
Setelah Cindy menutup telepon, dia melihat nama "Nita" di layar ponselnya, lalu dia bertanya kepada Yoshua dengan acuh tak acuh, "Yoshua, siapa wanita bernama Nita ini?"
"Oh! Dia adik dari tetangga lamaku dulu."
“Adik dari tetangga lama?” Cindy mengerutkan kening.
"Ya, begitulah."
Jantung Yoshua langsung berdebar-debar. Kalau saja Cindy barusan menanyakan sesuatu kepada Nita, dia sungguh khawatir Nita akan keceplosan.
Cindy belum pernah mendengar Yoshua berbicara tentang latar belakang keluarganya, dia juga tidak berinisiatif untuk bertanya padanya.
Entah kenapa Kakek dulu sangat menyukai bocah ini? Dan menyuruhku untuk menikah dengannya. Sekarang, ada seorang adik dari tetangganya yang tiba-tiba muncul, lalu memanggil Yoshua "Kak Yos". Cindy rasa dia perlu mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Yoshua.
Setelah menantar Yessy ke taman kanak-kanak, Suliya memberitahu Yoshua: Stasiun TV kota sebentar lagi akan menyelenggarakan Kompetisi Tari Bintang Anak, dan menanyakan apakah dia harus mendaftarkan Yessy.
Yessy sudah belajar menari selama setengah tahun, tetapi karena Cindy mendapatkan tuntutan hukum, maka itu kelas tarinya diberhentikan. Di kelompok anak balita, meskipun Yessy belum berusia 5 tahun, tapi dia sangat berbakat dalam menari, dia menari dengan anggun di usia muda, dan menunjukkan berbagai harmonisasi dan kelenturan pada tubuhnya.
Yoshua menelepon Cindy yang sedang berada di dalam mobil dan bertanya apakah dia mau mendaftarkan Yessy. Cindy merasa putrinya punya dasar, dan tidak masalah dia memenangkan hadiah atau tidak. Yang terpenting adalah dia bisa naik ke atas panggung untuk memberinya kesempatan untuk berlatih, maka itu dia meminta Suliya membantu mendaftarkan anaknya.
Dalam perjalanan mengantar Cindy ke tempat kerja, Cindy bertanya kepada Yoshua, "Yoshua, apa kamu masih punya keluarga di kampung halamanmu?"
"Tidak ada sama sekali. Ibuku sudah meninggal, dan Ayah tidak tahu ada di mana."
Cindy tidak menyangka hidup Yoshua begitu suram, lalu dia berkata, "Maaf, aku tidak seharusnya bertanya."
"Tidak apa-apa, kamu akan tahu cepat atau lambat."
Yoshua juga tidak sepenuhnya berbohong.
Ibunya memang sudah meninggal, dan dia hanya bertemu dengan Ayahnya beberapa kali dalam setahun.
Setelah Cindy tahu kalau hidup Yoshua begitu suram, dia tidak lagi bertanya.
Setelah Yoshua mengantar Cindy ke perusahaan, dan bersiap untuk pergi.
Cindy tiba-tiba memanggil Yoshua dan bertanya, "Yo, apa kamu akan mengantar Pak Kenn pagi ini?"
"Sementara masih belum tahu! Pak Kenn bilang dia akan meneleponku jika ingin keluar."
"Bukankah sore in ikamu harus menjemput gadis kecil yang bernama Nita itu? Pagi ini temani aku menemui seorang klien!"
"Oke!" Yoshua langsung menyetujuinya.
"Kalau begitu kamu tunggu sebentar, aku naik dulu untuk mengambil beberapa dokumen, dan segera turun."
__ADS_1
Setelah selesai berbicara, Cindy berjalan dengan kakinya yang ramping dan seksi memasuki "Perusahaan Desain Kemasan Yezzy".
Setelah keluar lagi, Cindy meminta Yoshua untuk mengemudikan Sagitar bekas yang baru saja dia beli untuk bertemu dengan kliennya. Jika tidak, mengendarai Rolls Royce senilai beberapa miliar akan membuat kliennya kaget.
"Yang, kamu mau bertemu dengan klien di mana?"
"Mitra Cendika Group."
Cindy mengatakan alamatnya, dan Yoshua langsung mengemudi menuju ke "Mitra Cendika Group."
Setelah sampai di "Mitra Cendika Group", Cindy merapikan pakaiannya, dan masuk dengan membawa dokumen-dokumennya, lalu menyuruh Yoshua untuk menunggunya di tempat parkir.
Karena merasa sangat bosan, Yoshua pun bersandar pada mobilnya di tempat parkir, dan merokok.
Pada saat ini, sebuah Mercedes Benz hitam sedang parkir di sampingnya. Setelah pintu terbuka, Yakuja keluar dari mobil.
Yakuja memperhatikan Yoshua saat dia memarkir mobilnya barusan.
Yakuja menyapa Yoshua sambil tersenyum, "Tuan Muda Yoshua, kita benar-benar berjodoh! Kenapa kamu ada di sini?"
Setelah Yoshua membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya, dia juga merasa terkejut bisa bertemu dengan Yakuja di sini. Lalu dia menjelaskan, "Lagi nemanin Istri ketemu klien."
"Siapa kliennya?"
Yoshua menunjuk ke arah "Mitra Cendika Group" dan berkata, "Mitra Cendika Group."
"Kamu yang punya?"
Yoshua menepuk bahu Yakuja dan berkata sambil tersenyum, "Haha Ya! Kebetulan sekali."
Melihat kalau Yoshua mengendarai Sagitar, Yakuja tahu kalau dia anak orang kaya yang rendah hati, dan itu tidak mengherankan. Selain itu, Yoshua barusan memberi Yakuja proyek besar dan memintanya untuk bernegosisasi tentang gedung perjamuan dan menyuruh Yakuja yang mengelolanya.
Begitu Yakuja mendengar kalau istri Yoshua sudah membuka perusahaan desain kemasan. Dia baru mengerti apa yang sedang terjadi.
Beberapa hari yang lalu, dia baru saja menegosiasikan Gedung Perjamuan dan akan merenovasinya dan dia ingin mendesain sebuah iklan. Maka itu dia menyerahkan hal ini pada bawahannya Peter, orang yang bertanggung jawab atas "Mitra Cendika Group" untuk melakukannya.
Karena perusahaan desain kemasan dijalankan oleh Istri Yoshua, tentu saja Cindy harus mengurus pekerjaan ini.
"Tuan Muda Yoshua, ayo masuk denganku. Aku akan menandatangani kontrak dengan Kakak Ipar."
Yoshua memberitahu Yakuja Apelo, "Yakuja, anggap saja kita sebagai teman biasa, dan jangan mengungkapkan identitasku yang sebenarnya. Paham?"
"Paham! Paham!"
Yakuja meminta orang untuk menyelidiki latar belakang Yoshua secara diam-diam. Setelah mengetahui kalau dia adalah menantu Keluarga Akarsana, dia tahu kalau dia pasti menyembunyikan sesuatu dari Keluarga Akarsana. Tapi dia tidak menyangka dia bahkan menyembunyikan hal ini dari Istrinya, Cindy.
__ADS_1
Yoshua mengikuti Yakuja ke atas dan langsung menuju kantor Peter.
Ketika dia membuka pintu kantor, pemandangan di depannya membuatnya tercengang. Dia melihat Cindy disudutkan ke ujung tembok oleh Peter, mereka langsung mengetahui apa yang terjadi.
Saat Cindy melihat suaminya, dia langsung mendorong Peter dan berlari ke arahnya. Ketika dia sampai di sisi Yoshua, dia berteriak: "Yos, orang ini ingin memperk*saku."
Mata Yoshua terlihat sangat dingin, dia berjalan ke arah Peter selangkah demi selangkah. Dengan tegas bertany,: "Apa yang baru saja kamu lakukan pada Istriku?"
Melihat Yakuja di sini, Peter langsung menjadi berani, lalu berkata, "Eh, kenapa kamu marah-marah? Kamu tidak tahu tempat siapa ini? Istrimu datang untuk membahas kerja sama dengan Mitra Cendika Group. Dia sangat cantik, aku hanya ingin memegangnya."
Yakuja langsung menendang Peter dengan kakinya. Lalu memarahinya, "Peter, kamu ngak punya otak? Aku memintamu untuk membahas kerja sama, bukan untuk merayu wanita!"
"Bosa Yakuja! Aku..."
Tanpa menunggu Peter berdiri, Yoshua bergegas maju dan menendang Peter.
Yakuja berjalan ke hadapan Cindy dan meminta maaf dengan tulus, "Direktur Cindy, kan? Maafkan aku karena kurang disiplin dalam mengajarinya. Peter tidak melakukan apa pun padamu, kan?"
“Tidak!” Cindy menggelengkan kepalanya dan berkata, “Untungnya kalian datang!”
Yoshua baru berhenti setelah memukul Peter sampai babak belur. Yakuja langsung memanggil dua bawahannya dan menyuruh mereka untuk membuang Peter ke tempat sampah.
Tidak peduli bagaimanapun Peter memohon, dia langsung diseret keluar oleh anak buah Yakuja.
Yakuja khawatir Yoshua akan menyalahkannya, jadi dia mengambil inisiatif untuk meminta maaf, "Tuan Yoshua, aku minta maaf! Ini semua salahku. Begini saja, dalam kerja sama kali ini, aku akan membayar harga dua kali lipat. Gimana menurutmu?"
Cindy terkejut saat mendengar kalau jika kontraknya ini berhasil, dia akan mendapatkan setidaknya 60 juta. Jika dia membayarnya dua kali lipat, dia akan mendapatkan kurang lebih 120 juta.
Yoshua masih sangat marah dan memperingatkan Yakuja, "Direktur Yakuja, tolong urus orang-orang di perusahaanmu dengan baik. Jika hal seperti ini terjadi lagi, akan aku hancurkan perusahaanmu!"
"Ya, ya! Aku akan memperhatikannya." Bagaimana mungkin Yakuja berani mengatakan "tidak". Dia tidak merasa tertekan sama sekali karena membayar Cindy dengan harga dua kali lipat, karena ini adalah uang Yoshua saat dia pertama kali berinvestasi, dan dia hanya menggunakan bentuk kerja sama yang berbeda unutk membuat Istri Yoshua mendapatkan uang yang banyak.
Setelah berhasil menandatangani kontrak, Cindy meraih lengan Yoshua dan berjalan keluar dari "Mitra Cendika Group".
Cindy bertanya kepada Yoshua dengan bingung, "Yos, kenapa perasaanku mengatakan kalau Yakuja kelihatannya takut padamu?"
"Terakhir kali, Yakuja membuat masalah dengan Carissa di Klub Victory. Lalu aku menghajarnya. Aneh dong kalau dia tidak takut padaku?"
Yoshua merasa kalau dia benar-benar pintar, dia bahkan bisa memikirkan alasan yang begitu masuk akal.
"Cinn, sebaiknya kamu mempekerjakan beberapa orang untuk bernegosisasi dengan klien di luar. Kamu sangat cantik. Kalau kamu keluar sendirian untuk bernegosiasi, jangankan Peter, bahkan aku juga akan tergoda saat melihatmu."
"Sekarang kita kekurangan uang, mau mempekerjakan orang ‘kan butuh biaya besar."
"Yang, pemikiranmu ini agak sempit! Pekerjakanlah lebih banyak salesman, mereka punya kemampuan yang lebih baik, dan perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak bisnis. Dengan begitu perusahaan juga akan menghasilkan lebih banyak uang."
__ADS_1
"Bener juga!" Cindy tiba-tiba menyadari, "Duh! Aku hanya berpikir tentang cara menghemat uang selama ini. Oke, aku akan mempekerjakan beberapa sales pemasaran."