Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya

Suami Sampah Menjadi Orang Terkaya
Jangan Gunakan Keluarga Akarsana untuk Menekanku


__ADS_3

Marco hanya tahu kalau suami Cindy hanyalah sopir seorang bos.


Ketika dia mendengar Dewi mengatakan kalau Yoshua adalah sopir Kennedy, orang terkaya di Kota Medan, dia tiba-tiba menyadari. Tidak heran jika bocah ini bisa tiba-tiba melakukan sesuatu yang mengejutkan!


Caroline terlihat cemberut, dan berkata emosi, "Hah! Memangnya kenapa kalau dia sopir Kennedy? Lagi pula, dia juga hanyalah seorang sopir."


Fenny tidak senang ketika mendengarnya, lalu berkata dengan dingin kepada Caroline, "Memangnya kenapa kalau dia sopir? Dia jauh lebih baik daripada suamimu, setidaknya dia kenal Kennedy."


Bagaimana mungkin Caroline berani melawan Fenny, dia hanya berdecak "Cih!" dan berhenti berbicara.


10 menit kemudian, Mario mengendarai mobil Maybach hitam dan membantu membayar tagihannya sejumlah 3 miliar. Dia berbicara pada Fenny, "Kak Fenny, Marco adalah adikku. Kamu ngak terlalu kejam nih?"


"Direktur Mario, Adikmu yang mengatakan secara langsung kalau dia akan memesan anggur terbaik dan mahal. Untung saja aku tidak memberikannya Romanee Conti."


Romanee Conti saat ini diakui sebagai anggur merah termahal di dunia. Harganya lebih tinggi dari 300 juta per botolnya, jika dijual di tempat-tempat seperti "The Imperial Hall", harganya setidaknya mungkin akan naik menjadi 400 juta per botolnya.


Mario tidak lagi berani berdebat dengan Fenny, latar belakang wanita ini tidak sederhana, jika dia melawannya, kedua belah pihak tidak akan baik-baik saja.


Karena Marco sudah mabuk, Mario menyuruh Marco untuk pulang dengan mobilnya. Dia mengatakan bisa menyuruh orang perusahaannya untuk mengambil mobilnya di tempat parkir besok.


Di dalam mobil, Mario berkata kepada sepupunya Marco, "Marco, ada apa denganmu? Kamu traktir teman-temanmu makan, tapi ngak punya uang sebanyak itu, ngapain pura-pura, hah?"


"Kak! Bukannya aku tidak mampu mentraktir mereka. Kamu juga tahu kalau uangku baru saja aku investasikan di perusahaan."


"Sudahlah, aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu. Kamu menemukan orang yang melukaimu?"


"Belum!"


Mario bergumam, "Aneh! Aku sudah bertanya kepada seorang temanku di kantor polisi. Mereka bilang kalau kasus ini hanya perkelahian biasa, dan tidak sampai cacat, jadi mereka sudah menutup kasus ini. Sepertinya ada orang hebat yang sebelumnya sudah menyapa mereka."


"Kak! Didengar dari perkataanmu, jangan-jangan ada yang sengaja menargetkanku?"


“Naluriku mengatakan seperti itu, kamu sebaiknya berhati-hati.” Mario memperingatkan Marco.


Tersangka pertama yang Marco pikirkan adalah Yoshua. Tapi dia hanya sopir Kennedy, tidak mungkin jika dia mempunyai kekuatan sebesar itu.


Siapa sebenarnya yang menargetkan dirinya? ......


Dalam perjalanan pulang, Cindy bertanya kepada Yoshua apakah anaknya sudah tidur atau belum?

__ADS_1


Yoshua mengatakan ketika dia mengantar Pak Kenn pulang, dia sekalian mengantar anaknya ke tempat Bu Suliya. Sesudah mereka berdua pergi ke rumah Bu Suliya untuk menjemput sang anak, Cindy merasa aneh saat melihat melihat tatapan Bu Suliya pada suaminya.


Sesudah sampai di rumah, jam sudah menunjukkan hampir jam 9 malam.


Yoshua berjalan di belakang dan hendak menutup pintu. Lalu dia mendengar Setiawan berteriak, "Cinn, tunggu bentar!"


Melihat kalau itu Setiawan, paman Cindy, Yoshua bersandar di pintu dan bertanya kepada Setiawan dengan dingin, "Mau ngapain ke sini?"


Setiawan melewati Yoshua dan berkata, "Aku cari Cindy, bukan kamu!" kemudian, dia langsung berlari masuk ke dalam rumah.


Cindy menanggalkan jaket Yessy dan menyuruhnya untuk tidur dulu.


Dia berjalan keluar pintu dan melihat Setiawan membawa banyak barang-barang mahal di tangannya. Seperti sarang burung walet, ginseng, dan sesuatu sejenis ganoderma.


Dengan senyum di wajahnya, Setiawan berkata kepada Cindy, "Cinn, Nenekmu memintaku untuk membawa sesuatu untukmu. Dia juga bilang, jika kamu mewakili Keluarga Akarsana untuk bekerja sama dengan Yoshu Surya Group, kamu akan diberikan vila sebesar 500 meter persegi. Keluarga kalian tidak perlu tinggal di rumah kos-kosan lagi."


"Paman, tolong pulang dan beritahu nenek. Saat aku mengalami masalah, Keluarga Akarsana tidak membantuku. Sekarang ada masalah dengan Keluarga Akarsana, aku juga tidak akan membantu Keluarga Akarsana. Kita tidak berutang satu sama lain. Dan juga, tolong bawa kembali semua barang yang kamu bawa. Kami ini orang miskin, tidak terbiasa dengan barang-barang mahal ini."


Setiawan seketika merasa cemas ketika mendengarnya, dia langsung berteriak: "Cinn, apa maksudmu? Meskipun kamu seorang perempuan, tapi kamu juga setengah dari Keluarga Akarsana. Sekarang, Keluarga Akarsana mengandalkanmu untuk bisa kerja sama dengan Yoshu Surya Group. Jika tidak bisa bekerja sama, yayasan Kakek mu akan tutup. Dan ketika pembagian warisan, bukan hanya Ibumu, tapi kami juga tidak akan mendapat apa pun. "


"Soal kalian bisa mendapat warisan atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku! Paman, pergilah, kalau tidak aku akan menyuruh Yoshua mengusirmu keluar."


Setiawan menunjuk Cindy dengan marah sambil berkata, "Cindy! Cindy! Kamu bukan hanya menikah dengan seorang pengecut. Sekarang Keluarga Akarsana meminta bantuanmu, tetapi kamu mencari berbagai alasan untuk menolaknya. Karena kamu sangat egois, maka jangan salahkan aku jika memberimu pelajaran.” setelah berbicara, dia langsung berjalan ke arah Cindy.


Cindy berteriak, "Ah!" dan terkejut, dia langsung bersembunyi ke belakang.


Tepat ketika Setiawan mengangkat tangannya dan hendak menampar wajah Cindy. Kerah belakangnya tiba-tiba dicengkeram dengan kuat.


Yoshua adalah setengah ahli bela diri, dia lebih kuat dari Setiawan. Dia menarik kerah belakang Setiawan ke arah pintu.


"Dasar orang tidak berguna, lepaskan aku."


Yoshua memukul kepala Setiawan tanpa basa-basi, dan berkata dengan nada dingin, "Jika kamu menghinaku sebagai pengecut lagi, mau kamu paman Cindy atau bukan, aku akan memukulmu sampai babak belur. "


"Or..." Setiawan ingin menghinanya "Orang tidak berguna" lagi. Tapi kerah belakang masih dicengkram oleh Yoshua, dia kemudian menutup mulut karena tidak mau kena masalah.


Sesudah Yoshua mengusir Setiawan keluar dari rumah, dia segera membuang semua barang yang dia bawa, lalu berkata kepada Setiawan: "Jangan gunakan Kakek Akarsana untuk menekan kami! Kalau ketahuan lagi olehku kamu memukuli istriku dengan menggunakan identitsmu sebagai senior, mau kamu Setiawan kek, aku juga akan tetap memukulmu." sesudah selesai, "Boom! ", terdengar suara pintu yang ditutup.


Setiawan sangat marah sampai-sampai matanya terlihat seperti api yang membara, dia terus menghentakkan kakinya dan berkata, "Kurang ajar! Benar-benar kurang ajar."

__ADS_1


Yoshua melihat istrinya duduk di sofa menyembunyikan wajahnya dan terisak. Dia lalu duduk di sampingnya, dan memegang bahu Cindy sembari menghiburnya, "Cinn, kamu ngak salah! Apapun keputusan apa yang kamu buat, aku akan selalu mendukungmu."


Cindy berhenti terisak-isak, lalu berdiri dan berkata dengan dingin kepada Yoshua, "Sudahlah! Kamu juga tidurlah lebih awal sana. Kita semua harus bekerja besok."


Saat Yoshua hendak pergi tidur, Cindy yang sudah sampai di depan pintu kamar tiba-tiba berhenti dan berteriak kepada Yoshua, "Yoshua!"


"Kenapa, yang?"


"Kita ngak bisa ngandalin siapapun. Kita harus bekerja keras untuk mendapatkan jalan keluarnya. Jika kamu tulus menjalani hidupmu denganku, aku harap kamu dapat memiliki ambisi yang tinggi dan bukan hanya menjadi sopir Kennedy! Kamu tahu apa maksudku?"


“Aku ngerti!” Yoshua mengangguk dan berkata kepada Cindy, “Yang, jangan khawatir! Aku akan bekerja keras untuk membuat keluarga kita hidup bahagia.”


Cindy berkata, "Hmm!", lalu berbalik dan masuk ke dalam kamar, kemudian tidur dengan memeluk putrinya.


Pukul 6.30, sesudah alarm berbunyi. Yoshua bangun untuk mandi dan mulai menyiapkan sarapan. Sesudah membuat sarapan, dia meminta Cindy dan putrinya, Yessy untuk bangun dan makan.


Kehidupan mereka saat ini membuat Yoshua merasa sangat nyaman, daripada merasa rendah diri. Karena dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini saat bersama keluarga Kusuma. Saat itu, dia dan Ayahnya, Andre hanya bisa bertemu beberapa kali dalam setahun. Dia tidak pernah merasakan apa yang disebut cinta seorang Ayah. Karena itu, sesudah Ibunya meninggal, Yoshua meninggalkan Keluarga Kusuma dengan marah. Sebab, di dalam hatinya, kematian Ibunya disebabkan oleh Ayahnya.


“Yah, kok nangis?” Yessy yang sedang makan memperhatikan ekspresi Yoshua yang sedih dan bertanya dengan suara kekanak-kanakan.


Yoshua berdiri dan tersenyum, "Ayah ngak nangis, barusan mata Ayah kena asap."


Cindy melirik Yoshua dan tidak mengatakan apa-apa. Dia merasa aneh, rumah mereka menggunakan "kompor listrik", mana mungkin bisa ada asap?


"Yos, mobilku kemarin aku parkirkan di perusahaan. Nanti antar Yessy terlebih dahulu, lalu antar aku ke perusahaan," kata Cindy kepada Yoshua sambil makan.


Yoshua mengangguk dan berkata, "Oke!"


Sesudah makan, Yoshua menyetir Rolls Royce untuk mengantar Yessy ke sekolah.


Yessy yang melihat Yoshua mengendarai mobil yang sangat mewah pun bertanya padanya dengan penasaran, "Ayah! Bosmu sangat kaya! Kenapa dia punya begitu banyak mobil bagus?"


“Tentu saja, dia adalah orang kaya!” Yoshua menjawab sambil mengemudi.


Cindy tersenyum, lalu menyentuh kepala kecil putrinya, dan menghiburnya, "Yes, kamu harus belajar dengan giat, tunggu sampai kamu lulus suatu saat nanti, kamu bisa membantu Ibu untuk menghasilkan banyak uang."


Pada saat ini, ponsel Yoshua berdering. Dia menjatuhkan telepon di kursi belakang ketika menggendong Yeesy ke dalam mobil. Cindy mengangkat telepon itu karena tidak ada nama penelpon yang tertera.


Dia mendengar suara seorang wanita yang merdu berkata, "Kak Yos, aku akan sampai di Medan jam 2 siang ini, jangan lupa jemput ya."

__ADS_1


__ADS_2