Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Jangan berikan proyek ini kepada mereka


__ADS_3

Yoshua tersenyum sedikit setelah mendengarkan perkataan dari "Bebe". Dia mengeluarkan sebungkus rokok sampoerna mild seharga 25rb dari saku celananya, menyalakan 1 batang dan mulai menghisapnya. Dengan santai mengeluarkan 1 lingkaran asap rokok.


Yoshua berkata kepada Bambang, "Bos Bebe, lagian kalian memang membuka tempat judi di sini, apa tak memperbolehkan tamu untuk memenangkan uang?"


"Aku bukan bermaksud begitu, aku hanya ingin bertanya apakah kamu tertarik untuk bekerja dengan kami?"


"Tidak tertarik!" Yoshua dengan dingin menolak permintaan Bambang.


"Bos Bebe, boleh tolong keluarkan surat perjanjian hutangnya Lukito? Aku lunaskan sekarang!"


Bambang mengotak-atik isi lacinya, kemudian mengeluarkan surat perjanjian hutang yang ditulis tangan oleh Lukito.


Lukito menganggukkan kepalanya sama Yoshua, bermaksud mengatakan bahwa surat itu memang punya dia. Yoshua membayarkan pinjaman pokok beserta bunganya yang berjumlah 439 juta melalui tansfer bank kepada Bambang.


Tepat ketika Yoshua membawa Lukito untuk pergi bersamanya, dia mendengar Bambang mencibir dan berkata, "Kalau biarkan kalian pergi begitu saja, aku bisa kehilangan mukaku nih, kau membayar utang dengan hasil uang menang dari tempatku. Sial! Sama saja itu duitku semua, bukankah begitu?”


Yoshua mengangkat alisnya dan berkata, "Kenapa, mau bertindak lalai nih?"


"Emang kenapa pula kalau aku lalai?!”


Begitu Bambang menekan tombol di atas meja, 4 pria tinggi dan kuat mendorong pintu dan berjalan masuk.


Bambang berteriak memerintah, "Bantu aku untuk kasih mereka pelajaran!"


Yoshua menginjak puntung rokok yang terjatuh ke tanah, tanpa menunggu aba-aba apapun dari Yoshua, tiba-tiba Tono langsung serbu ke depan.


Otak Tono seperti hanya memiliki 1 urat, tak bisa memikirkan yang lain, hanya tahu berkelahi saja pikirannya! Tampaknya berkelahi adalah hal yang paling membahagiakan baginya.


Keempat pria kekar itu belum melihat jelas dengan apa yang terjadi, hanya melihat seberkas bayangan kilat di depan mereka, tiba-tiba saja, dengan beberapa tinjuan berturut-turut, satu per satu berjatuhan di atas tanah.


Tono dilahirkan dengan kekuatan luar biasa, 1 tinjuan membuatmu terjatuh, 2 tinjuan membuatmu terluka, 3 tinjuan membuatmu sekarat.


Ruang kantornya memang kecil dan sempit, ketika Bambang mulai sadar dengan keadaan, anak buahnya pada meringkuk, terbaring beruntuhan di atas lantai sambil merintih sakit.


Tono sambil menepuk-nepuk telapak tangannya, berkata, "Tuan, sudah beres!"


Yoshua mengangguk-angguk kepalanya, dan menatap wajah Bambang yang dipenuhi oleh ekspresi kaget, dia berkata, "Bos Bebe, lain kali, kamu sebaiknya berpikir 2 kali sebelum melakukan sesuatu. Jika tidak, aku tak keberatan ke sini lagi untuk membuat bandar kasino mu ini tutup selamanya." Selesai bicara, dia mengajak Lukito yang sedang tercengang untuk pergi bersamanya.


Setelah Yoshua pergi, Bambang menelepon bos besarnya "Yakuja Apelo". Yakuja adalah anak ketiga dari 3 bersaudara di keluarga Apelo.

__ADS_1


Ketika Yakuja mendengar laporan dari Bambang, dia sangat terkejut dan berkata, "Be.., cepat pergi periksa latar belakang pria tadi, orang yang bisa membuat kita menutup kasino kita, yang punya kekuasaan tinggi seperti ini, bukanlah orang yang bisa kita hadapi dengan main-main."


"Kak Kuja! Kita tidak mau cari orang untuk berikan mereka pelajaran nih?"


"Pelajaran palakmu, kau tak tau sekarang kegiatan kriminal sedang ditindak tegas ya. Aku emang berencana untuk menutup kasino, mau cobain bisnis lain aja kedepannya. Pokoknya, segera pergi periksa apa yang aku suruh!” Yakuja langsung menutup teleponnya dengan emosi yang meluap.


Keluar dari kasino, cara Lukito menatap Tono seperti telah melihat monster. Tadi di ruang bawah tanah, dia melihat Tono dengan entengnya menyerang pria-pria berbadan besar itu sampai berjatuhan dengan 1 tinjuan saja.


Lukito pernah ketemu dengan Tono dulu. Cindy selalu memarahi Yoshua karena dia suka bermain dengan seorang "idiot", tak terduga, ternyata "idiot" ini begitu hebat.


Yoshua berpesan pada Lukito, Pak Kito, ingat ya untuk tidak bercerita soal kejadian apapun yang terjadi di kasino tadi dengan bos kalian, si Cindy. Kamu ngerti kan maksud aku?


"Aku ngerti! Pak Yosh, aku benar-benar sangat berterim akasih padamu."


"Tak perlu ucapkan terima kasih padaku, bekerjalah dengan baik nantinya. Oh ya, apa kamu ada nomor teleponnya teman-teman kerja yang lain? Tolong kasih tau mereka, kalau mereka bersedia untuk kembali bekerja di tempat kita lagi, akan aku kasih kenaikan gaji sebesar 10%."


"Ada, ada kok! Pak Yosh, urusan ini kamu serahkan padaku saja."


Yoshua sangat senang karena Lukito mau membantuinya, dengan begitu, tugasnya pun berkurang secuil, dia menepuk-nepuk pundak Lukito dengan gembira dan berkata, "Baiklah, ingatlah untuk mengajak mereka ke perusahaan tepat waktu besok."


Dalam waktu kurang dari sehari, hampir semua karyawan "Desain Kemasan Yezzy" direkrut kembali, bahkan Yoshua pun merasa kagum dengan dirinya sendiri. Dia menatap jam, tiba-tiba berseru "gawat!" Karena, dia melewatkan waktu jam jemput Yessy pulang dari sekolah.


Yoshua berkata pada Tono, "Ton, kamu sendiri pulang duluan ya! Aku mau ke sekolah jemput Yessy." Tak menunggu Tono menjawab, Yoshua langsung naik ke mobilnya, menancapkan gas, dengan cepat berkebut ke arah sekolahnya Yessy.


Setelah panggilan terhubung, Suliya berkata, "Pak Yosh, kamu akhirnya bisa dihubungi juga!"


Baru saat itulah Yoshua tahu bahwa ponselnya tidak ada sinyal saat berada di ruang bawah tanah di klub malam Metropolitan. Jika mau menelepon, harus menggunakan telepon berkabel.


"Bu Suli, maaf ya, aku punya urusan tadi. Ngomong-ngomong, apa Bu Suli masih berada di sekolah?"


"Kami semua sudah pulang kerja. Yessy lagi bersama aku kok, jangan khawatir ya. Aku lagi bawa dia untuk makan burger di KFC di depan jembatan Gingham."


"Aku akan segera ke sana!"


Setelah menutup telepon, Yoshua mengebut menuju jembatan Gingham.


Di KFC, Suliya melihat Yessy tampak tidak senang sepanjang hari ini, dia bertanya kepadanya, "Yessy, Ibu lagi traktirin kamu makan KFC lho.. kenapa masih tidak senang?”


"Bu Suli, aku khawatir sama ibuku.. " jawab Yessy yang hampir meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Ada apa dengan ibumu?"


"Dia sakit dan pergi ke dokter!"


Suliya menjawab, "Oh!" dan bertanya lagi, "Ngomong-ngomong, Yessy, kenapa kamu mau pindah sekolah waktu itu?"


"Perusahaan ibuku bangkrut. Jadi, ayahku ingin pindahkan aku ke sekolah yang lebih murah."


"Lalu apa pekerjaan ayahmu?"


"Dulu ayah di rumah saja, sekarang dia bekerja jadi sopir untuk bos."


Suliya berpikir bahwa Yoshua adalah seorang elit sosial, tidak terpikir sama sekali, ternyata dia adalah pria yang hidup dari uang istrinya.


Setelah Yoshua memarkirkan mobil, dia berlari ke KFC sampai ngos-ngosan, Suliya melambaikan tangan pada Yoshua.


Yoshua berjalan mendekat, melihat putrinya sudah menghabiskan makanannya. Dia bertanya kepada Suliya, "Bu Suli, berapa ya? Aku bayar ke kamu." Kemudian dia mencari sana sini di seluruh badannya, tak menemukan sepersen uang pun, dengan canggung berkata kepada Suliya, "Aku lupa bawa dompet nih! Aku transfer ke kamu aja ya." selesai bicara, dia langsung mentransfer 20 juta kepada Suliya.


"Pak Yosh, aku sendiri yang mau bawa Yessy untuk makan burger kok, kenapa transfer begitu banyak uang untuk aku?"


"Aku kirimkan biaya sekolahnya Yessy 13.6 juta, sisanya itu adalah tanda terima kasih aku kepadamu." Selesai bicara, dia mengendong Yessy, berkata, "Yessy, ayo ucapkan sampai jumpa sama Bu Suli."


"Sampai jumpa, Bu Suli!" Yessy melambaikan tangan pada Suliya.


"Sampai jumpa!"


Setelah Yoshua pergi dengan Yessy, Suliya melirik ke ponsel, melihat 20 juta yang ditransfer Yoshua barusan. Dia berbisik dalam hati, "Bukannya keluarga mereka bangkrut? Kenapa tidak ada pindahkan Yessy ke sekolah lain, malah bersikap murah hati begitu."


Setelah mereka berada di dalam mobil, Yessy berkata, "Ayah, aku ingin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibu."


"Iya... Anak baikku Yessy, Ayah akan membawamu ke sana sekarang."


Begitu Yoshua pergi tak jauh, wakil presdir dari Youshu Surya Group, Pak Budiman menelepon.


"Tuan Yosh, ini aku Budiman."


"Aku tahu, ada apa, kamu ngomong aja!" Yoshua bertanya sambil membawa mobil.


"Keluarga Tao adalah rumah ayah mertua dan ibu mertua Anda, kan? Tuan Chen meminta saya untuk menanyakan bahwa keluarga Tao ingin bekerja sama dengan perusahaan tahun ini dalam proyek pemenang tender yang baru. Apa pendapatmu?"

__ADS_1


"Keluarga Akarsana adalah keluarga dari ayah atau ibu mertua kamu, kan? Keluarga Akarsana ingin bekerja sama dengan perusahaan kita pada tahun ini dalam proyek yang didapatkan oleh perusahaan kita melakui tender, lalu pak Andre meminta aku untuk bertanya pada tuan, apa pendapatmu terkait hal ini?


Yoshua menjawab dengan nada yang rendah, "Jangan berikan proyek ini pada mereka....!"


__ADS_2