
Sesudah keluarga Yoshua dan keluarganya meninggalkan Keluarga Akarsana, Yoshua melihat Cindy sangat marah sampai napasnya tidak beraturan, dan wajahnya yang cantik menjadi pucat. Lalu dia dengan tenang berkata, "Cindy! Marah akan membuatmu sakit, jangan marah. Yoshu Surya Group tidak bisa bekerja sama dengan Keluarga Akarsana. Bukankah itu yang kamu harapkan."
"Hah! Aku benar-benar marah pada mereka. Ngomong-ngomong, Yoshua, apakah kamu tahu kenapa Budi memilih kita sebagai perwakilan Keluarga Akarsana untuk bekerja sama dengan Yoshu Surya Group?"
"Bagaimana aku tahu!" Yoshua berkata dengan ekspresi polos, "Mungkin karena Pak Kenn!"
Cindy berpikir sejenak, dan sepertinya penjelasannya ini yang masuk akal.
Cindy melihat putrinya Yessy, dan langsung memeluknya. Jelas-jelas dia dikejutkan dengan apa yang terjadi barusan. Dia mengelus kepala kecil Yessy dengan lembut dan menghiburnya: "Yessy tidak perlu takut! Ibu ada di sini."
Nenek, apakah mereka orang jahat?” Yessy bertanya dengan ekspresi polos.
"Ini..."
Sulit bagi Cindy untuk mengatakan jika orang Keluarga Akarsana adalah "orang jahat", maka akan berdampak pada psikologi putrinya. Dan jika Keluarga Akarsana bukan "orang jahat", pertengkaran dengan Keluarga Akarsana barusan sudah membekas di benak anak itu.
Saat mengemudi, Yoshua berkata kepada putrinya Yessy, "Yessy! Nenek kakekmu semuanya mengganggu ibumu. Apakah mereka orang jahat?"
Ketika Yessy mendengarnya, dia berkata dengan gusar, "Hah! Siapa pun yang berani mengganggu Ibuku adalah orang jahat."
Cindy tersenyum dan berkata kepada Yessy, "Yessy kamu masih kecil. Ada beberapa hal yang tidak kamu mengerti. Nenek, dan yang lainnya juga bukanlah orang yang benar-benar jahat, tetapi juga bukanlah orang yang benar-benar baik. "
“Bu, apakah kamu sedang melakukan membelit lidah?” Ekspresi Yessy terlihat serius.
"Tidak! Ibu hanya ingin memberitahumu, bagaimana manusia itu."
Dari kaca spion, Yoshua melihat wajah istrinya Cindy yang mulai membaik. Lalu dia bertanya, "Cindy, kita belum makan, tanyalah pada Yessy apa yang ingin dia makan?"
“Yessy apa yang ingin kamu makan?” Cindy bertanya pada putrinya.
"Bu, apakah kita masih punya uang? Jika kita tidak punya uang, ayo pulang dan masak mie!"
Sesudah mendengarkan kata-kata putrinya Yessy, Cindy dan Yoshua langsung merasa sedih.
Yessy adalah anak yang pengertian!
Cindy berkata kepada putrinya Yessy, "Yessy perusahaan ibu mulai buka lagi. Ayahmu juga sedang bekerja, kelak keluarga kita tidak akan kekurangan uang. Ayo, apa yang ingin kamu makan? "
"Kalau begitu aku ingin makan steak buffet di Dunia Steak."
__ADS_1
"Oke! Ayo pergi ke makan steak buffet sekarang."
Ketika perjalanan menuju ke "Dunia Steak", mereka kebetulan melewati "Kompleks Perumahan Permata Hijau", kompleks perumahan besar tempat Yoshua dan yang lainnya sebelumnya tinggal. Meskipun mereka semua tidak berbicara apa pun, Yoshua bisa melihat dari kaca spion bahwa istrinya, Cindy dan putrinya Yessy sedang melihat ke arah "Kompleks Perumahan Permata Hijau".
Yoshua hampir tidak bisa menahan diri, dan memberi tahu Cindy tentang rumah yang sudah dia beli kembali. Ketika kata-kata itu sampai di bibirnya, dia tiba-tiba menelan lagi kata-katanya. Karena belum waktunya, dia akan memberi Cindy kejutan besar di hari ulang tahunnya.
Di "Dunia Steak", ketiga orang itu menikmati prasmanan yang mewah.
Sejak Cindy terlibat dalam gugatan itu, keluarga mereka sudah tidak makan daging selama tiga bulan. Selama mempunyai uang sisa, mereka membeli vitamin untuk anaknya.
Sesudah makan malam, Yoshua mengantar istri dan anaknya pulang. Dia keluar lagi dengan alasan ingin pergi mencari Tonopati.
Marco, bocah ini menginginkan istrinya, jika dia tidak memberinya sedikit pelajaran, dia akan benar-benar memperlakukannya orang yang tidak berguna.
Sesudah sampai di mobil, Yoshua menelepon Budi.
Budi terkejut ketika dia menerima telepon dari Yoshua, berpikir bahwa Yoshua tidak puas dengan penampilannya di Keluarga Akarsana hari ini. Tapi tak diduga, Yoshua memintanya untuk menyelidiki Marco.
Kakak Marco, Mario, adalah teman sekelas Budi. Jadi, Budi mengirim informasi Marco ke Yoshua menggunakan ponselnya.
Nama: Marco, Jenis Kelamin: Pria, Usia: 26 Tahun, Pendidikan: Universitas Princeton, New Jersey, Amerika .
Dia kembali untuk memulai bisnis: "Perusahaan Keamanan Informasi Marches."
Modal bisnis: 40 miliar.
Sesudah melihat pesan yang dikirim oleh Budi, Yoshua menjawab, "Awasi pergerakan Perusahaan Keamanan Informasi Marches."
"Mengerti, Tuan Muda Yoshua."
Budi menghela napas, sepertinya Marco akan mengalami kesialan.
Setelah mendapatkan informasi Marco, Yoshua langsung mencari Tonopati. Kemudian, membawa Tonopati ke Klub Victory.
Klub Victory di mata orang luar masilah milik Yakuja Apelo. Tapi sebenarnya, Yoshua sudah mengambil alih. Hanya saja Yoshua masih meminta Yakuja Apelo untuk menjalankannya, dan membayarnya 10% dari keuntungannya setiap bulan.
Yakuja Apelo menjual "Klub Victory" seharga 40 miliar, dan setiap bulan ada dividen keuntungan 10%. Dia sudah dari awal merasa senang, setiap hari hanya minum-minum, dan bermain dengan perempuan.
Ketika Yoshua membawa Tonopati ke "Klub Victory", dia menemukan kursi geladak di lantai dua dan duduk. Lalu memesan dua botol Hennessy kepada pelayan, dan mengatakan bahwa dia adalah Yoshua, dan memintanya untuk memanggil Yakuja Apelo.
__ADS_1
Sekarang seluruh orang di "Klub Victory", meskipun belum mengetahui bahwa bos mereka sudah digantikan oleh orang lain. Tetapi Yakuja Apelo pernah mengatakan pada mereka,jika ada seseorang yang mengaku sebagai "Yoshua" datang, tidak peduli seberapa sibuk dirinya, mereka harus langsung memberitahunya. Oleh karena itu, sesudah menunggu kurang dari satu menit, Yakuja Apelo menyeringai dan berjalan menuju meja Yoshua.
“Tuan Muda Yoshua, Anda sudah datang!” Yakuja Apelo duduk tepat di sebelah Yoshua.
Yoshua berkata, "Hmm!" dan mengangguk. Lalu menuangkan segelas anggur untuk Yakuja Apelo, Yakuja Apelo memandang Yoshua dengan ekspresi berbinar.
"Yakuja Apelo! Gantikan aku untuk melakukan sesuatu, jika kamu bisa melakukan masalah ini dengan baik. Aku akan membuatmu mendapatkan banyak uang."
Mata Yakuja Apelo langsung menjadi cerah ketika mendengar "mendapatkan banyak uang". Dia langsung bertanya pada Yoshua, "Tuan Muda Yoshua, katakan saja padaku."
Yoshua mengirim pesan Marco ke ponsel Yakuja Apelo. Berkata, "Besok, bantu aku memberi pelajaran pada pria yang bernama Marco ini."
Yakuja Apelo melihat informasi Marco dengan hati-hati, dan melihat bahwa Marco tampan, dia memanglah standar dari "pria muda tampan". Orang yang paling dia benci adalah "pria muda tampan".
Sesudah membaca informasi itu, dia bertanya kepada Yoshua, "Tuan Muda Yoshua, apa yang kamu inginkan? Apakah harus dibunuh atau dibuat cacat?"
Yoshua memelototi Yakuja Apelo dan berkata, "Yakuja Apelo, jika kamu ingin mengikutiku, maka kamu harus mengubah sifat jelekmu itu. Aku menyuruhmu memberi pelajaran pada Marco. Apakah kamu tahu apa itu memberi pelajaran?"
Yakuja Apelo menjawab, "Mengerti!" Sebenarnya, dia tidak tahu apa yang dikatakan Yoshua dengan "memberi pelajaran".
Yoshua berkata dengan suara yang dalam kepada Yakuja Apelo, "Yakuja Apelo, jika aku bisa menjunjungmu tinggi, maka aku juga bisa menghancurkan kekuatanmu dengan tanganku sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu sejalan denganku, Yoshua. Jika tidak, kamu akan tahu akibatnya ."
"Tenang, Tuan Muda Yoshua! Kamu sekarang adalah Dewa Kekayaanku. Kakak pertama dan keduaku juga ingin melihatmu."
“Kakak laki-laki tertuamu, kakak laki-laki kedua?” Yoshua mengerutkan kening.
Yakuja Apelo mengangguk dan berkata, "Ya, kakak pertamaku adalah John Apelo, kakak keduaku adalah Kiano Apelo, dan namaku Yakuja Apelo. Kami tiga bersaudara. Sekarang penjagaannya sangat ketat, siapa yang berani melakukan sesuatu yang ilegal! semua melakukannya sesuai hukum. Namun, orang-orang seperti kami yang tidak berpendidikan tidak bisa melakukan sesuatu yang terpandang, jadi mereka berharap untuk memiliki pimpinan. Oleh karena itu, kedua kakakku ingin bertemu denganmu dan memintamu menjadi pemimpin mereka."
"Apakah mereka juga di Kota Medan?"
"Tidak! Kakak sulungku ada di ibu kota provinsi. Kakak keduaku ada di Kota Padang."
Yoshua berkata: "Aku akan bertemu dengan mereka ketika ada kesempatan! Aku sekarang mulai membangun bisnis di Kota Medan. Jika kamu membantuku melakukan ini, aku akan menyuruhmu berpartisipasi dalam proyekku ini."
"Tuan Muda Yoshua, tunggu saja keberhasilanku!"
Sesudah Yakuja Apelo bersulang dengan Yoshua, dia berinisiatif menuangkan anggur untuk Yoshua. Lalu memanggil seorang gadis cantik untuk menemani Yoshua minum, tetapi dia membuatnya pergi.
Yakuja Apelo berpikir bahwa Yoshua tidak menyukai "wanita", jadi dia tidak memaksanya.
__ADS_1
Sesudah meninggalkan "Klub Victory". Yoshua membisikkan beberapa patah kata kepada Tonopati, dan Tonopati sangat senang ketika mendengar, dan dia berjanji akan menyelesaikan tugas itu.
Sesudah mencari sopir pengganti untuk pulang, Yoshua dalam suasana hati yang baik dan terus menyenandungkan lagu. Melihat istrinya Cindy dan anaknya sedang tertidur, dia tersenyum sambil berbaring di tempat tidur. Dan berpikir, "Hah! Marco, jika menginginkan wanitaku, aku akan membuatmu paham, orang yang tidak berguna juga tidak mudah untuk diganggu..."