
Setelah Yoshua keluar dari rumah, dia segera menghentikan taksi dan berkata untuk menuju ke Kusuma Group.
Di dalam mobil, dia menelepon Kennedy, orang yang bertanggung jawab atas Kusuma Group cabang Kota Medan.
"Paman! Gimana sih? Bukankah aku sudah meminta kamu untuk serahin urusan Kusuma kepada Cindy?"
"Tuan, aku sudah aturkan terkait hal ini kok!"
"Cindy, hari ini pergi tanda tangan kontrak, kok malah tidak jadi sih?"
"Ini...." Paman Kenn berkata, "Aku akan menelepon dan bertanya segera."
Ketika Paman Kenn hendak menutup telepon, dia mendengar kalimat lain dari Yoshua. "Dan juga, usaha Kusuma Group di 3 provinsi Sumatera milikku semua sekarang, perusahaan harus segera mengganti nama."
"Ganti nama? Bisa! Sekarang cabang-cabang di 3 provinsi itu semuanya dibawah kepemilikanmu. Tentu saja, kamu bisa mengganti nama. Bagusnya ganti nama apa?"
Yoshua berpikir sejenak dan berkata. "Ganti jadi Youshu Surya Group saja!"
Paman Kenn segera bisa menebak isi pikiran Yoshua dan berkata, "Oke! Aku akan tugaskan orang untuk mengurusnya."
Sopir taksi melirik Yoshua yang berada di kursi belakang mobil, dengan bercanda berkata. "Hei teman! Kamu ini sungguh pandai berbual ya?"
"Ada apa?" Yoshua mengerutkan kening dan bertanya.
Sopir taksi tersenyum dan berkata. "Siapa yang tidak tahu bahwa cabang Kusuma Group di 3 provinsi Sumatera adalah milik Kennedy. Kamu berbual mengatakan semuanya itu milikmu, mengapa kamu tidak katakan saja bahwa seluruh Wahaha Group di sana juga milikmu?"
Yoshua tersenyum kepada sopir taksi dan menjawab, "Pak! Omonganku dalam telepon tadi sudah meminta Kusuma Group untuk mengubah namanya menjadi Yoshu Surya Group, bapak juga ada dengar kok. Tunggu saja apakah nanti Kusuma ada mengubah namanya?"
"Oke! Jika Kusuma Group benar-benar mengubah namanya menjadi Yoshu Surya Group, aku Wawan akan memanggilmu Kakak di masa depan."
Yoshua melihat Pak Wawan seperti paman paruh baya yang berusia hampir 40 tahun, jika dia memanggil dirinya kakak, akan terkesan dirinya tua. Dia menambahkan WhatsApp Pak Wawan, berkata sambil tersenyum. "tidak perlu panggil aku Kakak! Ingatlah untuk kembalikan ongkos aku setelah kamu kalah nanti."
Sesampainya di Kusuma Group, Yoshua membayar ongkos dan langsung turun dari taksi. Dia memiliki 200 miliar di rekeningnya yang ditransfer oleh Paman Kenn, dia dapat menghabiskan berapapun yang dia inginkan sekarang. Hanya saja dia belum bisa mengungkapkan identitas aslinya di depan istrinya Cindy.
Cindy menunggu kedatangan Yosh di gerbang Grup Kusuma, dia tidak berharap apapun dari Yosh, hanya ingin Yosh memberikan sebuah penjelasan.
Sementara saat Cindy menunggu dengan cemas, Dewi bergegas keluar bersama manajer departemen periklanan, Marwan.
Marwan berusia pada awal 30 tahunan, mengenakan kacamata berbingkai emas, nampaknya dia terlihat terpelajar dan sopan, tetapi sebenarnya dia adalah orang yang munafik.
Dewi baru saja ditelepon oleh wakil presdir Pak Budiman, diberitahu bahwa orang dari perusahaan desain kemasan telah tiba, menyuruhnya keluar untuk menyambut tamu terlebih dahulu, Pak Budi akan segera keluar setelah menyelasaikan urusannya dengan klien lain. Tidak sulit untuk melihat seberapa besar Pak Budiman mementingkan masalah ini.
__ADS_1
Setelah Dewi berada di luar, dia melihat Cindy masih saja tidak pergi, kemarahannya lagi-lagi terpicu, dia bersama Marwan bergegas berjalan menuju Cindy dengan penuh amarah.
Dewi menunjuk ke arah Cindy, dengan tegas berkata. "Cinn, apakah kamu tidak tahu malu? Aku sudah bilang, Kusuma Group tidak bakal bekerja sama denganmu. Kamu masih tidak tahu malu tidak mau pergi dari sini untuk apa sih? Aku kasih tahu ya, bahkan jika kamu berlutut untuk memohon padaku hari ini, aku tidak akan setuju untuk bekerja sama dengan perusahaanmu."
Marwan merasa sepertinya mengenal wajah Cindy, dia baru kepikiran setelah memikirkannya beberapa lama, ternyata Si cantik ini pernah mengunjungi dirinya sebelumnya, Cindy pula yang telah menolak permintaan tak wajar dari dia.
Sekarang Dewi menjadi atasannya Marwan, demi jadi penjilat, Marwan mencibir ke Cindy dan berkata. "Oh, ternyata ini kamu?"
"Pak Marwan, kamu mengenalnya?”Dewi memandang Marwan.
Marwan mengangguk dan berkata. "Wanita ini pernah cari aku sebelumnya untuk membahas tentang kerja sama, tetapi aku menolak! Bu Dewi, kamu tidak tahu... Pada saat itu, dia merayu aku, sontak ditolak aku dengan tegas.”
Dewi mencibir pada Cindy dan berkata. "Cin, tidak nyangka ternyata kamu orang seperti itu ya? Pantas saja perusahaanmu begitu lancar pada beberapa tahun sebelumnya, ternyata kamu memanfaatkan tubuhmu untuk mendapatkan kekuasaan ya."
"Kalian omong kosong seperti hembusan kentut!" Cindy tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar, dia berkata kepada Marwan. "Pak Marwan, jelas-jelas kamu yang melecehkanku dulu, tetapi kamu malah asal menuduh, tidak membedakan benar dan salah, membalikkan hitam dan putih. Perusahaan Kusuma memiliki orang-orang seperti kalian, tidak bisa kerjasama pun tidak apa!"
Cindy gemetar karena marah, berbalik badan dan hendak pergi.
Terdengar Dewi berkata. "Cin, aku khawatir kamu telah berselingkuh di belakang suamimu, kan?"
Cindy menoleh kepalanya, memelototi Dewi dengan marah, dan berkata. "Dewi, coba kamu katakan sekali lagi? Lihat apakah aku berani merobek mulutmu."
"Aku bilang, kamu telah berselingkuh di belakang suamimu sejak dulu!” Bagaimana mungkin Dewi bisa takut akan ancaman Cindy, dia terus menyerang Cindy dengan kata-kata.
Suami Cindy, Yoshua berjalan kemari dengan wajah muram. Dewi sangat terkejut melihat kedatangannya.
"Cinn, suamimu yang tidak berguna itu ada di sini!"
Cindy melihat ke belakang, dan dia melihat Yoshua mendekatinya.
Sekejap, Yoshua memukul wajah Dewi dengan tamparan keras, meninggalkan bekas lima jari yang jelas tertempel di wajahnya.
Yoshua mengenali Dewi, wanita ini pernah mencemooh dirinya di pesta pernikahannya dia dengan Cindy. Karena dia teman sekelasnya Cindy, Yoshua menahan kemarahannya. Baru saja, dia mendengar perkataan hina dari Dewi kepada istrinya dengan jelas, bagaimana dia bisa membiarkan wanita ini.
"Dew, jangan berpikir kamu seorang wanita, maka aku tidak berani memukulmu! Beraninya kamu menindas istriku, kamu sudah bosan hidup ya."
"Wih! Kemampuannya tidak seberapa, tapi temperamennya buruk sekali." Dewi menggertakkan giginya, memelototi Marwan di sebelahnya dan berkata. "Pak, aku telah dipukuli, kamu kok masih diam aja?"
Marwan tersadar dan berteriak, "Satpam!"
Segera ada 4 atau 5 satpam bergegas ke sini.
__ADS_1
Cindy khawatir Yoshua akan menimbulkan masalah lain, dia menariknya dan berkata. "Yosh, ayo kita pulang!"
"Udah pukulin orang terus mau langsung pergi gitu, tidak semudah itu!” Dewi menunjuk kedua orang itu, dan berkata kepada satpam. "Tolong pukulin dua orang ini sekeras mungkin! Jangan biarkan mereka masuk ke Perusahaan Kusuma selangkah pun lagi untuk selamanya."
Ketika penjaga keamanan hendak menurutinya, Yoshua berkata dengan tegas, "Aku adalah sopirnya Pak Kennedy. Coba lihat siapa dari kalian yang berani?"
Kemudian, beberapa penjaga keamanan itu saling memandang sesama, mereka tergertak oleh omongan Yoshua.
Untuk menyanjung Dewi, Marwan berteriak kepada penjaga keamanan. "Sopir pak Kennedy adalah Kak Johan! Orang ini jelas adalah sopir palsu, jangan diam saja, menunggu dipecat ya kalian?"
Pada saat ini, terdengar suara serak dan tua yang datang dari arah sana.
"Siapa bilang dia palsu?"
Semua orang mencari asal suara itu, kemudian melihat Pak Kennedy, orang yang bertanggung jawab atas Kusuma Group di 3 provinsi Sumatera, berjalan cepat menuju sini.
Setelah Kennedy berbicara dan Yoshua di telepon, dia masih sedikit khawatir, jadi dia datang sendiri untuk memeriksa keadaan!
"Pak Presdir Kennedy!"
Dewi, Marwan dan beberapa penjaga keamanan melihat Kennedy seolah seperti tikus melihat kucing, mereka menjadi saat taat.
Kennedy memelototi beberapa orang dan berkata dengan tegas. "Kalian buta ya. Nona Cindy adalah VIP yang aku undang ke sini, kalian berani-beraninya mengusirnya keluar."
"VIP?"
Dewi dan Marwan sekejap tercengang tidak bisa berkata-kata. Bahkan Cindy sendiri pun melongo! Dirinya datang ke "Kusuma Group" untuk membicarakan kerja sama, sejak kapan dia menjadi VIP?
Yoshua mengedipkan mata pada Kennedy, memintanya untuk tidak mengungkapkan identitasnya. Dia berkata pada Kennedy. "Tuan Kenn, bukankah Anda setuju agar istriku datang ke perusahaan Kusuma untuk menandatangani kontrak? Mengapa orang-orang di perusahaan ini, tidak mengikuti perintah, malah bertekad untuk mengusir kami. Ini perlu bagiku sebagai sopir khusus untuk ingatkan Anda, Anda tidak akan mendisiplinkan karyawan perusahaan Anda dengan cara seperti ini saja kan?
"Pak Yosh, ini kelalaian aku!"
Setelah mendengar percakapan antara Yoshua dan Kennedy, semua orang yang berada di situ terkejut.
Siapa Kennedy? Dia adalah orang terkaya di Kota Medan.
Bahkan jika Yoshua memang sopir mobil khusus Pak Kennedy sekalipun, bagaimana dia bisa berbicara kepada Pak Kenn dengan nada yang arogan. Pak Kenn juga terlihat bisa menerima kritikannya! Ini benar-benar mengejutkan.
Begitu Kennedy selesai berbicara, seorang pria tampan berusia 40 an yang mengenakan dasi berlari mendekat.
"Pak Kenn, mengapa Anda di sini?”Wakil Presdir Budiman bertanya pada Kennedy.
__ADS_1
Kennedy amat marah, dia menunjuk dan memarahi Budiman sambil berkata. "Pak Budi, bagaimana kamu melakukan tugas? Lihatlah anak buahmu, hal baik apa yang telah dilakukan mereka!"