
Keesokan harinya, Yoshua ingin membawa Cindy ke "Dealer mobil Berkah". Kemudian, karena khawatir dengan kondisi tubuhnya, dia menyuruhnya untuk tinggal di rumah. Dia mengatakan kalau dia pasti akan membelikannya mobil bagus dengan harga murah.
Yoshua dulu suka bermain mobil ketika masih di Keluarga Kusuma, dan sangat paham dengan situasi mobil.
Cindy enggan menghabiskan terlalu banyak uang untuk membeli mobil, jadi Yoshua membelikannya mobil Sagitar bekas seharga 100 juta.
Harga sebenarnya dari Sagitar bekas ini sekitar 180 juta, tapi Yoshua menggunakan uangnya untuk mengurangi harganya.
Cindy sangat senang ketika melihat Yoshua hanya menggunakan 100 juta untuk membeli Mobil Sagitar yang baru dipakai dengan jarak 50 km saja. Meskipun dia merasa curiga, tapi dia tetap tertipu oleh kata-kata Yoshua.
Setelah beristirahat lagi selama 1 hari, Yoshua pun mengantar Cindy ke perusahaannya.
Ketika Cindy memasuki "Perusahaan Desain Kemasan Yezzy", dia melihat kalau kantor dan pabriknya bersih dan rapi seperti biasanya, dan para pekerja bekerja dengan baik. Tak diduga, saat dirinya tidak ada, Yoshua benar-benar membantunya mengatur perusahaan.
Saat Ivonna melihat kedatangan Cindy, dia segera memeluknya dengan senang, dan berkata sambil memanyunkan bibir, "Kak Cindy, kami masih belum sempat menjengukmu di rumah sakit, tapi kamu sudah keluar."
"Aku tahu kalian sibuk kok. Sudah lama tidak ketemu kalian, jadi aku kangen!"
Melihat keharmonisan mereka, Yoshua langsung berkata, "Semuanya, selesaikan pekerjaan hari ini lebih awal. Malam ini aku traktir kalian semua makan shabu-shabu."
Mereka semua bertepuk tangan dan bersorak saat mendengar perkataannya.
Meskipun Cindy tersenyum, tapi dia merasa tidak ikhlas. Sekarang mereka sedang kekurangan uang, tapi Yoshua si tukang boros malah mentraktir orang dengan murah hati sebelum uang yang dikeluarkan kembali. Ada lebih dari 20 orang di perusahaan, dan sekali makan setidaknya harus mengeluarkan uang sekitar 2-4 juta.
Yoshua seperti mengetahui pikiran istrinya, Cindy. Setelah Ivonna pergi, dia berbisik kepada Cindy, "Cinn, semua karyawan perusahaan baru saja kembali. Ini adalah waktu untuk berkumpul bersama, kalau menghabiskan 2-4 juta saja bisa mengambil hati mereka, maka ini sepadan."
"Kamu tidak tahu kalau keuangan kita sedang tidak bagus? Jika uang Yoshu Surya Group tidak dapat segera dibayarkan kembali. Uang di tanganku jika dipakai untuk pengeluaran para pekerja, sudah tidak akan cukup untuk membeli barang."
"Jangan khawatir, aku punya uang untuk traktir mereka makan, kamu tidak perlu membayarnya."
Cindy mengerutkan kening dan bertanya, "Dari mana kamu dapat uang?"
__ADS_1
"Kerja dong! Kalau aku tidak menjadi supir Pak Kenn, aku akan narik grab. Lagipula, uang bensin akan dirembes, dan uang yang aku habiskan adalah sakuku sendiri."
Setelah mendengar ini, Cindy bertanya dengan bingung, "Kamu pakai mobil seharga 2 miliar untuk narik grab? Pak Kenn akan marah besar jika mengetahuinya."
Yoshua menjawab, "Orang kaya tidak peduli tentang ini."
Ketika jam pulang TK sudah tiba, Yoshua pergi menjemput Yessy dan membawa putrinya untuk makan shabu-shabu.
Karyawan perusahaan sangat menyukai Yessy, dan mereka juga tahu kalau Yoshua mengikuti marga Keluarga Bonardi setelah menikah. Dulu, karyawan perusahaan sedikit memandang rendah Yoshua karena berpikir kalau dia adalah pria yang hanya tahu makan uang istri. Namun, setelah mendengar kalau kali ini Yoshua mengeluarkan uang untuk menyelamatkan perusahaan, dan memanggil mereka semua kembali, mereka langsung jadi menghormatinya.
Tepat saat semua orang sedang makan dengan lahap, ponsel Yoshua tiba-tiba berdering.
Yoshua mengambil dan melihatnya. Itu adalah pesan yang dikirim oleh adik iparnya, Carissa. Dia menuliskan: Yoshua, datanglah ke Klub Victory, aku dan beberapa teman-temanku terjebak di sini.
Ekspresi Yoshua langsung berubah drastis saat membacanya. Dia menunjukkannya kepada Cindy isi pesan itu. Lalu Cindy mendesak Yoshua, “Tunggu apa lagi, cepat pergilah! Jika kamu tidak bisa menyelesaikannya, ingatlah untuk meneleponku."
Yoshua menjawab, "Hmm!" ,lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Adik ipar jarang mengirim pesan atau menelepon Yoshua. Sebelumnya dia tidak pernah mengirim pesan padanya, tapi hari ini dia melakukannya, dan isi pesannya untuk meminta bantuan.
“Tuan muda, mau bertarung ya?” Tonopati bertanya dengan suara beratnya.
"Ya, mau bertarung!"
"Oke, aku akan segera ke sana."
Tonopati segera mengganti sepatunya dengan penuh semangat setelah mendengarnya, dan keluar secepat mungkin.
Tonopati sudah menunggu di pintu "Klub Victory" ketika Yoshua tiba. Tonopati berjalan ke arahnya dengan cepat dan bertanya, "Tuan muda, mau hajar siapa?"
"Tenang dulu, nanti kamu harus perhatikan sinyal dariku."
__ADS_1
Yoshua buru-buru membawa Tonopati masuk ke dalam "Klub Victory".
Dia langsung pergi ke dek di lantai 2, dari situ dia bisa melihat lantai dansa yang berada di lantai 1, tetapi setelah melihat untuk waktu yang lama, dia tidak juga menemukan Carissa.
Tepat pada saat ini, Yoshua melihat Andika yang sebelumnya menabraknya dan memberi uang ganti rugi, memasuki sebuah ruangan di lantai 3.
Yoshua memanggil Tonopati, dan kemudian naik ke lantai 3, dia mengikuti Andika memasuki ruangan itu.
Begitu keduanya masuk, mereka dikejutkan oleh pemandangan di ruangan itu.
Dia melihat Carissa, Aurora, dan 2 gadis lainnya disudutkan oleh beberapa pria bertato di lengan.
Andika sedang berlutut di tanah, pundaknya diinjak oleh seorang pria dengan potongan rambut undercut. Hanya saja ada beberapa bintik aneh di kepala pria itu yang terlihat seperti bekas luka bakar.
Melihat Yoshua dan Tonopati masuk, orang-orang di ruangan itu juga ikut terkejut.
Lalu dia mendengar Carissa berteriak, "Kakak ipar!"
Yoshua mengangguk ke arah Carissa, lalu berkata dengan datar kepada pria dengan kepala undercut yang sepertinya merupakan bos dari kelompok ini, "Kamu ketuanya, ya? Lepaskan adik iparku, kalau tidak tanggung sendiri akibatnya."
“Wah, bocah liar dari mana ini, beraninya menggertakku?” Pria dengan potongan rambut undercut memberikan isyarat, kemudian beberapa orang di sekitarnya segera mengepung Yoshua dan Tonopati.
Tonopati sebenarnya ingin memukul mereka, tetapi dia menahan diri karena Yoshua tidak memberi perintah.
Pria berambut undercut itu berkata kepada Yoshua dengan suara dingin, "Aku akan membereskan anak ini terlebih dahulu, baru membereskan kalian." setelah itu, dia mengulurkan tangannya dan menepuk wajah Andika dan berkata dengan dingin, " Andika, bukankah keluargamu sangat kaya? Jika kamu ingin menebus Aurora, kamu bisa memberikankanku 2 miliar. Jika tidak, cepat pergi dari sini."
Ayah Andika memang seorang jutawan, tetapi bagaimana mungkin dia memberikan putranya Andika uang saku miliaran? Uang saku Andika per bulan hanya 360 juta. Mau cari kemana dia uang sebanyak itu dalam waktu singkat?
Setelah mendengar angka 2 miliar, Yoshua langsung mengerutkan kening. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana Aurora, Carissa, dan murid SMA lainnya berutang uang 2 miliar.
"Bos Yakuja! Lepaskan Aurora dulu, aku akan berusaha mengumpulkan uang untukmu. Kalau memintaku mengeluarkan uang segitu banyak sekarang, Ayahku juga tidak akan memberikannya kepadaku!"
__ADS_1
"Itu urusanmu. Kalau aku belum melihat uangnya, aku akan menjual Aurora dan yang lainnya ke klub malam. Dengan penampilan mereka ini, mereka pasti populer." Pria undercut menunjuk ke arah Yoshua dan berkata dengan kejam, "Dan kamu, jika kamu ingin menebus Carissa, berikan aku uang 2 miliar. Kalau tidak, aku akan menjualnya ke klub malam juga."
Pada saat ini, Carissa tiba-tiba merasa menyesal. Yoshua adalah orang miskin, dan uang sakunya juga didapat dari kakaknya, mengapa dia mengiriminya pesan? Tapi dia tidak berani memberitahu keluarganya tentang hal ini, jika dia memberitahu keluarganya, mereka akan langsung membunuhnya.