keamanan ke tanah satu per satu.


Yoshua meraih tangan Cindy dan berjalan di belakang Tonopati, mereka bertiga langsung tercengang.

__ADS_1


Ada seseorang di “Ciputra Jaya Group” yang mengenali Cindy, lalu menunjuk ke arahnya dan berkata, "Hei! Bukankah itu Cindy yang sedang digugat oleh Direktur Alvina?"


"Ya, yang di sebelahnya adalah suaminya yang tidak berguna! Haha, bahkan teman idiotnya ada di sini."


Tapi kemudian, semua orang ketakutan oleh si idiot besar Tonopati.


Tonopati menunjukkan kekuatan yang menakutkan, dan ada sekitar puluhan penjaga keamanan terus menghalangi Yoshua. Tonopati tidak berkelahi dengan mereka, dia hanya membereskan mereka dengan satu tendangan.


Alvina sedang mendiskusikan bisnis dengan seorang klien. Sekretarisnya bergegas masuk dan berteriak dengan takut, "Gwat! Gawat! Direktur Alvina, Cindy membawa seseorang untuk menerobos masuk."


"Cindy?"


Ekspresi Alvina berubah drastis.


Lalu dia mendengar suara Yoshua, "Alvina, sudah lama tidak bertemu."


Alvina melihat kalau Cindy dan suaminya Yoshua sudah masuk. Dia juga mengenal lelaki yang bernama “Si Idiot” itu. Karena Yoshua adalah teman Si Idiot itu, dan itu sudah bukan rahasia lagi di industri ini.


Alvina berteriak kepada sekretarisnya, "Cecilia, panggil penjaga keamanan! Dan usir mereka keluar."


Sekretarisnya yang bernama Cecilia, terlihat ragu-ragu dan berkata, "Tuan Alvina, satpam perusahaan sudah dikalahkan oleh mereka!"


"Apa?"


Alvina terlihat terkejut, lalu dia menyadari kalau Yoshua dan Cindy datang dengan maksud yang tidak baik.


“Kalau begitu segera panggil polisi!” Alvina berkata kepada sekretarisnya, Cecilia.


Yoshua menarik kursi untuk mempersilakan Cindy duduk, lalu duduk di sebelah Cindy. Setelah itu berkata, "Tidak perlu berkelahi! Aku sudah menelepon polisi."


“Apa kamu punya alasan, kenapa menerobos masuk ke perusahaanku?” Alvina mencibir, “Tunggu sampai polisi datang, apakah mereka akan percaya padamu atau percaya padaku?”


Yoshua melihat Alvina dan berkata dengan dingin, "Tuan Alvina, apakah kamu sekarang masih belum mengerti? Aku, Yoshua, berani membawa istriku menemuimu, pasti aku sudah punya cara untuk membereskanmu."


"Oh! Bukankah kamu terlalu omong besar. Aku benar-benar tidak percaya. Apakah ada orang di Kota Medan yang memiliki kemampuan untuk melawanku?"


Yoshua mengeluarkan setumpuk foto dari sakunya, dia hanya mengeluarkan setengahnya dan melemparkannya ke depan Alvina. Lalu dia menunjukkan setengahnya lagi kepada istrinya.


Cindy melihat lebih dekat dan dia melihat kalau foto itu adalah gambar Alvina dan beberapa pria yang sedang bercinta.


Tidak tahu siapa yang bisa mengambil foto ini, bagaimanapun, dalam foto ini terlihat jelas Alvina dan beberapa pria sedang berciuman dan berpelukan.


Setelah melihat foto-foto itu, Alvina langsung terlihat terkejut, lalu menunjuk ke arah Yoshua dan bertanya dengan tegas, "Kenapa kamu mempunyai foto-fotoku ini?"

__ADS_1


"Akhirnya keburukanmu terungkap! Alvina, foto ini hanya makanan pembuka saja, jangan bilang kalau kamu sudah tidak tahan! Selanjutnya, aku akan membuatmu mengakui segala tindakanmu!....."


__ADS_2