
Setelah Yoshua menggunakan 6 miliar untuk membeli kembali rumah yang telah dijual Cindy, Evan beserta keluarga sepakat untuk pindah dalam 3 hari. Kedua pihak datang ke kantor pemasaran perumahan, menyelesaikan pembayaran di sana, sekaligus mengurus prosedur penggantian nama kepemilikan.
Secara kebetulan, staf yang menangani prosedur penggantian nama kepemilikan adalah staf yang sama sebelumnya. Staf itu bertanya dengan bercanda kepada Yoshua dan Evan. "Ada apa dengan kalian? Belum sampai 2 bulan, kalian bolak-balik mengganti nama?"
Pertanyaan ini sontak membuat keduanya saling memandang dan tersenyum, tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.
Urusan rumah akhirnya terselesaikan, Cindy dan Yessy akhirnya tak perlu lagi tinggal di rumah kontrakan yang sempit dan kumuh.
Tapi bagaimana caranya untuk menutupi ini dari Cindy nanti? Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya.
Yoshua mengeluarkan ponselnya dan segera menelepon Kennedy.
Setelah mendengarkan ide Yoshua, Kennedy berkata bahwa dia akan sepenuhnya mendukungnya, dan berjanji untuk melakukannya dengan sempurna. Yoshua pun menghela napas lega, dengan ide ini, dia seharusnya bisa menutupi kejadian beli rumah tadi dari Cindy untuk sementara waktu.
Setelah menjadi menantu rumahan selama beberapa tahun, jika Yoshua tiba-tiba memberi tahu Cindy bahwa dia adalah seorang triliuner, Cindy pasti tidak akan menerima kenyataan ini. Lagi pula, dia dan Cindy hanya mengandalkan Yessy untuk mempertahankan pernikahan mereka, tanpa dasar hubungan cinta. Semua ini membutuhkan proses bertahap, belum tiba waktunya untuk menguak asal usul tentang dirinya kepada Cindy.
Melihat hampir sampai waktunya untuk menjemput Yessy, Yoshua langsung menuju ke taman kanak-kanak.
Setelah mobil bertabrakan hari itu, hanya ada benjolan sebesar bola sepak di bemper depan, yang tidak mempengaruhi pengendaraan mobil. Oleh karena itu, Yoshua tidak ingin merepotkan dirinya pergi ke bengkel spesialis untuk servis. Dia berencana untuk mengganti mobil lain dari tempatnya Kennedy, dan membiarkan orang-orangnya yang mengurus perbaikan mobil itu.
Setelah menjemput Yessy, Yoshua langsung membawanya menuju rumah sakit.
Setelah Cindy dioperasi, kondisi mentalnya semakin baik setiap hari, dan kondisi fisiknya juga pulih dengan baik. Dokter bilang, Cindy bisa keluar dari rumah sakit sekitar 2 atau 3 hari lagi.
Begitu Yessy memasuki kamar pasien, dia berlari ke sisi Cindy.
Cindy membelai rambut putrinya, matanya yang indah dipenuhi dengan cinta keibuan, sambil membelai kepala Yessy, dia bertanya dengan lembut. "Yessy sayang, hari ini di sekolah ada jadi anak yang baik tidak? apa ada dengarin perkataan guru?"
"Bu, Yessy sekarang ada jadi anak baik kok, dan juga sangat hebat lho." Ucap Yessy dengan ekspresi bangga di wajahnya.
Cindy sambil mengedipkan mata, bertanya kepada Yessy dengan tersenyum. "Emangnya Yessy hebat seperti apa?"
"Ibu masih ingat Bobo yang kelahi sama Yessy waktu itu? Sekarang Bobo adalah pengawal dan pengikut kecil aku lho, tidak ada yang berani gangguin Yessy lagi di sekolah."
Ketika Carissa mendengar ini, dia tertawa kecil dan berkata dengan bercanda kepada Yessy. "Yessy, kecil-kecil hebat juga ya kamu! Bibi aja belum pernah kesampaian bisa seperti kamu lho di sekolah."
Begitu Yessy datang, dia langsung membawa keceriaan hati di dalam kamar pasien itu.
Yoshua berkata kepada Carissa. "Cars, Besok kamu ada sekolah kan? Pulang saja dulu, aku yang akan jagain kakakmu."
"Oke! Kalau begitu aku bawa Yessy dulu hari ini. Besok pagi, sekalian antarin dia ke sekolah, baru aku balik ke sekolahku ya."
__ADS_1
Cindy hanya bergumam, kemudian berkata, "Cars, kamu belajar yang giat ya, cobalah untuk masuk ke unversitas yang bagus. Kelak kalau bisnisku sukses, kakak akan membiayaimu belajar di luar negeri."
Carissa mengerucutkan bibirnya. "Apa bagusnya belajar di luar negeri? Aku masih lebih menyukai negeri sendiri."
"Dasar bodoh, kamu bisa belajar hal-hal yang lebih maju dengan belajar di luar negeri! Selesai studi, baru kamu kembali ke tanah air untuk berkembang, begini kan sama aja."
"Nanti-nanti baru mikirkan lagi deh! Sekarang pelajaran yang ada di sekolah makin hari makin banyak, aku aja hampir kehabisan napas."
Selesai bicara, Carissa mengambil tasnya dan berjalan ke depan Yessy, menggenggam tangan kecilnya dan bertanya. "Yessy, kita pulang dulu ya? Bibi belikan pizza buat Yessy makan."
"Bibi, kamu baik sekali! Yessy udah lama gak makan pizza nih." Yessy mencium pipi Carissa, dan dibawa pergi oleh Carissa.
Mendengar perkataan dari putrinya, Yoshua tiba-tiba merasa bahwa dia sangat gagal dalam hidup.
Hanya Yoshua dan Cindy yang tersisa di ruangan itu. Wajah Cindy berubah kembali ke ekspresi dinginnya dan bertanya kepada Yoshua dengan tidak sabar. "Yosh, gimana perkembangan kantor?"
"Ini, foto-foto yang aku jepret tadi, kamu coba lihat!" Yoshua menyerahkan ponselnya kepada Cindy. Ketika para karyawan kembali ke kantor, dia mengambil beberapa foto, sengaja menyiapkannya untuk Cindy.
Cindy melihat foto-foto itu sampai menangis, dia bergumam pada dirinya sendiri, "Wah ada Lynda dan Cicis di sini, dan.. Dheo, Sisilia, Lexon..mereka semua pada kembali!"
"Iya sayang, mereka semua pada kembali, lalu kenapa kamu menangis?”
"Karena aku senang." Selesai bicara, dia kembalikan ponsel ke Yoshua. Lalu ambil handuk hangat yang Yoshua berikan, lalu menyeka air mata diwajahnya.
Mega membawakan sup merpati rebus di tangannya, melihat Yoshua juga berada di situ, dia menatapnya dengan tajam, lalu duduk di kursi di depan ranjang pasien.
"Cin! Ibu ada bikinin sup merpati rebus buat kamu, katanya sup ini baik untuk penyembuhan bekas luka operasi, kamu minum dulu selagi panas ya."
"Bu, taroh sini dulu! Aku gak nafsu makan sekarang, tunggu nanti aku baru minum."
Mata Mega terlihat berkelap-kelip, dia tersenyum pada Cindy dan berkata. "Cinn! Ada yang mau ibu omongkan sama kamu."
Yoshua sedikit mengernyit, dia sudah merasa bahwa ibu mertuanya ini membawakan sup merpati untuk Cindy, pasti ada kemauannya.
"Bu, ada apa? Katakan padaku!"
Mega menjawab, "Paman pertamamu mewakili keluarga Akarsana pergi ke Youshu Surya Group untuk berunding kerja sama, terus sudah ditolak sama YSG."
"Kalau YSG memang menolak keluarga Akarsana, aku juga tak bisa membantu apapun!"
Mega memandang Cindy dan berkata, "Cinn, bukankah kakak laki-lakinya Marco kenal wakil presdir YSG? Kamu coba telepon ke Marco, tanya sama Marco apa dia bisa bantu kita untuk undang Pak wakil presdir bertamu di rumah kita? Nenekmu bilang kalau rencana kerja sama dengan YSG tak tercapai, maka keluarga Akarsana tamatlah sudah."
__ADS_1
Cindy berkata dengan jengkel. "Aku dari keluarga Bonardi, bukan dari keluarga Akarsana pun."
"kamu......"
Mega sangat marah, dia mengangkat telapak tangannya, hampir menampar wajah putrinya si Cindy.
Ketika Cindy terkena gugatan, tak ada seorang pun dari keluarga Akarsana yang mau mengulurkan tangannya untuk membantu Cindy. Sekarang, keluarga Akarsana menghadapi masalah baru, dia juga tak peduli dan tak ingin ikut terlibat.
Cindy berkata dengan cuek. "Bu! Aku gimanapun gak bakal telepon ke Marco, lebih baik Ibu menyerah saja!"
Wajahnya Mega tiba-tiba berubah dengan cepat setelah mendengarkan perkataan Cindy. "Brak" Mega bangun dari kursi, berdiri dan mulai mencaci maki, "Aku benar-benar sudah besarkan anak yang tak tahu terima kasih. Tidak cukup ya kamu menikah dengan manusia sampah, sekarang terjadi sesuatu di rumah, kamu bahkan juga tak mau bantu."
Lagi-lagi Yoshua disemprot dengan perkataan kejam secara tak langsung, padahal dirinya tak melakukan apapun di sana.
Kemarahan Cindy yang tersembunyi di dalam hatinya akhirnya meledak, dia berteriak pada ibunya, "Lalu bagaimana pas aku sedang susah? Aku menjual rumah dan mobilku semua, siapa di antara kalian yang pernah membantu aku???"
Mega mendengus dan berkata. "Siapa yang suruh kamu untuk nikah sama orang yang tidak berguna itu!"
"Lho, emangnya aku sendiri yang minta untuk nikah sama dia?" bela Cindy yang tidak ingin mengalah.
Melihat putrinya berteriak pada dirinya, Mega sangat marah hingga tubuhnya gemetaran, dia menunjukkan jarinya ke arah Cindy dan berkata. "Waktu awal, jelas-jelas kan aku udah bilang sama kamu, cepatlah cerai dengan Yoshua, baru aku berikan uang padamu untuk selesaikan kasus gugatan itu."
"Yang suruh aku nikah adalah kalian, yang suruh aku cerai pun kalian! Ibu tahu arti bercerai bagi seorang wanita tidak?" Cindy berkata dengan air mata yang mengalir, dengan suara berat dia berkata. "Artinya, aku akan menjadi seorang janda, jadi barang bekas yang tak akan ada nilainya lagi di hadapan pria lain. Dan juga, Cindy masih kecil.. Yessy harus bagaimana nantinya?? "
Mega menunjukkan jarinya ke Yoshua, dan bertanya pada Cindy. "Lalu, kamu sudi untuk menghabiskan seumur hidup dengan seorang pengecut?"
Air mata Cindy mengalir deras seperti hujan, dia berkata. "Bu! Bahkan hewan peliharaan pun punya perasaan, apalagi orang yang hidup. Tak peduli seberapa buruknya Yoshua, tidak akan bisa merubah fakta bahwa dia adalah ayahnya Yessy. Aku akan memberinya kesempatan, kecuali kalau dia rela membiarkan dirinya seperti itu terus selamanya."
"Kesempatan? Apa yang kamu harapkan dari dia yang hanya bisa bawa mobil, jadi sopirnya orang? Mau bawa mobil sampai akhirat pun, dia tetap cuma sopir aja kan???"
"Cukup!"
Yoshua menunjuk Mega sambil berteriak tajam. "Kalian keluar! Cindy baru saja dioperasi, dia perlu istirahat."
Mega terpana oleh Yoshua lagi, sepertinya manusia tidak berguna ini sudah berubah. Tapi detil perubahannya bagaimana, juga susah diucapkan.
Mega memelototi Yoshua dan meninggalkan ruangan diikuti suaminya.
Yoshua melihat Cindy membela dirinya di depan orang tuanya, dia berkata. "Cinn, terima kasih!"
"Kamu tak perlu berterima kasih padaku! Jika kamu masih tidak ingin bertobat, dan terus-terusan bermalasan , cepat atau lambat aku akan cerai dengan kamu."
__ADS_1
Mata Cindy kelihatan bengkak dan merah, lihat dia begitu sungguh menyanyatkan hati!