Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Lihatlah bagaimana anaknya dididik


__ADS_3

Di ruang keamanan sekolah, Yoshua bertemu dengan ayah anak itu.


Ayah dari anak itu adalah seorang pemuda tinggi dan kekar berusia sekitar 29 tahun, memakai kalung emas besar setebal jari kelingking di lehernya, dan rambutnya dicukur. Terlihat seperti orang kaya baru, tapi juga seperti gangster.


Suliya memperkenalkan. "Pak Paulus, ini ayah Yessy, namanya Pak Yoshua."


"Pak Yoshua, ini ayah Bobo. Kedua dari kalian adalah orang dewasa. Ada masalah apa kita bicarakan baik-baik ya."


Kedua pria itu saling menatap, dan mengabaikan Suliya.


Paulus berkata. "Putrimu mencakar putraku, apa rencanamu untuk mengurus ini?"


Yoshua menoleh dan berkata kepada Suliya. "Bu Suli, tolong bawa anak-anak ke sini dulu. Aku harus melihat luka-lukanya sebelum membuat keputusan."


"Baik!"


Suliya tetap merasa was-was, khawatir kedua Ayah itu akan bertengkar.


Setelah membawa kedua anak itu, Yessy dan Bobo masing-masing bergegas menuju ayah mereka.


Yoshua melihat putrinya tidak terluka, tapi ada bekas sidik jari yang jelas di wajah kecilnya. Bocah laki-laki bernama Bobo itu memiliki bekas cakaran di kedua lengannya.


Dilihat dari lukanya, lukanya Bobo memang lebih parah. Tapi bekas sidik jari yang masih memerah di wajah Yessy sepertinya ditampar oleh orang dewasa.


Perkelahian antar anak terkadang tidak bisa dihindari, dan tidak ada salahnya memberikan ganti rugi. Tetapi sebagai orang dewasa malah ikut campur tangan, bagaimana mungkin tindakan itu dibiarkan Yoshua?


Ayah Bobo berkata dengan marah. "Hei, kamu lihat saja, putrimu mencakar lengan anakku sampai berdarah. Kamu ganti rugi tidak?"


"Ini emang harus ganti rugi! Aku akan bayarin biaya pengobatan anakmu."


"Selain itu, siapa tahu apa ada bakteri di kuku anakmu, kalau lukanya infeksi gawat nanti. Kamu kasih anakku untuk suntik tetanus ya?"


"Ya, boleh!"


Yoshua menunjuk bekas telapak tangan di wajah putrinya, dan bertanya. "Pak Paulus, bekas di wajahnya ini, perbuatan kamu kan?"


"Ya, aku yang menampar dia! Orang tuanya tidak mendisiplinkan anak dengan baik, jadi aku bantu kamu mendidiknya. Aku hanya menampar putrimu 2 kali dengan ringan, jika tidak, dengan kekuatan tangan aku, mungkin putrimu sudah terhantam terbang. "


Mendengar itu, Tono tidak bisa menahan emosi lagi, dia melangkah maju hendak menghajar ayah Bobo, tapi Yoshua menghentikannya melalui tatapan matanya.


Yoshua menyentuh wajah putrinya, dan bertanya dengan sedih. "Anakku sayang, apakah masih sakit?"

__ADS_1


"Ayah, pas pertama di pukul atidak sakit... sekarang tidak sakit lagi."


Ayah Bobo langsung berkata. "Gimana, aku tahu batasannya kan!"


Yoshua berdiri dan berkata kepada Suliya. "Bu Suli, tolong bawa anak-anak kembali ke kelas!"


"Oke!" Suliya mengangguk, dan mengingatkan kembali  "Perbicarakan dengan cara baik-baik ya, kekerasan tidak dapat menyelesaikan masalah."


Setelah Suliya pergi, Yoshua berkata kepada Ayah Bobo. "Pak Paulus, ayo kita keluar! Tidak nyaman berbicara di sini."


"Oke! Keluar dan bicarakan di mobilku saja."


"Boleh!"


Yoshua mengikuti Paulus ke luar sekolah. Dia melihat pria itu membawa mobil Land Rover, seketika dia tahu bahwa Ayah Bobo ingin memamer kepadanya.


Saat ini, saling membandingkan kekayaan menjadi topik populer di kalangan anak-anak, mereka sering memamer, mengatakan ayahku bawa mobil ini, mobil itu.


Paulus berkata kepada Yoshua. "Hei, biaya untuk anakku suntik tetanus hanya beberapa ratus ribu aja, nanti sekalian disinfeksi lukanya, paling tambah berapa puluh ribu aja. Namun untuk luka hati yang kamu timbulkan kepadanya, kamu setidaknya harus ganti rugi 5 juta bukan?"


"5 juta kan? Boleh kok!"  Yoshua menatapnya dengan dingin dan berkata. "Lalu kamu menampar putriku 2 kali, gimana hitungnya?”


"Kamu juga udah lihat sendiri, tidak sampai terluka kok."


"Apa, 300 juta? Apakah kamu tergila-gila dengan uang? Mengapa kamu tidak pergi mencopet saja?"


Yoshua menjawab. "Aku bisa tidak minta 300 juta ini. Begini, kamu sodorin mukamu ke sini, aku akan membalas kamu dengan 2 kali tamparan demi anakku."


"Kamu benar-benar sudah dikasih muka pun mau kamu buang ya? " Ayah Bobo mengamuk, dia menunjuk Yoshua sambil memarahinya. "Aku memang tidak ingin memperburuk keadaan. Tapi karena kamu ingin berulah, maka aku akan menemanimu bermain."


Yoshua mencibir dan berkata. "Aku khawatir kamu tidak mampu main aja! Kalau kamu bisa menang, aku akan membayar 20 juta untuk biaya pengobatan. Kalau kamu kalah, pergilah untuk meminta maaf kepada anakku! Jika tidak, aku akan menghabisimu sampai kamu tak berdaya tuk jagain dirimu sendiri."


Paulus adalah pelatih kebugaran, dan sekarang dia memiliki gym. Dia menyepelekan Yoshua yang berparas kurus dan lemah.


Tono bertanya pada Yoshua dengan cemas. "Tuan, biarkan aku yang membantumu saja ya?"


"Tidak perlu! Aku akan melakukannya sendiri."


Setelah Yoshua dan Paulus berdiri diam dengan jarak 3 meter, Yoshua melambaikan tangannya ke Paulus.


Paulus melangkah lebar ke depan, mengepalkan tinjunya dan hendak memukul ke arah wajah Yoshua.

__ADS_1


Pengawal pribadi Andre Kusuma mengajari Yoshua pencak silat sejak dia masih kecil. Tidak bisa mengatakan seberapa bagus kelihaiannya, tetapi untuk berhadapan dengan orang biasa, 3 orang bukanlah masalah.


Yoshua dengan gerakan ringan menghindari serangan Paulus, dia mengulurkan tangannya, dengan cepat meraih pergelangan tangannya Paulus, kemudian dia menghantam Paulus dalam sekali pukulan dengan memakai sikunya, pukulannya mendarat di badannya yang berada di sekitar bawah ketiak.


Meskipun Paulus bertubuh kekar, dia hanya tahu cara melatih kebugaran tubuh, tidak mengerti seni bela diri apapun. Dia hampir terjatuh ke depan, hampir saja tidak bisa berdiri kembali, kemudian keinginannya untuk berburu semakin kuat."


Dalam satu putaran, dia hampir dikalahkan oleh Yoshua. Dia memendam kemarahan, dan sulit menelan napasnya. Dia menyerang datang lagi dan menendang beberapa kali ke arah Yoshua.


Yoshua menghindarinya, melihat adanya celah, dia meraih pergelangan kakinya, dengan cepat menendang ke bagian kakinya yang sedang berdiri.


Paulus berdiri kesakitan dan tubuhnya tidak bisa seimbang, Yoshua mematahkan kakinya, mendorongnya ke depan, dan tinjuan mendarat di hidungnya Paulus. Dalam sekejap, Paulus dipukuli hingga mimisan. Kemudian Yoshua menamparnya dua kali, dan akhirnya menendangnya sampai terangkat ke udara.


"Kamu kalah!" Yoshua menepuk tangannya dan berkata. "Tamparan yang kamu kasih ke anakku, sudahku kembalikan padamu. Demi hidungmu yang mimisan itu, aku mau kasih kamu suntik tetanus juga, aku akan membayar 20 juta untuk biaya pengobatan. Sekarang kamu segera pergi untuk meminta maaf pada anakku. Jika tidak, kamu ada lihat pria di sebelahku ini? Dia adalah pria galak nomor 1, aku menjamin dia bisa memukulimu sampai kamu sekarat."


Paulus bisa melihatnya sendiri bahwa Tono adalah pria yang galak, dia bahkan tidak bisa mengalahkan Yoshua. Jika orang yang terlihat seperti pekerja kuli itu bertindak, nyawanya akan benar-benar dalam bahaya. Menyuruhnya sebagai orang dewasa untuk meminta maaf kepada anak berusia 5 tahun, membuatnya tidak bisa menahan malu.


Yoshua melihat Paulus sedang ragu-ragu, dia berkata kepada Tono. "Ton, beri dia 20 juta dulu."


Sebelumnya di mobil, Yoshua memberikan 40 juta untuk Tono. Kebetulan sekali uangnya dapat diandalkan sekarang.


Tono mengeluarkan 20 juta dari sakunya, melemparkannya ke sisi Paulus, dan berkata dengan nada kasar. "Eh kok masih bertele-tele? Jika bukan karena dihalangi, untuk membalas perbuatanmu terhadap Yessy, aku akan membongkar seluruh anggota tubuhmu satu per satu."


"Oke, semoga saja kalian tidak jatuh ke tanganku di masa depan." Paulus mengambil uang itu dan membalas dengan perkataan yang cetus.


Ketika Yoshua kembali ke taman kanak-kanak bersama Paulus, Suliya menatap Paulus yang terlihat menyedihkan dengan mimisan yang masih tersisa di wajahnya. Tak perlu ditebak lagi, kedua pria itu berkelahi.


"Kal... Kalian..." Suliya terdiam beberapa saat, tidak tahu harus berkata apa.


Yoshua berkata dengan sopan kepada Suliya. "Bu Suli, Ayah Bobo merasa dia tidak seharusnya memukuli anak kecil, dia datang ke sini untuk menebus kesalahannya. Tolonglah bawa anakku keluar, kebetulan aku ingin bawa dia pulang dulu."


Hal yang paling tidak ingin dilihat oleh Suliya, akhirnya terjadi juga. Dia menghela napas dan berkata. "Oke! Aku akan pergi panggilkan Yessy sekarang."


Setelah Suliya membawa Yessy ke situ, Yessy melihat tatapan sengit di mata Ayah Bobo, dia langsung ketakutan dan bersembunyi di balik badan Suliya.


Yoshua mengetuk bagian belakang kepala Ayah Bobo, dan berkata dengan dingin. "Lihatlah luka apa yang kamu tinggalkan pada anakku."


Melihat Yoshua dapat dengan mudah memberikan 20 juta, dia seharusnya tidak kekurangan uang. Anehnya, pakaian yang dia kenakan tampak seperti baju kaki lima yang berharga beberapa puluh ribu saja, dan pria yang bersamanya itu, Tono, pakaiannnya seperti pekerja kuli.


Bertarung saja tidak bisa menang dari mereka, lebih baik menerima nasib saja.


Ayah Bobo berkata kepada Yessy. "Yessy, maafkan paman, paman salah, aku tidak seharusnya memukulmu."

__ADS_1


"Paman, aku juga salah! Aku akan berusaha untuk mengalah dari Bobo di masa depan. Kami tidak akan bertengkar lagi!"


Setelah mendengarkan kata-kata Yessy, Paulus merasa bersalah. Lihatlah bagaimana orang lain mendidik anaknya ini dengan baik, sedangkan anaknya suka bertindak seenaknya karena sangat dimanjakan di rumah.


__ADS_2