Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
25. Pengakuan Nicko


__ADS_3

" Kamu baru pulang sayang ?". Papi Zefrano menyambut kedatangan istri tercintanya dengan pelukan hangat.


" Ya Mas , Mas tumben pulang cepat?".


" Mas mau temani kamu merayakan ulang tahun putri kita !".


" Tak terasa ya Mas , dua puluh tahun sudah usia putri kita ".


" Dia sudah tenang sayang , kamu jangan tangisi dia lagi !".


" Aku tau ". Begitulah Mami Kezia , tiap tanggal kelahiran sang putri , dia selalu merayakannya, meski hanya sekedar memanjatkan doa untuk sang putri tercinta yang sudah tiada .


" Sini Mas , aku mau cerita !". Zia menarik tangan suaminya untuk duduk di sampingnya.


" Ada apa , sepertinya kamu terlihat senang ?".


" Tadi itu, sewaktu aku di taman , aku bertemu dengan gadis yang berasal dari indonesia Mas ".


" Apa istimewanya, bukankah kamu sering kali bertemu dengan orang dari indonesia , bukan kali ini saja ?".


" Itulah Mas , gadis ini istimewa sekali , lihat ini Mas , aku sempat berfoto dengannya tadi ".


Zefrano hampir tak berkedip menatap foto gadis yang ada di Hp istrinya. " Mi , ini kenapa mirip kamu waktu muda ya ".


" Makanya Mas , aku juga heran, kok bisa mirip gitu...dan satu lagi Mas ,tadi dia bersama suaminya , namanya Abizar, mirip sama putranya Mbak Naya , tetangga kita dulu waktu di indonesia ".


" Kamu mengingat anak itu ?".


" Ingat lah Mas , Izar itu kan dulu suka main ke rumah , menemani aku kalo kamu sedang kerja Mas ...pasti sekarang dia jadi pria gagah dan tampan ".


" Heh, ingat suami kamu sayang , aku juga masih gagah dan tampan ,gak kalah sama yang muda ".


" Ih , Mas ini , pake cemburu, aku gak bakalan ke lain hati, lagi pula aku sudah menganggap Izar seperti putraku ....seandainya benar dia putranya Mbak Naya , aku pasti senang...apa mungkin ya Mas ?".


" Apa sih yang engga mungkin di dunia ini , apa tadi kamu bertanya tentang keluarganya?".


" Tidak sempat Mas , Abizar langsung mengajak istrinya pergi, maklum penganten baru jadi pengen nya berduaan terus ".


" Aku masih penasaran dengan mereka berdua , Mas Zef..bisa carikan informasi tentang mereka !".


" Kamu sangat penasaran sekali Mi ?".


" Aku juga gak tau Mas , kenapa aku begitu ingin tau tentang mereka , seolah ada yang membisiki aku agar mengenal mereka lebih dalam , terutama dengan Fia , aku seperti mendekap putriku sendiri ketika aku memeluknya tadi ..".


" Kamu terlalu rindu pada Zivanya ...Mi , kamu harus ingat, Zivanya sudah tidak ada di dunia ini , Aku takut kamu kecewa jika tidak sesuai dengan expetasi kamu sayang...".


" Siapa tau Mas , kan kita tidak pernah menemukan jasad putri kita ".

__ADS_1


" Aku tau Mi , berharap boleh, tapi jangan terlalu tinggi , aku gak tega lihat kamu yang dulu begitu terpuruk sayang ".


" Maafkan aku sudah buat kamu khawatir , Mas ".


" Tapi aku senang, kamu terlihat sangat bersemangat , aku akan mencari tau tentang mereka !".


" Terima kasih Mas , mau dia putri kita atau bukan , aku mau menjalin silaturahmi pada Fia dan Abizar, hatiku sudah jatuh cinta ke Fia pada pandangan pertama !".


" Kalo itu membuat kamu bahagia , Mas akan dukung kamu !".


Detik itu juga Papi Zefrano menelpon detektif handal untuk mencari tau tentang Shafia dan juga Abizar....dengan kekuatan uang , tentu saja Papi Zefrano dapat menyuruh beberapa orang , agar informasi yang ia harapkan cepat ia dapatkan.


Berbekal dengan Foto Fia dan juga informasi dimana Mami Zia bertemu dengan Fia dan Abizar , para detektif itu langsung bergerak mencari informasi.


*


*


Nicko tiba- tiba menghentikan langkahnya ketika telah sampai di depan pintu rumah Shofea.


" Kenapa Nick..gak jadi ...elo takut...mau mundur aja?". pertanyaan beruntun dari Fandi , hampir saja ia menabrak Nicko , karena tadi Nicko berhenti mendadak ketika Fandi berjalan di belakangnya .


" Berdoa dulu gue ...!".


Tawa Fandi hampir meledak, karena ucapan Nicko ...sejak kapan temannya ini mendadak religius .


" Bismillahirrohmaanirrohiim....".


" Gitu doang ?".


" Ya gue bisanya cuma itu gimana dong , gue doanya pake bahasa indonesia Fan , minta diberi keselamatan...semoga keluar dari rumah ini, nyawa gue masih ada".


" Aamiin....semoga saja , apa tidak sebaiknya elo bikin surat wasiat dulu Nick !".


" Buat apa ?".


" Buat di wariskan ke gue semua harta elo , siapa tau kan ....kan enak sudah ada ahli warisnya ".


" Setan lo Fan , doain kagak malah nyumpahin gue biar end ...gue bakalan ajak elo kalo sampai tinggal nama pulang dari sini ..".


" Enak aja , gak mau gue, gue belum nikah...main ajak - ajak aja......buru ketok pintunya!".


Bismillah...ucap Nicko, lalu mengetuk pintu. Hingga pintu terbuka , nampaklah Bi Sari di depan pintu .


Setelah dipersilahkan masuk , Bi Sari pun masuk ke dalam untuk memanggil majikannya.


" Ada tamu Tuan...Nyonya ".

__ADS_1


" Siapa Bi ?". tanya Mama Elma.


" Gak tau Nya , anaknya masih muda - muda dan tampan ".


" Ihh Bibi genit nih...apa jangan - jangan tamunya Abizar, atau Fia mungkin ,".


" Kita temui saja mereka , ayo Ma !".


" Bi , buatin minum ya buat mereka !".


" Siap Nya ".


Sampai di ruang tamu Papa Haris mengernyitkan dahinya, untuk apa teman Fea datang lagi ke rumah ini , ada urusan apa mereka sebenarnya.


" Kalian datang lagi kesini ??.


" Iya Om...maaf kalo menganggu ". Fandi dan Nicko bergantian mencium tangan Papa Haris dan Mama Elma.


" Tidak apa - apa , silahkan duduk..!!...ada perlu apa ya...apa sangat penting ?".


Fandi dan Nicko saling memandang, Nicko memberi kode agar Fandi memulai berbicara terlebih dahulu pada Papa Haris.


Fandi menarik nafas dalam...". Begini Om , ada yang ingin disampaikan sama teman saya Nicko , saya harap Om dan Tante tidak menyela sedikitpun sampai teman saya ini selesai berbicara....bisa Om !".


" Baiklah , bicaralah !! saya akan mendengarkannya ".


" Begini Om , sebelumnya saya minta maaf yang sebesar- besarnya pada Om dan Tante...saya sudah melakukan kesalahan besar , sa...sayalah orangnya yang telah menodai Fea...Om ".


Pap Haris mengeraskan rahangnya , akhirnya manusia yang sudah ia cari muncul juga di hadapannya, sedangkan Mama Elma menangis sambil menutup mulutnya.


Tak disangka , orang yang merusak putrinya adalah orang terdekat Fea...teman Fea sendiri.


Mendengar itu , Papa Haris langsung berdiri mendekat ke arah Nicko , dan tanpa basa basi, Papa Haris mendaratkan pukulannya ke Nicko berulang kali....sampai Fandi dan Mama Elma melerainya.


" Sudah Pa....nanti bisa mati anak orang Pa , Mama gak mau kalo sampai Papa di penjara...nanti Mama sendirian di dunia ini..!". Mama Elma memeluk suaminya erat.


" Tolong Om , biarkan Nicko menyelesaikan ceritanya..tadi kan Om sudah berjanji pada saya ".


Pada akhirnya Papa Haris luruh sampai lantai , air matanya sudah tumpah..


" Kenapa...kenapa Fea , apa salah putriku dengan kalian Hah ?".teriak Papa Haris.


Lanjut besok marahnya ya Pa.....


Makasih sudah mampir...


Tinggalkan jejak ya...🤭

__ADS_1


Jangan lupa mampir di karya othor yang lain ya !!


__ADS_2