
Setelah memasuki klub malam "Metropolis", karena hari masih siang, belum sampai waktunya "Seni Pertunjukan" dimulai.
Yoshua bertanya kepada seorang staf, "Permisi, apakah Lukito bekerja di sini?"
Staf itu memandang Yoshua dan Tono, kemudian bertanya, "Kalian siapanya Lukito?"
"Oh, kami temannya dia," jawab Yoshua.
"Dia bekerja di kasino di ruang bawah tanah. Tidak ada gunanya jika kamu menemuinya, lebih baik kalian pulang saja!"
Yoshua merasakan ada yang tidak beres dalam hatinya dan bertanya kepada staf, "Apa yang terjadi padanya?"
"Dia tak mampu membayar hutangnya kepada rentenir, dirinya dipaksa untuk bekerja di kasino. Jika bukan karena dia sekampung dengan aku, aku tak akan memberitahu kalian soal ini. Karena kalian adalah temannya, aku baik hati kasih tahu, cepat pergi dari sini! Di sini adalah tempat yang dikuasai oleh bos Yakuja."
Yoshua merenung sejenak dan bertanya, "Kalau begitu, kami bisa turun ke kasino untuk main kan?"
"Boleh saja. Tapi, apa kalian punya cukup uang? Membeli 1 token perlu setidaknya 18 juta."
"Ada, tenang saja!"
Yoshua menjawab dengan sangat yakin.
Dia memiliki 200 miliar di dalam rekeningnya, 2 hari lalu mobilnya mengalami tabrakan, juga mendapatkan uang ganti rugi sebanyak 30 juta. Yoshua membuka ponselnya, lalu mentransfer 30 juta kepada Tono.
"Tuan, kenapa kamu transfer uang ke aku lagi?" Tono bertanya dengan bingung, setelah melihat pemberitahuan sms banking di ponsel.
"Itu uang saku untukmu."
"Tapi aku kan masih punya uang!"
Yoshua berkata dengan nada memerintah, "Kasih kamu, ya ambil saja!"
"Ya tuan!"
Setelah memasuki kasino bawah tanah, Yoshua menukar token senilai 18 juta.
__ADS_1
Kasino bawah tanah hanya memiliki beberapa meja mahjong, kartu remi, dadu, dan beberapa mesin slot token.
Umur Lukito tidak terlalu tua, tetapi dia memiliki wajah penuh janggut. Oleh karena itu, begitu Yoshua masuk, dia langsung mengenalinya, melihatnya mengenakan pakaian staf dan melayani tamu di dalam.
Seorang staf menyambutnya dan bertanya kepada Yoshua sambil tersenyum, "Halo Kak, mau main apa nih?"
"Mau main poker! Ada meja yang tersedia kah?"
"Ada kak!"
Staf itu membawa Yoshua ke depan sebuah meja, sudah ada 3 orang yang sedang bermain di situ.
Ayahnya Yoshua punya seorang teman yang mengerti trik menipu, ketika Yoshua masih berumur belasan tahun, dia pernah belajar dengan orang itu selama hampir 2 tahun.
Lukito mendontidak dan melihat Yoshua datang. Dia melangkah maju dan menyapa, "Pak Yoshua, kamu sudah sampai ya!"
"Ya!" Yoshua mengangguk dan bertanya pada Lukito, "Berapa jumlah hutangmu?"
Ekspresi Lukito sedikit terkejut, dia tidak menduga bahwa Yoshua bisa mengetahui bahwa dia berutang uang. Terdiam beberapa saat, sudut mulutnya mulai bergerak dan berkata, "Lebih dari 400 juta!"
"Mengenai ini..."
Lukito menarik Yoshua ke samping, bercerita bahwa ibunya dirawat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu dan membutuhkan biaya perawatan sebesar 200 juta. Niat awalnya ingin meminjam uang dari Cindy, tetapi saat itu perusahaan sedang dituntut atas kasus pelanggaran merek dagang.
Setelah perusahaan "Desain Kemasan Yezzy" berhenti berproduksi, Lukito kehilangan sumber penghasilan, dia pun meminjam uang dengan bunga super tinggi. Hanya dalam beberapa bulan, dari total pinjaman pokok 200 juta, bunga berbunga menjadi 400an juta. Karena tidak mampu membayar, dia berjanji kepada bos rentenir untuk ke kasino ini bekerja dengan percuma-cuma selama 2 tahun untuk melunaskan hutangnya. Jadi, tak ada caranya untuk dia bisa kembali bekerja di Yezzy lagi.
Setelah mendengarkan semua ceritanya, Yoshua berkata, "Soal hutangmu, akan kubantu kamu untuk lunaskan dulu. Dengan syarat, kembalilah bekerja untuk Yezzy, aku juga akan kasih kamu biaya hidup sebanyak 4 juta untuk tiap bulannya, uang yang lain kamu perlahan balikin saja."
"Pak.. Jika apa yang kamu katakan ini serius, aku sangat bersedia untuk kembali ke perusahaan." Jawab Lukito dengan perasaan bahagia yang tak bisa dideskripsikan lagi.
Jika terus bekerja di sini, Lukito hanya akan terjerumus lebih dalam, dan tak akan pernah bisa melompat keluar dari jurang api ini. Pernyataan dari Yoshua memberikan Lukito seberkas cahaya harapan lagi.
Yoshua berkata dengan serius kepada Lukito, "Tapi, aku belum punya uang sebanyak itu sekarang, aku mesti judi dengan mereka dulu. Jangan kasih tau istri aku ya, dia paling benci penjudi. Termasuk pengalamanmu kerja di kasino, sama sekali tak boleh bahas tentang ini di depan istriku.
"Tenang saja, Pak Yosh! Aku tak akan sembarangan ngomong. Tapi, barusan saja kamu bilang bahwa kamu tak punya banyak uang untuk menebus aku keluar dari sini, jangan-jangan kamu hanya ingin mempermainkan aku ya?"
__ADS_1
"Sekarang emang tak punya, sebentar lagi juga punya kok!" Mulut Yoshua dipenuhi dengan senyum percaya diri, dan dia berjalan menuju meja stud poker.
"Bro, bro, aku gabung ya!" Tanya Yoshua kepada 3 pemain yang ada di meja judi setelah dia duduk.
Seorang yang berkepala botak mengangguk dan berkata, "Oke!". Dia mengedipkan mata pada pria kurus lainnya.
Yoshua melihat itu, dia langsung mengetahuinya bahwa si kepala botak dan pria kurus itu pasti mau berbuat curang, mungkin mau kerja sama melawan pria berkacamata yang duduk di sisi seberang meja.
Pria berkacamata itu berbicara dengan logat daerah dan bertanya kepada Yoshua, "Bro, kita pasang yang 200rb ya."
"Siap!!!" Yoshua melemparkan token putih ke atas meja untuk memasang taruhan.
Ada 3 jenis token, putih, merah, dan biru. 1 token putih bernilai 200 ribu, 1 token merah bernilai 1 juta, dan 1 token biru bernilai 2 juta.
Dealer yang membagikan kartu adalah seorang wanita berusia kurang lebih 30 tahun yang mengenakan seragam hitam dengan rok mini. Parasnya sangat biasa, tetapi bentuk tubuhnya bisa dikatakan memiliki lekukan yang sangat seksi dan menonjol.
Setelah membagikan kartu pertama ke Yoshua seorang, dia membuka kartu hole yang adalah K. Saat membagikan kartu pada putaran kedua, kartu yang terbuka adalah J, dan kartu terbesar dari kartu terbukanya pria botak itu adalah A. Pria botak itu langsung melemparkan 2 token putih sekaligus, Yoshua ikut call, dan kartu di tangannya adalah A, dia langsung melemparkan token merah senilai 1 juta.
Kartu terbuka dari pria kurus itu tidak bagus, dia langsung fold, tidak ingin melanjutkan permainan lagi. Baik pria botak maupun pria berkacamata, dua-duanya kerjakan call dengan taruhan 1 juta!
Yoshua pada akhirnya mendapatkan blackjack, memenangkan 2 pemain lainnya, dalam 1 ronde saja dirinya memenangkan beberapa juta.
Yang lain hanya menganggap Yoshua sedang hoki, tetapi selain hanya kalah dari 3 kartu yang dia fold, sisanya dia menang semua. Ketika permainan selesai, dia menukarkan tokennya dan memenangkan total 420 juta, walaupun masih ada selisih 39 juta dari total hutangnya Lukito sebanyak 459 juta, tetapi dia berencana untuk menombok selisih 39 juta yang tersisa. Dengan cara ini, Lukito tidak akan mengira bahwa dia sangat kaya.
Yoshua menerima transfer 420 juta dan berkata kepada Lukito, "Pak Kito, bawa aku menemui bosmu, akan kulunaskan hutang-hutang mu ini."
Lukito tidak menyangka bahwa Yoshua benar-benar akan memenangkan uang, dia membawanya melewati 2 pintu besi, dan tiba di sebuah kantor.
Di dalam kantor, duduk seorang pria gemuk yang memiliki berat badan 100 kg.
Lukito berjalan masuk dan berkata kepada pria gemuk itu, "Kak Bebe, temanku ke sini untuk membantuku melunasi hutang."
Nama panggilan dari pria gemuk itu adalah "Bebe", alias Bakpau Bambang. Nama aslinya adalah Bambang Piterpen.
Bambang sudah dari tadi berada di depan monitor cctv dan menyaksikan Yoshua memenangkan uang. Dia menyipitkan matanya, menatap ke Yoshua dan berkata dengan dingin, "Bro, kamu memenangkan uang dari kasino aku, lalu memakai uang itu melunaskan hutang temanmu, tak buruk juga idemu ini!”
__ADS_1