
Sesampainya Yoshua di rumah sakit, dia memberitahu Cindy bahwa dia hampir merekrut kembali semua karyawan lama di perusahaannya, Cindy pun merasa tidak bisa mempercayai apa yang telinganya dengar.
"Apa Ivonna juga kembali?" Cindy bertanya tidak percaya.
Yoshua mengangguk dan berkata, "Iya, ada!"
"Kalau Kak Lukito?"
"Dia juga ada!"
Yoshua kemudian menelepon Ivonna terlebih dahulu, begitu panggilannya tersambung, Yoshua berkata bahwa istrinya ingin berbicara dengannya.
Dia menyalakan speaker ponsel, terdengar Ivonna berkata dengan penuh semangat dalam telepon, "Kak Cindy, baguslah! Aku akhirnya bisa kembali bekerja di tempatmu lagi."
Yoshua tidak memberitahu Ivonna, Lukito dan yang lainnya bahwa Cindy sedang rawat inap di rumah sakit.
Cindy menjawab dengan suara seraknya, "Syukurlah kalau kalian pada kembali! Syukurlah kalau begitu."
Setelah itu, Yoshua menelepon Lukito lagi, Lukito langsung mengucapkan janjinya kepada Cindy, "Cin, aku jamin sama kamu, aku akan kerja lembur untuk selesaikan semua tugas produksi perusahaan nantinya.”
Si adik ipar Carissa, menoleh ke sebelahnya, menatap Yoshua yang sedang menyuapkan Yessy makan buah. Dalam hatinya timbul kecurigaan, "Ini benaran masih kakak iparku yang tak berguna itu tidak sih?"
Dalam waktu kurang dari sehari saja, hampir 20 karyawan lama terkumpulkan kembali. Kemampuan luar biasa ini tidak seperti hal yang bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak berguna.
Ketika Cindy menutup telepon, Yoshua berkata dengan percaya diri, "Sayang, gimana, sekarang sudah yakin untuk serahkan urusan perusahaanmu kepada aku kan?"
"Iya! Hebat juga kamu. Besok pagi, suruh mereka untuk bersih-bersih kantor dulu. Lalu, berikan draf desain ke Ivonna, minta dia untuk membuat rancangan sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam draf desain ya."
"Iya, tenang saja sayang, kita pasti bisa bikin produk berkualitas tinggi yang dibutuhkan klien dalam waktu yang ditentukan."
Yoshua membiarkan Yessy untuk berada di rumah sakit sebentar, setelah itu meminta Carissa mengantarnya pulang ke rumah. Dia membasuh handuk dengan air hangat dan membantu Cindy mengelap wajahnya.
Awalnya, Cindy menolak. Tetapi melihat matanya Yoshua yang dipenuhi ketulusan, dia tidak tega untuk menolaknya lagi, membiarkan Yoshua melanjutkan mengelap wajahnya.
Melihat mata Yoshua yang sangat terfokus itu, membuat Cindy timbul perasaan yang lain dalam hatinya. Pada saat ini, dia tiba-tiba merasakan bahwa Yoshua telah menjadi pria yang lebih maskulin.
__ADS_1
"Ada lukisan di wajahku ya? Sayang, kenapa kamu menatapiku seperti itu?" Yoshua tanpa sadar menyentuh pipinya.
Wajah Cindy memerah seketika, dia langsung mengosongkan pandangannya ke Yoshua dan berkata dengan dingin, "Aku menatapmu untuk melihat apakah kamu punya niat yang aneh-aneh atau tidak?"
"Sayang, tak usah cemas, aku tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku akan membuatmu menyukaiku dengan sukarela....."
"Huh! Kamu tak akan pernah bisa melihat saat itu tiba."
Cindy berkata kepada Yoshua dengan wajahnya cantik, "Yosh, kalaupun aku tidak menyukaimu, tetap tidak bisa mengubah fakta bahwa kamu adalah ayah dari anak kita. Aku harap, demi Yessy, kamu jangan terus-terusan membiarkan dirimu merosot lebih dalam lagi."
Yoshua menjawab, "Sayang, tenang saja! Aku akan bekerja keras."
Cindy menganggap kata-kata dari Yoshua barusan seperti hembusan angin yang lewat, tidak dimasukkannya ke dalam hati. Karena, sudah bukan pertama kali ini mendengar Yoshua membuat janji belaka.
Keesokan paginya, setelah Carissa mengantar Yessy ke sekolah, dia datang ke rumah sakit untuk menggantikan Yoshua.
Setelah Carissa datang, Yoshua langsung berangkat ke "Perusahaan Desain Kemasan Yezzy".
Ketika dia sampai, Ivonna, Lukito dan yang lainnya sudah menunggu di sana. Sepintas, pasti tidak kurang dari 20 orang.
Melihat Cindy tidak datang, Ivonna bertanya dengan curiga, "Kak, di mana CEO kita?"
"Cindy baru saja menjalani operasi usus buntu, dia akan ke sini dalam beberapa hari lagi untuk berjuang dengan kita semua."
Mendengar mengenai ini, seketika pada heboh berbisik-bisik.
Yoshua berseru, "Sudah-sudah! Begini, semuanya diam dulu, aku punya sesuatu untuk dikatakan"
"Semua yang di sini tahu bahwa keluarga kami terlibat dalam gugatan pada beberapa waktu yang lalu. Cindy pun sampai menjual rumah dan mobil kami, satu-satunya yang tidak dijualnya adalah peralatan produksi. Karena dia berharap suatu hari nanti, Perusahaan Desain Kemasan Yezzy dapat bangkit kembali! Saat ini, kita sudah melunaskan semua hutang kepada Ciputra Jaya, dan menerima pesanan terarah dalam pembuatan draf desain dari Kusuma Group, perusahaan terbesar di kota Medan. Oleh karena itu, pada hari-hari yang akan datang, kita akan mendapatkan kerjaan yang terus-terusan berdatangan, dengan rezeki yang berlimpah-limpah. Kenaikan gaji 10% yang kami janjikan kepada kalian, pasti tidak akan berkurang sepersen pun nanti."
Begitu Yoshua selesai bicara, karyawan-karyawan yang diketuai oleh Lukito dan Ivonna bertepuk tangan meriah.
Setelah sorakan tepuk tangan semua orang mereda, Yoshua melanjutkan, "Semua yang di sini adalah karyawan lama dari perusahaan ini, asalkan kita bisa mengembalikan kekalahan menjadi kemenangan tahun ini, atas nama aku sendiri, aku berjanji pada kalian, pada akhir tahun, Yezzy akan membagikan bonus tambahan sebesar 15 juta kepada semua dari kalian, dan membawa kalian ke Restoran Sea Emperor untuk mengadakan pesta perayaan. Semoga semuanya bisa bekerja dengan giat di Yezzy."
"Restoran Sea Emperor" adalah restoran mewah yang berbiaya tinggi yang sangat terkenal di Kota Medan.
__ADS_1
Karyawan perusahaan di sini semuanya adalah kaum buruh, biasanya pun tidak akan tega untuk pergi ke tempat dengan biaya mahal seperti itu untuk menghabiskan uang. Setelah mendengar bahwa Yoshua tidak hanya berjanji untuk memberikan bonus tambahan 15 juta kepada setiap orang, tetapi juga akan pergi ke "Restoran Sea Empeor" untuk merayakan acara tahunan, semua orang berseru kegirangan seperti sekelompok burung berkicau.
Apa yang tak terpikirkan oleh para karyawan adalah, "Perusahaan Desain Kemasan Yezzy" akan secepat itu kembali berproduksi. Apalagi, pesanan yang diterima datang dari Youshu Surya Group, perusahaan terbesar di kota Medan.
Setelah tepuk tangan berlalu, Yoshua berkata kepada semua orang, "Sekarang kalian mulai membersihkan tempat ini dulu, kita harus bekerja dengan standar tinggi yang ketat."
Perasaan kagum Lukito kepada Yoshua sedang meluap-luap, di mata para karyawan, Yoshua memiliki intregritas yang tinggi, Lukito berkata, "Semuanya lakukan kegiatan bersih-bersih dengan baik ya, jangan mengecewakan Pak Yoshua dan Bu Cindy yang sudah menaruh harapan kepada kita.”
Melihat antusiasme kerja semua karyawan, Yoshua sangat terhibur. Dia memanggil Ivonna ke kantor, memberikan flashdisk yang sebelumnya Cindy kasih kepada Ivonna. Memintanya untuk mengeluarkan draft desain sesuai dengan file yang ada di dalam flashdisk.
Draf di dalam flashdisk adalah draf desain untuk batch 1.
Yoshua baru saja selesai mengaturkan pekerjaan, dia langsung mendapatkan panggilan telepon dari Cindy.
"Yosh, kamu di mana?" tanya Cindy kepada Yoshua.
"Di kantor nih! Baru aja selesai rapat pagi sama karyawan."
Cindy berkata dengan gembira, "Kamu pergi ke kantor Youshu Surya Group sekarang, Mereka punya draf desain baru untuk dikasihkan ke kita lagi!"
"Oke, aku pergi ke sana sekarang!"
Setelah menutup telepon, Yoshua berkata kepada Ivonaa, "Iv, cepat mulai kerjakan kerjaannya ya. YSG mau kasih kita draf desain yang baru lagi, aku mau pergi ke sana sekarang."
"Wah, baguslah!"
Tak usah menyebutkan lagi betapa senangnya Ivonna dengan beberapa staf desainer yang lainnya.
Yoshua berkata, "Kalau begitu kalian sibuk dulu, aku pergi dulu."
Setelah pergi dari kantor, Yoshua menyetir sambil menghubungi Kennedy.
"Paman Kenn, sudahkah bantu aku untuk menemukan dalang di balik kasus gugatan perusahaannya Cindy?"
"Belum. Tapi, aku telah menyewa penyelidik swasta terbaik dari Jakarta untuk membongkar masalah ini, aku yakin akan segera ada hasilnya!"
__ADS_1
"Oke, selesaikan ini sesegera mungkin ya...!"