Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Urusan bisnis serahkan padaku


__ADS_3

Yoshua sangat senang ketika mendengar adik iparnya si Carissa memujinya keren untuk pertama kalinya.


Cindy melihat semua usaha yang dilakukan Yoshua, dia merasakan suaminya diam-diam sedang berubah. Meskipun tidak bisa mengatakan perubahan seperti apa ini, tapi bisa dilihat menuju ke tanda-tanda yang baik.


Carissa melihat kakaknya seperti sedang punya banyak pikiran, dia bertanya, "Kak, kakak bahkan sudah dibebaskan dari biaya pengobatan. Kenapa tampaknya masih punya banyak pikiran?"


"Haishhh! Perusahaan aku baru saja dapatin kontrak kerja sama, kalau semua karyawan lama ku tak direkrut kembali, perusahaan tidak bisa mulai beroperasi secepatnya, pengiriman barang pun tidak bisa diselesaikan dengan tepat waktu nantinya, jangan berujung perusahaan kena gugatan lagi."


Mendengar ini, Carissa terkejut dan bertanya pada Cindy, "Hah... Kenapa begitu tergesa-gesa?"


"Aku tidak kepikiran bisa tiba-tiba sakit dan dioperasi. Paling tidak butuh 7 sampai 10 hari untuk pulih dari penyakit ini, sedangkan produk batch pertama harus dikirim setengah bulan lagi."


Melihat istrinya yang jatuh sakit terbaring lemas yang masih saja risau dengan urusan pekerjaannya, Yoshua merasa jika saat ini dia tidak melakukan sesuatu untuk membantu istrinya, dia akan merasa tak nyaman dalam hatinya.


Setelah mendapatkan harta keluarga, Yoshua tak ingin dirinya dipanggil sebagai manusia yang tidak berguna lagi. Dia ingin mengandalkan kemampuannya sendiri, agar orang lain dapat mentidakuinya.


Sampai sini, Yoshua membujuk Cindy sambil berkata, "Cinn, kamu tidak perlu khawatir, urusan perusahaan serahkan padaku saja! Aku menjamin, sebelum kamu pulih, aku akan membantumu untuk mencari semua karyawan lamamu kembali, dan pengiriman barang batch 1 pasti akan terjun dengan tepat waktu nanti.”


"Kamu....??" Tatapan mata indah Cindy jatuh ke wajah Yoshua, dia bertanya, "Kamu bisa?"


Yoshua menepuk-nepuk dadanya hingga berbunyi "Pok..pok", dengan tertawa berkata, "iya, kamu tenang saja pokoknya, aku akan membuktikan kepadamu, bahwa suamimu ini masih berguna kok.”


"Sudahi... Janganlah berbual dulu! Jangan sampai nanti apa yang diucap dengan apa yang dilakukan tak sesuai ya." Ketus Cindy kepada Yoshua.


Cindy tidak mempunyai siapapun yang bisa membantunya, perusahaan itu dibangun dan dijalankan oleh dirinya sendiri tanpa bantuan pihak lain. Sekarang hanya bisa berharap agar Yoshua dapat membujuk semua karyawan lamanya, segera mengembalikan perusahaan ke dalam kegiatan produksi lagi.


"Oke lah! Kalau begitu, tugas pertamamu adalah mencari dan membujuk semua karyawan lamaku untuk kembali. Buku telepon kutaroh di dalam laci pertama di lemari tv di rumah, selain itu ada 1 flashdisk warna pink, dalamnya berisi draf desain kemasan yang diminta sama YSG."


"Tunggu besok aku pulang baru pergi urus ya.”


"Jangan tunggu sampai besok lagi, kamar super VIP ini ada penjagaan khusus kok. Lagian, Carissa juga ada di sini nemanin. Kamu pulang dulu cepat bantu aku urus kerjaan penting ini dulu, sekalian jemput Yessy pulang sekolah.”


Mendengar perkataan Cindy, tatapan Yoshua berpindah ke Cindy.


Cindy mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Untuk apa lihatin aku? Cepat pergi bantu kakakku.”


Setelah Yoshua meninggalkan ruangan, Carissa bertanya pada Cindy, "Kak, urusan kerjaan yang kakak bilang tadi, maksudnya adalah kerjaan dari Youshu Surya Group?”


"Mmm! Iya" Cindy menganggukkan kepalanya.


Pada acara keluarga terakhir kali, keluarga Akarsana ingin mencoba segala cara yang mungkin untuk terjalin dengan "Kusuma Group", yang kemudian menjadi "Youshu Surya Group". Tak disangka, perusahaan Cindy sudah berhasil mendapatkan kesempatan emas ini terlebih dahulu.


"Lalu, kenapa kakak tidak ada ungkit sama sekali sama nenek kalau kakak mengenal orang dari YSG?"


"Aku sih tidak kenal... Kakak iparmu itu yang perkenalkan padaku.”


Mendengar itu, Carissa tercengang habis, "Hah... apa? Kakak ipar yang kenalin mereka pada kakak?"


"Benar! Kamu tau Kennedy kan?"

__ADS_1


"Tau dong! Dia bukannya orang terkaya di Kota Medan?"


"Kakak iparmu adalah sopir mobil khusus dari Pak Kennedy."


Usai mendengarkan penjelasan dari kakaknya, Carissa memegang dagunya yang halus, memasang tampang berpikir, bergumam pada dirinya sendiri, "Pantas saja, dia bisa mengendarai mobil mewah yang harganya 5 miliaran. Jika kakak ipar memiliki hubungan yang begitu menguntungkan dengan Kennedy, malam itu saat berkumpul di rumah nenek, kenapa dia tidak bilang saja bahwa dia mengenal Kenedy? Malah dikucilkan sama Ibu sepanjang makan malam."


"Dari mana aku tahu? Mungkin dia mikir dia hanya seorang sopir. Dalam rencana bisnis sepenting itu, mungkin omongan dari dirinya tak akan dianggap."


"Tetap saja masih jauh lebih baik daripada orang-orang itu. Sepupu ipar dari keluarga bibi Margareth yang kerja di dinas perindustrian dan perdagangan itu, bahkan tak mengenal siapapun dari YSG, cuma bisa berbual aja kalau dia bisa menyuruh atasannya untuk unjuk muka. Ugh! Lihat saja bagaimana dia kena tamparan keras dari dirinya sendiri nanti."


Setelah mengetahui bahwa Yoshua adalah sopir dari orang terkaya di Kota Medan, Carissa merasa Yoshua tampaknya masih memiliki kesempatan untuk menyelamat dirinya sendiri, setidaknya bukan "manusia sampah" yang sepenuh-penuhnya.


Yoshua meninggalkan rumah sakit dan pergi mobilnya, dia melihat jam masih terlalu awal untuk menjemput Yessy, jadi dia langsung menuju ke rumah.


Di laci di bawah lemari TV, dia menemukan buku telepon yang dikatakan Cindy.


Perusahaan "Desain Kemasan Yezzy" tidak berskala besar dengan total hanya 20an karyawan. Di antara mereka, posisi terpenting adalah 4 desainer grafis dan 2 ketua operator mesin pengolahan bahan dengan tinta.


Keempat desainer grafis itu semuanya wanita, dan salah satunya adalah Ivonna Camilia, karyawan yang paling diperlukan oleh perusahaan.


Ivonna adalah karyawan senior di perusahaan, dia telah bersama Cindy sejak perusahaan dibuka.


Yoshua menghubungi Ivonna paling pertama.


Setelah panggilan terhubung, Ivonna mengucapkan "halo" dan bertanya, "Ini dengan siapa ya?"


"Halo, Ivonna, ini suaminya Cindy, Yoshua."


Yoshua bertanya, "Iv, apakah kamu sudah menemukan pekerjaan baru sekarang? Perusahaan Cindy mau kembali beroperasi lagi."


"Maaf  kak, aku sudah di tempat kerja yang baru!"


"Di mana kamu bekerja sekarang?"


"di Perusahaan Desain Francio Kreatif kak."


"Kamu kirimkan aku alamatnya, mari kita bertemu dan mengobrol ya."


Segera, Yoshua menerima pesan teks dari Ivonna.


Yoshua keluar dari rumahnya, pertama pergi ke tempat Tono, dan membawanya bersamanya. Kemudian, langsung menuju ke "Perusahaan Desain Francio Kreatif".


Tono mengira Yoshua datang untuk menjemputnya pergi kelahi, dengan konyol dirinya bertanya pada Yoshua, "Tuan, kita mau pergi berkelahi ya?"


"Bukan kelahi. Kamu tunggu di mobil, aku akan pergi urus sesuatu nanti!"


"Oke, kalau mau kelahi panggil aku ya!"


Mendengar kata-kata yang baru terucap dari Tono, seketika otaknya terbangunkan, dia tiba-tiba menyesal membawa Tono mengikutinya, kalau saja Tono tiba-tiba bertindak gegabah dan membuat onar, dia yang berepotan mengurus masalah baru lagi.

__ADS_1


Setelah tiba di kantor "Perusahaan Desain Francio Kreatif", Yoshua memberitahukan repsionis bahwa dia ingin bertemu dengan Ivonna Camilia. Tak lama, Ivonna jalan keluar dengan pelan.


Badan Ivonna tidak tinggi, meskipun parasnya tidak begitu cantik, tetapi dia sangatlah imut. Kemampuan kerjanya yang sangat mumpuni itu pun sangat dihargai oleh Cindy.


"Kak Yoshua, kamu sudah di sini ya!" Ivonna menyapa Yoshua sambil tersenyum.


Yoshua menjawab, "Iya!" tidak berbelit-belit lagi, dia bertanya kepada Ivonna dengan lugas, "Iv, lebih baik kamu kembali ke Yezzy saja ya?"


"Kak Yosh, aku minta maaf! Aku telah menandatangani kontrak dengan kantor ini. Kalau aku melanggar perjanjian kontrak, mesti ganti uang kompensasi 3 kali lipat. Kakak sendiri juga tahu, aku jauh-jauh datang dari daerah untuk mencari sesuap nasi di sini, bagaimana aku bisa mampu untuk membayar uang kompensasi sebanyak itu?”


"Jangan khawatir tentang uang, aku akan membayar mereka."


"Kak.., beneran ini?" Ivonna bertanya dengan penuh semangat.


Yoshua mengangguk dan berkata, "Tentu saja benaran. Apalagi, kalau kamu kembali ke Yezzy, aku akan menaikkan gajimu sebesar 20%."


"Terima kasih Kak! Asalkan Kak Yosh bisa membantu aku untuk mengambil kembali surat kontrak kerjaku itu, aku akan terus bekerja untuk Kak Cindy lagi. Ngomong-ngomong, bagaimana soal kasus gugatan terhadap Yezzy?"


"Sudah beres masalahnya! Uang gugatan sudah dibayarkan semua ke Ciputra Jaya. Dan, perusahaan kita, baru saja mendapatkan 1 clien besar."


"Wah, kalau begitu baguslah!" Ivonna tampak bersemangat.


Yoshua membantu Ivonna untuk membayarkan semua uang kompensasi kepada Francio Kreatif, setelah mengambil kembali surat kontrak kerja, Yoshua memberikannya kepada Ivonna, Ivonna langsung merobek kontrak yang ditandatanganinya itu hingga berkeping-keping.


Di dalam mobil, Yoshua bertanya pada Ivonna, "Iv, apa kamu masih ada kontek dengan teman-teman lain yang kerja di kantor kita dulu?"


"Ya, ada! Aku masih sering kontek sama semua rekan kerja cewek yang di bagian desain grafis."


"Kalau begitu, tolong bantu aku hubungi mereka ya, katakan bahwa aku akan menaikkan gaji mereka sebesar 10% jika mereka bersedia kembali untuk bekerja lagi sama kita."


"Baguslah...! Mereka pasti akan kembali kok kalau mendengar ini."


Ivonna menghubungi mereka satu per satu, setelah selesai, dia berkata dengan gembira kepada Yoshua, "Kabar baik kak, mereka semua menyatakan kesediaan mereka untuk kembali lagi."


"Kalau begitu, apakah kamu punya nomor teleponnya kepala operator mesin, Pak Lukito?"


Ivonna menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalau yang bagian sana, aku tidak ada kontek dengan mereka lagi Pak."


Yoshua mengambil buku teleponnya, dan menghubungi Lukito. Setelah menjelaskan niatnya, Lukito mengatakan bahwa dia telah berganti karier.


Yoshua menanyakan tentang keberadaannya.


Lukito memberi tahu Yoshua sebuah alamat.


Ketika Yoshua sampai di alamat yang diberikan oleh Lukito, dia melihat di atas papan tertulis "Metropolitan".


Melihat itu, Yoshua meminta Ivonna untuk naik taksi dan pulang lebih dulu, "Metropolis" dari luar kelihatannya hanya sebuah klub malam biasa, tetapi Yoshua mendengar bahwa sebenarnya di situ ada bandar kasino yang terletak di bawah tanah. Yoshua melirik ke Tono, dan berpikir mungkin dia sudah membawa orang yang tepat untuk bersamanya.


"Ton, ayo kita masuk dan jalan-jalan!" ajak Yoshua kepada Tono.

__ADS_1


Tono bertanya, "Tuan, apakah untuk kelahi?"


Yoshua tersenyum dan berkata, "Tergantung situasi sih.. nanti kalau sudah saatnya harus kelahi, aku langsung kasih tau kamu ya."


__ADS_2