
Awalnya Cindy senang ketika melihat suaminya Yoshua mengalahkan Jefferson. Tetapi ketika dia memikirkan latar belakang menakutkan dari "Keluarga Davis", dia merasa bergidik, takut Jefferson akan membalas mereka. Dia diam-diam mencubit lengan Yoshua, dan memberikan tatapan mata padanya.
Sayangnya, ketika Cindy menunjukkan tatapan pada Yoshua, Leon melihatnya.
Leon bukan hanya playboy, tapi juga berpikiran jahat. Ketika dia bersama Jefferson, sebagian besar ide buruk datang darinya.
Dia melihat Yoshua yang barusan sudah memenangkan uang, dan Cindy hendak membawanya untuk pergi.
Leon mencibir ke Cindy dengan terus terang, "Nona Cindy, pestanya belum resmi dimulai. Apakah kamu ingin pergi setelah memenangkan uang?"
Semua orang langsung memandang Cindy dan Yoshua.
Cindy tampak canggung dan berkata, "Aku tidak bermaksud untuk pergi, aku tidak tahu kalau suamiku juga akan datang ke pesta ini. Sekarang karena suamiku ada di sini. Aku minta maaf Tuan Alvin, aku harus menemani suamiku.."
Alvin terlihat kesal, semua rencananya sudah hancur. Dia berkata "Tidak apa-apa" dan tertawa dengan canggung.
Yoshua tidak ingin bersama orang seperti Jefferson, jadi dia mengucapkan selamat tinggal pada Jefferson, lalu berbalik dan pergi bersama Anthony, dan pergi ke tempat yang lebih tenang.
Saat makan, Anthony memberi Yoshua acungan jempol dan memuji, "Tuan Yoshua, kamu benar-benar luar biasa. Tuan Jefferson menempati peringkat tiga teratas dalam balapan mobil di Provinsi Sumatera Utara. Aku tidak menyangka kamu akan mengalahkannya di hal ini.."
Yoshua tersenyum dan berkata, "Ini hanya kebetulan!"
Yoshua berpikir kalau Anthony dan Nathan adalah orang baik, dan meminta mereka untuk membantu bisnis istrinya. Anthony langsung menyetujuinya, dia mengatakan kalau itu adalah tanggung jawabnya. Lalu berkata kepada Cindy, "Kakak ipar! Tidak perlu memikirkan kerja sama dengan Perusahaan Cahaya Pelita dan Alvin. Kali ini karena kamu, mereka semua ditertawakan. Dengan sifat Tuan Jefferson yang seperti itu, sudah bagus dia tidak mencari masalah denganmu. Grup Harris kami akan memberikan perusahaan kecilmu pekerjaan, itu sudah cukup bagimu untuk mendapatkan keuntungan. Kalau kamu datang ke Grup Harris, aku akan meminta departemen pemasaran untuk langsung menghubungimu."
Cindy juga tahu kalau kali ini dia sudah membuat masalah dan membuat Jefferson marah. Karena itu, dia tidak mengharapkan kerja sama dengannya lagi. Dia melihat kalau Yoshua dan Anthony sangat akrab, dia juga memberinya pekerjaan untuk perusahaannya. Hal ini membuatnya semakin mengagumi suaminya.
Sepertinya Yoshua masih bisa berubah, setidaknya dia tidak sepenuhnya menjadi orang tidak berguna.
Cindy tersenyum dan berterima kasih kepada Anthony, "Terima kasih Tuan Anthony!"
"Sama-sama, masalah ini hanya masalah kecil bagiku."
Alasan mengapa Anthony begitu antusias adalah karena Yoshua.
Meskipun Yoshua mengaku sebagai sopir Kennedy. Tapi di mata Anthony, hal ini tidak sesederhana itu.
Jangan hanya melihat penampilan Anthony yang seorang playboy. Namun, dia sudah membangin bisnis Keluarga Harris dengan hubungan relasinya. Seperti kata ayahnya, bisnis Keluarga Harris cepat atau lambat akan diserahkan kepadanya. Oleh karena itu, Anthony terus membangun hubungan relasinya dengan orang lain.
Dalam pikiran Anthony, jika Yoshua hanya sopir Kennedy, maka Kennedy tidak akan menyuruhnya untuk datang ke acara penting seperti pesta Nathan.
__ADS_1
Kali ini, pesta Nathan mengundang hampir seluruh orang kaya generasi kedua dan wanita kaya di Kota Medan. Kennedy meminta Yoshua untuk datang, dia jelas-jelas ingin dirinya untuk membangun hubungan relasi dengan orang lain. Meskipun Anthony masih tidak bisa menebak hubungan antara Kennedy dan Yoshua, tapi dia 100% yakin kalau hal ini tidak sesederhana seperti yang terlihat.
Setelah selesai makan malam, biasanya akan dilanjutkan pesta cocktail, setelah itu pesta dansa.
Jika tidak tahu cara bagaimana cara berdansa di acara seperti ini, maka akan langsung tersisihkan. Wanita cantik juga akan merasa dirinya tidak berguna. Setidaknya, Cindy memiliki perasaan ini.
Cindy adalah wanita yang kuat dalam bisnis, dia juga berlatih yoga. Namun dalam pesta besar semacam ini, dia benar-benar tidak bisa berdansa.
Dia melihat lantai dansa, semakin banyak orang yang menari. Yoshua berkata kepada istrinya Cindy, "Cindy, ayo kita pergi berdansa."
Cindy menggelengkan kepalanya dan berkata kalau dia tidak tahu bagaimana cara berdansa.
“Aku akan mengajarimu!” Yoshua tersenyum dengan percaya diri.
Cindy menatap Yoshua dengan heran, seolah-olah dia tidak bisa mempercayai telinganya.
Dia bertanya pada Yoshua, "Kamu bisa menari?"
“Ini bukanlah hal yang sulit.” Yoshua berkata kalau berdansa adalah hal yang sangat mudah.
Saat ini, Cindy menyadari kalau dia tidak memahami Yoshua sama sekali.
Pada saat ini, seorang gadis bernama Alodia Wibisono berjalan ke arah mereka.
Jika Jefferson adalah tuan muda nomor satu di Kota Medan, maka Alodia adalah wanita nomor satu di Kota Medan.
Keluarga Wibisono berada di peringkat kelima dalam daftar orang kaya di Kota Medan, dan Alodia adalah anak tunggal di keluarganya.
Alodia sedikit mirip dengan aktris Emma Watson, dia sangat cantik, tetapi ada seseorang yang selalu mengalahkannya di Kota Medan, yaitu Cindy.
Alodia mengenakan gaun merah panjang dan berjalan menuju Cindy dengan sepatu hak tinggi.
Anthony melihat Alodia dan menyapanya, "Alodia, ayo duduk dan minum bersama."
Alodia berkata kepada Anthony dengan ekspresi dingin, "Aku bukannya ingin menemuimu."
Anthony terkejut dan tidak berani berbicara lagi.
Alodia memiliki sifat sombong, dia bahkan tidak tersenyum pada Jefferson dan Anthony.
__ADS_1
Alodia memandang Cindy dan bertanya, "Apakah kamu Cindy?"
Cindy tidak mengenal Alodia, jadi dia bertanya, "Siapa kamu?"
"Namaku Alodia!" Kata Alodia.
Alodia mencibir Cindy dan berkata, "Kudengar kamu adalah wanita cantik nomor satu di Kota Medan, tapi sepertinya biasa saja."
Cindy menjelaskan, "Wanita cantik nomor satu di Kota Medan, orang-orang hanya sembarangan memanggilku. Aku tidak pernah mengatakan kalau aku adalah wanita cantik nomor satu."
Alodia berkata dengan nada dingin, "Jika aku melukai wajahmu, maka kamu akan kehilangan gelar sebagai wanita cantik nomor satu di Kota Medan, dan gelar kecantikan pertama akan jatuh padaku."
Sesudah mendengar apa yang dikatakan Alodia, Yoshua, Cindy dan Anthony langsung merasa terkejut.
Meskipun Alodia adalah seorang sosialita kaya, tapi tindakannya selalu tidak terduga. Anthony percaya kalau Alodia benar-benar ingin melakukan ini. dia pasti akan melakukan sesuatu pada Cindy, dan Yoshua langsung merasa khawatir pada istrinya.
Yoshua memandang Alodia dan berkata dengan pelan, "Nona Alodia, apakah kamu putri Tom Wibisono?"
"Benar! Kenapa, kamu kenal ayahku?"
“Tidak!” Yoshua menyipitkan matanya, menatap Alodia dan berkata, “Aku ingin mengatakan, Cindy adalah istriku. Jika kamu berani menyentuh istriku, bahkan jika itu Ayahmu, dia tidak akan bisa melindungimu.”
"Aku hari ini juga akan melukainya, memangnya kamu bisa apa?"
Setelah Alodia selesai berbicara, dia langsung menampar wajah cantik Cindy.
Alodia pernah berlatih taekwondo, tamparannya itu sangat cepat dan keras.
Jefferson, Leon dan lain-lainnya melihat kejadian ini dari jauh. Sejak Alodia berjalan menuju Cindy, mereka memiliki firasat kalau mereka akan melihat pertunjukan yang bagus. Benar saja, ketika Alodia mengetahui kalau dia adalah Cindy, wanita cantik nomor satu di Kota Medan sedang berada di pesta itu, dia ingin sekali menunjukkan kehebatannya.
Ketika Alodia ingin menampar Cindy. Yoshua tiba-tiba mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Alodia.
Yoshua menunjukkan tatapan sengit dan berkata kepada Alodia, "Nona Alodia, aku pernah berkata, jika kamu berani mengganggu istriku, aku tidak akan melepaskanmu!"
"Kamu..."
Alodia berusaha melawannya, tetapi dia tidak bisa menggerakkan pergelangan tangannya yang dipegang oleh Yoshua.
Yoshua tersenyum dan berkata, "Hari ini adalah pesta Tuan Nathan. Aku rasa tidak baik jika kamu membuat masalah seperti ini? Sekarang ada begitu banyak orang memperhatikan kita, kamu tidak ingin mempermalukan diri kamu sendiri, bukan? Bagaimana jika Nona Alodia berdansa bersamaku!"
__ADS_1