
Sesudah Yoshua mengantar Cindy kembali ke perusahaan, dia makan di perusahaannya pada siang hari.
Karena sorenya dia perlu menjemput Nita, maka sesudah makan dia langsung segera pergi ke bandara.
Melihat kalau masih ada waktu yang tersisa, setelah Yoshua memarkirkan mobil, dia mengirimkan lokasinya pada Nita, dan kemudian menyalakan ponsel untuk bermain game.
Ketika Yoshua sedang asik bermain, sepasang kaki putih yang menawan muncul di depannya.
Yoshua melihat dari kakinya yang indah menuju ke atas, dan orang yang berdiri di depannya adalah Nita yang sudah bertahun-tahun tidak dia temui.
Sesudah 6 tahun berlalu, jika bukan karena Nita berdiri di hadapannya, dia sungguh tidak akan mengenalinya.
Pada saat itu, Nita masih seorang gadis kecil, seorang gadis yang suka mengikuti Yoshua dan suka menangis. Tak disangka, dia sudah glow up sekarang, Nita tampak seperti gadis cantik yang keluar dari komik.
"Nita!"
"Kak Yos!"
Nita melemparkan barangnya dan masuk ke dalam pelukan Yoshua.
Yoshua tidak menyangka Nita masih suka menangis, dia dengan lembut mendorongnya menjauh, lalu mengulurkan tangannya dan menyentuh hidung kecil Nita sambil menggodanya, "Kamu sudah dewasa, kenapa masih suka menangis?"
"Aku senang sekali bertemu dengan Kak Yoshua!"
"Nita! Kamu benar-benar sudah banyak berubah, sudah cantik banget sekarang."
Yoshua melihat Nita dari kiri ke kanan, dan membuat wajah gadis itu memerah.
Yoshua berkata ketika dia pergi, tinggi Nita hanya sekitar 162 cm. Tak disangka, dalam beberapa tahun terakhir, dia sudah tumbuh lebih tinggi, sekarang tingginya sudah hampir 168 cm.
Tinggi Yoshua 178 cm, dan keduanya hanya berbeda beberapa jengkal saja. Jika berdiri bersama, mereka akan terlihat sangat serasi.
Sesudah membantu memasukkan barang bawaan Nita ke dalam mobil, Yoshua mempersilakan Nita untuk masuk ke dalam mobil.
Dalam perjalanan pulang, Nita tidak pernah berhenti bertanya kepada Yoshua kenapa dia meninggalkan Keluarga Kusuma dan kenapa dia tidak pernah mendengar kabar darinya selama bertahun-tahun.
Pada saat itu, Nita tahu tentang kematian ibunya Yoshua. Sesudah mendengar bahwa ibunya Yoshua meninggal pada saat ayahnya menikahi istri mudanya, dia akhirnya mengerti kenapa Yoshua marah dan kabur dari rumah.
"Kak Yos, beberapa tahun ini kamu pasti sangat kesulitan! Kemudian kamu pergi ke Kakek Bonardi, dia sudah lama tidak bekerja di rumahmu. Terus kamu selama ini bersedia menjadi menantunya?"
"Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari." Yoshua menghela nafas dan berkata, "Aku harus mencari tempat tinggal. Selain itu, Cindy orang yang baik."
__ADS_1
"Dia tidak menyukaimu karena kamu tidak berguna?"
"Tentu saja dia tidak suka!"
"Lalu kamu masih bilang dia baik?"
"Dia hanya membenci orang-orang yang memaksakan keinginan mereka lebih padanya!"
Nita mengangguk sambil berpikir, lalu bertanya kepada Yoshua, "Maksudmu, kamu sudah membagi harta warisan dengan Paman Andre. Apa itu berarti, kamu sudah meninggalkan Keluarga Kusuma?"
"Ya! Aku tidak akan mempunyai hubungan apa pun dengan Andre."
"Kak Yoshua! Apa ada kesalahpahaman antara kamu dan Paman Andre?"
“Kesalahpahaman apa lagi?” Yoshua berkata dengan marah, “Jika ayahku tidak menikahi wanita licik itu, bagaimana mungkin ibuku bisa mati?”
"Tapi..."
"Sudahlah! Jangan ungkit nama Andre di depanku."
Melihat Yoshua marah, Nita tidak mengatakannya lagi. Dia hanya bertanya pada Yoshua tentang rencananya kedepan.
Yoshua mengatakan bahwa selain menjalankan perusahaan "3 provinsi pulau Sumatra" yang diberikan padanya, dia juga akan mendirikan perusahaan baru. Dan dia ingin Nita mengelola perusahaan barunya itu. Dia juga berjanji akan memberi Nita 20% dari saham perusahaan.
Yoshua sudah memberitahu Cindy kalau dia ingin mengajak Nita makan malam, maka itu dia meminta Istrinya Cindy untuk menjemput anaknya.
"Nit, mau makan apa nanti malam?"
Nita sudah lama tinggal di luar negeri dan sudah terbiasa dengan makanan di sana. Dia bertanya kepada Yoshua, "Apa di sekitar sini ada makanan barat yang enak?"
Yoshua berpikir sejenak dan berkata, "Ada restoran barat yang bagus bernama Plato. Itu restoran barat bergaya Italia."
"Oke, kalau begitu ke sana saja!"
Nita tahu kalau Yoshua sudah kaya sekarang, terlepas dari real estate-nya, uangnya saja sudah ada 2 triliun.
Sesampainya di restoran makanan barat "Plato", melihat tidak ada ruangan yang tersedia, maka dari itu Yoshua mencari tempat di dekat jendela dan duduk di sana.
Dari jendela ini, mereka bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang di sisi jalan. Alunan musik piano terus berema di dalam restoran, ditambah dengan dekorasinya yang klasik, tapi tidak berlebihan. Suasananya membuat mereka merasakan hiruk pikuk kota, dan juga merasa seolah-olah berada di dunia terpencil seperti surga.
Yoshua tahu kalau Nita menyukai steak, jadi dia memesan steak Wellington untuknya, dan dia sendiri memesan steak lada hitam. 2 borsch, 1 salad buah, 1 salad sayuran, dan sebotol anggur merah domestik bernilai lebih dari 1,6 juta.
__ADS_1
Nita bertanya kepada Yoshua, "Kak Yos, apa kamu masih ingat kamu dulu paling sering minum anggur merah Prancis. Kenapa sekarang kamu minum anggur merah domestik?"
Yoshua tersenyum pahit dan berkata, "Nit, saat kamu tidak punya uang untuk membeli makanan. Bahkan air putih akan terasa lebih enak daripada daripada anggur Prancis saat kamu punya uang."
“Aku tidak mengerti!” Nita sedikit mengernyit.
Yoshua menjelaskan, "Karena aku pernah miskin! Dan yang paling buruk, aku bahkan tidak bisa makan sepotong daging dalam sebulan."
Nita merasa kasihan padanya, lalu dia mengulurkan tangan untuk menyentuh tangan besar Yoshua dan berkata, "Kak Yos!"
Yoshua dengan lembut melepaskan tangannya dan berkata sambil tersenyum, "Namun, ini semua hanyalah masa lalu! Meskipun sekarang aku bukan anggota Keluarga Kusuma, tapi aku memiliki properti seharga ratusan miliar. Aku akan melampaui Andre dan menginjak-injaknya..."
"Ya! Aku akan membantumu." kata Nita dengan sangat percaya diri.
Pada saat ini, beberapa gadis SMA yang cantik lewat di luar pintu.
Aurora menarik Carissa, lalu menunjuk Yoshua yang sedang makan dengan wanita cantik di restoran "Plato", dan berkata, "Sa, bukankah itu Kakak Iparmu?"
Carissa melihat orang yang duduk di restoran itu, jika bukan Yoshua, lalu siapa lagi itu?
Dia melihat Yoshua duduk dengan wanita yang sangat cantik dan berkelas, mereka berdua berbicara sambil tertawa.
Dia tahu restoran "Plato" adalah restoran mahal, setidaknya perlu beberapa ratus ribu untuk seporsi steak.
Bagaimana bisa Carissa mentolerir sampah seperti Yoshua mempunyai wanita lain di luar. Dia bergegas masuk ke dalam restoran "Plato" dengan marah dan berjalan mendekat.
Terakhir kali, jika Yoshua tidak membantu Carissa, Aurora, dan yang lainnya untuk menyelesaikan masalah mereka di Klub Victory. Maka masalahnya pasti tidak akan terselesaikan sampai sekarang.
Aurora bersyukur karena Yoshua sudah membantu dirinya, jadi dia juga mengikuti dengan cepat dari belakang.
Yoshua memunggungi pintu, jadi dia tidak tahu Adik iparnya sudah masuk.
Carissa dan Cindy memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang.
Meskipun Cindy keras kepala, tetapi ketika dia diam, dia termasuk tipe wanita dengan kepribadian yang baik. Sedangkan Carrisa tidak hanya banyak akal jahat, tetapi juga mudah emosian, dia mudah sekali meledak.
"Gadis ******, beraninya merayu Kakak iparku!"
"Plakkkk!..."
Carissa menampar wajah Nita.
__ADS_1
Tamparan ini tidak hanya mengejutkan Nita, tetapi juga mengejutkan Yoshua.
Melihat Carissa melangkah maju untuk kembali memukul Nita, Yoshua menarik Carissa dengan seluruh tenaganya, dan bertanya pada Nita, "Nit, kamu baik-baik saja?"