Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Bagus Sekali Jika Bisa Mendapatkan Pasangan Hidup dan Kekayaan!


__ADS_3

Yoshua meninggalkan kedai kopi dan tidur di rumah lagi. Tidak ada cara lain, dia terbiasa tinggal di rumah sebelumnya, dan sulit untuk menghilangkan masalah kantuknya untuk sementara waktu.


Setelah melewati sore hari, ponsel Yoshua berdering.


Itu telepon dari istrinya Cindy, dia buru-buru menjawabnya.


"Yoshua, di mana kamu?"


"Oh! Aku baru saja selesai mengantar Pak Kenn dan pulang ke rumah untuk tidur," kata Yoshua santai.


"Kalau begitu ingatlah untuk menjemput anakmu lebih awal, aku akan mengadakan reuni kelas malam ini."


"Ya! Kamu sudah mengatakannya padaku. Ingatlah, jangan minum terlalu banyak, aku yang nanti akan menjemputmu."


Cindy berkata, "Aku tidak tahu jam berapa akan selesai. Jika terlalu malam, lebih baik aku naik taksi saja untuk pulang."


"Tidak apa-apa, tidak peduil seberapa malamnya itu, aku akan menjemputmu!"


Sesudah mendengar kata-kata Yoshua, Cindy merasakan kehangatan di hatinya.


Suamiku, meskipun dia tidak menorehkan banyak prestasi dalam karirnya, tapi dia adalah pria yang hangat. Cindy memberi dirinya alasan, dan mencoba ingin membuat percikan cintanya dengan Yoshua. Tetapi begitu ide itu keluar, ide itu langsung padam!


Cindy menghela nafas, dia ingin membangun kembali karirnya, dia harus bekerja lebih keras, dia tidak bisa hanya bergantung pada bantuan Yoshua. Memikirkan hal ini, dia mengeluarkan daftar pelanggan lama dan memanggil mereka satu per satu, tetapi mereka semua menolaknya.


Di malam hari, Yoshua pergi ke "The Imperial Hall" terlebih dahulu.


Fenny menyambut Yoshua di kantor manajer, dan melihatnya dia berpakaian sangat santai, tidak seperti anak orang kaya yang memakai pakaian terkenal. Dia tahu kalau Yoshua lebih suka bersikap rendah hati.


"Tuan Muda Yoshua, wanita seperti apa yang kamu sukai, apakah kamu perlu aku memanggil seorang gadis untuk menemanimu?”


Yoshua melihat badan Fenny yang menggoda, dan bercanda dengannya, "Kak Fenny, kamu juga lumayan."


Fenny juga terkenal dengan sebutan "Bos wanita" di Kota Medan. Kalau tidak, tidak mungkin seorang wanita mengelola hall berskala besar seperti "The Imperial Hall". Jika itu biasanya,ada orang berani membuat lelucon seperti itu dengan Fenny, Fenny akan langsung memukulnya. Tapi sekarang, dia adalah bekerja untuk Yoshua. Dia sangat ingin memiliki kesempatan untuk mendekati Yoshua. Dia ingin mendengar dari mulut Yoshua. Latar belakang seperti apa yang dia miliki? Bahkan seseorang seperti Kennedy, orang terkaya di Kota Medan saja bersedia bekerja untuk bocah ini.


Fenny berjalan di belakang Yoshua, dan memijat leher dan bahunya, lalu berbisik ke telinga Yoshua, "Tuan Muda Yoshua, jadi kamu menyukai wanita yang dewasa?"


Yoshua menjabat tangan halus Fenny dan tersenyum sambil bercanda, "Aku dengar Kak Fenny adalah kartu truf dari The Imperial Hall. Berapa banyak pria kaya di Kota Medan yang menghabiskan banyak uang, ingin mendekatimu, tapi tidak bisa. Jadi, bagaimana aku bisa mengambil keuntungan semudah itu."


"Tuan Muda Yoshua, kamu benar-benar serakah. Bukan hanya ingin mengambil tokoku, kamu juga ingin mendapatkanku."


Bukankah bagus jika bisa mendapatkan pasangan hidup dan juga kekayaan sekaligus.” Yoshua menarik punggung tangan Fenny dan mencium bibirnya.


Fenny menarik tangannya dan mengingatkan Yoshua, "Sayang sekali! Tuan Muda Yoshua sudah punya istri."


Kata-kata Fenny membuat Yoshua langsung kembali pada dunia nyata.


Yoshua dan Fenny berbicara tentang pekerjaan untuk sementara waktu, dan melihat layar monitor tergantung di dinding, dan terlihat kalau istrinya Cindy dan teman sekelasnya Dewi sudah tiba.

__ADS_1


Cindy dan yang lainnya pergi ke sebuah ruangan yang bernama "Night Paris".


Yoshua bertanya kepada Fenny, "Kak Fenny, apakah ada kamera pengintai di ruangan Night Paris?"


"Ya!"


Fenny menekan remot di tangannya dan mengganti tampilan layar monitor. Sesudah mematikan sumber suara dari monitor lain, mereka mendengarkan seorang gadis modis yang memegang tangan Cindy dan bertanya, "Cindy, bagaimana kabarmu dengan suamimu yang tidak berguna itu? Ya ampun, mulutku ini. Maksudku bagaimana kabarmu setelah menikah dengannya?"


Mendengar kata-kata "tidak berguna", Fenny melihat Yoshua. Sulit baginya untuk menghubungkan Yoshua dan orang yang tidak berguna.


Fenny menunjuk Cindy di layar dan bertanya kepada Yoshua, "Tuan Muda Yoshua, apakah wanita cantik ini istrimu?"


"Ya, namanya Cindy!"


“Dia Cindy?” Fenny berkata dengan penuh emosi, “Kudengar Cindy adalah wanita tercantik nomor satu di Kota Medan, aku masih berpikir memangnya dia cantik seperti apa? Sekarang aku baru tahu, dia memanglah wanita tercantik nomor satu di Kota Medan."


Yoshua merasa bangga, dan berkata sambil tersenyum, "Dia adalah primadona di Universitas Negeri Medan!"


Fenny menghela nafas, "Hah! Dasar pria! Apakah kalian masih belum puas memiliki istri yang begitu cantik? Masih ingin berhubungan dengan wanita lain"


Yoshua tersenyum pahit dan berkata, "Kak Fenny, jika Cindy dan aku hanyalah menikah kontrak, dan tidak pernah menjalani kehidupan sebagai suami dan istri, apakah kamu percaya?"


Fenny mengerutkan kening, dan bertanya dengan bingung, "Tuan Muda Yoshua, kenapa kalian berdua bisa seperti ini?"


“Sulit untuk menjelaskannya!” Yoshua tidak menjelaskan alasannya.


"Lima tahun!


Fenny tampak terkejut, lalu bertanya pada Yoshua, "Kalau begitu, maksudmu, dalam lima tahun terakhir ini kamu bersama dengan istrimu yang cantik ini, tetapi kamu menjalani kehidupan sebagai seorang lajang?"


Yoshua mengangguk.


Sesudah mendengar rahasianya ini, Fenny sepertinya mengerti mengapa dia menolak dirinya untuk mencarikan wanita untuknya, dan malah menyukai dirinya.


Pada saat ini, pintu ruangan "Night Paris" terbuka, Marco mendorong pintu dan masuk. Wajahnya sedikit terluka dan bengkak karena dipukuli, dia mengenakan topi di kepalanya.


Melihat kedatangan Marco, Dewi melangkah maju untuk menyambutnya, dan dengan bercanda menjatuhkan topi Marco dari kepalanya.


Dalam sekejap, mata semua orang terfokus pada wajah Marco yang luka.


Melihat Marco yang tampan dipukuli sampai babak belur. Dewi tahu kalau dia sedang dalam masalah dan bertanya padanya, "Marco, apa terjadi sesuatu denganmu?"


Marco mengambil topinya dari tanah dan memakainya lagi. Dia terpaksa menahan amarah di hatinya, dia berkata dengan pelan, "Tidak apa-apa, aku hanya bertarung dengan sekelompok preman."


"Lalu apakah kamu sudah melapor pada polisi?"


"Sudah! Polisi sedang menangani masalah ini."

__ADS_1


Marco melihat ada tempat kosong di samping Cindy, dia langsung berjalan ke arahnya, dan duduk di sebelah Cindy.


Cindy sedikit bergeser dan bertanya pada Marco, "Senior Marco, apakah kamu sudah menyinggung seseorang?"


“Tidak apa-apa, aku akan mencari tahu dalang di balik ini semua, dan aku akan membuatnya membayarnya.” Kata Marco sambil menggertakkan giginya.


Melihat situasi Marco yang menyedihkan, Fenny tertawa sangat keras sampai pinggangnya bergetar. Lalu dia bertanya pada Yoshua, "Tuan Muda Yoshua, menurut tebakanku, apakah kamu yang sudah membuat Marco menjadi seperti ini?"


"Bocah ini selalu menginginkan istriku, apakah aku bisa membiarkannya?"


Fenny tertawa setelah mendengarnya. Dia tersenyum pada Yoshua dan berkata: "Tuan Muda Yoshua, silakan menonton pertunjukan di sini! Ini waktunya bagiku untuk bermain."


Yoshua memukul pantat Fenny dan menyemangati Fenny, "Kak Fenny, lain kali aku akan merayakannya dengan minum bir denganmu."


Fenny tersenyum, menggoyangkan pinggangnya seperti, lalu pergi.


Sesudah Fenny tiba di dalam ruangan "Night Paris", dia berseru "Oh!" dan menyapa Dewi, "Direktur Dewi, apakah semua teman sekelasmu ada di sini?"


"Semuanya ada di sini! Kak Fenny, bantu kami memesan menu."


"Oke! Apa yang ingin kamu minum?"


Dewi dengan bangga berkata kepada Fenny, "Kak Fenny! Ada seseorang yang mentraktir kami hari ini, tolong pilihkan sesuatu yang bagus, yang mahal juga tidak apa-apa."


"Siapa yang akan membayar?"


“Aku!” Marco mengangkat tangannya, dia melihat bentuk tubuh Fenny yang sangat bagus, lalu berkata dengan berani, “Terserah padamu saja.”


“Kalian ingin minum wine import atau ?” Fenny bertanya.


"Tolong dua botol XO, lalu sisanya anggur merah. Yang lainnya, terserah padamu."


"Baik!"


Tatapan mata Fenny terlihat licik, dan dia melirik Cindy, dan kebetulan melihat mata Cindy. Dia buru-buru menghindar, berbalik dan meninggalkan kamar ruangan.


Fenny membawakan dua botol Remy Martin Xo ke teman-teman sekelas Marco. Dia juga  membawakan dua kotak lagi anggur merah super Musigny..


Marco mengambil sebotol anggur merah super Musigny dan melihatnya, lalu berkata, "Anggur ini enak!"


“Baguslah kalau kalian suka! Buah-buahan dan buah kering aku berikan gratis, silakan makan! Kalau ada sesuatu kalian bisa meminta pelayan untuk membantu kalian."


Fenny selesai berbicara, dia langsung berjalan keluar.


Sesudah kembali ke kantornya, dia melihat Yoshua berbaring telentang di kursi, dia merokok sambil menyipitkan mata ke monitor. Fenny memberi Yoshua pesanan yang baru saja dia pesan, dan berkata sambil tersenyum, "Tuan Muda Yoshua, pengeluaran ini cukup bagi Marco untuk mengeluarkan banyak uang, kan?"


Yoshua melihat kalau satu botol anggur merah Musigny hampir 200 juta, dua kotak berisi 12 botol, ditambah dua botol Xo, total pengeluarannya kira-kira 3 miliar. Dia tersenyum dan berkata, "Sempurna! Tunggu sampai Marco membayar tagihan, kita akan melihatnya kelabakan...!"

__ADS_1


__ADS_2