
Sesudah Yoshua pulang, dia melihat cahaya di dalam ruangan dan hari sudah gelap, dia mengira kalau Cindy dan anaknya sudah tidur. Dia menyalakan senter telepon dan merangkak kembali ke tempat tidurnya.
Begitu dia menanggalkan pakaiannya, lampu di dinding tiba-tiba menyala, dan istrinya Cindy berjalan keluar mengenakan gaun tidur sutra.
“Cindy, kenapa kamu masih belum tidur?” Yoshua bertanya dengan santai.
"Aku menunggumu. Bagaimana penyakit ibunya Bu Suliya?"
"Dia baru saja menyelesaikan kraniotomi."
Cindy berkata, "Oh!". Dia berdiri di depan Yoshua, dan menatapnya dengan seksama.
Yoshua merasa tidak enak karena tatapan Cindy, lalu bertanya, "Cindy, apa yang kamu lihat?"
"Carissa bilang kamu bertengkar dengan seseorang, aku lihat apakah kamu terluka atau tidak?
Yoshua menunjukkan pada Cindy otot lengannya, dan tersenyum dengan bangga, "Ini hanya beberapa penjahat kecil. Bagaimana suamimu bisa terluka dalam seni bela diri yang hebat ini?"
"Apakah kamu akan mati jika tidak berpura-pura?"
“Bisa gila!” Yoshua dan Cindy bercanda.
Cindy tiba-tiba berkata, "Ngomong-ngomong, aku mendengar Carissa berkata, kamu membawa Si bodoh Tanopati itu bersammu. Carissa berkata kalau Tanopati sangat pintar bertarung?"
“Tanopati memang selalu bisa bertarung!” Yoshua membujuk Cindy, “Istriku, kamu tidak bisa hanya melihat bagian luarnya saja. Meskipun IQ Tanopati sedikit lebih rendah dari orang normal, tapi dia baik padaku! Dan, kamu hanya perlu mendengarkan perkataanku."
Cindy berkata sambil berpikir, "Sepertinya kamu cukup pandai mengambil hati orang! Kamu menyuruh si bodoh itu untuk menjadi anak buahmu."
Yoshua berkata dengan wajah serius, "Cindy, jangan sebut Tanopati bodoh, dia saudaraku! Dan dia punya nama, namanya Tanopati.
Cindy tampak sedikit terkejut, Yoshua tidak pernah marah pada dirinya. Tapi barusan, ekspresinya yang serius benar-benar membuat dirinya takut. Melihat kalau Yoshua masuk akal, Cindy tidak membantah. Dia berkata, "Oke, oke! Kamu menganggapnya sebagai saudara, dan aku akan memanggilnya Tanopati mulai sekarang. Tidurlah lebih awal, dan aku harus mengantar Yessy ke sekolah besok."
Setelah melihat Cindy pergi, hati Yoshua terasa panas.
Hai!
__ADS_1
Perasaan punya istri cantik di rumah tapi tidak bisa menyentuhnya sungguh benar-benar tidak tahan.
Sesudah bangun pagi, Yoshua mengantar putrinya Yessy ke taman kanak-kanak, lalu diterima oleh guru taman kanak-kanak lainnya, mereka mengatakan kalau Suliya sudah mengambil cuti dan akan kembali bekerja dalam beberapa hari.
Yoshua memberi tahu putrinya, Yessy, "Yessy harus jadi anak baik, dengarkan guru, dan Ayah akan menjemputmu lebih awal."
“Aku tahu, Ayah, kenapa kamu sekarang begitu suka mengomel?” Sesudah berbicara, dia mengedipkan mata pada Yoshua dengan nakal, melambaikan tangan kecilnya dan pergi dengan guru pengganti taman kanak-kanak.
Yoshua diam-diam menggelengkan kepalanya, putrinya adalah anak yang pintar, dia pasti akan menjadi orang yang cerdas ketika dewasa.
Yoshua meninggalkan sekolah anaknya dan langsung ke Kennedy.
Kennedy sedang berolahraga, dia melihat Yoshua akan datang, lalu berhenti berolahraga dan mengobrol dengan Yoshua.
“Tuan muda, Anda tidak akan datang jika tidak ada sesuatu! Kenapa mencariku?” Kennedy bertanya pada Yoshua sambil menyeka keringatnya.
Yoshua berkata, "Pak Kenn, jika ingin merencanakan dana operasi Yoshu Surya Group, berapa banyak uang yang dapat aku gunakan?"
"Yoshu Surya Group baru saja memenangkan tender untuk proyek Perumahan Citra Mulya. Jika dihitung dari investasi awal, setidaknya investasinya ada beberapa miliar. Periode pengembalian tiga tahun setidaknya akan mengambil dana lebih dari 300 juta. Oleh karena itu, dana yang bisa digunakan saat ini tidak banyak, mungkin sekitar 100 juta."
Kennedy terkejut, dan dia tidak menyangka Yoshua akan melakukannya sendirian dengan secepat ini. Andre mengatakan kalau dia mengagumi bakat bisnis Yoshua. Sekarang sepertinya Yoshua sudah mulai memperlihatkan kemampuannya.
"Haha! Karena Tuan muda pertama kali ingin melakukannya, maka aku akan pergi sendiri."
Kennedy adalah orang terkaya di Kota Medan. Jika dia yang melakukannya, maka akan mudah untuk melakukan hal-hal ini.
"Tuan muda, sebenarnya, Tuan masih sangat merindukanmu, apakah kamu perlu aku mengatur agar kalian bertemu?"
Yoshua tampak marah dan berkata dengan dingin, "Jangan sebut dirinya, dia tidak layak menjadi seorang ayah."
Kennedy menghela nafas dan berkata, "Tuan muda! Terkadang, apa yang kamu lihat dengan mata kepala sendiri mungkin tidak benar. Tuan, dia sebenarnya..."
"Cukup! Aku bilang, jangan bicarakan dia lagi."
Yoshua berdiri dan berjalan pergi dengan marah. Dia segera menerima sebuah pesan ponselnya jika ada uang yang masuk sebesar di 50 juta.
__ADS_1
Cabang "Kusuma Group" 3 provinsi pulau Sumatra, semuanya adalah bisnis tradisional. Pendapatan bisnis yang utama tergantung pada ritel real estate dan supermarket.
Kini, bisnis tradisional semakin menurun, dan keuntungan bisnis perusahaan juga semakin menurun. Yoshua sedang memikirkan hal ini, dan dia ingin melakukannya secara ganda. Selain itu, dia sudah meninggalkan Keluarga Kusuma, jika dia dibalas oleh Keluarga Kusuma. Mungkin tidak bisa mempertahankan industri-industri yang sekarang sedang diambil alih. Oleh karena itu, Yoshua merencanakan untuk kedepannya dan mulai menggunakan sumber daya di tangannya untuk memperkuat kekuatannya sendiri.
Dalam perjalanan kembali, Budi, wakil presiden "Yoshu Surya Group", menelepon dan mengatakan kalau Keluarga Akarsana mengundangnya ke perjamuan.
Yoshua bertanya pada Budi siapa yang menelepon.
Budi mengatakan jika itu adalah kakak Marco, dan dia adalah teman dari kakak Marco, Mario.
Yoshua memberi tahu Budi, "Pergilah! Ingatlah, jangan memberikan Keluarga Akarsana kesempatan untuk bekerja sama. Jika bisa semakin mempermalukan orang-orang Keluarga Akarsana, maka akan semakin baik!"
Budi sudah sari awal mendengar dari Kennedy kalau Yoshua sangat terganggu ketika diberada di Keluarga Akarsana. Yoshua mengatakan ini, jelas-jelas bermaksud untuk membalas dendam terhadap Keluarga Akarsana. Kemudian dia memahami pikirannya dan berkata kalau dia tahu apa yang harus dilakukan.
Begitu Yoshua selesai menutup telepon, istrinya Cindy menelepon.
"Yoshua, ibu menyuruhku pergi ke rumah nenek untuk makan malam, dia mengatakan ada acara yang menyenangkan!"
Yoshua tahu kalau Marco sudah mengundang Budi, dia mengira jika ada harapan ada kerja sama antara Keluarga Akarsana dan Yoshu Surya Group, maka bisa membuat Megawati. Jika bi bekerja sama, setelah Nenek Cindy meninggal, dia akan bisa mendapatkan lebih banyak harta dari Megawati.
Aku akan menjemputmu sesudah aku menjemput Yessy.” Yoshua mencibir dalam hatinya. Marco, Marco! Saatnya untuk memberekanmu.
Yoshua kemudian pergi ke rumah sakit dan mengunjungi Suliya. Melihat ibunya tidak meninggalkan bangsal ICU, dia menghiburnya dan pergi.
Sore harinya, sesudah menjemput putrinya Yessy, Yoshua pergi ke perusahaan Cindy untuk menjemput istrinya, Cindy.
Yoshua bertanya kepada Cindy saat dia mengemudi, "Cindy, apakah Ibu mengatakan hal baik apakah itu?"
"Dia mengatakan kalau mungkin ingin bekerja sama dengan Yoshu Surya Group, dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Omong-omong, Yoshua! Jangan beri tahu ibu. Kamu menjadi supir Pak Kenn. Takutnya dia akan mengganggumu dan menyuruhmu untuk menghubungi Pak Kenn dan membicarakan kerja sama dengan Keluarga Akarsana."
"Istriku, kenapa kamu egois sekali? Bukankah kerja sama itu bagus? Bukankah ini yang dinanti-nanti ibu mertua dan nenek?"
"Tidak! Ketika aku bangkrut. Tidak ada seorang pun dari Keluarga Akarsana yang membantuku, aku harus memberi mereka pelajaran!"
Yoshua tidak menyangka kalau Cindy mengatakan ini hal ini. Lalu dia tersenyum dengan bangga, "Jangan khawatir, istriku, asalkan kamu mengatakan untuk menolaknya, aku akan menyuruh Pak Kenn menolak untuk bekerja sama dengan Keluarga Akarsana.
__ADS_1