
Keesokan harinya, Yoshua mengantar putrinya ke taman kanak-kanak seperti biasa.
Guru TK Yessy bernama Suliya, seorang guru TK muda dan cantik yang baru saja lulus dari universitas perguruan. Tinggi badannya sekitar 1.65m, rambutnya dikuncir dengan model kuda tunggal dan nampak ada dua gigi harimau kecil yang lucu ketika tersenyum.
Melihat Yessy datang ke sekolah, wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut yang indah, dia berkata kepada Yoshua. "Ayahnya Yessy! Bukankah kamu bilang bahwa kamu ingin memindahkan anakmu?"
"Tidak lagi! Biarkan Yessy melanjutkan sekolahnya di taman kanak-kanak ini saja."
Sebelumnya, Yoshua berkata kepada Suliya bahwa putrinya akan "pindah sekolah" itu hanyalah alasan. Jika perusahaan istrinya bangkrut, jangankan biaya sekolah putrinya, bahkan keberlangsungan hidup di rumah pun jadi masalah.
Suliya mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Yessy, dengan senyum tulus di wajahnya sambil berkata gembira. "Baguslah! Aku paling suka sama Yessy."
"Guru Suli, aku juga menyukaimu!”ucap Yessy dengan mulutnya yang manis sambil menarik tangan gurunya.
Yoshua tersenyum dan berkata kepada Suliya. "Guru Suli, aku serahkan Yessy kepadamu ya."
"Iya, Ayah Yessy, jangan khawatir!"
"Ngomong-ngomong, aku akan mentransfer biaya sekolahnya untuk bulan depan kepadamu sebentar lagi."
"Baik!"
Suliya tersenyum, menggendong Yessy dan berbalik memasuki taman kanak-kanak.
Pagi-pagi sekali, Cindy pergi ke Ciputra Jaya Group untuk membayar sisa hutang 1.5 miliar. Hutang itu seperti gunung besar yang terus menekan hingga dia susah bernapas. Saat uang itu dibayarkan semua, ada kegembiraan yang tak terlukiskan di hatinya.
Bos Ciputra Jaya Group bernama Hartono Ciputra. Setelah Cindy melunasi utangnya, Hartono segera menelepon dan melaporkan kepada orang di telepon tentang tujuan kedatangan Cindy.
Orang di telepon menjawab dengan nada berat, "Ya, aku sudah tahu!" Setelah selesai berbicara, dia bahkan tidak bertanya apapun langsung menutup telepon.
Hartono merasa sangat aneh, dia susah payah membantu orang mengatur jebakan ini untuk Cindy, tetapi reaksi dari pihak yang dibantunya benar-benar mengejutkannya.
Cindy berada dalam mood yang sangat senang hari ini, selain melunasi hutangnya kepada Ciputra Group. Yoshua juga memperkenalkannya dengan klien dari Kusuma Grup, jika kesepakatan bisnis ini dapat tercapai, perusahaanya akan bangkit kembali. Karena itu, dia berdandan khusus untuk hari ini. Cindy memiliki tinggi badan 1,7 meter, kulitnya amat cantik dan putih, kakinya indah dan ramping, ke mana pun dia pergi, dia tampak seperti pemandangan yang indah.
Setelah naik taksi ke Kusuma Group, Cindy dengan hati-hati merapikan pakaiannya. Dengan riasan sederhana dan pakaian yang sopan dan rapi, dia perlahan berjalan menuju Kusuma Group.
__ADS_1
Cindy menyerahkan kartu namanya kepada seorang gadis di bagian resepsionis, dengan senyum hangat di wajahnya, dia berkata dengan sopan. "Ini Cindy dari Perusahaan Desain Kemasan Yezzy, boleh tolong bantuannya saya ingin bertemu dengan Wakil Presdir Pak Budiman?"
"Permisi, apakah Anda punya janji?" tanya gadis di resepsionis.
Cindy menggelengkan kepalanya dan berkata. "Suamiku berkata, cukup menyebut namaku Cindy, maka Pak Budiman akan menemuiku."
Ketika dia mengatakan ini, Cindy jelas kurang percaya diri. Salahkan dirinya yang terlalu larut dalam kegembiraan. Di perusahaan besar seperti Kusuma Group, bagaimana mungkin bisa bertemu dengan pemimpin penting tanpa berbuat janji dulu.
Seperti yang terduga, gadis di resepsionis itu memeriksa jadwal janji pemimpin perusahaan dan berkata. "Maaf, Bu Cindy! Wakil Presdir sedang bertemu dengan tamunya."
"Kapan dia akan selesai?"
"Belum bisa dipastikan waktunya!"
Dengan ekspresi kecewa di wajahnya, tiba-tiba saja dia kepikiran bahwa dia bisa pergi untuk membahas dengan "Manajer Periklanan dan Hubungan Masyarakat" terlebih dahulu.
"Lalu, apakah direktur dari departemen Periklanan dan Hubungan Masyarakat sedang ada di sini?"
"Oh! Maksudmu Pak Marwan ya? Dia telah diturunkan pangkatnya menjadi manajer departemen. Direktur Periklanan dan Hubungan Masyarakat yang baru diangkat bernama Bu Dewi."
Cindy memusatkan penglihatannya ke arah sana, yang mengejutkannya adalah bahwa direktur departemen tersebut, Dewi Chandra adalah teman sekelasnya dulu semasa kuliah.
Ketika Dewi hendak kembali setelah mengantar kepergian para tamu.
Terdengar suara Cindy berteriak memanggil. “Dewi!"
Dewi menoleh dan melihat Cindy sedang memanggil dirinya.
Dia berjalan menuju meja resepsionis, mengerutkan kening dan berkata dengan dingin kepada Cindy. "Cinn, kok bisa kamu di sini?"
Cindy sebenarnya juga tidak ingin datang ke Perusahaan Kusuma, karena di sana dia bakal bertemu dengan orang yang dia kenal. Dulu si mantan direktur Pak Marwan itu selalu melihat Cindy dengan tatapan genit. Daripada Cindy harus menjual harga dirinya untuk mendapatkan keuntungan, dia lebih baik ikhlaskan kerja samanya dengan Kusuma. Kalau bukan karena Yoshua sudah komunikasikan terlebih dahulu sama bosnya, dia enggan datang ke Perusahaan Kusuma untuk membahas kerja sama dengan Pak Marwan.
Sekarang direktur departemen Periklanan dan Hubungan Masyarakat sudah digantikan oleh teman sekelasnya dulu, Cindy sangat senang. Dia melangkah ke depan Dewi, dan berkata. "Aku di sini untuk membahas rencana kerja sama dengan Pak Budi. Dewi, kamu pernah dengar Pak Budi bilang soal penyerahan urusan desain kemasan kepada perusahaan kami tidak?"
Wakil presdir Pak Budiman memang pernah memberitahukan bahwa ada seorang tamu VIP yang akan datang ke perusahaan untuk membicarakan soal desain kemasan. Tapi karena urusannya Pak Budi terlalu banyak, belum sempat sampaikan penjelasan lebih lanjut, dia sudah sibuk dengan hal yang lain!
__ADS_1
Semasa kuliah dulu, orang yang paling tidak disukai Dewi adalah Cindy, karena Cindy lebih baik darinya dalam semua aspek. Baru kemudian, Cindy menikah dengan seorang pria tidak berguna, membuat Dewi bisa menang sekali itu. Terutama ketika dia dengar bahwa perusahaan Cindy sedang dalam krisis utang, dia bahkan lebih senang lagi. Sekarang dia memiliki kesempatan untuk menekan Cindy, bagaimana dia bisa membantunya?
Dewi melipat lengannya dengan ekspresi arogan, dan mencibir pada Cindy. "Cin, bukannya aku tidak mau bantu kamu sih! Hanya saja Pak Budi pernah berpesan, desain kemasan Kusuma di masa mendatang akan diserahkan kepada tamu VIP kami. Jangan bilang, kamu adalah VIP yang disebut sama Pak Budi?"
Cindy tidak merasa bahwa dia adalah tamu VIP tersebut, tetapi Yoshua mengatakan kalau sudah ketemu dengan Pak Budi nanti, kerjaan Kusuma dalam desain kemasan akan diserahkan ke perusahaannya. Sekarang tiba-tiba muncul seorang "VIP" lagi, membuatnya merasa ditipu oleh Yoshua.
Dewi mencibir dan berkata. "Cin, aku telah mendengar tentang masalahmu! Tapi kamu tidak bakal pakai cara seperti menjual harga diri wanita kepada Pak Budi agar perusahaan kamu diselamatkan kan?"
"Dewi, kamu terlalu berlebihan!"
"Aku terlalu berlebihan? Suamimu yang tidak berguna itu kerjaannya hanya menjaga anak di rumah sepanjang hari, wanita cantik sepertimu, emang bisa tahan kesepian?"
Mendengar apa yang dikatakan Dewi tentang dirinya, wajahnya terlihat memerah, pipinya panas membara. Tidak apa-apa kalau rencana kerja samanya gagal, tapi dia malah dipermalukan terang-terangan oleh teman kuliahnya.
"Dewi, kutahu kamu tidak senang sama aku dari dulu. tidak ku sangka, setelah wisuda pun, kamu masih menyimpan dendam sama aku."
"Hnng! Cin, ku tidak lagi seperti diriku yang dulu. Selama ada aku di sini menjabat sebagai direktur departemen hubungan masyarakat, kamu tidak usah berharap tentang kerja sama perusahaanmu dengan Kusuma! Kamu mending pulang jagain suamimu itu deh?" Dewi tersenyum bangga dan berkata. "Mungkin juga kamu bersikeras menikahi suami tidak berguna itu karena kamu suka dia bisa memberimu makan di atas ranjang kan."
"Dewi, sudah cukup!"
Cindy melangkah maju ingin memukul Dewi.
Dewi melangkah mundur dan berteriak. "Satpam!" Dua penjaga keamanan segera bergegas ke situ.
Dewi menunjuk ke Cindy dan berkata kepada penjaga keamanan. "Usir wanita ini keluar dari sini! Jangan izinkan dia untuk memasuki Perusahaan Kusuma lagi di masa depan."
Penjaga keamanan tidak meminta penjelasan dan langsung mengeluarkan Cindy.
Setelah diusir, Cindy mulai menangis sedih. Dia datang dengan harapan besar, bukan hanya rencananya tidak berhasil malah dihina oleh Dewi.
Cindy mengeluarkan ponselnya dan menelepon Yoshua.
Setelah panggilan tersambung, Cindy melampiaskan semua perlakuan buruk yang dia terima kepada Yoshua, dan berteriak di telepon. "Yosh! Kamu mengecewakan aku. Aku pikir kamu benar-benar bisa menyelamatkan keluarga ini dan perusahaanku. Ternyata aku salah memercayaimu! Kamu hanyalah manusia tidak berguna."
Yoshua sedang melakukan pekerjaan rumah di rumah, mendengar istrinya menangis sedih, dia yang masih belum mengerti keadaan langsung bertanya. "Cin, apa yang terjadi?" Dia tiba-tiba teringat bahwa Cindy akan pergi ke Perusahaan Kusuma hari ini untuk membicarakan tentang penandatanganan kontrak. Dia bertanya. "Cin, apakah ada masalah dengan kerja sama dengan Kusuma? Kamu tungguin ya, aku segera pergi ke sana!"
__ADS_1