Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
46. Soni tertipu


__ADS_3

Awalnya Soni ingin bermain - main dulu sebentar dengan keluarga Papa Haris....Tapi tadi siang ketika salah satu anak buahnya memberitahukan bahwa Papa Haris sedang rapat di restoran sendirian .


Memikirkan kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali ini , maka dia langsung saja meng -eksekusi Papa Haris hari ini juga.


" Selamat datang di gubuk saya Pak Haris yang terhormat ". sapa Soni...dengan senyum mengejek ke Papa Haris.


Papa Haris sudah duduk manis , tentu saja dengan tangan terikat


" Siapa kamu , kenapa menculik saya....apa salah saya , siapa yang menyuruh kamu hah ?". tanya Papa Haris beruntun pada Soni , yang ia tau pasti pimpinan komplotan penculik ini .


" Husttt....pelan - pelan , satu - satu nanya nya Tuan Haris, saya bingung harus jawab yang mana dulu ".


" Oh ya saya lupa memperkenalkan diri , kenalkan nama saya Soni ".


" Cih , saya tidak menanyakan nama kamu, kita tidak perlu kenalan kan". sewot Papa Haris.


" Perlu , sangat perlu Tuan Haris, mungkin Tuan Haris tidak kenal dengan saya , tapi kalo dengan Mama saya anda pasti kenal ...".


" Tidak usah berbelit- belit , katakan saja apa mau kamu ?".


" Wohooooo....anda sangat tidak sabaran rupanya , saya cuma mau minta hak Mama saya yang tertunda ".


" Mama..mama...mama......saya ada urusan apa sama Mama kamu ?".


" Hahaha , nyali anda cukup besar Tuan Haris, padahal nyawa anda berada di ujung tanduk tapi masih bisa ngegas terus mulutnya "


" Ya ...mungkin anda sudah mulai lupa dengan Mama saya , karena kejadiannya sudah cukup lama, hampir dua puluh tahunan mungkin ....anda apa tidak ingat sudah di bantu seorang wanita untuk mengganti anak anda yang meninggal Tuan ?". ucapan Soni membuat pikiran Papa Haris kembali ke masa lalu .


" Maksud kamu ?".


" Bu Nuning, perawat yang membantu anda mencarikan bayi pengganti untuk istri anda yang waktu itu melahirkan tapi bayinya meninggal...apa anda sudah ingat Tuan ?".


" Oh..wanita itu , saya tidak tau namanya ".


" Bahkan anda tidak tau nama orang yang sudah membantu anda Tuan ?".

__ADS_1


" Membantu kata mu , ibu mu itu malah ingin menguras harta saya tau , dasar wanita tak tau diri ".


Brakkkkkk....Soni menendang kursi kosong yang ada di sana .


" Jangan mengatai Mama saya !". Soni tidak terima ibu nya di hina Papa Haris.


" Kenapa kamu marah , pastinya kamu tidak tau apa yang ibu kamu lakukan iya kan , perlu kamu tau ...ibu kamu itu sudah memeras saya , dia selalu minta uang , uang...dan uang , jika tidak saya berikan Ibu kamu mengancam saya untuk memberitahukan pada istri saya...lalu apa bagusnya ibu kamu itu , padahal di awal saya juga sudah memberikan banyak uang pada nya , tapi ibu mu itu seperti selalu haus , tak puas dengan apa yang ia sudah dapat ". jelas Papa Haris.


Benarkah ucapan orang ini , tapi waktu itu Mama bilang aku harus meminta hak Mama yang belum di berikan pada Mama ...siapa yang harus saya percaya ...Soni jadi bimbang setelah mendengar penjelasan Papa Haris.


" Anda jangan mengarang cerita Tuan Haris, bukannya anda yang tidak pernah memberi hak Mama saya ya ".


" Hahaha ...ternyata selain tukang memeras, ibu mu juga pintar berbohong , suka memutar balikkan fakta ..saya masih punya bukti pemberian sejumlah uang pada ibu mu , dan itu tidak sekali ". Untung Papa Haris masih menyimpan bukti itu meski sudah lama kejadiannya , ia simpan jika ada sesuatu terjadi dan akhirnya bukti itu akan berguna saat ini.


Soni sepertinya jadi bimbang....kalo Papa Haris punya bukti , berarti Mamanya lah yang berdusta.


" Lepaskan saya , saya akan tunjukkan bukti itu ".


Tapi Soni masih tak bergeming....


" Kalo begitu ambilkan HP saya tadi tertinggal di mobil taxi !".


Soni langsung menyuruh anak buahnya untuk mengambil HP Papa Haris . Soni hanya melepaskan tangan Papa Haris sebentar untuk membuka HP nya , dan menunjukkan buktinya.


" Sittttt....". umpat Soni karena ia melihat bukti itu...tapi kemudian mata nya melotot setelah ada pesan yang muncul dari HP Papa Haris.


" Kita pergi dari sini.....cepattttt !". Soni menyuruh anak buahnya untuk segera pergi dari sana...tapi belum juga beranjak pintu sudah di dobrak dari luar.


Brakkkkkk.....


Nicko muncul di sana sendirian, ia kemudian melawan beberapa anak buah Soni...Soni sendiri mengambil kesempatan itu untuk kabur...tak lama bantuan datang dari Papi Zefrano.


Beberapa anak buah Soni berhasil di kalahkan . Nicko membuka tali yang mengikat tangan Papa Haris.


" Maaf , Pak Haris , saya terlambat membaca pesan dari anda " Papi Zefrano merasa bersalah , karena ia terlambat datang , tadi HP nya ada di ruang kerja , jadi dia tidak tau kalo Papa Haris mengiriminya pesan.

__ADS_1


" Om tidak apa - apa ?". tanya Nicko setelah melepaskan tali yang mengikat Papa Haris tadi.


" Tidak apa - apa , dia tidak melukai saya sama sekali ".


" Syukurlah kalo begitu ".


" Bagaimana kamu bisa kemari Nick ?" tanya Papa Haris.


" Tadi itu saya melihat Om naik taxi , saya sengaja mengikuti taxi yang Om naiki , karena niat awal saya adalah mau ke rumah Om untuk bertemu Mika.., saya curiga , kenapa taxi itu malah berjalan menjauh dari arah rumah Om Haris , saya kira Om Haris memang sengaja naik taxi untuk mendatangi istri simpanan mungkin.....". ucap Nicko tanpa filter.


Bughhh....pukulan ringan mendarat di bahu Nicko.


" Mulut mu Nick...kau kira aku ini apa , lelaki hidung belang begitu...seenaknya saja kalo ngomong ".


" Ya maaf Om , kan saya tidak tau...tapi ketika saya melihat banyak nya laki - laki dengan kostum hitam - hitam , saya jadi tau kalo Om Haris di culik apalagi melihat Om setengah di seret tadi ".


" Kenapa gak langsung masuk aja tad !".


" Cari mati itu namanya Om....saya putar otak dulu, lalu minta bantuan...kira - kira bantuan akan segera datang..saya baru masuk ". Nicko tadi hanya menghubungi orang - orang kepercayaan nya saja dan itu datang bersamaan dengan kedatangan Papi Zefrano.


" Apapun itu terima kasih sudah menyelamatkan Om...terima kasih juga Zef !".


" Sama - sama Pak Haris, sebaiknya kita pulang , keluarga Pak Haris pasti sudah khawatir...".


" Biar saya saja Om , yang mengantar pulang ".


" Baiklah, aku ikut Nicko saja Zef...kamu pulang lah...terima kasih sekali lagi sudah aku repot kan!".


" Ya Pak Haris ".


Mereka pun berpisah ....masing - masing ke arah jalan pulangnya sendiri.


Makasih yang sudah mampir 😘


Tinggalkan jejak dan comentya 😊

__ADS_1


Mmapirlah ke novel othor yang lain ya...othor tunggu 👍


__ADS_2