
Tidak seperti hari - hari biasa...hari ini memang Abizar terlihat sangat bahagia, itu semua terpancar dari raut wajahnya.
Ia baru saja mendudukan pantatnya di kursi dalam ruangannya...tiba - tiba ada suara ketukan pintu.
Tok Tok Tok....
" Masuk !". perintah Abizar.
" Pagi Mas Bro...". ucap Jeki dan Dede. beda dengan Nasar , ia selalu mengucapkan salam...maklum anak alim dia.
" Assalamualaikum Pak Manager ". ucap Nazar sambil nutup pintu , karena dia yang paling belakangan masuk ke ruangan Abizar.
" Pagi.... Waalaikumsalam..". Abizar mendesah pelan , ada apa ini , semua teman gesreknya pagi - pagi sudah menyambanginya, perasaannya mulai gak enak.
" Belum istirahat ngapain kalian sudah kesini ?".
" Wuidih, jangan galak - galak apa Pak , kami cuma mau menengok teman kita , yang sepertinya sedang berbahagia....berbagilah ke kita - kita ..ya ngga gaes ?". ucap Jeki , ketua geng gesrek.
" Yo ' i....gue lihat dari awal masuk senyum terus tuh bibir ,kayaknya happy banget , jangan - jangan ....elo sepemikiran sama gue gak Jek ?". tanya Dede.
" Jangan - jangan apa...?".
" Elo sudah bisa jebol gawang Fia ya Bi...ngaku aja deh !". Jeki memang pintar kalo soal tebak menebak.
Dede pun ikut semangat , ia pun ingin tau apa yang dirasakan Abizar setelah menjebol gawang istrinya...ia jadi kepo berat.
" Kalian ini gak sopan nanyain urusan ranjang suami istri ...pamali tau !". Nazar berbicara seakan dia paling benar.
" Tuh dengerin Nazar...gak usah kepo !". Abizar senang , Nazar membelanya
" Tapi kalo elo mau cerita gak apa - apa sih Bi , itung - itung ngasih pengalaman ke kita !". ucap Nazar lagi.
Gubrakkkk......Dede sama Jeki sudah tertawa ngakak , melihat wajah Abizar yang pias....ternyata gak ada bedanya , mereka semua somplak.
" Gue kira cuma elo temen gue yang waras Zar , ternyata elo juga sama gak warasnya sama Jeki dan Dede ".
" Udahlah Bi , ngaku aja biar cepet....jujurlah padaku...". si Jeki malah nyanyi lagunya Raja.
Abizar tau kalo dirinya tidak ngaku , pasti mereka bertiga engga mau beranjak dari ruangannya , gak ngaku sekarang juga tetap akan ditagih tiap harinya...mending ngaku sekarang aja...karena Jeki dan Dede tipe orang yang pantang menyerah dan tak tau malu , sebelum apa yang ingin mereka ketahui terlaksana.
" Kalo iya , kalian mau apa ?".
__ADS_1
" Udah gak perjaka dong elo Bi ?".
" Ck , pake nanya lagi lo Jek ...jelas sudah lah , orang pedangnya sudah dipake buat maen sodok - sodokan ,ya kali gak dimasukin ke sarangnya...gak mungkin itu ". Dede ikut bicara.
" Gimana rasanya Bi ?". Nazar yang bertanya.
" Kata elo pamali , eh kepo juga lo Zar !". kesal Jeki.
" Gue serba salah , kalo gue bilang gak enak , berarti gue bohong ,, kalo gue bilang enaknya bukan main , takut elo - elo pada jadi kepingin, kan gue yang dosa ". jelas Abi.
" Belibet lo Bi , mutar muter , ngomong ngalor ngidul...ujung - ujungnya elo mau bilang begituan itu enak ". balas Dede.
" Gue emang kepengen Bi , tapi entarlah nunggu yang halal ". Kata Nazar.
" Siapa yang mau elo halalin , punya pacar aja engga ".
" Gue gak main pacaran , takut dosa gue , pacaran itu banyak mudharatnya, gak percaya ??..tanya aja sama Pak Haji tetangga gue...gue mah kalo sudah ada yang sreg, cuss..langsung gue ajak nikah "..mendengar ucapan Nazar , Jeki dan Dede sampai spekcles ....
" Kaget kan lo si Nazar ngomongnya dah kayak pak ustadz ...sono pada balik ke habitatnya masing - masing , mau gue potong gaji lo pada !".
" Yaelah Bos , gue belum puas interogasi elo nya...gue masih penasaran, punya elo kuat berapa ronde ?". si Jeki masih tak bergerak dari tempat duduknya.
" Buruan sono, gue gak enak sama mertua gue ...apalagi ni kumpul nya di ruanga gue , dikira gue yang ngajak kalian ngumpul di sini, padahal kalian sendiri yang datang tanpa diminta..".
" Enak saja , rapat apaan , rapat bahasnya yang begituan , gak jelas.. jangan pada makan gaji buta deh kalian , kerja sana !".
" Nanti gue traktir di kantin !". tambah Abizar lagi.
" Oke kita keluar , nanti kita tunggu di kantin...". Akhirnya ketiganya keluar dari ruangan Abizar setelah di iming - imingi traktiran....iman Jeki paling lemah kalo sudah dengar kata traktiran....ia tak bisa menolaknya.
" Fiuuhhh....akhirnya keluar juga , apes bener dah , gak di rumah gak di kantor , gak Mama gak Jeki, kenapa semuanya pada kepo tentang malam pertama gue sih ".
" Sudahlah, yang penting gue harus selesein kerjaan dengan cepat , terus traktir mereka dulu nanti , habis itu langsung cabut buat jemput ayang tercinta....Fiaaaa tunggu Abang, sayanggg....aku merindukanmu ".
Siangnya Abizar langsung memberi dua lembar uang warna merah bergambar pahlawan proklamator.
" Nih...cukup kan ?".
" Lah elo gak ikut makan siang bareng kita Bi ?".
" Maaf untuk hari ini gue gak bisa , gue ada perlu sama istri gue !".
__ADS_1
" Iya tau , elo udah punya istri..., tapi elo mau kemana , masih jam kerja loh Bi ...jangan bolos lah...nanti gue ngiri ".tambah Dede.
" Mau ke rumah Gue , doi mau silaturrahmi sama kedua orang tua gue dan keluarga gue...Gue juga sudah ijin kok sama Papa mertua , dan diijinkan.".
" Hati - hati di jalan, makasih ya udah ngasih traktiran , ini uangnya boleh dihabisin Bi ?".
" Habisin aja..,gue pulang dulu ".
Di perjalanan , Abizar sempat menelpon Fia agar bersiap- siap...
Begitu sampai rumah , Abi langsung ke kamar mencari istrinya. " Sudah selesai sayang ".
" Abang sudah pulang ?? aku sudah selesai kok , baru mau turun , eh Abang sudah nyamper kesini ". Abizar langsung memeluk istrinya.
" Kangennnn.....cantik sekali sih istrinya Abang ".
" Gombal...lagian kita baru berpisah beberapa jam saja , masak sudah kangen ".
" Kangen kepingin itu Yang , siang - siang gini enak kayaknya kalo bertempur di atas tempat tidur , kita kan belum pernah mencobanya...".
" Jangan ngadi - ngadi , kita mau ke rumah Ayah dan Ibu, Mika juga sudah bersiap - siap...ayo !.
" Gak dikasih nih..?".
" Gak sekarang Abang, lihat aku sudah rapi , kasihan nanti Ayah dan Ibu menunggu kita , bukankah Abang sudah memberi tau mereka kalo hari ini kita mau berkunjung!".
" Hemmm iya....".
Abizar mengalah , ia tidak mau memaksa , benar juga kata istrinya , tak baik membiarkan orang tua menunggu terlalu lama , akhirnya mereka pun berangkat ke rumah Abizar.
Penganten yang sudah tak baru lagi itu disambut dengan hangat oleh keluarga Abizar .
Ayah , Ibu dan kedua adik Abizar begitu senang akan kedatangan Fia , menantu mereka dan gadis kecil...putri Shofea.
Ibu bahkan masak - masakan istimewa....untuk menyambut kedatangan Fia dan putranya ,
Ayah dan Ibu langsung menggiring mereka berdua ke meja makan....lalu mengajak mereka untuk menikmati makanan.
Like...vote, dan comment nya.
Makasih sudah mampir ke karya othor...mampir juga ke karya othor yang lain...🙏
__ADS_1