
Marco pagi-pagi sekali sudah sampai di perusahaan.
"Perusahaan Keamanan Informasi Marches" yang dia dirikan sudah menjalin hubungan kerjasama dengan lebih dari puluhan perusahaan dalam waktu kurang dari dua bulan. Tentu saja, perusahaan Marco sudah berkembang pesat, berkat bantuan kakaknya, Mario.
Marco sangat ambisius dalam bisnis, dia berencana untuk membuat daftar operasi perusahaan dalam waktu dua tahun. Pada saat itu, bisa menghasilkan banyak uang, lalu membuat perusahaan internet yang sama.
Perkembangan perusahaan berjalan lancar, dan satu-satunya hal yang mengganggu Marco adalah dia tidak bisa mendapatkan Cindy.
Ketika Cindy di sekolah, dia dianggap sebagai primadona di universitas, dia juga biasa dianggap sebagai wanita tercantik nomor satu di Kota Medan. Sejak menikah, Cindy kelihatannya memiliki pesona yang lebih dewasa dan menawan, yang membuat Marco tidak bisa berhenti. Dia bukannya ingin menikah Cindy, tetapi hanya ingin mendapatkan Cindy. Jika dia tidak pergi ke luar negeri saat itu, mungkin orang yang menikahi Cindy adalah dirinya. Tapi sekarang, dia sudah diambil alih oleh Yoshua.
Marco memanggil kakak sepupunya Mario.
"Kakak! Ada apa dengan teman lamamu Budi? Setelah tiba di Keluarga Akarsana, dia tidak menghormatiku sama sekali."
Mario menghiburnya dan berkata, "Budi itu emosian. Orang ini selalu mengerjakan sesuatu sendirian, dan dia adalah orang yang selalu sendirian di kelas kita. Tapi, jangan meremehkan Budi. Dia adalah orang yang berbakat di kelas kita, dan sangat mempunyai kemampuan. Bukannya aku ingin mengataimu, kamu seorang bos kaya dan tampan, wanita mana yang tidak bisa kamu dapatkan. Kenapa kamu menyukai Cindy, wanita yang sudah menikah."
"Kamu tidak mengerti hal ini! Cindy adalah tipe wanita yang akan membuat semua orang ingin menaklukkannya. Selain itu, dia menikahi pria yang tidak berguna yang pengangguran, aku ini sedang menyelamatkannya."
“Bisa mengambil istri orang lain dan berkata dengan terus terang seperti ini, aku benar-benar tidak habis pikir padamu. Aku sudah membantumu sebisaku. Sisanya, harus bergantung pada dirimu sendiri. Tapi, aku ignin memperingatkanmu! Jika kamu ingin bermain-main dengan wanita seperti Cindy, itu tidak apa-apa. Tapi jangan menganggapnya serius, Ayahmu tidak akan setuju jika seorang wanita yang sudah menikah masuk dalam Keluarga Winata kita.”
"Mengerti!~ Benar-benar bertele-tele."
Marco menutup telepon dengan emosi.
Marco menelepon sekretarisnya dan bertanya tentang jadwalnya hari ini. Sekretarisnya memberi tahu Marco kalau dia akan mengunjungi klien jam sepuluh pagi.
Klien ini sangat penting bagi Marco. Karena itu, Marco merapikan pakaiannya, dan meminta sekretarisnya untuk membawa dokumen, lalu turun ke bawah gedung.
Sesudah tiba di tempat parkir, Marco hendak mengambil mobilnya dan bertabrakan dengan dua pemuda berusia dua puluhan.
Salah satu anak muda memarahi Marco, "Apa kamu tidak melihat jalan dengan matamu."
Sekretaris Marco mengelak dan berkata, "Jelas-jelas kamu yang menabrak kami lebih dulu, kenapa malah menyalahkan kami?"
“Oh! Gadis ini lumayan juga.” Seorang pemuda lain dengan rambut kuning mengulurkan tangan dan menyentuh sekretaris Marco.
__ADS_1
Marco melindungi sekretaris wanitanya dan mendorong pemuda berambut kuning itu pergi.
Pemuda sebelumnya berbicara, "Berani sekali memukul orang terlebih dahulu." Dia meniup peluit, lalu lima atau enam pemuda dengan tongkat di tangan mereka bergegas keluar dari tempat parkir.
"Teman-teman, pria memukul terlebih dahulu."
Salah satu dari mereka berteriak, "Habisi dia!"
Enam atau tujuh pemuda segera mengepung Marco dan sekretarisnya. Mereka memukul Marco sampai babak belum, sampai sekretarisnya tidak bisa mengenalinya.
Setelah mereka memukul Marco, mereka memotretnya. Kemudian satu orang berteriak "Bubar!" Lalu dalam sekejap, mereka bubar dan lari tanpa jejak.
Sekretaris Marco juga ditendang beberapa kali, tetapi lukanya jauh lebih ringan daripada Marco. Dia memapah Marco dan bertanya, "Direktur Marco, apakah Anda baik-baik saja?"
Marco memuntahkan darah dari mulutnya, dua giginya copot, dan luka-lukanya terlihat serius. Lalu mengeluh, "Ck! Sungguh sial, baru keluar sudah bertemu hal sial seperti ini."
"Direktur Marco, apakah perlu melaporkannya pada polisi?"
"Ya! Lapor polisi dan minta polisi melihat kamera pengintai di tempat parkir. Aku harus membalas dendam pada para bajingan ini."
Ketika Marco mendongak, wanita gemuk itu menampar wajah Marco.
“Lihatlah dirimu, masih berani mengambil kesempatan dariku?” teriak wanita itu galak dengan tangan di pinggul.
Marco melihat kalau wanita itu sangat jelek, dia merasa jijik sampai ingin muntah. Tapi dia menjelaskan padanya, "Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu."
"Tidak sengaja, aku masih seorang gadis perawan, kamu harus bertanggung jawab padaku..." Wanita itu mengulurkan tangan dan meraih Marco dekat, dan memeluknya, dan menjepitnya di bawah ketiaknya.
Tiba-tiba, bau badannya hampir membuat Marco muntah.
“Lepaskan Direktur Marco!” Sekretarisnya itu melangkah maju dan berebut dengan wanita gemuk itu.
Wanita gemuk itu sedikit mendorongnya dan langsung membuat sekretaris wanita Marco jatuh. Wanita gemuk itu melempar Marco dan langsung duduk di atasnya. Dia mengupil dan menggosoknya ke pakaian Marco. Ini membuat Marco jijik dan langsung muntah.
Melihat Marco muntah, wanita gemuk itu bersuara "stt", "Ck! Tubuh kecil seperti ini memang tidak bisa tahan. Aku akan melepaskanmu hari ini, tapi jika kamu masih berani mengambil keuntungan dariku, aku akan membuatmu merasakan akibatnya."
__ADS_1
Melihat wanita gemuk itu berjalan pergi dengan pantatnya yang besar dan gemuk, Marco akhirnya mengerti apa maksud dari perkataannya.
Aku benar-benar tidak melihat tanggalan saat keluar hari ini, benar-benar sial!
Sesudah sekretarisnya bangun, dia datang ke arah Marco dan membantunya berdiri. Lalu bertanya pada Marco, “Direktur Marco, apakah kamu menyinggung seseorang? Kenapa aku merasa kalau orang-orang ini sepertinya sengaja mengerjaimu."
Marco juga merasakan hal ini. Tapi, dia baru saja kembali ke Kota Medan, dan baru di sana sekitar dua bulan. Dia selalu fokus pada perusahaannya, dan tidak pernah menyinggung siapapun! Bagaimana dia bisa menyangka kalau Yoshualah yang menyuruh seseorang untuk membalaskan dendamnya.
Ketika Yoshua melihat Marco dilecehkan, dia langsung tertawa terbahak-bahak. Terutama wanita gemuk besar itu, yang Tonopati menghabiskan uang 2 juta untuk menyuruhnya datang, dia benar-benar membuat Marco benar-benar tersiksa.
Yoshua sudah membereskan Marco dan merasa sangat senang. Bocah ini selalu ingin merebut wanita orang lain, dia benar-benar tidak tahu diri.
Sesudah polisi tiba, mereka memeriksa kamera rekaman video pengintai dari tempat parkir. Dilihat dari videonya, memang Marco yang melakukannya lebih dulu. Marco tahu kalau dia salah, jadi dia tidak membahasnya terlalu dalam dan menyerahkannya kepada polisi.
Hari ini, Dewi dari Yoshu Surya Group menelepon Marco. Dia mengatakan kalau dia belum berkumpul dengan teman sekelasnya setelah kembali. Dia sudah menghubungi beberapa teman sekelasnya dulu dan mengundang Marco untuk datang.
Cedera wajah dan tubuh Marco belum sembuh, seluruh wajahnya bengkak seperti kepala babi. Dia sebenarnya tidak ingin mengikutinya, lalu menolak Dewi.
Dewi tidak senang ketika dia mendengar itu, dan berkata kepada Marco, "Marco, apa maksudmu? Aku hanya membuat pertemuan ini karena dirimu. Jika kamu tidak hadir, apa gunanya ini semua. Apakah karena kamu sudah menjadi bos, maka itu memandang rendah teman lamamu ini? Aku akan beritahu satu hal baik, Cindy juga aka datang."
"Cindy juga pergi?"
Marco sangat bersemangat setelah mendengarnya! Seperti yang dikatakan Dewi, dia sudah memberi tahu teman lamanya jika Marco tidak hadir, dia pasti akan dikritik, dn mengatainya menjadi sombong setelah menjadi bos, dan tidak ingin mengakui temannya lagi.
Tapi bagaimana bisa dia menemui orang dengan penampilan yang menyedihkan seperti?
Sesudah memikirkannya, Marco akhirnya menyetujuinya. Lalu berkata pada Dewi, "Oke! Dewi, kirimkan aku waktu dan tempat berkumpul, aku akan hadir tepat waktu! Tapi, aku akan mengatakan sesuatu padamu, harus aku yang mentraktir kalian."
Dewi sangat senang ketika mendengarnya, dan dengan senang hati mengatakan: "Tidak masalah!" Lalu kemudian mengirimkan Marco waktu dan tempat pesta.
Marco dan yang lainnya bertemu di suatu tempat yang bernama "The Imperial Hall". Terakhir kali, Yoshua meminta Kennedi untuk membantunya membeli atau membangun klub dan restoran kelas atas. "The Imperial Hall" ini sudah dinegosiasikan oleh Kennedy dan diakuisisi di bawah komandonya.
Ketika Yoshua mendengar Cindy berkata kalau Dewi mengadakan pertemuan teman sekelas di "The Imperial Hall". Yoshua diam-diam meminta agar Marco harus datang untuk berpartisipasi!
Ternyata dia masuk dalam perangkapnya, dia akan membuatnya merasakan kesialan lagi! .....
__ADS_1