
Ibu Naya tak berhenti memperhatikan wajah Shafia .Shafia sampai salah tingkah dibuatnya.
" Ibu jangan pandangi istriku seperti itu , lihat dia sampai menundukkan kepalanya!".
" Apa ada yang salah sama wajah aku Bu ?" tanya Fia.
" Tidak nak , gak ada yang salah , justru karena kamu sangat cantik , jadi ibu tak bosan memandangmu , pantas saja Abizar tergila - gila padamu , Ibu yang perempuan saja juga suka pada kamu Fi ".
" Ibu jangan buka aibku di depan Fia dong !".
" Kenapa , kakak malu ya...tau gak Kak Fia , Kakak itu kalo ke rumah yang diceritain cuma tentang kakak saja , gak ada topik lain , sampai aku pun penasaran , seperti apa sih Kak Fia itu , sampai membuat Kak Abizar falling in love ". ucap Abida
" Dih bocil ikut - ikutan...sok pake bahasa inggris lagi ". Abizar menarik kepala adik perempuannya itu , lalu ia taroh di keteknya.
" Kak Bizar....bau tau...aku tuh udah gede jangan digituin lagi !". Abida cemberut bibirnya pun mengerucut.
" Emang udah gede , tapi masih saja cengeng, kan bu ?".
" Sekarang sudah lumayan berkurang , kalo gak si Ardian nggak mengganggunya ".
" Apa sih bu , aku dibawa - bawa ...Bida memang cengeng dari jaman dia masih orok kali Bu ".
" Ihhh aku gak cengeng ya , cuma baperan aja ...jadi kalo lihat yang meloy dikit , aku ikutan nangis ". jelas Abida.
" Cengeng ya tetap saja cengeng...kucing tetangga mati kamu ikutan nangis , si Cika jatuh dari sepeda kamu yang nangis , padahal bocahnya gak ngapa - ngapa , film di tv aja lo tangisin , heran aku , stok air mata nya banyak banget dah ".
" Itu namanya aku punya rasa empati yang tinggi Ar ". Abida tetap saja tak mau mengakui kalo dia itu memang cengeng , gampang sekali nangis nya.
" Panggil aku kakak, Bida !".
" Kakak apanya ...kita keluar bareng, cuma beda 5 menit saja kok , aku mau keluar duluan tapi kalah cepet sama kamu ".
Mereka yang ada di sana semuanya tertawa , bahkan Fia pun ikut merasakan bahagia berada di tengah keluarga Abizar yang begitu saling menyayangi .
" Tuh kan ...lihat adik - adik kamu Bizar , selalu saja begitu , beradu argumen , kalian gak malu apa sama kakak iparmu !". ibu menunjuk ke Fia.
" Hehehe engga Bu , sekarang aku punya kakak perempuan, jadi kak Fia harus ada dipihak aku ýa Kak , kita harus bersatu supaya para pria ini tidak semena- mena....dua lawan dua...imbang kan ".
Fia pun membalas pelukan Abida, ia pun merasakan seperti mempunyai seorang adik .
" Mereka kembar Bu ?". tanya Fia.
" Iya Fi ".
" Bagaimana dengan sekolah kalian ?". Abizar bertanya pada kedua adiknya.
" Aman kak , gak ada masalah ". Ardian menjawab terlebih dahulu.
__ADS_1
" Iya sama , aku juga sudah dapat teman baru ".
Mereka berdua baru masuk di sekolah baru , Ardian yang bersekolah di SMK , sedangkan Abida lebih memilih sekolah SMA..
Ardian sangat menyayangi adik kembarnya , ia begitu protektif pada Abida , mungkin karena dia adik perempuan, jadi Ardian sebagai laki - laki berusaha untuk selalu melindungi adiknya itu.
Setiap hari ia akan mengantar dulu Abida ke sekolahnya...barulah ia akan berangkat ke sekolahnya sendiri , beruntung sekolahan mereka satu arah dan berdekatan.
Tanpa sadar ibu kembali memperhatikan Fia .Dia yang merasa diperhatikan akhirnya beranjak dari duduknya dan mendekat ke ibunya Abizar.
" Bu ". panggil Fia.
Tiba - tiba air mata Ibu menetes . Dia jadi gak enak hati , Abizar hanya memperhatikan dari jauh interaksi antara ibu dan istrinya itu.
" Kenapa ibu menangis, Fia ada salah ya sama ibu ?".
" Engga nak , Ibu hanya teringat seseorang ketika melihat wajahmu , dia cantik , secantik dirimu , bahkan kalian sama - sama punya lesung pipi di pipi kiri dan kanan...sangat manis ". Ingatan ibu kembali menerawang ke masa lalu .
" Siapa Bu ...apa di keluarga ibu ?". Fia makin penasaran ingin mendengar cerita Ibu...entahlah , nalurinya ingin bertanya saja...
" Bukan , bukan keluarga ibu , tapi ibu menyayanginya seperti keluarga ibu , beliau sangat baik , berhati lembut ...cantik wajahnya juga cantik hatinya, Ibu harap kamu pun seperti itu nak !".
" Insyaallah Bu , ingat kan Fia ya Bu , kalo Fia berbuat salah ". Fia memeluk Bu Naya dengan erat.
" Terima kasih sudah mau menerima anak ibu yang banyak kurangnya itu ".
" Kok gitu sayang jawabnya ". Abizar mendekat dan langsung merengkuh Fia dalam pelukannya , ia tak rela kalo Fia bilang terpaksa menikah dengannya.
" Memang terpaksa Bang, kan karena permintaan Kak Fea, tapi sekarang....". Dia sengaja menggoda suaminya.
" Sekarang Apa hem...jangan coba- coba ya Fi...Abang hukum nanti !". pandangan Abizar sudah terlihat nakal.
" Sekarang......kaburrrr ". ucap Fia , ia berlari menghindari Abizar.
Mereka berdua kejar- kejaran di dalam rumah ...Abizar dan Abida pun ikut menyoraki keduanya.
Abizar berhasil menangkap Fia , lalu menggelitiknya , hingga Fia minta ampun.
" Bang , sudah Bang...nanti Fia kencing ini...ahh...aduh...sudah !".
" Makanya jangan nakal !".
" Ini di depan ibu, kalo di kamar sudah Abang habisi kamu di ranjang ". bisiknya di telinga Fia , ia sampai bergidik ngeri , membayangkan hukuman Abizar di atas kasur....otaknya jadi traveling kemana - mana.
Ibu mengelus dadanya ...Syukurlah ,ucapnya. Ia kira Fia serius dengan ucapannya tadi yang mengatakan ia terpaksa menikah dengan Abizar , ternyata Fia cuma bercanda untuk menggoda putranya.
Semoga kalian selalu berbahagia nak...Bu Afa, gimana kabar ibu sekarang ...jika kita bertemu lagi pasti putrimu sudah sebesar istri Abizar, istri putraku sangat cantik , dia mirip sekali denganmu , jika kalian disandingkan pasti orang akan mengira kalo kalian ibu dan anak....
__ADS_1
Ingatan Ibu Naya kembali menerawang ke masa lalu.
" Ibu , kenapa melamun lagi ?" Abizar menepuk pundak ibunya pelan.
" Gak apa - apa nak , apa kalian akan menginap disini ?". Bu Naya mengalihkan pembicaraannya.
" Maaf Bu , kali ini belum bisa , takut Mika rewel di tempat baru , lain kali ya Bu ". Fia jadi tak enak hati menolak permintaan Ibu mertuanya itu.
" Gak usah merasa bersalah , Ibu gak apa - apa , namanya juga Mika masih bayi jadi butuh banyak penyesuaian ". jelas ibu.
" Kami kesini juga sekalian ingin memberitahu Ayah dan Ibu , kalo seminggu lagi akan dilaksanakan resepsi pernikahan kita , Ayah dan Ibu harus datang ".
" Aku Kak ?". Abida menyela.
" Kamu mah gak penting !". Ardian yang menjawab, senang sekali dia kalo soal menggoda adiknya.
" Tentu , kalian juga harus hadir , Kakak sudah siapkan seragam buat kalian , untuk Bida .....Kakak sudah belikan kebaya , kamu pasti akan terlihat sangat cantik , Kakak sudah membayangkannya , tapi maaf kakak lupa membawanya , nanti kalian yang ambil ke rumah ya ! ".
Abizar dan Shafia pun berpamitan , mereka menunggu ibu memanggilkan Ayah yang sedari tadi memang beristirahat di kamar setelah makan siang bersama , beliau sedang tidak enak badan.
Ayah begitu terharu, melihat pancaran kebahagiaan di mata putranya , tidak seperti waktu menikah dengan Shofea, putranya itu terlihat tertekan dan menanggung banyak beban.
Mendengar akan adanya resepsi pernikahan putranya, Ayah seperti mendapat suntikan tenaga , ia merasa sehat sekarang.
" Ayah pasti akan datang ,restu Ayah bersama kalian ". Fia hampir menangis ketika ucapan doa keluar dari bibir Ayahnya Abizar , ditambah Ayah Arman mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.
" Ayah sehat terus ya Yah...Fia gak mau tau , Ayah harus hadir, kalo perlu Fia sendiri yang akan jemput Ayah ".
Ayah terkekeh.." Terima kasih nak , Ayah jadi tersandung !".
" Tersanjung Ayahhhh ". ralat Abida dan Ardian bersamaan...suasana haru jadi berubah, mereka tertawa bersama.
" Oh Ayah salah ya ?". ucap Ayah lagi.
" Ayah kebiasaan deh , kalo ngomong suka di plesetin mulu ".
" Biar lucu , Bida....gitu aja ngga ngerti ". mereka kembali tertawa.
Sampai di mobil Fia masih terkikik sendiri...Ayah Bang Bizar ternyata lucu juga....ucapnya dalam hati.
Hai..hai....terima kasih yang sudah mampir.
Tinggalkan jejak juga ya ...like vote dan comment nya...author tunggu....👍
Mampir di karya othor yang lain ya 👇
__ADS_1