
Begitu Yoshua mendengar kata-kata Dewi, dia tahu apa yang dia pikirkan. Terakhir kali, ketika Dewi mempersulit Cindy, Yoshua ingin menghabisinya.
Kemudian, karena Cindy menghargai teman lamanya, Yoshua tidak menyuruh Kennedy untuk menghukum Dewi. Karena Dewi memiliki pemikiran untuk merayu dirinya, kalau begitu dia akan mempermalukannya.
Setelah memikirkan hal ini, Yoshua sengaja mendekati Dewi. Jarak antara keduanya hanya berjarak 20 sentimeter, dan mereka bisa merasakan detak jantung dan napas satu sama lain.
Dewi bukan wanita biasa yang belum pernah berhubungan dengan pria. Bagaimana mungkin dia kaget karena Yoshua? Dewi mencondongkan tubuh ke depan dan hampir menyentuh Yoshua.
Namun, Yoshua juga tidak malu-malu, dia justru bergerak mendekatinya.
Yoshua menyeringai, dan bertanya pada Dewi, "Direktur Dewi, kamu bilang kamu bisa memberikan sesuatu yang berbeda dengan istriku, memangnya apa itu?"
"Kamu akan tahu setelah masuk!"
Dewi mencengkram kerah Yoshua dan menariknya ke kantor.
Terdengar suara "bang!" Dewi menutup pintu kantor.
Yoshua ingin melihat apa yang akan dilakukan Dewi. Kemudian, sesudah ditarik masuk oleh Dewi, dia langsung didorong ke arah di meja.
“Kenapa, begitu terburu-buru?” Yoshua menggoda Dewi.
Dewi tersenyum genit dan berkata kepada Yoshua, "Yoshua, aku sangat ingin tahu. Kenapa kamu tampak berbeda, sesudah menjadi sopir Pak Kenn."
"Benarkah?" Yoshua menyangkalnya, "Dewi, kamu mengatakannya seperti sangat mengenalku saja."
Dewi tersenyum menawan dan berkata kepada Yoshua, "Aku dengar, kamu tidak memiliki kedudukan di Keluarga Bonardi. Ibu mertuamu sangat tidak senang denganmu. Meskipun Cindy tidak menceraikanmu, itu semua karena anak kalian. Kalian selalu tidur terpisah dan tidak melakukannya bersama. Aku tidak tahu, kamu seorang pria muda dan kuat, bagaimana bisa bertahan? Apa jangan-jangan kamu memiliki penyakit? "
"Dewi, ini urusan antara aku dan Cindy, sepertinya tidak ada hubungannya denganmu!"
Dewi tersenyum cerah, dia mengangkat dagu Yoshua dengan jari-jarinya, dan berkata, "Yoshua, kamu adalah orang kepercayaan Pak Kenn. Yoshu Surya Grup akan mulai bekerja di industri wilayah baru. Destinasi wisata budaya di Jalan Kartini juga sudah dibeli oleh Yoshu Surya Grup, mereka ingin mengubah jalan ini menjadi jalan bisnis pariwisata budaya. Semua orang ingin menjalankan dua proyek ini. Asalkan kamu bisa memujiku di depan Pak Kenn, maka aku akan punya peluang yang besar."
“Lalu apa gunanya aku?” Yoshua bertanya sambil menatap wajah cantik Dewi.
Dewi tersenyum menawan dan berkata, "Aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan."
Yoshua tersenyum aneh, dan berkata kepada Dewi, "Kalau begitu aku ingin kamu mati, apakah kamu akan mati?"
__ADS_1
Ekspresi muka Dewi langsung berubah setelah mendengarnya, dia berkata dengan tajam kepada Yoshua, "Yoshua, kamu..."
Yoshua menyela kata-kata Dewi dan berkata, "Sejujurnya, aku sudah merasa hampa begitu lama, maka itu aku ingin mencari seorang wanita. Tapi, wanita itu harus lebih cantik daripada Cindy, atau hampir sama dengan istriku. Kamu memang memiliki tubuh yang bagus. Namun, sayang sekali, operasi plastikmu sepertinya sedikit gagal, wajahmu sedikit mengerikan. Aku benar-benar tidak tertarik padamu."
“Yoshua, apakah kamu sedang mempermainkanku?” Dewi berkata dengan tegas kepada Yoshua.
Yoshua mencibir dan berkata, "Ya, aku hanya mempermainkanmu. Aku memperingatkanmu dengan sungguh-sungguh, bekerjalah dengan baik di Yoshu Surya Grup. Aku tidak akan mencari masalah denganmu. Jika kamu berani melakukan hal-hal yang melanggar aturan, aku akan menyuruh Pak Kenn untuk memecatmu." Sesudah berbicara, dia memelototi Dewi, dan berjalan keluar dari kantor.
Sesudah Yoshua pergi, Dewi melemparkan barang-barang di kantor seolah-olah sedang menggila.
"Sialan Yoshua! Orang sepertimu beraninya berbicara seperti itu padaku, jangan pikir kamu dapat melakukan apapun yang kamu mau, karena kamu adalah sopir Pak Kenn."
Dewi gemetar karena marah, memikirkan bagaimana cara untuk membalas dendam terhadap Yoshua.
Yoshua berjalan-jalan di Yoshu Surya Grup. "Yoshu Surya Grup" memang perusahaan pertama di Kota Medan. Perusahaan ini dikelola dengan baik oleh Budi. Tidak heran, Kennedy bisa dengan tenang menyerahkan perusahaan pada Budi.
Kennedy mempercayai Budi, dan Yoshua juga pasti mempercayainya. Sesudah berputar-putar untuk inspeksi, Yoshua kembali ke kantor Budi.
Budi sudah menandatangani kontrak dengan Cindy. Cindy melihat Yoshua sudah datang, lalu berkata padanya, "Yoshua, ayo pergi! Wakil Presdir Budiman sudah menandatangani kontrak denganku."
Yoshua yakin dengan pekerjaan Budi. Sebelum menandatangani kontrak, Budi pasti sudah bertanya tentang pendapat Cindy. Kali ini kontrak senilai hampir 30 miliar diberikan kepada Keluarga Akarsana.
Ketika Yoshua melihat Budi diam-diam membuat isyarat "OK" pada dirinya, dia dan istrinya Cindy meninggalkan Yoshu Surya Grup.
Dalam perjalanan ke rumah Keluarga Akarsana, Cindy bertanya pada Yoshua dengan bingung, "Yoshua, kenapa aku merasa aneh?"
“Apa yang aneh?” Yoshua bertanya pada Cindy sambil mengemudi.
Cindy berkata, "Dulu saat aku pergi ke Yoshu Surya Grup untuk membahas kerjasama, aku bahkan tidak bisa melihat Budi. Kenapa dia menunjukku untuk mewakili Keluarga Akarsana untuk membahas kerja sama? Selain itu, dia berbicara dengan sangat hormat kepada aku, dan bertanya padaku berapa nilai kontrak yang harus diberikan pada Keluarga Akarsana? Sama sekali tidak seperti kata-kata dari wakil presiden, dia seperti sedang menyanjungku."
Yoshua ingin tertawa di dalam hatinya, tetapi dia menahannya. Dia hanya berpura-pura terlihat kebingungan, lalu berkata kepada Cindy, "Istriku, jangan terlalu memikirkannya. Mungkin Budi bersedia membantumu karena aku adalah sopir Pak Kenn."
“Kamu?” Cindy bertanya sambil menatap Yoshua.
Yoshua menyentuh wajahnya dan tersenyum, "Apakah wajah tampanku ini tidak menarik?"
Perkataannya ini berhasil membuat Cindy tertawa.
__ADS_1
Jarang sekali mereka berdua membicarakan topik yang begitu menarik. Cindy merasa suaminya Yoshua benar-benar berubah, setidaknya dia menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya.
“Yoshua, kamu sudah banyak berubah.” Cindy tiba-tiba berkata.
Yoshua melirik Cindy dan bertanya, "Lalu apakah kamu menyukaiku yang sudah berubah ini?"
Cindy melirik Yoshua, dan berkata dengan pelan, "Terlalu dini untuk mengatakan menyukaimu. Bagaimanapun juga, aku lulusan perguruan tinggi dari Universitas Medan, tapi terlalu begitu gegabah menikah denganmu. Tidak ada lamaran pernikahan yang resmi, tidak ada pesta pernikahan. Aku rasa aku sudah menghabiskan hidupku dengan sia-sia!"
"Istriku, haruskah aku merencanakan ulang lamaran dan pesta pernikahan kita?"
"Lupakan saja! Adegan romantis seperti itu hanya ada di drama TV. Sekarang, aku hanya ingin menghasilkan lebih banyak uang dan membeli rumah besar untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada putriku."
Yoshua mengemudi sambil berkata kepada Cindy, "Istriku, kita masih muda, bagaimana jika kita memiliki anak kedua!"
Ketika Cindy mendengar ini, dia mengerutkan kening dan berkata dengan dingin kepada Yoshua, "Yoshua, aku beritahu, jangan pernah memikirkannya. Kita sudah sepakat. Jika kamu memaksaku untuk melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan, maka kamu bisa pergi."
Yoshua terdiam untuk waktu yang lama sesudah mendengarkannya, tidak tahu kenapa Cindy masih tidak bisa menerimanya.
Apakah dia membencinya karena dia miskin?
Atau belum memberikannya rasa aman?
Atau apakah karena mereka tinggal di rumah sewaan, tidak bisa memberikan mereka kehidupan yang stabil?
Sesudah tiba di rumah Keluarga Akarsana, Cindy memberi tahu neneknya kalau dia sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan Yoshu Surya Grup.
Nenek Cindy sangat senang dan melihat kontrak yang sudah ditandatangani oleh Cindy. Tawa di wajahnya langsung menghilang.
Nyonya Akarsana berkata kepada Cindy, "Cindy, apakah ini tidak salah?"
Cindy bertanya dengan kebingungan, "Nenek, apakah ada yang salah?"
Nyonya Akarsana berkata, "Wilayah perkotaan baru Yoshu Surya Grup sudah menginvestasikan total hampir 10 triliun. Proyek ini sekitar 30% menguntungkan, yang berarti akan menghasilkan setidaknya 3 triliun. Kenapa kamu hanya menandatangani kontrak sebesar 30 miliar? Seharusnya mendapatkan 10% dan keuntungan 300 miliar."
Yoshua mengerutkan kening ketika dia mendengarnya, dia tidak menyangka Nyonya Akarsana akan begitu serakah.
Cindy menjelaskan, "Wakil Presiden Budiman dari Yoshu Surya Grup mengatakan kalau Keluarga Akarsana dulu sudah berbuat buruk saat kerja sama. Kali ini kami memberikan kontrak sebesar 30 miliar, itu saja dia sudah banyak membantu. Dia akan terus memeriksa kinerja Keluarga Akarsana. Mereka akan memberikan proyek tambahan, jika kita bisa melakukannya dengan baik."
__ADS_1
“Bagaimana jika kita tidak bisa melakukannya dengan baik?” Nyonya Akarsana mengerutkan kening dan bertanya pada Cindy.