Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Kebenaran


__ADS_3

Ketika Jeffry mendengar kalau Yoshua ingin memindahkan depositonya sebesar 10 triliun ke bank lain, tubuhnya langsung bergidik ketakutan.


Beberapa hari yang lalu, akun Yoshua pertama bertambah 2 triliun, lalu tidak lama kemudian bertambah 10 triliun. Menghadapi perubahan deposit yang signifikan seperti ini. Jeffry memverifikasi dulu dana yang ditransfer ke Yoshua baik-baik saja.


Ini adalah nasabah besar dengan deposito bank 10 triliun!


Jeffry takut Yoshua akan mengambil uang itu dan menyimpannya di bank lain. Oleh karena itu, dia menghubungi Yoshua dahulu dan memberitahukan identitasnya.


Meskipun Yoshua dan Jeffry belum pernah bertemu, tapi mereka sudah mengenal satu sama lain.


"Tuan Yoshua, maafkan karena pelayanan bank kami yang kurang baik. Tolong jangan memindahkan deposito Anda ke bank lain."


“Awalnya, aku tidak ingin memindahkannya! Aku juga ingin berbisnis dengan bank kalian sebagai pihak ketiga, dan terus mempercayakan uang perusahaan ke bank kalian untuk mengurusnya. Namun, sikap layanan staf bankmu membuatku sangat kecewa. Maaf! Tolong siapkan depositoku yang ada di bank, aku akan mengambilnya besok."


Jeffry berpikir kalau Feli sebagai teller memiliki sikap kerja yang buruk dan menyinggung Yoshua. Dengan tegas berkata kepada Feli, "Feli, kamu masih tidak segera meminta maaf kepada Tuan Yoshua."


Yoshua mengerutkan kening dan berkata, "Untuk apa dia meminta maaf? Aku sangat puas dengan sikap kerja Nona Felicia. Hanya saja, Manajer Monica kalian ini, menggunakan nasabah dengan deposit 6 miliar untuk mengusirku ke bagian Non-VIP untuk mengurus keperluanku."


Ketika Jeffry mendengarnya, dia sudah mengerti sebab dan akibat dari masalah ini.


Melihat Yoshua membicarakannya, Monica berkata kepada Jeffry dengan ketakutan, "Pak Jeffry, aku tidak tahu kalau Tuan Yoshua adalah pelanggan utama bank kita!"


"Apakah kamu tahu sekarang? Masih tidak cepat meminta maaf?"


Dengan ekspresi hormat di wajahnya, Monica berkata kepada Yoshua, “Tuan Yoshua, aku minta maaf!” Sifatnya berbeda jauh dengan sifat sombongnya yang tadi.


Yoshua menoleh dan berkata kepada Tuan Conrad, seorang nasabah VIP yang menyaksikan kejadian itu, "Tuan Conrad, bukankah kamu mengatakan kalau siapa pun yang memiliki lebih banyak uang akan diprioritaskan? Maaf, harap mengantri, aku mungkin masih membutuhkan beberapa waktu untuk menyelesaikan urusanku."


Nasabah VIP yang bernama Conrad itu mendengus "Heh!", dia berkata, "Kamu kejam sekali!" lalu pergi dengan marah.


Yoshua menyipitkan matanya dan dengan sengaja berkata kepada Jeffry, "Pak Jeffry, Manajer Monica tidak kompeten! Suruh dia pergi ke tingkat dasar untuk berlatih. Aku rasa Nona Felicia lumayan baik. Tolong jadikan dia sebagai manajer bankku. Dia yang akan bertangggung jawab untuk keuanganku, bagaimana menurutmu?"


Asalkan Yoshua si pelanggan besar masih tetap di sini, jangankan membuat Feli sebagai manajer akunnya, bahkan jika menyuruhnya menjadi manajer konter seperti Monica, Jeffry juga akan setuju.


"Bagus! Aku memang sedang mencari seseorang untuk bertanggung jawab dengan keuangan Tuan Yoshua. Feli, kamu yang akan menjadi manajer akun Pak Yoshua."


Feli hanyalah seorang mahasiswa yang baru saja lulus beberapa bulan yang lalu, untungnya dia lulus ujian karir sebelum masuk bank. Tidak disangka, dia akan dipromosikan menjadi manajer akun besar dengan begitu cepat.


"Terima kasih Pak Jeffry, terima kasih Pak Yoshua!"

__ADS_1


"Baiklah! kamu bisa melanjutkan urusan Pak Yoshua dulu. Jika sudah selesai, datang ke kantorku. Monica, kamu datang ke kantorku dulu."


Jeffry dan Yoshua saling mengucapkan salam, lalu Jeffry berbalik dan membawa Monica ke kantornya.


Feli adalah seorang gadis cantik dengan mata besar dan rambut panjang. Dengan ekspresi malu-malu di wajahnya, dia berkata kepada Yoshua, "Pak Yoshua, terima kasih!"


"Sama-sama, tolong berikan aku kartu namamu, jadi aku akan lebih mudah untuk mencarimu."


Feli buru-buru menyerahkan kartu namanya kepada Yoshua dengan kedua tangannya.


Yoshua melirik nomor teleponnya dan menelepon Feli. Lalu dia menyuruhnya agar menyimpan nomornya untuk keadaan darurat.


Sesudah menyelesaikan urusannya, Yoshua membawa Nita ke "Gedung kantor bisnis Yoshu Surya Group."


Sekarang, seluruh cabang Kusuma Group sudah diubah menjadi "Yoshu Surya Group".


gedung kantor bisnis Yoshu Surya Group termasuk bangunan penting di Kota Medan. Dari lantai 1 hingga 10, karena pedagang departemen sudah jatuh tempo, maka itu mereka menyewakannya untuk sementara waktu. Dari lantai 10 hingga 21, Budi sudah membersihkannya agar Yoshua bisa menggunakannya untuk dirinya sendiri.


Semua kantor dihias dengan baik dan ditangani oleh perusahaan pembersih khusus. Kursi kantor sudah tersedia, dan Kennedy membantu menangani prosedur perusahaan.


Yoshua ingin menjalankan perusahaan sendiri, dan menamai perusahaan baru itu dengan nama Jaya Sentosa Group.


Yang satu bernama "Yoshu Surya Group" dan yang satunya bernama "Jaya Sentosa Group", Yoshua menganggap nama itu sangat sempurna.


Bisnis Jaya Sentosa Group yang utama berorientasi pada investasi, keuangan, modal ventura, dan bisnis berbasis internet.


Kennedy tidak menyangka Yoshua memiliki perencanaan yang begitu besar.


Yoshua mendapatkan warisan sebesar 2 miliar, dan aliran uang tunainya pada dasarnya masih berpusat pada Yoshu Surya Group. Jaya Sentosa Group hanya memiliki 10 triliun dana operasional, yang hampir sama dengan memulai dari awal. Namun, Yoshua memiliki kepercayaan pada Nita dan juga percaya diri pada timnya.


Sesudah melihat ruang kantor, Nita sangat puas, Yoshua sudah mentransfer 10 triliun ke rekening perusahaan.


"Nita, aku akan menyerahkan perusahaan padamu! Jangan mengecewakanku."


"Jangan khawatir, Kak Yoshua! Aku pasti akan membangun Jaya Sentosa Group menjadi grup kelas satu di Indonesia."


"Untuk saat ini kita tidak perlu melakukan penawaran saham terlebih dahulu. Kita bisa bertahan  untuk sementara dengan dana kita sendiri. Kamu yang akan bertanggung jawab atas keuangan dan modal ventura, dan aku akan mencari orang yang berbakat + internet yang cocok. Lalu melakukan riset teknologi dan pengembangan dan keamanan informasi.”


"Kak Yoshua, kita pasti akan berhasil."

__ADS_1


"Tentu saja!"


Yoshua dan Nita saling tos.


Yoshua sedang memikirkan tentang bukti video yang diberikan Kennedy kepadanya. Dia ingin menyerahkan bukti itu kepada istrinya Cindy sesegera mungkin, agar Cindy dapat melihat seperti apa Marco yang sebenarnya.


Sesudah dia keluar dari "Gedung kantor bisnis Yoshu Surya Group", dia langsung pergi ke Perusahaan Desain Kemasan Yezzy milik istrinya Cindy. Yang membuat Yoshua kesal adalah Marco juga ada di sana.


Marco memarkir mobil di pinggir jalan dan sedang mengobrol dengan istrinya Cindy.


Yoshua langsung mengerahkan mobilnya ke arah mereka, dan ketika dia hendak menabrak Marco, dia langsung menginjak rem.


Ketika Cindy melihat sebuah mobil melaju ke arahnya dengan cepat, dia langsung menarik Marco. Saat ingin meminta pertanggungjawaban dari pelaku, Yoshua membuka pintu mobil dan berjalan keluar.


Marco mengerutkan kening, dan dia langsung mengetahui kalau Yoshua sengaja menabraknya.


Dengan wajah dingin, Cindy bertanya pada Marco sambil berteriak, "Yoshua, kamu gila! Tahukah kamu kalau aku hampir menabrak Marco barusan."


Yoshua berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Aku tahu! Aku benar-benar sudah bermurah hati karena tidak menabraknya barusan."


"Apa yang kamu bicarakan? Apakah kamu tidak tahu, kalau kamu membayar dengan nyawamu kalau kamu menabrak seseorang?"


Yoshua menunjuk Marco dan memarahinya, "Bajingan seperti dirinya ini pantas mati!"


"Cukup!"


Cindy bergemetar karena marah, dan berkata kepada Yoshua, "Yoshua, Senior Marco ada di sini untuk membantu bisnis kita. Dia memberikan semua desain pencetakan dan brosur ke kita, dia sudah membantu kita, tapi kamu membalasnya dengan seperti ini."


Jika dulu, Yoshua pasti akan memilih untuk menerimanya. Tapi sekarang dia tahu kalau tujuan Marco adalah untuk mendapatkan istrinya.


Brengsek!


Dia sudah menyuruh seseorang untuk memberi pelajaran pada Marco, namun dia belum menyadarinya, masih berani mengingini istrinya? Jika kejahatan Marco tidak terungkap, apakah Cindy masih menganggapnya sebagai orang baik?


Yoshua mencibir dan berkata, "Kamu bilang Marco membantu bisnis kita? Kamu bilang aku akan membalas kebaikan dengan keburukan?"


“Apakah itu salah?” Cindy mengangkat alisnya.


Yoshua menunjuk Marco dan berteriak pada Cindy, "Cindy, apakah kamu tahu! Marco adalah dalang di balik gugatan Alvina. Marco menyuruh sepupunya Mario dan Alvina untuk bersekongkol. Tujuannya adalah membuat perusahaanmu bangkrut dan memaksamu menceraikanku! Sekarang dia ada di sini untuk memberimu bisnis lagi. Apa ini bukankah dia ingin menarik perhatianmu?"

__ADS_1


Sesudah mendengarkan kata-kata Yoshua, Marco langsung terlihat terkejut. Tapi, dia langsung merubah ekspresi wajahnya seperti biasa, kelicikan orang ini benar-benar tidak bisa dibayangkan.


Cindy melirik Marco dan melihatnya berdiri di sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak bisa mempercayainya dan berkata, "Ini tidak mungkin! Gugatan antara Alvina dan aku itu terjadi tiga bulan yang lalu. Tapi Marco baru kembali ke Indonesia selama dua bulan. Dia adalah teman sekelasku waktu di universitas, bagaimana mungkin dia ingin membuatku bangkrut?"


__ADS_2