
Shafia yang berjalan beriringan dengan Papa Haris banyak menyita perhatian dari teman - teman sekantornya.
Mereka tak menyangka , Shafia adalah anak dari seorang konglomerat, tentu saja mereka semua mengenal sosok pak Haris , seorang pembisnis handal .
Sosok Shafia yang humble dan tak membeda- bedakan dalam bergaul, ia juga pribadi yang ramah ,meski ia terkenal sebagai gadis tercantik di kantornya , tapi Shafia tidak sombong dan tidak pernah menunjukan kekayaan yang dimiliki keluarga nya.
" Fia..". Fia pun menengok ke arah sumber suara...disana terlihat beberapa teman kantornya sedang berdiri , seakan menyambut kedatangannya.
" Pa , Fia kesana dulu ya , mau ketemu sama teman- teman sekalian pamitan , Papa duluan aja !". Ucap Fia lembut.
" Baik , tapi jangan lama - lama , kasihan Mama dan Mika menunggu dari tadi ". Papa Haris ter senyum dan menganggukkan kepalanya ke arah teman - teman Shafia , barulah ia beranjak pergi meninggalkan Fia disana.
" Hai semuanya ". sapa Fia...semuanya menjawab sapaan Fia bersamaan.
" Hai juga Fi , gimana kabar kamu , semingguan lebih menghilang ?". tanya Ahmad.
" Maaf kemaren gue baru kehilangan kakak gue , makanya gue ambil cuti sekalian ".
" Sorry Fi , kita ikut berduka cita, ya kan teman - teman...?".
" Its oke , gue sudah ikhlas kok , karena kakak gue sekarang sudah gak merasa sakit lagi, lalu gimana kabar kalian , apa ada gosip baru selama gue gak berangkat bekerja ?".
" Kabar kita buruk Fi ".
Para cewek memutar matanya malas...mereka tau apa yang akan dibahas para cowok.
" Loh kenapa ?".
" Gimana gak buruk , gak ada yang seger buat dipandang, cuma elo Fi ...vitamin buat kita - kita , penyemangat buat kita lebih rajin berangkat kerja, gak ada elo dunia terasa hampa ".
Celotehan Jaka didukung teman - teman cowoknya.
" Iya Fi , minum kopi aja terasa pahit...".
" Itu sih emang elonya gak ngasih gula pe 'a ". sela Rima.
Hahaha...mereka tergelak bersama.
" Maaf ya temen- temen, gue gak bisa lama , Papa dan Mama nunggu di bawah soalnya!".
" Loh elo gak kerja lagi Fi ?".
" Engga , dan engga akan kesini lagi , gue sudah resign hari ini...maaf ya kalo selama kerja disini gue banyak salah sama kalian !".
Yaaahhhhhhh....Jawab para pria , gak rela ฤทalo Fia resign dari kerjaannya.
__ADS_1
" Tega lo ninggalin gue Fi , gak semangat deh kerjanya sekarang ".
" Gak usah lebay , kerja yang bener, kasihan pak Faruk , kalo kalian makan gaji buta ".
" Kalo kita kangen elo gimana Fi ?".
" Main aja ke rumah , pintu rumah gue terbuka untuk kalian semuanya , udah dulu ya ". Dia memeluk satu persatu teman wanitanya.
" Gue juga mau dipeluk dong Fi , jangan pilih kasih , masak yang cewek doang yang elo peluk !". protes si Jaka.
" Gue kasih cium jauh aja ya Jak.....muacchhh...bye semuanya ". Ucap Fia segera berlalu dari sana sebelum mereka menahannya lebih lama lagi.
" Ohhh jantung gue.....gue tunggu cium dekatnya Fi !: teriak Jaka.
Di bawah pun Tania terus memeluk Fia dengan erat.
" Gue gak ada temen dong Fi ".
" Gak ada temen yang mau ntraktir elo kan Tan ". Fia tau Tania memang paling dekat dengannya...saking dekatnya Tania sudah tak malu lagi buat minta jajan sama Shafia.
" He..He..he...Itu elo tau ".
" Baik - baik di sini ya Tan , jangan lupa maen kerumah gue...oke!".
" Iya deh ,nanti gue potongin onta buat elo makan".
" Gak onta juga kali Fi , gue pasti akan merindukan elo Fi ".
Mereka kembali berpelukan. Setelah itu Fia , beserta Mama Elma , Papa Haris dan juga Mika pergi ke mall untuk belanja.
" Papa beneran mau ikut , nanti ngeluh capek , Mama gak mau ya nanti Papa terus menggerutu ".
" Kan ada Mama , boleh dong pijitin pak suaminya yan sedang lelah , Papa bebasin deh hari ini mau belanja apa saja akan Papa turuti ".
" Papa gak salah ngomong kan ?? , Ayo Mika kita habisin uang opa ".
" Dengan senang hati Oma ". Fia yang menjawab dengan suara seperti anak kecil...Mama Elma pun terkekeh pelan.
Melihat senyum dan tawa Mama Elma , membuat Papa Haris tak terasa menitikkan air matanya.
Terima kasih Fia , kamu sudah mengembalikan senyum istriku, maafkan kami yang tadinya sangat membencimu. .benar kata Fea , kamu anak baik dan gak salah apa - apa , kami yang salah telah melampiaskannya pada mu...
Mama Elma benar - benar membeli semua yang ia mau , ia seperti lapar mata , sedikit saja menarik perhatiannya pasti akan dibeli.
Mereka juga tak lupa belanja makanan. Mama Elma heran melihat Fia yang membeli banyak makanan dan juga cemilan.
__ADS_1
" Kamu makan cemilan sebanyak ini Fi , itu mie instan juga, sampai lima kardus kamu beli ?". tanya Mama Elma.
" Bukan untuk Fia , Ma ...nanti Mama akan tau, pulang nanti kita mampir ke suatu tempat ya Ma , sebentar kok gak lama...".
Sesuai dengan permintaan Fia , mereka berhenti di sebuah panti asuhan. Fia turun sendiri.
" Mama gak usah turun , biar aku sendiri saja , nanti Mama kecapean!".
Fia langsung disambut anak - anak panti , mereka sangat antusias dengan kedatangan Fia.
" Kak Fiaaaa ". teriak salah satu anak berusia 5 tahun.
" Hai Zia , kakak kangen banget sama Zia ".
" Sama aku engga kak ?". Ali tak mau kalah.
" Kakak kangen sama kalian semua , oh ya kakak bawa oleh - oleh , Ayo diambil , siapa yang mau bantuin kakak bawa makanannya ??".
Saya mau kak..saya mau...semuanya ingin membantu Fia.
Mereka dengan senang membawa barang - barang yang Fia beli tadi di Supermarket.
" Banyak sekali Fia ,anak - anak ...ucapkan apa pada Kak Fia ?? tanya ibu panti.
" Terima kasih Kak Fia ".
" Sama - sama sayang ....bu ini ada sedikit rezeki buat panti ". Fia menyerahkan amplop berisi uang.
" Ibu gak tau harus berkata apa lagi , ibu hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu melimpahkan kebahagiaan padamu , sehat selalu ya Fi , rezekinya biar makin ditambah sama yang di atas".
" Ibu juga sehat selalu , biar bisa jaga anak - anak panti , terima kasih atas doanya...Dia langsung pamit ya bu ".
Di dalam mobil Mama Elma menitikkan air matanya begitupun juga dengan Papa Haris.
" Lihatlah Pa , anak yang selalu kita abaikan ,dan selalu kita sakiti hatinya , ternyata hatinya sangat mulia...Mama merasa malu Pa ".
Melihat apa di lakukan Fia saat ini sangat menampar kedua orang tua tersebut, mereka yang bergelimang harta tak pernah terbesit sedikitpun untuk berbagi seperti Fia .
Padahal mereka tau , mereka tak lagi memberi uang ke Fia sejak selesai kuliah , bahkan waktu kuliah pun mereka sangat membatasi keuangan Fia , tentunya berbanding terbalik dengan Fea , Dia hanya bergantung pada gajinya saat bekerja .
Sedikit demi sedikit Fia mulai menempati ruang hati Mama Elma dan Papa Haris.
Yang mampir jangan lupa hadiahnya dan jempolnya ๐
Terima kasih sudah mau baca karyaku , boleh do comment kok....biar othor bisa memperbaiki diri ๐
__ADS_1