
" Bu Fea tau semuanya..?". tanya Abizar , ia tak mengira kalo Shofea mengetahui gadis yang diam -diam dicintainya.
Shofea terkekeh pelan ." Kau , masih saja memanggilku dengan sebutan Ibu , bahkan selama menjadi suamiku pun kamu gak pernah memanggilku istriku ataupun sayang ".
" Aku bukan atasan kamu lagi Bi , apalagi sebentar lagi kau akan menikahi adikku , jadi kau harus memanggilku kakak...".
" Maafkan saya Bu ". ucap Abizar lagi , sepertinya memang ia tak bisa merubah panggilannya.
" Seharusnya aku yang meminta maaf , aku yang sudah melibatkanmu dalam masalahku ". Tapi aku akan lebih senang jika kamu bisa menerimaku Bi....tapi aku juga sadar bukan aku yang ada di hatimu, aku juga wanita yang sudah ternoda, tak pantas mendapatkan pria baik seperti kamu Bi...batin Shofea sebenarnya ingin berteriak.....aku mencintaimu Bi.
" Sekali lagi saya minta maaf Bu Fea , selama menjadi suami ibu , saya masih banyak kekurangan ".
" Kenapa minta maaf terus Bi...sudahlah, siapkan saja mentalmu , malam nanti kamu harus segera menikahi Shafia , aku gak mau menundanya lagi ". selagi aku masih bernafas , akan aku pastikan kalian menikah..
" Bagaimana dengan Shafia nya , apa dia mau menikah dengan saya ?".
" Shafia akan jadi urusanku, dia gadis penurut, pasti akan menuruti permintaanku ".
*
Malamnya Shafia datang setelah mendapat telepon dari Shofea . Papa Haris dan Mama Elma pun tak bisa menolak keinginan Fea, putri kandung yang amat mereka manja.
" Ikut dengan mereka Fia !". Fea memberi aba - aba pada dua orang perempuan yang berdiri tak jauh darinya.
" Ada apa lagi ini kak...Fia mau dibawa kemana?". Fia sudah digiring oleh satu orang lelaki berbadan kekar, sepertinya bodyguard Fea.
" Nurut saja Fi !".
Fia pasrah , terserah apapun permintaan kakaknya ,selagi ia bisa dan mampu pasti akan ia jabani dengan suka rela.
Kenapa aku didandani seperti ini , seperti mau menikah saja...tunggu.....berarti permintaan kakak waktu itu gak main - main....
Shafia dari tadi bermonolog sendiri...hingga perias itu selesai merias dirinya.
" Selesai sudah , wahhh dek Fia cantik sekali , jarang dandan ya ?". tanya mbak perias yang bernama Tuti.
" Eh , iya ...kok mbak tau ?". Shafia hanya nyengir , ia pun merasa berbeda melihat tampilannya di cermin , benar - benar berubah seperti bukan dirinya, padahal hanya riasan biasa saja.
" Tau lah , beda sama yang biasa make up pan, iya kan Tin ?".mbak yang dipanggil Tina itu pun mengangguk.
" Emang ada bedanya mbak ?", tanyaku masih penasaran.
" Iya ada , karena kamu jarang dandan, jadi sekali didandani jadi berubah deh ". jelas mbak Tuti.
__ADS_1
" Berubah jadi power rangers ya Mbak ...". Shafia tergelak , sejenak ia lupa akan kegalauannya tadi . Berbicara dengan kedua perempuan ini membuat mood nya sedikit membaik.
Mereka berbicara akrab sambil memakaikan kebaya untuk Shafia, seperti sudah mengenal dari lama .
" Makin cetar deh sekarang ".
" Ikutan kontes pasti menang nih Tut !". tambah Tina.
" Tat Tut , Tat Tut...emang aku kentut, manggil yang bener apa Tin ".
" Lah emang bener , Tuti similikiti ".
Shafia sudah tidak dapat menahannya, tawanya pun pecah, " Mbak - mbak ini sebenarnya tukang rias apa pelawak sih ...dari tadi ngebanyol mulu ".
Tuti dan Tina saling pandang, kemudian mereka pun ikut tertawa .
" Sudah ah , calon penganten kok gak ada anggun - anggunnya, tertawa ampe lepas gitu , tutupin tuh mulutnya , laler masuk baru tau rasa nanti.
Shafia mengerucutkan bibirnya " Ihhh mbak Tuti gak asik ah ".
Tuti hendak bicara lagi tapi suara berat dari balik pintu menghentikan mulutnya yang sudah terbuka lebar untuk berbicara .
" Kalian sudah selesai menjalankan tugas ?. Tentu saja Tuti dan Tina kicep langsung mengangguk tanpa banyak bicara.
" Kalo sudah cepat bawa dia ke ruangan bu Shofea , setelah itu kalian lansung rapikan peralatan kalian dan cepat pergi dari sini , ini bayaran kalian ". suara tegas Samson sangat menakutkan ditambah raut mukanya yang serius dan tanpa senyum menambah horor penampakannya.
" Ganteng ya Tut...tapi serem hiiyyy...". Tina bergidik ngeri, ia berbisik agar Samson tak dengar.
" Iya, meski serem aku mau kok kalo dijadiin bini nya ".
" Cih maunya ". Tina berdecih. Shafia kembali terkekeh . perutnya sudah mulai sakit dari tadi tertawa terus.
Samson tentu saja kesal , dari belakang ia sudah perhatikan kalo dua orang wanita itu tengah berbisik - bisik.
" Kalian jalannya gak bisa cepat apa !".
" Ih Mas nya ini marah mulu dari tadi , dek Fia nya kan lagi pake kebaya jadi jalannya lumayan rada susah Mas se ". jelas Tuti.
" He' em , kalo kita jalannya kecepatan, nanti dek Fianya ketinggalan, Mas nya entar marah - marah lagi , serba salah ih ". tambah Tina.
Kepala Samson tiba - tiba pusing mendengar jawaban dari Tuti dan Tina yang nyerocos tanpa henti saling bersahutan , sepertinya ia menyesal telah bertanya tadi
Sedangkan Fia seperti mendapat hiburan ditengah masalah yang sedang dihadapinya ini.
__ADS_1
Kini Fia sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Shofea. Abizar terlihat mencuri - curi pandang , ia tak menyangka , calon istrinya itu makin bertambah cantik ketika didandani.
Hal itu tak luput dari perhatian Shofea, bibirnya tersungging senyuman tapi tidak dengan hatinya , ia semakin yakin Abizar memang bukan untuknya.
Shafia heran , ia bertanya- tanya , kenapa bukan Papa Haris yang menikahkannya.
Hingga terdengar kata SAH barulah ia sadar. Ia tahan rasa penasarannya, setelah semua bubar ia akan meminta penjelasan pada kakaknya.
" Fia kemari , sekarang cium tangan suami kamu !". ucap Fea.
Sedikit ragu ,tapi akhirnya ia raih tangan Abizar yang menggantung dan menciumnya takzim , mau bagainanapin ia sudah berganti status malam ini menjadi seorang istri.
Abizar pun mencium puncak kepala Shafia sambil berdoa dan memejamkan mata. Mendengar suara Abizar yang tengah berdoa itu , hati Shafia melembut, nyessss...seperti disiram air es.
Amir, salah satu bodyguard Fea mengabadikan moment itu melalui kamera .
Setelah semuanya keluar dari ruangan Fea , Shafia pun langsung bertanya . " Kak apa pernikahan ini sah , sedangkan yang menikahkan aku bukan Papa Haris ".
" Sah sayang , nanti kamu akan tau jawabannya...sekarang belum saatnya , percayalah selalu pada Kakak !".
" Baiklah...Fia percaya kok sama kakak ".
" Bagus , ini kunci rumah yang sudah aku siapkan untuk kalian , bawa Fia bersama mu Bi , sekarang aku serahkan tanggung jawab adikku padamu, lindungi dia, ingat Bi jangan pernah kamu sakiti hatinya , dan bahagiakan dia.... berjanjilah padaku !".
" InsyaAllah bu , saya akan berusaha semampu saya untuk membahagiakan Fia dan juga melindungi dia ".
Shafia bingung , kenapa kakaknya meminta Abi untuk melindungi dirinya , apa ada yang kakaknya sembunyikan.
" Sam , antarkan mereka !".
Semoga kamu selalu bahagia Fi , maafkan kakak sudah tidak bisa melindungi kamu lagi , tapi aku lega , kamu sudah ada di tangan yang tepat...aku yakin Abizar mampu melakukannya...
" Ibu sebaiknya beristirahat ". suara Anton memecahkan lamunan Abizar.
" Aku memang akan beristirahat , mungkin untuk selanya Ton...kau sudah menyiapkan apa yang aku pinta Ton ?".
" Sudah Bu....semuanya sudah rapi sesuai dengan permintaan ibu ".
" Kamu memang bisa diandalkan Ton , terima kasih sudah membantuku!".
" Sama- sama bu , itu sudah menjadi tugas saya ".
Shofea sudah bisa bernafas dengan lega , rencananya sudah tercapai...tinggal memberi tau tentang pernikahan Shafia dengan Papa dan mamanya
__ADS_1
Comment dan dukungannya nya ya.....
Terima kasih yang sudah mampir.....thank's.......