
Cindy mencoba mengganti pakaian yang dibeli Yoshua, dan pakaian itu sangat pas dengannya. Dua set pakaian anak yang dia beli juga terlihat lumayan bagus.
Sebenarnya dia tahu kalau Yoshua sangat pintar dalam memilih pakaian ketika berada di Keluarga Kusuma. Seiring berjalannya waktu, dia dapat mengetahui ukuran dan warna apa yang cocok dipakai seseorang, hanya dengan sekali melihatnya saja. Oleh karena itu, meskipun pakaian Yoshua tidak mahal, tapi pakaiannya tidak terlihat biasa, dan terlihat sangat tampan.
Ketika dia sedang makan, ponsel Yoshua tiba-tiba berbunyi. Ternyata Cheryll mengirimkan email padanya. Dia tiba-tiba teringat kalau nama panggilan akun emailnya adalah "Psycho". Ketika dia memikirkan hal ini, raut wajahnya langsung berubah, dan dia langsung merubah namanya menjadi "Sunrise" lagi.
Melihat kalau ada yang salah dengan raut wajah Yoshua, Cindy langsung bertanya kepadanya, "Ada apa?"
"Oh, tidak apa-apa. Ini video tarian yang dikirim oleh Bu Cheryll. Dia meminta Yessy untuk menontonnya kalau ada waktu luang. Ini akan memperdalam pemahamannya tentang gerakan tarian."
"Yessy, belajarlah baik-baik dengan Bu Cheryll, dan berusahalah mendapatkan kemenangan di kompetisi!"
"Jangan khawatir, Bu! Aku pasti akan membawa piala besar untukmu."
Cindy membelai rambut putrinya dan berkata dengan lembut, "Mendapat piala atau tidak, itu tdak penting. Ibu berharap kamu dapat tumbuh dengan bahagia. Kamu tidak harus bekerja sebagai penari ketika besar nanti, tetapi belajar menari dapat meningkatkan auramu. Yessy, pekerjaan apa yang ingin kamu lakukan kelak?"
"Aku ingin menjadi polisi!"
Yoshua dan istrinya Cindy saling memandang dan tersenyum, cita-cita putri mereka benar-benar hebat!
Saat malam hari, Yoshua merasa bosan karena sendirian berbaring di tempat tidur, dia membuka aplikasi siaran langsung Cheryll. Namun, dia merasa kecewa karena Cheryll tidak melakukan siaran langsung hari ini. Maka itu, Yoshua berbaring di tempat tidur sambil menghitung domba, dan tertidur setelah beberapa saat.
Keesokan hari di saat sore, Nathan menelepon Yoshua lebih awal dan memintanya untuk datang lebih awal.
Yoshua baru ingat kalau dia belum memberitahu Suliya jika dia ingin meminta bantuannya untuk menjaga anaknya.
Dia mengirim pesan ke Suliya, dan Suliya segera menjawab! Dia mengatakan kalau dia akan membantu menjaga Yessy dan menyuruh Yoshua agar tenang.
Yoshua mengendarai mobilnya menuju ke Perumahan Maura Garden.
Perumahan Maura Garden adalah sebuah perumahan mewah di Kota Medan. Orang yang bisa tinggal di sini hanyalah orang kaya.
Sebelum datang, Yoshua menelepon Kennedy. Menanyakan beberapa hal tentang undangan pesta Nathan.
Kennedy memberi tahu Yoshua kalau Keluarga Hartono adalah sepuluh keluarga teratas di Kota Medan. Sebelumnya, perusahaan Keluarga Hartono mengalami krisis, dan Kennedy-lah yang membantu Keluarga Hartono melewati krisis. Sekarang bisnis Keluarga Hartono kembali ke normal, bisnisnya semakin besar, dan kekayaan keluarga meningkat pesat.
__ADS_1
Hari ini adalah hari ulang tahun Nathan, dia menyelenggarakan pesta di rumah Keluarga Hartono. Kennedy merasa kalau Yoshua harus lebih banyak berpartisipasi dalam beberapa kegiatan sosial, jadi dia meminta Keluarga Hartono untuk mengundang Yoshua ke pesta.
Di Kota Medan, hubungan relasi Yoshua memang buruk, dia juga ingin mengenal beberapa orang yang memiliki pemikiran yang sama dengannya melalui pesta ini.
Sesudah tiba di rumah Keluarga Hartono, dia melihat rumah Keluarga Hartono terlihat seperti taman kecil. Di dalamnya ada kolam renang, jalan beraspal granit, dan taman yang dipangkas rapi, dan terlihat seperti sebuah lukisan yang anggun.
Yoshua menelepon Nathan, lalu Nathan keluar bersama Anthony. Setelah melihat Yoshua, mereka langsung saling menyapa.
Nathan dan Anthony melihat kalau Yoshua sedang mengendarai Phaeton, mereka tahu plat nomornya dan itu milik Kennedy. Dengan sekali lihat, orang-orang bisa tahu kalau hubungan Yoshua dengan Kennedy tidak biasa. Kalau tidak, bagaimana dia bisa mengendarai mobil Kennedy?
Ayah Nathan selalu mengingatkan Nathan agar bersyukur. Di Kota Medan, Keluarga Hartono paling percaya dengan Yoshu Surya Grup, mereka sudah menganggapnya sebagai mitra bisnis. Karena itu, Nathan mengundang Yoshua ke dalam mansion dan memperkenalkannya ke beberapa teman baik.
Ketika Yoshua berada di Keluarga Kusuma, dia sudah pernah berhubungan dengan berbagai macam orang. Di antara orang-orang ini, dia berpikir kalau Nathan dan Anthony adalah orang baik.
Meskipun Anthony sedikit arogan, tapi Keluarga Harris berada di peringkat ketiga di Kota Medan, tidak heran jika dia terlihat arogan.
Yoshua melihat Nathan yang sedang sibuk menjamu tamu, jadi dia membiarkannya pergi. Ketika Nathan pergi, dia meminta Anthony untuk tetap di sana dan menemani Yoshua.
Anthony bertanya kepada Yoshua dengan arogan, "Tuan Yoshua, apa hubunganmu dan Pak Kenn, kenapa dia menyuruhmu datang ke pesta ini?"
"Sopir?"
Anthony merasa sangat kaget ketika mendengarnya mengatakan "sopir". Dia kira Yoshua dan Kennedy adalah kerabat.
Anthony terlihat kesal dan berkata dengan tidak percaya, "Tuan Yoshua, jangan bercanda. Jika kamu hanya sopir Pak Kenn, maka mulai besok aku akan mengganti namaku."
"Tuan Anthony, aku tidak bercanda denganmu. Aku tidak ingin kamu mengganti namamu. Ayahmu dan Ayah Tuan Nathan seharusnya sangat akrab dengan Pak Kenn, dan kamu akan tahu jika kamu bertanya pada mereka."
Dia melihat Yoshua sepertinya tidak bercanda, dan Anthony memasang ekspresi serius di wajahnya, lalu bertanya kepada Yoshua, "Apakah kamu benar-benar sopir Pak Kenn?"
Yoshua tersenyum sambil berkata, "Aku tidak pernah berbohong!"
Anthony dia terlihat putus asa, dia merasa kalau masalah ini tidak masuk akal. Dia terus menggelengkan kepala dan berkata, "Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin!"
Yoshua tersenyum, meninggalkan Anthony sendirian dalam keadaan bingung, dan pergi keluar untuk merokok sendirian.
__ADS_1
Satu demi satu mobil mewah datang ke depan pintu rumah Keluarga Hartono.
Ada banyak pria dan wanita yang datang ke sini. Harus diakui, hubungan relasi Nathan memang cukup kuat, dia hampir mengundang semua anak orang kaya dan selebritas kaya di Kota Medan.
Pada saat ini, sebuah Mercedes-Benz hitam berhenti, Yoshua melihat sosok yang dikenalnya berjalan keluar dari mobil. Ketika dia melihatnya lebih dekat lagi, ternyata istrinya Cindy yang datang.
Yoshua ingat kalau istrinya pernah mengatakan kalau dia ingin menghadiri suatu pesta. Namun, dia tidak menyangka tempat pestanya akan sama dengan dirinya, keduanya sama-sama undangan pesta ulang tahun Nathan.
Cindy tampaknya sedikit berhati-hati untuk menghadiri pesta pada kesempatan ini, dan bertanya kepada pria di sebelahnya, "Tuan Alvin, bukankah kamu mengatakan kalau kamu membawaku ke perjamuan untuk membicarakan bisnis denganku?"
Setelah menghadiri pesta, mari kita bicara tentang kerja sama bisnis. Kita akan tempat yang tenang untuk membicarakannya!" Alvin memandang Cindy dengan ekspresi *****.
Cindy mengerutkan kening, dia merasa Alvin mempunyai maksud tertentu. Tapi Alvin melakukan bisnis makanan. Jika dia berhasil bekerja sama dengannya, maka dia bisa menghasilkan uang sejumlah setengah harga rumahnya. Oleh karena itu, Cindy menahan diri dan setuju untuk menemani Alvin ke perjamuan. Alvin juga berjanji pada Cindy kalau dia akan membahas kerja sama bisnis dengannya setelah menghadiri pesta.
Alvin ingin memegang tangan Cindy. Namun, Cindy berkata kepada Alvin dengan ekspresi dingin, "Tuan Alvin, aku hanya berjanji untuk menemani kamu ke perjamuan, tidak untuk urusan lain."
Alvin tersenyum canggung, lalu mengangguk dan berkata, "Oke! Oke!" tapi dalam hati berpikir, "Cindy! Cindy! Aku akan biarkan kamu bersikap sombong untuk sementara waktu."
Alvin membawa Cindy dan berjalan ke seorang pria muda yang rambutnya disisir dengan berkilau.
Pemuda itu bernama Jefferson, dan keluarga Wei adalah orang terkaya kedua di Kota Medan. Kennedy memiliki seorang putra yang sudah belajar di luar negeri dan belum kembali. Oleh karena itu, Jefferson Davis sudah dianggap sebagai anak orang terkaya pertama di Medan, itu tidak berlebihan!
“Tuan Jefferson, aku akan memperkenalkan kamu kepada seseorang!” Alvin berkata kepada Jefferson dengan senyum menawan di wajahnya.
Jefferson menoleh dan melihat sekeliling, dia ingin mengabaikan Alvin. Namun, ketika dia melihat sekilas Cindy yang berada di sebelah Alvin, tiba-tiba ada kilatan cahaya di matanya.
Sesudah Cindy menikah, dia terlihat lebih dewasa, dia memiliki daya tarik yang tak tertandingi untuk seorang gadis muda.
Jefferson sudah berpacaran dengan wanita. Saat dia melihat Cindy, dia tahu kalau dia sudah jatuh cinta. Dia bersumpah akan menggunakan cara apa pun untuk mendapatkan wanita ini.
Jefferson terlihat sangat sopan, dan berkata dengan pelan, "Ternyata Alvin, siapa yang ingin kamu perkenalkan padaku?"
"Wanita cantik yang berdiri di sebelahku, namanya Cindy! Dia dikenal sebagai wanita cantik nomor satu di Kota Medan. Sekarang perusahaannya sedang menghadapi sedikit kesulitan. Jadi, apakah Tuan Jefferson dapat membantu perusahaannya untuk mendapatkan pekerjaan."
Saat itulah Jefferson baru menyadari, orang yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama adalah Cindy, wanita cantik nomor satu di Kota Medan.
__ADS_1
Dia pernah mendengar kalau Cindy sudah menikah, dan menikahi seseorang yang tidak berguna. Melihat kehidupan Cindy yang tidak baik, Jefferson merasa kesempatannya untuk turun tangan sudah datang.