Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Tonopati


__ADS_3

Mengungkit soal minum bersama, membuat wajah putih dan cantiknya Cindy memerah karena malu.


Dulu, saat mereka baru menikah, Cindy tidak suka sama Yoshua yang hanya tau menganggur dan bermain sepanjang hari, dia tidak pernah membiarkannya pergi tidur bersamanya. Kemudian, pada jamuan makan keluarga suatu malam, keduanya minum terlalu banyak bir dan tertidur bersama. Inilah bagaimana "Yessy" kemudian muncul.


Setelah memiliki anak, pertengkaran antara pasangan suami istri itu banyak mereda, tetapi Cindy tidak pernah mau seranjang dengan Yoshua.


Yoshua memiliki istri yang seperti bunga, hanya bisa dilihat dan tidak bisa dimakan, perasaan untuk terus menahan seperti itu, betapa menyakitkannya.


Setelah antar istrinya pulang, Yoshua melihat waktu masih awal untuk jemput anaknya, dia pergi ke tempat pembangunan real estat bernama "Golden Century Bay".


Yoshua ke sana untuk mencari "Si Idiot Tono".


Nama asli "Si Idiot Tono" adalah Tonopati, teman bermain Yoshua sejak kecil. IQ-nya lebih rendah dari orang normal, dia tidah pernah memikirkan konsekuensi dari melakukan sesuatu, seperti orang bodoh, makanya dipanggil "Si Idiot Tono."


Setelah Yoshua meninggalkan rumah orang tua, Tono keluar bersamanya. Tono tidak memiliki kemampuan lain, dia hanya bisa melakukan pekerjaan fisik, dia banyak melakukan berbagai macam pekerjaan kuli jangka pendek untuk menghasilkan uang.


Sesampainya Yoshua ke lokasi konstruksi, dia melihat sekelompok orang berkerumun di sana sedang menonton sesuatu. Dia menerobos masuk dan melihat Tono sedang merangkak dan memakan makanan yang sudah terjatuh di tanah.


"Tono!"


Mata Yoshua menjadi basah dalam sekejap, dia melangkah maju untuk menarik Tono yang sedang berbaring di tanah untuk makan.


Dia memelototi orang-orang yang menyaksikan di situ, dan berteriak. "Kalian semua adalah rekan kerjanya, bagaimana kalian bisa memperlakukannya seperti ini?"


Seseorang yang mengenakan helm safety berwarna merah berkata dengan dingin. "Temanmu sendiri yang tidak punya mata, dia yang tidak sengaja menabrak Pak Direktur Randy saat sedang mengangkut semen."


Yoshu mengenali orang ini, dia adalah direktur tim konstruksinya Tono.


Tono terus memakan makanan di tanah, Yoshua menariknya lagi.


"Tuan muda! Mereka suruh aku menghabiskan makanannya, jika tidak, mereka tidak akan membayar gajiku."


Orang di sebelahnya mencibir karena Yoshua dipanggil "Tuan Muda". Siapa yang tidak tahu bahwa Yoshua adalah seorang pria yang hanya bisa mengandalkan wanita.


Yoshua bertanya pada Tono. "Siapa yang menyuruhmu memakannya?"


"Direktur Randy!"


"Bawa aku menemuinya!" Kata Yoshua.


Tono adalah seorang yatim piatu dan dibesarkan di panti asuhan. Kemudian, Ayahnya Yoshua melihat bahwa dia dilahirkan dengan kekuatan yang tidak biasa, dia membawanya ke keluarga Kusuma untuk dirawat. Hubungan Tono dan Yoshua paling dekat. Karena itu, dia hanya mendengarkan perkataan Yoshua saja.

__ADS_1


Tono dengan marah berteriak kepada para pekerja. "Minggir semuanya!"


Teriakannya seperti badai petir di hari yang cerah, para pekerja sangat ketakutan sehingga mereka mundur. Melihat kondisi mereka berdua, sepertinya mau pergi membalas perbuatannya Randy.


Ketika mereka tiba di depan sebuah rumah papan portabel, terdengar suara orang bermain poker dari dalam.


Randy berteriak dengan wajah sumringah. "Yayyy aku menang!" selesai itu, dia dengan senang menyusun kartu lagi.


Belum sempat Randy menagih uang menangnya, dia melihat sepasang tangan besar terentang di bawah meja, meja itu tiba-tiba terangkat, meja besar itu terpental ke tanah dalam sekejap.


Randy melihat orang yang membanting meja adalah "Si Idiot Tono", dia mengutuknya dengan marah. "Eh Idiot, kamu pengen mati hah?"


Yoshua kemudian masuk dan memanggil dengan dingin. "Pak Randy!"


Randy pernah bertemu Yoshua beberapa kali, karena Yoshua sering datang untuk mencari Tono di lokasi konstruksi.


"Wih! Jadi itu kamu? Cepat singkirkan saudara idiotmu dari sini. Kalau tidak, aku akan menyuruh orang melemparkannya ke sungai untuk memberi makan ikan."


Yoshua mengabaikan ancaman Randy dan berkata ke Tono. "Tono, ayo lakukan!"


Tiba-tiba, Tono menendang Randy dan terjatuh ke tanah.


Yoshua melihat masih ada sekotak sisa makanan di ambang jendela. Dia mengambilnya, berjalan ke depan Randy, dan menginjak bagian belakang lehernya. Kemudian, dia menuang sisa makanan itu ke depan mulut Randy, dan berkata. "Pak direktur, karena kamu membiarkan Tono berbaring di tanah untuk memakan, maka kamu juga harus merasakan sebaliknya juga, kan?"


"Kamu gila! Percaya tidak, aku akan suruh orang untuk hajar kalian sampai babak belur? Apa yang kalian tunggu, pukul mereka!"


Mereka bertiga yang bermain poker dengan Randy, bergegas menyerang Tono. Tetapi semuanya terlempar dalam 3 tendangan berturut-turut dari Tono.


Para pekerja yang datang untuk menyaksikan keributan itu semuanya tercengang, mereka hanya tahu bahwa "Si Idiot Tono" sangat kuat. Tanpa diduga, dia adalah master berkelahi yang pandai menyembunyi keahliannya.


Yoshua mencibir dan berkata. "Pak Randy, mau berulah denganku? Kamu masih terlalu lemah! Hari ini, jika kamu tidak makan nasi di tanah, aku akan suruh Tono membuangmu ke sungai untuk jadikan makanan ikan."


Tono adalah orang yang mempunyai gangguan intelektual, tetapi dia selalu menuruti kata-kata Yoshua. Jika Yoshua benar-benar menyuruhnya untuk menceburkan Randy ke sungai, si idiot ini pasti akan melakukannya.


"Rann, kesabaranku terbatas. Jika kamu tidak makan makanan di tanah dalam 3 menit, aku akan segera membuangmu ke sungai."


Meskipun Randy tidak ikhlas di dalam hatinya, demi menghindari kejadian yang tidak menguntungkan, terpaksa dia menjilat nasi di tanah sedikit demi sedikit.


Setelah Yoshua melepaskan Randy, dia berkata kepadanya. "Pak Rann, mulai hari ini dan seterusnya, Tono tidak lagi bekerja di sini. Kamu sebaiknya mentransfer gajinya tanpa kurang sepersen pun. Jika tidak, aku tidak keberatan datang ke sini agar kamu bisa makan makanan lezat di tanah lagi". Setelah selesai berbicara, dia membawa Tono pergi dengan angkuh, tidak ada yang berani menghentikannya.


Setelah meninggalkan lokasi konstruksi, Yoshua menyuruh Tono masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Tono tersenyum bodoh dan bertanya kepada Yoshua. "Tuan, ini mobil dari mana?"


"Aku pinjam."


"Kalau begitu aku tidak kerja di lokasi konstruksi lagi, gimana bertahan hidup nanti?"


Yoshua menjawab, "Ton, aku punya uang sekarang. Kalau kamu tidak punya uang, minta sama aku aja."


"Benarkah?" Tono memuji Yoshua dengan ekspresi gembira. "Tuan muda memang beda! Aku tahu tuan pasti akan punya banyak uang di masa depan. "


Yoshua merasa sedih di hatinya, jika Tono tidak bersikeras mengikutinya, bagaimana dia bisa begitu menderita.


Yoshua memberikannya 40 juta, memintanya untuk pindah ke sekitar rumahnya. Dia juga menyuruhnya untuk meminta uang kepadanya jika uangnya tidak cukup. Dia tidak berani memberi Tono terlalu banyak uang, khawatir ada orang yang tak berniat baik menipu uang Tono.


Pada saat ini, guru TK Bu Suliya menelepon Yoshua.


Di telepon, suara Suliya terdengar sangat cemas, dia berkata. "Ayahnya Yessy, gawat! Yessy dipukuli oleh ayah seorang anak di kelas."


"Apa?"


Ketika Yoshua mendengar ini, kemarahannya membludak.


Yessy sangat penurut dan imut, dia bahkan tidak tega untuk memukul putrinya sendiri. Jika seseorang berani menyentuh putrinya, orang itu benar-benar sudah lelah hidup.


"Ayahnya Yessy, jangan emosi dulu! Aku..."


Omongan Suliya belum selesai, Yoshua sudah menutup teleponnya.


Yoshua membawa Tono di mobil, mengebut sepanjang jalan, tidak tahu berapa banyak lampu merah yang dia terobos, mereka segera tiba di taman kanak-kanak eksperimental I kota Medan .


Setelah tiba di sekolah, Suliya sudah menunggu di depan gerbang. Melihat Yoshua datang dengan seseorang yang tampak seperti pekerja kuli, dia melangkah maju membujuk Yoshua. "Pak Yosh, begini keadaannya, tolong dengarkan aku dulu!"


Yoshua dengan sabar mendengarkan Suliya bercerita.


Ternyata Yessy dan seorang anak berebutan mainan, tanpa sengaja menyenggol anak itu hingga jatuh. Untungnya, Suliya ada di situ, dia meminta Yessy untuk meminta maaf kepada anak itu. Bagaimana tahu setelah Yessy meminta maaf, anak itu malah tidak menurut dan semakin berulah. Sementara Suliya tidak memperhatikan, dia berkelahi dengan Yessy lagi. Karena tidak bisa mengalahkan Yessy, anak itu berterusan merengek ingin bertemu dengan orang tuanya.


Setelah ayah anak laki-laki itu datang, melihat lengan putranya ada 2 garis bekas goresan, dia tidak mau mendengar penjelasan apapun, sontak menampar Yessy 2 kali. Meminta Suliya segera menelepon orang tua Yessy, untuk membawa anaknya ke rumah sakit, dan meminta di kasih suntikan "tetanus".


Setelah mendengar keseluruhan cerita,  Suliya melihat wajah muram Yoshua, dia tahu dia seperti berada di tepi letusan gunung berapi, tapi tetap membujuk Yoshua. "Pak Yosh, adalah hal biasa bagi anak-anak berkelahi.  Setelah kalian sebagai orang dewasa bertemu, pastikan berbicara dan berdamai dengan baik, tidak boleh berkelahi lagi! Mereka yang kalah akan masuk rumah sakit, dan mereka yang menang akan masuk penjara."


Yoshua menatap dengan mata dingin, meletakkan satu tangan di saku celananya, dan berkata kepada Suliya. "Bu Suli, terima kasih atas maksud baiknya. Bawa aku untuk menemui orang tua anak itu….!"

__ADS_1


__ADS_2