Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
3 Miliar Saja Tidak Sanggup Bayar?


__ADS_3

Di reuni kali ini, Marco melihat kalau Cindy sengaja menjaga jarak dari dirinya.


Dia meraih tangan Cindy dengan kuat karena mabuk.


Melihat kejadian ini, Yoshua bangkit dari kursinya. Kalau Marco bergerak lebih jauh lagi, dia akan langsung pergi ke ruangan "Night Paris" dan memukul Marco sampai babak belur.


Cindy langsung menghempaskan tangan Marco, dan berkata dengan dingin kepadanya, "Marco, kamu sudah mabuk!"


"Cindy, aku tidak mabuk! Saat sekolah, jika aku tidak belajar di luar negeri, kita seharusnya akan bersama."


"Sayangnya, tidak ada jika. Aku sudah berkeluarga sekarang, tolong jaga sikapmu."


Gadis yang sebelumnya berbicara dengan Cindy, mencibirnya dan berkata, "Cindy, siapa di sini yang tidak tahu kalau kamu menikah dengan orang tidak berguna. Apakah kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya?"


“Kamu tidak boleh memanggilnya orang tidak berguna!” Cindy berdiri dan berkata dengan ekspresi marah, “Emang suamiku kenapa? Ini urusanku, bukan urusanmu!”


"Cinn, kami melakukan ini juga demi kebaikanmu. Marco menyukaimu ketika dia masih kuliah, dan sekarang dia kembali untuk memulai bisnis, selain itu dia juga pria yang kaya. Dia tidak keberatan walaupun kamu sudah menikah. Kenapa kamu masih menolaknya?"


"Caroline, jangan bicara omong kosong di sini. Bukankah kamu menyukai Marco? Untuk apa menarikku masuk ke dalam urusanmu?"


Cindy merasa kalau reuni dengan teman lamanya ini hanyalah membuang-buang waktu. Saat reuni, mereka hanya memamerkan pakaian dan tas bermerk, jika tidak ya memamerkan suami siapa yang lebih baik. Cindy bisa menahan semua ini, tetapi teman-temannya ini sangat berlebihan, mereka selalu menggunakan suaminya sebagai bahan candaan, dan terus mengatakan kalau dia adalah orang yang tidak berguna.


Cindy mengeluarkan ponselnya dan menelepon Yoshua, "Yos, aku di The Imperial Hall, aku sudah selesai, sini jemput aku!"


“Oke, aku akan ke sana dalam 10 menit.” Yoshua meminta Fenny untuk melakukan apa yang sudah mereka rencanakan. Lalu dia pergi ke pintu belakang dan berputar ke tempat parkir.


Yoshua memiliki firasat kalau teman-teman Cindy akan menghina dirinya sebagai orang yang tidak berguna, maka dari itu dia sengaja mengendarai Rolls Royce milik Kennedy. Sesudah berhenti di depan pintu, dia menelpon Cindy dan berkata, "Cinn, aku sudah sampai! Keluarlah."


Melihat Cindy pergi, Marco pun memanggil pelayan untuk membayar tagihan. Lalu dia mengetahui jika tagihan mereka menghabiskan uang 3 miliar.


Sesudah Marco kembali, dia membuka perusahaan dengan modal 40 miliar dan membeli Taiwan Bentley dengan harga lebih dari 4 miliar. Modal uang di rekening perusahaan tidak lebih dari 6 miliar. Selain itu, dia tidak bisa menggunakan uang yang ada di rekening banknya untuk sementara waktu. Itu semua karena kecerobohannya sendiri, karena tidak melihat harga anggur itu.


Dewi terkejut ketika mendengar kalau tagihannya menghabiskan uang 3 miliar. Tetapi ketika melihat harga anggur merah yang mendekati 200 juta, dia langsung mengerutkan kening. Pengeluaran ini hampir seperti gaji tahunannya.


Melihat panggilan dari Yoshua, Cindy berkata ada sedikit masalah di tempatnya, dan dia akan segera keluar.


Dewi mengerutkan kening dan berkata, "Kak Fenny, boleh diskon ngak? Gilak si tagihannya ini."


Ekspresi wajah Fenny benar-benar dingin, sangat berbeda dengan ekspresi tersenyumnya tadi.

__ADS_1


"Aku sudah memberikan kalian buah-buahan dan buah kering secara gratis, eh kamu masih ingin aku beri diskon. Kamu pikir aku sedang melakukan amal? Kalau ngak mampu beli, ya jangan datang ke The Imperial Hall milikku, pura-pura jadi orang kaya lagi tuh!"


Marco menunjuk Fenny dan berkata dengan marah, "Eh, ngomong apa kamu? Percaya ngak, aku akan membuat tokomu ini tidak bisa buka lagi di Kota Medan?"


"Oh! Kamu pikir aku takut? Kamu ngak pernah cari tahu ya, kalau aku tidak mempunyai kemampuan apa-apa, emang bisa seorang wanita berani membuka klub sebesar ini?"


Dewi mendengar kalau wanita bernama "Fenny" ini adalah wanita yang kejam. Suatu hari ada tamu yang membuat masalah di "The Imperial Hall". Kemudian, saat ditemukan, dia sudah dibuang ke sungai untuk jadi makanan ikan.


Tentu saja, ada berbagai macam tuduhan yang diberikan pada Fenny, tetapi tidak ada bukti yang bisa membuktikan kalau Fenny yang melakukannya. Sejak itu, hampir tidak ada orang yang berani membuat masalah di "The Imperial Hall", dan jika Fenny sudah keluar, maka semua akan terselesaikan.


Tetapi tidak satu pun dari temannya yang hadir memiliki uang sebanyak itu.


Yang paling merasa malu adalah Marco, dia dengan sombong mengatakan kalau dirinya akan traktir, tetapi malah tidak mampu membayar tagihan, hal ini membuat teman-teman langsung membencinya.


"Marco, kamu kan punya perusahaan besar, masa ngak mampu bayar tagihan 3 miliar?"


"Bener tuh! Tadi katanya mau traktir, sekarang mereka sudah melarang kita untuk pergi, gimana ini?..."


Sesudah mendengarkan kata-kata kejam dari teman-temannya, Marco berkata kepada Fenny, "Kak Fenny, Bentley yang aku kendarai lebih dari 4 miliar. Aku akan menggadaikannya di sini malam ini. Lalu, besok aku akan menyuruh sekertarisku untuk membayar tagihannya, gimana?"


"Kamu ngerasa hebat karena bisa mengendarai Bentley?! Siapa yang tahu jika mobilmu itu bekas, atau pernah turun mesin? Yang aku inginkan adalah uang, bukannya menyita mobilmu secara ilegal. Jika kamu tidak bayar, aku akan memanggil polisi untuk menangkap kalian, biar kalian tinggal di kantor polisi semalaman."


"Kak Fenny, lagi marahin siapa?"


Kak Fenny tahu kalau tokoh utama sudah mulai tampil begitu melihat kedatangan Yoshua. Lalu dia berkata, "Kak Yoshua, kamu datang tepat waktu! Orang-orang ini minum-minum di sini, tapi tidak mau bayar. Aku sedang bersiap memanggil polisi untuk menangkap mereka."


“Sayang, kamu sudah datang.” melihat kedatangan Yoshua, Cindy langsung memanggilnya “sayang” dan mendatanginya.


Yoshua mengira telinganya salah dengar. Cindy biasa memanggil dirinya Yoshua dan tidak pernah memanggilnya "sayang".


“Kak Yoshua, ini…?” Fenny bertanya dengan sengaja.


"Dia Istriku, Cindy!"


"Wow! Aku dengar Cindy adalah wanita tercantik nomor satu di Kota Medan. Ternyata itu semua benar. Kak Yoshua, aku benar-benar iri padamu."


"Kak Fenny! Silakan lanjutkan pekerjaanmu, kita berdua balik dulu."


"Oke!"

__ADS_1


Fenny tersenyum sambil mengangguk.


Dewi melihat hubungan antara Yoshua dan Fenny yang begitu akrab, ditambah sekarang Cindy ingin pergi bersama Yoshua. Jika mereka tidak bisa membayar uang 3 miliar, mereka akan ditahan di kantor polisi.


Memikirkan hal ini, Dewi langsung berteriak kepada Cindy, "Cinn! Tunggu bentar."


Cindy berhenti, lalu menoleh dan menatap Dewi, kemudian berkata, "Dew, ada apa?"


Dewi berkata, "Suamimu dan Kak Fenny sangat akrab, boleh minta tolong ngak? Tolong lepaskan kami dulu, besok sekretaris Marco akan datang membayar tagihannya."


Gadis modis bernama Caroline juga berbicara, "Hooh, bener tuh! Cinn, suamimu sangat cakap, tolong minta dia untuk bantu kita ya."


Cindy memasang ekspresi dingin dan berkata, "Tapi kamu sepertinya tidak berkata begitu tentang suamiku barusan, kalian mengatakan kalau aku menikah dengan orang tidak berguna. Kamu tidak akan meminta bantuan orang tidak berguna, kan?"


Sebelumnya Caroline paling menyombongkan diri. Dia menikah dengan seorang manajer proyek dan menghasilkan puluhan juta dalam sebulan. Tentu saja, dia akan memandang rendah pria seperti Yoshua yang hanya menjaga anak di rumah sepanjang hari. Tak disangka dia akan menampar dirinya sendiri secepat ini!


Caroline adalah orang yang pintar merayu seseorang, dia segera tersenyum dan memuji Cindy, "Eh, mana mungkin aku meremehkan suamimu seperti itu? Barusan aku hanya bercanda denganmu."


Cindy juga tidak yakin apakah Yoshua akan membantunya jika dia memintanya. Lalu dia bertanya pada Yoshua, "Yos, gimana kalau kamu bantu mereka?"


Melihat Marco tidak mengatakan sepatah kata pun, Yoshua dengan sengaja bertanya, "Cinn, siapa yang akan traktir reuni kalian hari ini?"


"Marco!"


“Dia saja tidak memohon padaku, terus gimana aku bisa memohon Kak Fenny?” Yoshua mengeluarkan sekotak rokok seharga 30 ribu dari sakunya, lalu menyalakan sebatang dan mulai merokok.


Melihat Marco memelototi Yoshua dengan tatapan marah, Dewi mendorongnya pelan dan berkata, "Marco, cepat sana mohon pada suami Cindy. Emang kamu mau nginap di kantor polisi? "


“Aku tidak akan menundukkan kepalaku pada pengecut!” Marco mengambil ponselnya dan menelepon Kakak sepupunya, Mario, “Kak! Aku di The Imperial Hall. Tolong bawakan uang 3 miliar ke sini. Aku sedang ditahan di sini. Oke, aku tunggu."


Yoshua tersenyum, lalu berkata kepada istrinya, "Yang, lihat ‘kan! Tidak ada yang menghargai kebaikan kita, ayo pulang dan tidur!"


Dia mengatakan kata "tidur" dengan sangat berat. Dia jelas-jelas ingin pamer pada Marco.


Fenny tahu kalau Yoshua mengendarai Rolls Royce untuk menjemput Cindy agar dirinya bisa berpura-pura. Lalu dia berkata pada Marco dan yang lainnya, "Kalian tunggu di pintu masuk saja! Jika aku tidak melihat uang dalam setengah jam, aku akan memanggil polisi dan mengirim kalian ke kantor polisi."


Marco dan Dewi merasa biasa saja, tapi yang lain tercengang ketika melihat Yoshua mengendarai mobil mewah Rolls-Royce untuk menjemput Cindy.


Sesudah Yoshua pergi, Caroline bertanya pada Dewi yang ada di sebelahnya, "Dew, emang suami Cindy sudah kaya ya? Kok dia bisa mengendarai Rolls Royce?"

__ADS_1


Tatapan mata Dewi terlihat mendalam, seolah sedang memikirkan sesuatu, dia menjawab, "Ngak, dia hanyalah sopir Kennedy, orang terkaya di Kota Medan."


__ADS_2